
Pagi pagi Morgan sudah sibuk di dapur. Morgan membuat sarapan spesial untuk Bianka. Selesai membuat sarapan dan menghangatkan susu, Morgan membawa sarapan ke kamar. Bianka masih tertidur pulas, Morgan meletakan nampan di meja di samping ranjang. Morgan duduk di tepi ranjang membelai wajah dan rambut Bianka.
Bianka bergerak, matanya perlahan terbuka. Bianka menatap Morgan dan tersenyum lebar. Morgan tersenyum manis ke arah Bianka.
Morgan: selamat pagi istriku.. (suara lembut)
Bianka: pagi suamiku.. (mengusap mata)
Bianka bangun dibantu Morgan. Morgan mengusap perut Bianka dengan lembut.
Morgan: apa masih sakit?
Bianka: ya sedikit. Tidak perlu cemas, aku baik baik saja.
Morgan memeluk Bianka. Menciun lembut rambut Bianka.
Morgan: hari ini aku libur, ayo pergi jalan jalan. Kita pergi belanja. Kamu mau?
Bianka: kenapa libur? Tidak boleh seenaknya begitu. Meskipun kamu pemilik perusahaan.
Morgan: (melepas pelukan) hei, kita baru menikah. Seharusnya kita bulan madu seperti Kak Meko dan Frans. Mereka akan ke Thailand besok. Sedangkan kita hanya akan ada disini karena besok ada rapat penting.
Bianka: jangan mengeluh. Kita bisa pergi kapan saja. (Mencium kilas pipi Morgan) ada kamu disisiku. Aku pasti akan selalu bahagia.
Morgan menatap dalam mata Bianka, meraba wajah Bianka dan mencium bibir Bianka. Bianka menutup mata mmebalas ciuman Morgan. Bianka menggigit lembut bibir Morgan. Morgan tak mau kalah membalas mengigit lembut bibir Bianka. Puas saling mengigit Bianka melepas ciuman dan kembali memeluk Morgan. Bianka memeluk erat Morgan.
Bianka: hmmm.. aku sangat bahagia. Akhirnya aku memiliki suami impianku.
Morgan: percayalah, aku tidak akan mengecewakanmu sayang. Teruslah percaya kepadaku. Jangan dengar apa yang orang katakan, dengarkan isi hatimu.
Bianka: iya, aku akan percaya kepadamu. Kamulah yang terbaik. Aku mencintaimu pangeranku.
Morgan: sayangku.. (mendekap erat)
Morgan melepaskan pelukan, mengambil mangkuk berisi sarapan dan menghidangkan di depan Bianka. Bianka menatap Morgan.
Bianka: ini? Kamu yang membuatnya?
Morgan: ya, cobalah. Aku bejalar membuat bubur ini dari internet dan bertanya kepada kak Hans. Semoga kamu suka, dan rasanya tidak mengecewakan.
Bianka: thankyou..
Morgan dengan penuh kesabaran mengaduk dan sesekali meniup bubur di tangannya. Morgan menyuapkan bubur yang dibuatnya ke mulut Bianka. Bianka melahap bubur dan merasakan bubur buatan Morgan. Bianka terdiam, matanya melebar. Membuat Morgan bingung dan cemas.
Morgan: kenapa? Tidak enak? Kita bisa pesan diluar jika tidak enak.
Bianka: (tersenyum) ini enak sekali. Suamiku sangat berbakat.
Morgan: benarkah? Aku senang kamu menyukainya sayang. Makanlah yang banyak, aku akan memasak untukmu jika kamu mau. Tentu saja memasak makanan yang mudah diolah. Haha.. (tertawa)
Bianka: kamu adalah suami sempurna pangeranku. Aku merasa aku adalah wanita paling beruntung yang bisa menikah denganmu.
Morgan: semua karenamu Bianka. Aku adalah orang yang tidak ingin susah payah melakukan hal hal seperti ini. Aku berbeda dengan kak Hans, kak Hans adalah seorang pria yang sempurna. Senang memasak dan mengurus rumah. Seperti papiku, wajahnya juga sangat mirip dengan papi. Mata coklatnya membuatku selalu ingat kepada papi.
__ADS_1
Bianka: suamiku juga tampan. Meski tidak mirip dengan kak Hans, setidaknya kalian terlahir dari rahim yang sama. Dan kamu tau, kamu lebih mempesona dibandingkan kak Hans.
Morgan: nyonya Lewi mulai menggoda. Hmmm.. dasar wanita, selalu merayu jika ada maunya.
Bianka: kamu sudah makan? Makanlah bersama, berikan padaku aku akan menyuapimu. (Mengambil mangkuk dari tangan Morgan)
Bianka menyuapi Morgan, Morgan melahap dan mengunyah bubur di dalam mulutnya lalu menelannya. Bianka menyendok bubur dan melahapnya sendiri, lalu menyuapi Morgan lagi. Begitu seterusnya sampai bubur dimangkuk habis.
Bianka meletakan mangkuk diatas nampan yang ada di meja. Lalu meminum susunya.
Bianka: aku akan menjadi **** gendut jika kamu memanjakanku seperti ini.
Morgan: bagus, agar kamu tidak digoda oleh lelaki lain kamu hanya menjadi milikku seorang.
Bianka: haha.. (tertawa) siapa yang berani merebutku darimu. Mendengar namamu saja semua pasti mundur sebelum berperang.
Morgan: entahlah, aku merasa akan ada sesuatu. Apapun yang terjadi aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku akan melindungimu dengan nyawaku.
Bianka: jangan khawatir. Aku baik baik saja.
(Dalam hati Morgan)
Kenapa peeasaanku semakin kacau. Ada apa ini. Apa yang akan terjadi. (Menatap Bianka) semoga kamu selalu baik baik saja Bianka. Aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi padamu.
Bianka melihat Morgan melamun. Bianka memegang erat tangan Morgan, membuat Morgan tersadar dari lamunan.
Bianka: ada apa? Apa yang kamu pikirkan?
Morgan: tidak ada. Aku hanya mengagumi kecantikanmu saja. Aku akan mandi, kamu jangan kemana mana. Tetaplah di atas ranjang.
Morgan: oh ya, bagaimana jika kita mandi bersama.
Bianka: tidak, aku akan bisa mandi sendiri.
Morgan: jika aku inginkan kita mandi bersama, bagaimana?
Bianka: tidak mau. Aku akan mandi sendiri.
Morgan tersenyum berdiri dan langsung menggendong Bianka, berjalan menuju kamar mandi. Bianka terkejut, wajahnya merona. Bianka merasa sangat malu.
Morgan: apa kamu malu?
Bianka: jangan begini, aku bisa berjalan sendiri.
Morgan: diamlah, aku tidak akan macam macam kepadamu. Karena kamu sedang lemah, aku hanya akan mengagumi kecantikanmu saja.
Bianka terdiam. Morgan membuka pinru dan masuk kedalam kamar mandi. Kembali menutup pintu. Morgan dan Bianka pun akhirnya mandi bersama.
♡♡♡♡♡
Morgan mengajak Bianka pergi berbelanja. Bianka dan Morgan membeli beberapa barang yang sama. Jaket, baju, sepatu dan topi.
Bianka: wah, banyak barang yang aku beli. Dan hampir semuanya sama dengan milikmu.
__ADS_1
Morgan: apa kamu senang?
Bianka: iya, aku senang sekali.
Ponsel Bianka berdering, panggilan dari Alex Jossie. Bianka meraba tasnya dan mengeluarkan ponsel. Bianka terdiam saat melihat layar. Morgan mengerutkan kening saat melihat Bianka terdiam. Dengan cepat merebut ponsel Bianka. Morgan terkejut melihat nama Alex jossie. Tanpa ragu menerima panggilan dari Alex Jossie.
(Panggilan terhubung)
Morgan:hallo, ada apa?
Alex: (terkejut, suara lembut) hallo tuan muda Lewi. Bisa saya bicara dengan Bianka?
Morgan: ada apa? Istriku sedang sibuk.
Alex: aku hanya ingin menyapanya, karena merindukannya.
Morgan: datanglah ke mansion jika rindu. Bianka tidak akan pergi kemana pun. Aku melarangnya pergi. Apa kamu mengerti?
Alex: ya tuan, saya mengerti. Sampaikan salam saya kepada Bianka. (Memutus panggilan)
Morgan terlihat kesal, mengembalikan ponsel Bianka kembali.
(Dalam hati Morgan)
Ada yang tidak beres.
Tidak biasanya menghubungi Bianka seperti ini. Pasti ada sesuatu, aku harus meminta Aska menyelidiki apa yang Alex kerjakan. Aku akan menghukumnya jika sampai melukai Bianka.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Jangan lupa vote ya
❤❤❤❤❤
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"