Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 35


__ADS_3

Pagi pagi sekali Morgan dan Frans sudah sibuk mengantar Keluarga Ricardo dan keluarga Derenwin ke bandara. Ricardo dan Derenwin beserta anak dan istri mereka akan kembali ke Inggris.


 


Siang harinya Morgan dan Bianka pergi jalan jalan. Morgan mengajak Bianka berjalan menyusuri pusat kota. Bianka sangat bersemangat dan terkesan. Senyum cantik selalu mengembang di wajah cantik Bianka.


Morgan: apa kamu suka?


Bianka: tentu saja aku suka, thankyou Morgan. Kamu yang terbaik untukku.


Morgan dan Bianka berjalan beriringan. Mereka masuk kedalam toko buku. Bianka melihat beberapa buku dan membukanya. Morgan mendekat dan merangkul Bianka.


Morgan: apa yang kamu baca sayang?


Bianka: aku ingin membeli buku ini. Boleh tidak?


Morgan: beli saja yang kamu mau.


Bianka: Thankyou.. (tersenyum)


Morgan: setelah ini mau makan ice cream tidak? Aku lihat ada gerai ice cream.


Bianka: boleh, aku juga ingin makan salad buah.


Morgan: oke, pilihlah buku yang kamu sukai. Aku akan belikan untukmu.


Bianka: oke..


Bianka berkeliling mencari bukunya, Morgan mengukuti Bianka di belakang dan membawakan buku buku pilihan Bianka. Bianka memillih banyak buku hingga Morgan kesulitan membawa.


Bianka: sayang, kamu oke?


Morgan: o..oke.


Bianka melihat Morgan yang kesulitan, mengambil setengah tumpukkan buku dan membawanya ke kasir. Pelayan toko malayani dengan baik dan ramah. Pelayan toko mengikat buku menjadi satu. Setelah selesai membayar Morgan dan Bianka pergi meninggalkan toko buku.


Tujuan mereka selanjutnya adalah gerai ice crem yang lokasinya tidak jauh dari toko buku. Morgan dan Bianka masuk kedalam gerai ice dan memanggil pelayan untuk Morgan memesan ice cream, Bianka duduk diikuti Morgan. Morgan dan Bianka duduk berdampingan. Bianka dan Morgan selesai memesan, pelayan pergi menyiapkan pesan.


Bianka: bagaimana kabar di kantor?


Morgan: tidak ada masalah. Ada Aska kan?


Bianka: ya, Aska bekerja keras siang malam. Tuannya asik berkencan (tersenyum)


Morgan: (tersenyum) kamu lebih suka aku bekerja?


Bianka: tentu saja, uangmu tidak akan cukup untukku.


Morgan: pandai bicara sekarang. (Menekan hidung Bianka)


Pelayan datang membawa ice dan salad buah pesanan Morgan dan Bianka. Bianka dan Morgan menikmati ice cream mereka masing masing.


Pintu gerai terbuka, Umeko dan Frans juga datang untuk makan ice cream. Bianka melihat Umeko dan memanggil Umeko.


Bianka: kak Meko.. (tangan melambai)


Umeko tersenyum, Umeko dan Frans berjalan mendekati Morgan dan Bianka. Umeko dan Frans duduk di hadapan Morgan dan Bianka. Frans memanggil pelayan dan memesan ice cream. Pelayan pergi membawa daftar pesanan Frans dan Umeko.


Umeko: kalian juga ada disini ternyata.


Morgan: mmmmhh, aku ingin menikmati sesuatu yang dingin dan manis.


Umeko: ehemmmhh, dingin dan manis. (Menatap Bianka) apakah itu Bianka?


Bianka yang sedang makan ice terkejut, menatap Umeko dengan melebarkan mata. Bianka lalu menatap Morgan, Morgan tersenyum mengangkat kedua bahu.

__ADS_1


Bianka: kak Meko, jangan menggodaku.


Umeko: haha.. (tertawa kecil) tidak perlu canggung padaku.


Morgan: bagaimana pekerjaanmu Frans?


Frans: bagaimana lagi, aku menundanya demi pernikahanku. Lebih penting kakakmu dari pada syutingku.


Morgan: astaga, ternyata kita sama saja. Meninggalkan pekerjaan demi wanita wanita yang membuat kita gila. Hahaha.. (tertawa kecil)


Frans: kamu bernar. Kita memang gila, semua karena kita sangat mencintai dan menyayangi pasangan kita.


Pelayan datang membawa pesanan Frans dan Umeko. Morgan, Bianka, Umeko, dan Frans sedang menikmati ice cream dan berbincang santai. Mereka membahas pernikahan mereka yang akan dilaksanakan bersama sama.


30 menit kemudian..


Puas menikmati ice cream dan berbincang, Morgan dan Bianka berpamitan untuk pergi. Morgan dan Bianka pergi meninggalkan Umeko dan Frans. Morgan mengajak Bianka kembali jalan jalan


Morgan mengajak Bianka pergi berbelanja di Mall. Di mall Bianka dan Morgan membeli baju dan sepatu yang sama. Khusus untuk pasangan. Bianka sangat senang, ini pertama kalinya Bianka memiliki barang yang sama dengan Morgan.


Morgan senang melihat wanita kesayangannya tertawa lepas tanpa beban. Senyum tampan Morgan mengembang.


Morgan: ingin pergi kemana setelah ini?


Bianka: pulang ke rumah. Aku ingin masak makanan enak untukmu.


Morgan: balasan terimakasih?


Bianka: (mengangguk) anggap saja seperti itu. Thankyou Morgan, love you.. (tersenyum cantik)


(Dalam hati Morgan)


Cantik, sangat cantik. Senyum manismu selalu membuatku bahagia Bianka. Aku berjanji pada diriku sendiri jika aku akan membuatmu selalu bahagia. Bahagia dengan caraku sendiri. Mulai saat ini aku ingin selalu melihat senyum manismu sayang. Aku mencintaimu, selalu dan selamanya. (Tersenyum)


Morgan dan Bianka kembali pergi meninggalkan mall dan pulang ke rumah.


 


Bianka: kamu akan pergi?


Morgan: ya, aku akan ke kantor kakak. Tidurlah, kita akan berkemas bersama setelah aku pulang dari kantor kak Hans.


Bianka: bisakah tidak pergi? Dan temani aku?


Morgan tersenyum dan naik keatas ranjang. Morgan berbaring di samping Bianka dan memeluk Bianka. Bianka memeluk erat Morgan, seakan tak ingin berpisah.


Morgan: ada apa ini? Kenapa kamu tiba tiba menjadi Bianka yang manis?


Bianka: aku tak ingin berpisah darimu. Aku selalu ingin bersamamu.


Morgan: oke, tidurlah. Aku akan temani.


Bianka: ya.. (suara lembut)


Bianka menutup mata dan terlelap tidur. Morgan mencium lembut kepala Bianka dan mengusap lembut punggung Bianka. Morgan terpaksa menunda pergi menemui Yohanes, dan menemani Bianka sampai benar benar tertidur pulas.


♡♡♡♡♡


Morgan menemui Yohanes di ruang kerjanya. Morgan menunggu Yohanes di sofa, Morgan melihat Yohanes sedang sibuk dengan asistennya. Tangan Yohanes sibuk menggores pena pada kertas kettas dokumen. Mulut Yohanes tak berhenti bicara. Morgan tersenyum menatap kakaknya yang sibuk.


10 menit kemudian..


Yohanes menyelesaikan pekerjaan nya dan meminta asistennya keluar ruangan. Yohanes melonggarkan dasinya dan berdiri, berjalan menghampiri Morgan di sofa. Yohanes duduk di sofa dan bersandar. Menghela nafas panjang.


Morgan: kakak terlihat sangat sibuk.

__ADS_1


Yohanes: ya, aku harus selesaikan sekarang. Karena kita besok akan ke Inggris. Aku sudah atur semua jadwalku, begitu juga dengan Caroline.


Morgan: thanks kak, maaf merepotkanmu.


Yohanes: wow, sekarang adik bungsuku pandai bicara manis pada kakaknya. Dimana adikku yang seperti es? Apa sudah mencair?


Morgan: kakak terus mengejekku. Semua orang bisa berubah kak.


Yohanes: ya semua orang bisa berubah. Tetapi tidak menutup kemungkinan kebiasaan lama kembali lagi.


Morgan: aku mengerti kak, aku sudah atur jadwal penerbangan kita untuk besok.


Yohanes: oke, dimana Umeko?


Morgan: kak Meko dengan kak Frans, mungkin pergi berkencan. Tadi kami bertemu di gerai ice cream. Karena aku dan Bianka sudah selesai kami oergi lebih dahulu.


Yohanes: ah begitu. Dimana Bianka? Dia di rumah?


Morgan: iya, aku menyuruhnya tidur. Dia terlihat lelah, aku takut kesehatannya terganggu.


Yohanes: oke, kamu pulanglah dulu. Aku masih harus periksa laporan mingguan. Aku akan segera pulang setelahnya.


Morgan: kak, bagaimana dengan pesananku?


Yohanes: tenang saja, pesananmu akan aku ambil sepulang dari kantor. Pesanan Frans juga.


Morgan: wow.. Frans pria romantis.


Yohanes: ya, sangat romantis. Untung saja Umeko mau menerima, jika tidak makan Umeko akan melajang sampai tua.


Morgan: haha.. (tertawa kecil) kakak benar. Frans hebat bisa meluluhkan hati kak Meko yang seperti batu. Oke kak, aku pergi dulu. Pulanglah lebih awal, agar kita bisa memasak bersama.


Yohanes: soal memasak, aku ingin kamu pergi ke supermarket dan membeli bahan. Aku tidak ada waktu pergi belanja.


Morgan: iya kak, catat saja apa yang perlu aku beli.


Yohanes: oke..


Yohanes mengambil kertas dan mulai menulis bahan bahan yang di perlukan. Morgan mengerutkan dahi, begitu banyak bahan makanan yang harus dibeli. Morgan berfikir apakah kakaknya ingin membuat sesuatu yang istimewa? Yohanes menuruni kemampuan dari papinya (Jonathan) dan juga maminya (Yenako). Dari ketiga bersaudara, hanya Yohanes yang paling unggul dalam memasak.


Beberapa saat kemudian Yohanes selesai menulis dan menyerahkan daftar belanjaan kepada Morgan. Yohanes berpesan agar teliti dalam membeli dan jangan sampai ada yang terlewat. Morgan mengiyakan permintaan kakaknya. Morgan berpamitan dan pergi meninggalkan Yohanes diruanganya.


----------@@@@@----------


HALLO..


Semua pembaca yang saya kasihi dan sayangi.


Maaf ya, lama gak update.


Saya sedang sakit, dan sedang dalam masa pemulihan.


Semoga mulai hari ini dan seterusnya updatenya lancar setiap hari ya.


Terimkasih banyak, sudah setia menunggu update nya.


Jangan pernah lelah menunggu ya temen temen.


Jangan luap, like, komen dan beri vote.


Jika anda pengguna noveltoon bisa berikan saya vote berupa poin ya.


I love you all..


Salam hangat

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2