Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 17


__ADS_3

Bianka terus menunggu Morgan, Morgan tidak sarapan, juga tidak makan siang. Morgan keluar dengan mengenakan pakaian serba hitam. Bianka menghampiri Morgan.


Bianka: mau pergi? Tidak makan?


Morgan: (tersenyum tampan) aku harus pergi Bianka. Jangan tunggu aku, makanlah sendiri. Oke?


Bianka: kamu ingin kemana?


Morgan: menemui papi dan mamiku. Bye..


Morgan mencium lembut kening Bianka dan pergi meninggalkan Bianka. Bianka merasa Morgan sedang bersedih, kesedihanya terasa saat Morgan mencium keningnya. Bianka merasa cemas, jangan jangan Morgan kembali tenggelam dalam kesedihan.


Di rumah sepi, Yohanes dan Umeko juga pergi. Melihat Morgan pergi Bianka merasa sedih, Hanya Bianka yang ada di rumah seorang diri. Bersama pelayan dan penjaga. Bianka masuk dalam kamar dan berganti pakaian, Bianka ingin menyusul Morgan ke pemakanan.


Selesai berganti pakaian Bianka keluar dari rumah, di depan rumah sudah ada Aska. Aska mendekati Bianka dan menyapa.


Aska: Hallo nyonya, anda ingin kemana? Saya akan temani.


Bianka: antar aku kepemakaman.


Aska: apa? Tapi nyonya.. (kata kata dipotong Bianka)


Bianka: aku harus menyusul Morgan, cepat antar aku. Jika tidak aku akan naik taxi saja.


Aska; baiklah nyonya, mari..


Bianka masuk dalam mobil, Aska pun masuk dalam mobil. Mobil berjalan menuju pemakanan. Sepanjang perjalanan Bianka merasa cemas, memikirkan Morgan.


♡♡♡♡♡


Yohanes dan Umeko sudah lebih dahulu berkunjung ke pemakanan. Mereka berdoa, Yohanes merangkul Umeko. Air matanya jatuh melihat foto papi dan maminya yang terpasang di batu nissan. Umeko pun ikut menangis.


Hiks..


Hiks..


Hiks..


Umeko menangis tersedu, mulutnya terkunci tak bisa berkata apa apa. Yohanes memeluk erat Umeko.


Yohanes: menangislah sayang.. menangislah..


Umeko: papi... mami... hiks.. hiks.. (suara terbata bata)


Umeko sangat sedih, mengingat kejadian dimana dia melihat tubuh papi dan maminya terbujur kaku di dalam peti. Umeko masih mengingatnya sampai sekarang. Dia merasa bersalah, karenanya maminya di culik dan papinya pun ikut terlibat. Sampai pada akhirnya meninggal.


Yohanas: kuatkan hatiku sayang, jangan terus berkeras hati.


Umeko: aku merindukan mereka kak, aku sangat rindu. Andai saja papi dan mami masih ada. Pasti kita tidak perlu terpisah.


Yohanes: apa kamu ingin pindah kesini?


Umeko: soal itu nanti aku pikirkan. Jika disini aku akan tinggal di mansion tua kakek.


Yohanes: ayo, sampaikan apa yang ingin kamu sampaikan pada papi dan mami. Kita harus segera pulang.


Umeko melepas pelukan dan berlutut di hadapan nissan Jonathan dan Yenako. Umeko menutup mata dan menunduk.

__ADS_1


(Dalam hati Umeko)


Hallo papi, mami.. Meko datang. Meko senang bisa bertemu kalian. Papi mami apa kalian melihat kami sekarang? Damai disana ya, papi dan mami selalu ada dalam hati Umeko. Umeko sayang papi dan mami (menangis). Merindukan kalian setiap saat, maafkan anakmu ini papi mami. Umeko jarang datang kesini. Papi mami tidak marah kan? Aku sangat rindu pada kalian. Sangat sangat rindu.


Yohanes berlutut di samping Umeko, menunduk dan menutup mata. Dua tangannya mengepal, belum berbicara namun air mata sudah mengalir deras.


(Dalam hati Yohanes)


Papi.. mami.. aku datang. Maaf aku tidak bisa sering sering melihat kalian. Aku mencoba belajar hidup mandiri. Aku punya usahaku sendiri sekarang. Tidak ada yang bisa memandangku sebelah mata lagi, atau bergunjing jika aku hanya hidup mengadalkan kekayaan papi. Maaf pi, mi.. aku tidak bisa sepenuhnya menjaga ke dua adik. Karena kami semua sudah terpisah jarak dan waktu. Kami sudah memulai kehidupan kami masing masing. Meski begitu, aku tidak pernah luput memantau mereka. Umeko dan Jerryco kecil. Apa papi dan mami bahagia? Teruslah bagaian, aku akan selalu berdoa untuk kalian. Tenanglah disana papi, mami. Aku mencintai kalian.


Yohanes membuka mata dan merangkul Umeko. Umeko membuka mata, menyeka air matanya. Umeko menatap Yohanes, menyeka air mata Yohanes. Umeko dan Yohanes saling memandang dan tersenyum. Keduanya menatap foto orangtua mereka. Mereka berdiri dan berpamitan pada Jonathan dan Yenako.


Yohanes: papi, mami. Kami pulang, kami pasti akan datang berkunjung.


Umeko: papi, mami. Sampai jumpa. Aku dan kakak pulang dulu.


Yohanes dan Umeko pergi meningglkan nissan Jonathan dan Yenako. Mereka berjalan bergandengan menuju parkiran. Yohanes dan Umeko sampai di parkiran, mereka masuk dalam mobil dan pergi kembali ke mansion.


Morgan datang dengan mobilnya. Mobil terparkir, Morgan melepas kacamata hitamnya dan turun dari mobil, membawa bunga dan pergi menuju nisan orang tuanya. Morgan berdiri di hadapan nisan Jonathan dan Yenako. Dia melihat bunga yang masih segar tergeletak diatas nisan. Morgan tersenyum.


Morgan: anak sulung, dan anak gadis papi mami sudah datang ya.. apa papi dan mami bahagia? Melihat mereka? kak Hans dan kak Meko menjadi orang sukses sekarang. (Meletakan bunga yang di bawa di atas nisan) sekarang giliranku yang menyapa kalian. Hallo papi, mami.. aku anak bungsu kalian datang.


Morgan berlutut, mengusap batu nisan papi dan maminya. Morgan mengusap foto Jonathan dan Yenako. Air matanya mengalir perlahan, membasahi pipinya. Morgan terus menatap foto papi dan maminya.


Morgan: aku selalu merindukan kalian. Selalu merindukan kalian. Mi.. aku mendapatkan sosok wanita seperti mami. Cerewet dan baik hati. Dia hangat dan penuh perhatian padaku, namanya Bianka. Seorang anak yatim piatu sepertiku. Dia tinggal dengan pamannya yang jahat. Yang ingin menjualnya kepada pria kaya. Menggunakan uang untuk berfoya foya. Awalnya aku hanya iba padanya, tubuhnya penuh luka dan dia terlihat sangat menderita. (Mengingat kembali masa masa sebelumnya) karena di selalu perhatian dan peduli, aku pun merasa nyaman. Aku menyukainya mi, aku sudah terpedaya olehnya. Apakah papi dulu juga seperti itu? Apakah aku bisa menjadi pria hangat seperti papi?


Angin bertiup kencang menerpa tubuh Morgan. Morgan merasakan sesuatu, punggungya ditutup oleh selimut. Morgan menatap seseorang di belakangnya. Bianka tersenyum cantik, Bianka betlutut disamping Morgan.


Bianka: tentu saja bisa, jika kamu mau kamu bisa sehangat papimu.


Bianka melipat tangan dan menutup mata berdoa. Morgan terus menatap Bianka. Senyumnya mengembang, dimata Morgan Bianka adalah jelmaan dari Yenako.


Hallo paman, bibi.. maaf menyela. Aku akan perkenalkan diri. Namaku Bianka Josie. Aku adalah teman Morgan, aku akan menjaga Morgan. Aku akan selalu ada di sisinya. Semoga paman dan bibi merestuiku bersama dengan Morgan. Morgan pria yang baik, meski kadang menyebalkan dan aneh. Namun Morgan sangat bertanggung jawab. Morgan banyak membantuku, dia selalu ada untukku dan selalu melindungiku. Maaf paman bibi, aku menyukai anak paman dan bibi. Aku harap paman dan bibi selalu tenang di sana, dan selalu bahagia. Aku berjanji pada kalian, aku akan selalu setia pada Morgan. Terimakasih paman, bibi..


Bianka membuka mata dan tersenyum cantik ke arah foto Jonathan dan Yenako. Morgan merangkul Bianka.


Morgan: apa yang kamu katakan pada orang tuaku? Begitu lama kalian bicara.


Bianka: aku berkata, jika kamu adalah pangeran es yang dingin dan jahat. Suka menggoda dan me... (terputus oleh Morgan, Morgan menutup mulut Bianka)


Morgan: jangan katakan itu di depan papi mamiku. Aku bukan anak nakal seperti itu.


Bianka: oh ya.. tidak bicarapun papi dan maminu juga pasti tau, anaknya seperti apa. Berbincanglah dengan orang tuamu, aku akan mngunjungi orangtuaku juga.


Morgan: (memegang erat tangan Bianka) ayo berkunjung bersama ke makan orangtuamu.


Bianka: (terkejut) kamu tidak berguarau?


Morgan: tidak sayang, tunggu ya.. aku selesaikan apa yang ingin aku sampaikan pada papi mamiku. (Memegang erat tangan Bianka, menatap foto Jonathan dan Yanako) papi, mami, inilah wanita yang aku sukai. Wanita cantik inilah yang kelak menjadi istrimu, menantu kalian. Aku harap papi dan mami merestui bubungan kami. Doakan kami anak dan calon menantumu ini selalu bahagian.


Bianka tersipu, mentap Morgan. Morgan tersenyum manis dan merangkul Bianka.


Morgan: aku pulang papi, mami. Aku akan sering sering datang. Sampai jumpa..


Bianka: paman, bibi, permisi..


Morgan: hei, bukan paman dan bibi. Papi dan mami, ayo ulangi.. (menatap Bianka)

__ADS_1


Bianka: papi, mami, kami permisi pulang..


Morgan dan Bianka pergi meninggalkan nisan Jonathan dan Yenako. Bianka menggandeng tangan Morgan menuju nisan orang tuanya. Tidak beberapa lama mereka sampai. Bianka tersnyum menatap foto kedua orang tuanya. Bianka berlutut dan berdoa. Dia menyampaikan semua keluh kesah dan kegelisahan hatinya. Bianka menceritakan semuanya kepada orang tuanya. Tangisannya pecah.


Morgan mengusap lembut punnggung Bianka. Bianka selesai berdoa dan bercerita. Matanya terbuka, Bianka berdiri di bantu Morgan. Morgan menyeka air mata Bianka. Bianka dan Morgan saling memandang. Mereka saling tersenyum.


Morgan berlutut di hadapan nisan orang tua Bianka. Mongan menutup mata dan berdoa, Morgan membuka mata kembali manatap foto orang tua Bianka.


Morgan: paman, bibi. Aku menyukai Bianka, putri kalian. Tolong restui kami, aku sungguh sungguh mencintai Bianka. Aku sangat tulus, aku akan menjaga dan melindungi Bianka. Aku akan membuat Bianka selalu bahagia. Kalian tidak perlu cemas, paman dan bibi bisa beristirahat dengan tenang.


Bianka tersenyum, mendengar kata kata Morgan. Bianka merangkul Morgan dan menempelkan kepalanya ke kepala Morgan.


Bianka: terimaksih sayang..


Morgan: (mencium lembut punggung tangan Bianka) menikahlah denganku sayang. Aku ingin kamu menjadi pedamping hidupku.


Bianka tertawa mendengar kata kata Morgan, Bianka membantu Morgan berdiri. Bianka menatap Morgan.


Morgan: apa yang kamu tertawakan?


Bianka: kamu sangat lucu sayang, pertama kamu melamarku di ranjang kamar, kedua kamu melamarku di pemakaman?


Morgan: aku melamarmu dihadapan papa dan mamamu. Apa aku salah?


Bianka: tidak, kamu benar sekali. Kamu sangat berani dan keren. Aku menyukaimu, ayo kita pulang. Hari akan gelap.


Bianka dan Morgan berpamitan. Meraka berjalan bersama menuju parkiran. Sesampainya di parkiran mereka langsung masuk kedalam mobil dan pergi. Mereka kembali ke mansion.


♡♡♡♡♡


Biankan menunggu Morgan untuk makan malam. Namun Morgan tak kunjung turun, hingga makan malam berakhir.


Umeko: bawalah makanan naik, kamu bisa membujuknya.


Yohanes: maaf Bianka, adikku memang seeprti itu dari kecil. Dia akan mengurung diri dan berpuasa di setiap peringatan hati kematian orangtua kami.


Bianka: baikala, aku akan mencobanya.


Umeko: pergila, semoga berhasil.


Bianka menyiapkan piring berisi makanan, meletakan di nampan. Bianka membawa nampan berisi makanan dan air putih ke kamar Morgan. Bianka mencoba membuka pintu, pintu tidak dikunci. Bianka masuk dan menutup pintu perlahan. Bianka melihat Morgan sedang membaca sebuah dokumen di sofa. Bianka berjalan mendekat. Meletakan nampan di meja. Bianka duduk di samping Morgan.


Bianka: apa ada masalah?


Morgan: (menutup dokumen manatap Bianka) tidak, ada apa?


Bianka: makanlah, sudah seharian kamu belum makan. Aku suapi ya?


Morgan mengangguk dan tersenyum. Dengan kesabaran Bianka menyuapi Morgan. Hingga makanan di piring di habiskan. Bianka tersenyum, meraba wajah Morgan. Morgan dan Bianka saling memandang. Mereka saling tersenyum.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau berkunjung ke novel saya..


Jangan lupa, like, ☆ dan isi kolom komentar ya..


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2