Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 15


__ADS_3

6 Bulan kemudian.....


Morgan dan Bianka sudah banyak menghabiskan waktu bersama sama. Suka, duka mereka lalui bersama. Bianka semakin terbiasa dengan Morgan, jantungnya akan berdebar saat dekat dengan Morgan. Sikap Morgan yang terkadang manis mampu membuat Bianka terpukau. Bianka tidak sungakan lagi menunjukan perhatian lebih kepada Morgan. Tidak akan sungkan lagi memanggil sayang.


Begitu juga dengan Morgan, yang perlahan lahan mulai bisa bersikap hangat dan lembut pada Bianka. Morgan sangat senang jika Bianka perhatian dan peduli padanya, kasih sayang Bianka tertuang melaui perlakuan hangat. Membuat Morgan enggan melepas Bianka. Membuat Morgan selalu ingin lebih dekat dengan Bianka. Ingin memiliki Bianka seutuhnya.


Jika keduanya terpisah, meraka akan melakukan panggilan video untuk melepas rindu. Mereka sudah seperti sepasang kekasih, namun sama sama enggan mengakui jika mereka saling jatuh cinta. Cinta datang dengan sendirinya, cinta bersemi perlahan, meluluhkan kerasnya hati.


•Bianka.


Astaga, di kepalaku penuh wajah Morgan dan Morgan. Kenapa ini? Apa aku sangat merindukannya. Sudah seminggu tidak pulang, kabar pun tidak ada. Aku khawatir dia sakit. Daya tahan tubuhnya lemah. Sehingga gampang sekali tertular virus. Pangeran es ku yang malang.


Aku mengambil ponselku, menghubungi Morgan. Panggilan tersambung namun belum di jawab, aku senang akhirnya ponselnya aktif kembali. Beberapa hati selalu tidak aktif. Jika tersambung pun tidak di angkat.


(Panggilan terhubung)


Morgan: hallo sayang.. ada apa?


Bianka: kamu baik baik saja? Kenapa ponselmu tidak aktif?


Morgan: maaf aku sibuk, aku tidak sempat melihat pesan dan panggilan. Apa kamu marah?


Bianka: tidak apa apa. Jangan lupa makan dan minum vitamin ya.


Morgan: aku merindukanmu.. (suara lembut)


Bianka: aku juga, kamu kapan kembali?


Morgan: kenapa? Kamu sangat rindu padaku? Sudah tidak tahan?


Bianka: iya, aku sangat sangat sangat rindu padamu.


Morgan: jika aku ada di hadapanmu saat ini, apa yang akan kamu lakukan?


Bianka: aku akan memelukmu dan menciummu sampai aku puas.


Morgan: benarkah?


Bianka: iya, jangan menggodaku lagi. Kamu jauh di sana, jangan membuatku kesal. (Panggilan terputus)


Aku kesal, kenapa panggilannya tiba tiba terputus. Aku mendengar pintu kamarku terbuka. Aku melihat arah pintu, aku kaget Morgan berdiri di pintu dan tersenyum ke arahku. Aku senang, tanpa ragu aku berlari ke arah Morgan dan memeluk Morgan. Aku memeluknya erat, aku sangat merindukan pangeran es ku.


Bianka: Morgan, kamu menggodaku.


Morgan: apa kamu sungguh rindu padaku?

__ADS_1


Bianka: (melepas pelukan, menatap Morgan) ya.. aku sangat rindu. Sangat rindu hingga ingin mati rasanya.


Morgan: oh kasian sekali.. (meraba lembut wajah Bianka) aku juga sangat merindukanmu Bianka. Maaf sayang, aku terlalu sibuk.


Bianka: aku senang kamu akhirnya pulang.


Aku berjinjit, meraih tengkuk Morgan dan mencium bibir Morgan. Morgan menggendongku seperti anak monyet. Morgan membaringkan ku di ranjang. Morgan dan aku, kami berciuman mesra. melepas kerinduan kami.


 


•Morgan


Aku berbaring diranjang bersama Bianka. Aku memang bukan pria romantis dan manis, namun aku berusaha mencoba untuk menyenangkan hati Bianka. Bagiku, bukan hal mudah bersikap manis dan romantis karena aku bukan pria penggoda. Aku tidak pernah berhubungan dengan wanita sebelumnya, jadi aku merasa canggung saat dekat dengan wanita.


Biaka memelukku erat, seakan takut aku pergi lagi. Aku dan Bianka, kami semakin dekat satu dengan lainnya. Aku menyukainya, aku merasakan kasih sayangnya padaku. Dia bergitu peduli dan perhatian. Namun aku bingung, bagaimana caranya aku mengatakan jika aku menyukainya, jika aku mencintainya?


Aku bukan seorang yang pandai berkata dan merayu. Mengungkapkan kata kata yang memabukakan. Aku takut salah bicara dan berujung melukai hati Bianka. Aku hanya bisa memperlakukan Bianka semanis mungkin. Agar dia nyaman saat bersamaku. Agar dia tidak pergi meninggalkanku. Aku akan sangat kehilangan jika dia pergi dari sisiku. Aku sudah sangat nyaman dengan Bianka.


Bianka melepas pelukan dan mencium lembut pipiku. Hmmm.. aku seperti tersengat aliran listrik. Sesuatu terjadi, jantungku berdebar.


Deg!


Deg!


Deg!


Bianka: Morgan kamu kenapa? Apa dadamu sakit?


Morgan: iya, ini sakit.. (menggoda)


Bianka: sungguh? Perlu kita kerumah sakit?


Morgan: tidak, aku hanya perlu sesuatu.


Bianka: apa? Aku akan panggil dokter untukmu secepat mungkin.


Morgan: hei.. tidak perlu panik seperti itu, aku baik baik saja. Aku hanya menggodamu sayang.


Bianka: dasar kamu, selalu saja menggodaku. Membuatku kesal saja.


Morgan: Bianka, ayo kita menikah..


Bianka: (terkejut) apa?


Morgan: aku tidak suka mengulang kata kata. Tidak ada pengulangan.

__ADS_1


Bianka: hahaha.. (tertawa lebar)


Morgan: kenapa tertawa, ada yang lucu?


Bianka; bukankah saat melamar harus melakukan hal romantis, tempat romantis? Dan juga cincin? Kamu jangan terus terusan manggodaku Morgan. Kamu melamarku di atas ranjang?


Morgan: iya, apa salahnya di atas ranjang.


Bianka: (meraba lembut wajah Morgan) baiklah, ayo kita menikah. (Tersenyum)


Aku terkejut, tubuhku membatu. Suaraku tertahan, aku tidak percaya Bianka akan setuju. Aku mengembangkan senyumanku.


Morgan: maaf, aku tidak bisa merangkai kata seperti seorang musisi. Tapi aku akan mencoba merangkai hatiku dengan hatimu. Mengikatnya erat erat.


Bianka: so sweet.. pandai berkata manis sekarang. Hmmm.. (menarik hidung Morgan)


Morgan: tunggu kedua kakakku datang, aku akan mengenalkanmu pada mereka.


Bianka: oke, aku akan menurut padamu. Terimakasih pangeranku. Kamu selalu ada untukku.


Morgan: akulah yang seharusnya berterimakasih padamu Bianka, kamu mau sabar mengahadapi pria es sepetiku. Mau peduli dan perhatian padaku. Selalu memelukku di saat aku bersedih.


Bianka: aku melakukannya karena aku menyukaimu. Aku tau, kamu bukan pria jahat dan keras hati. Sikap dinginmu terbentuk karena rasa kesepian dan kuramgnya kasih sayang. Aku akan berusaha memeberimu kasih sayang Morgan. Aku berjanji padamu, aku akan selalu bersamamu.


Morgan: i love you Bianka. Love you..


Aku mendekat dan mencium bibir Bianka dengan lembut, aku menutup mataku merasakan cinta yang mengalir.


(Dalam hati Bianka)


Morgan, aku akan mengubahmu menjadi pria hangat dan penuh kasih sayang. Semua butuh proses, maaf jika aku kurang sempurna untukmu. Aku akan lebih berusaha lagi, aku akan selalu ada untukmu. Love you Morgan.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau singgah dan membaca karya saya.


Jangan lupa like, ☆ dan isi kolom komentar.


Bye bye..


Salam Hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2