
3 Bulan kemudian..
Pernikahan di gelar, Sebulan sebelum hari pernikahan Umeko sudah datang dan membantu persiapan. Sedangkan Morgan dan Bianca juga Frans datang stu minggu sebelum acara pernikahan.
Suasana bahagia terpancar di wajah Yohanes dan Caroline. Upacara pemberkatan pernikahan sudha digelar pagi hari, dan di sore hari digelar resepsi. Umeko dan Frans duduk berbincanh, Morgan dan Bianca juga duduk berbincang di meja berbeda.
Semua tamu memberi ucapan selamat kepada Yohanes dan Caroline. Seorang tamu istimewa hadir, seseorang yang yang sudah di nanti nantikan kedua mempelai. Seseorang itu adalah Brian Antonius Candra dan istrinya Amelia Putri. Brian dan Amelia datang, memberikan ucapan selamat.
Amelia: hallo Caroline, selamat ya.. (memeluk Caroline) semoga selalu bahagia sampai akhir. (Melepaskan pelukan)
Caroline: terimakasih Amelia, begitu juga denganmu. (Tersenyum)
Brian: hai Caroline, selamat ya. Semoga selalu bahagaia, selalu damai dan saling setia sampai maut memisahkan.
Caroline: terimakasih Brian. Kalian adalah tamu istimewa kami. Aku senang kalian bisa datang dalam acara kami. Sungguh aku sangat berterimakasih.
Amelia: Selamat Hans, semoga bisa menjadi seorang kepala rumah tangga yang baik dan bijaksana. Membimbing istri dan anak anak dengan penuh kasih.
Yohanes: thankyou Amelia. Aku senang kamu dan Brian bisa hadir meski kalian sibuk.
Amelia: sama sama.. (tersenyum)
Brian: (mendekat dan memeluk kilas Yohanes) selamat menempuh hidup baru Hans, akhirnya kamu menikah juga. Aku bahagia atas pernikahanmu.
Yohanes: aku sangat berterimakasih Brian. Kehadiranmu dan Amelia membuat kami senang.
Brian: sama sama Hans. Jadilah yang terbaik selagi kamu bisa. Semangat.. (tersenyum tampan)
Yohanes: (berbisik) aku harus banyak belajar darimu Brian. Kamu adalah suami idaman semua wanita, bukankah begitu?
Brian: haha.. (tertawa kecil) jangan bicara omong kosong, semua sama, kamu, aku dan yang lainnya.
Yohanes: bagilah rahasia denganku, apa resep mujarap membahagiakan istri?
Brian: mudah saja, berikan istri perhatian, kasih sayang dan cinta. Kamu harus cukupi semua kebutuhannya.. bukankah itu sudah menjadi hal yang umum?
Yohanes: aku tau itu teman, maksudku hal apa yang membuat istri kagum pada suaminya? Hal kecil yang berefek besar..
Brian: jadilah pendengar yang setia. Kamu tau, seorang istri adalah seorang yang tangguh. Mengurus pekerjaan rumah, mengurus kita dan anak anak kita, jangan biarkan istrimu memendam rasa lelah seorang diri, rangkul dan peluklah istrimu. Tanyakan apakah dia baik baik saja, dan disaat istrimu mulai buka suara dengarkan semua keluh kesahnya. Dengar baik baik dan rasakan, maka kamu akan tau beban istrimu.
Yohanes: wow.. ini mengejutkan, Brian.. kamu sungguh luar biasa. Thankyou..
Brian: sama sama.. aku pun juga masih banyak belajar Hans. Jadi mari kita belajar bersama..
Yohanes: dengan senang hati. Oh, biar aku kenalkan adik adikku padamu. (Menatap ke arah Umeko dan Morgan dan memberi isyrat untuk datang)
Beberapa saat kemudian Umeko, Frans, Morgan dan Bianca mendekati Yohanes, Caroline, Brian dan Amelia. Yohanes mengenalkan Morgan, Bianca, Frans dan mengenalkan ulang Umeko.
Brian: senang betemu kalian.
Amelia: wah, kalian sudah memiliki pasangan. Cepatlah menikah.. (tersenyum)
Yohanes: mereka memang akan berencana menikah. Silahkan duduk, Brian Amelia. Silahkan menikmati hidangan yang disajikan.
Brian: baik, terimakasih. Kami permisi.
__ADS_1
Amelia: bye bye..
Brian dan Amelia pergi meninggalkan Yohanes dan Caroline. Morgan mendekati Yohanes dan bertanya mengenai Brian.
Morgan: kak, siapa dia? Orang terkenal kah?
Brian: ya.. dia adalah direktur perusahaan Axis grup. Salah satu perusahaan besar di sini.
Morgan: bagaimana bisa kakak mengenalnya? Brian terlihat baik dan ramah.
Yohanes: Brian melibihi apa yang kamu pikirka. Brian adalah suami idaman semua wanita.
Morgan: ahh.. aku jadi iri.
Yohanes: bersikap baiklah pada adik iparku, jika tidak aku akan jodohkan dia dengan pria lain.
Caroline: sayang, jangan menggoda Ryco. (Tersenyum menatap Ryco) jangan dengarkan kakakmu. Aku akan menghukumnya nanti.
Morgan: aku setuju kakak ipar, aku serahkan kakakku padamu. Jaga kakakku baik baik.
Caroline: itu pasti.
Umeko: sudah sudah bicaranya, ayo kita bersenang senanang dan berfoto.
Yohanes, Carolin, Umeko, Frans, Morgan dan Bianka berpose untuk difoto. Mereka tertawa dan bahagia bersama. Kebahagiaan terpancar, di sesi terakhir foto mereka saling berpegangan tangan satun dengan lainnya dan saling merangkul. Merekan tidak malu menunjukan rasa cinta dan kasih sayang dalam persaudaraan.
♡♡♡♡♡
Yohanes sedang berada di ruang kerjanya. Morgan mengetuk pintu dan masuk kedalam ruang kerja. Morgan mendekat dan duduk di kursi yang hadapan Yohanes.
Yohanes: ada apa?
Yohanes: ada apa? Bukankah kalian sudah sepakat beberapa hari yang lalu, untuk menikah bersama. Apa kamu dan Umeko ada masalah?
Morgan: tidak ada kak, aku datang hanya untuk mengucapkan terimakasih. Kakak mengijinkanku menikah dengan Bianka, dan acara kami bersamaan dengan kak Meko.
Yohanes: lebih baik seperti itu. Aku bisa lega jika kalian menikah bersama. Aku bisa melanjutkan pekerjaan ku dengan tenang tanpa rasa cemas memikirkanmu dan Umeko. Kembalilah tidur, minggu depan kita pulang bersama ke Inggris.
Morgan: baiklah kak, aku akan tidur. Besok harus antar kak Ricardo, kak Cherish dan Becca ke Bandara. Dan kak Frans akan antar Kak Derenwin, kak Felicia dan putri kembar. Kakak jangan tidur larut, berbaik hatilah pada kakak iparku. Menunggu terlalu lama untuk hal baik.. (menggoda Yohanes)
Yohanes: diamlah dan cepat masuk kekamarmu. Jangan menggodaku lagi.
Morgan tersenyum pergi meninggalkan Yohanes di ruang kerjanya. Yohanes menghela nafas panjang, duduk bersandar kursi.
Yohanes: dasar Ryco, tidak bisakah melihat jika kakaknya sekarang sedang gugup. (Melihat jam di dinding menunjukan pukul 23.00 malam) lebih baik aku juga kembali kekamar.
Yohanes berdiri dan berjalan keluar dari ruang kerjanya. Yohanes masuk kedalam kamarnya, melihat Caroline yang sudah terlelap tidur. Yohanes naik keatas ranjang, masuk kedalam selimut dan berbaring. Yohanes mengusap lembut rambut Caroline, mencium lembut kening Caroline. Caroline perlahan membuka mata menatap Yohanes.
Caroline: sayang, sudah selesai?
Yohanes: ya.. tidurlah sayang, pasti hari ini sangat melelahkan.
Caroline memeluk erat Yohanes, jantung Yohanes tiba tiba berdetak kencang.
Deg..
__ADS_1
Deg..
Deg..
Caroline: sayang, ada apa? Kenapa jantungmu berdetak kencang?
Yohanes: mungkin karena kamu memelukku.
Caroline: (melepaskan pelukan menatap Yohanes) iya kah? Aku tidak melakukan apa apa kenapa bisa berdetak? Apa kamu sakit? (Meraba dahi Yohanes)
Yohanes memegang tangan Caroline dan mencium lembut punggung tangan Caroline, mata Yohanes manatap dalam mata Caroline. Caroline tersipu malu, wajahnya merona. Yohanes meraba lembut wajah Caroline yang merona dan perlahan mendekat semakin dekat.
Yohanes mencium lembut bibir Caroline, tangannya meraba bahu dan punggung Caroline. Umhmm.. suara lembut Caroline saat Yohanes menggigit lembut bibir bawah Caroline. Yohanes melepas ciuman dan menciumi leher Caroline. Semakin turun dan turun, Caroline mendesah saat Yohanes asik bermain sesuatu di dadanya. Caroline mencengkram tengkuk Yohanes.
Yohanes **** Caroline dan menciumi wajah Caroline. Yohanes kembali mencium bibir Caroline, tangannya mulai meraba paha Caroline. Ciuman semakin memanas, gerakan tangan yang tidak terkendali. Yohanes dan Caroline saling bercumbu dan merasakan kenikmatan.
..
..
..
..
..
..
..
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"