Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
siapa mereka?


__ADS_3

" udah dong jangan nangis lagi ya.. "


Daniel terus menenangkan Carla yang sedang menangis. dan akhir nya Carla pun berhenti menangis. Namun setelah Carla berhenti menangis, hal memalukan pun terjadi.


krruukk krruukk krruukk... suara perut Carla..


Daniel yang mendengar itu pun tersenyum menahan tawa.


" hey perut.. kenapa kamu bikin aku malu.." batin Carla


" kamu lapar??" tanya Daniel


" i-iya.. tadi siang saya tidak istirahat karna harus menyelesaikan tugas dari bapak.. jadi sekarang cacing di perut saya protes karna belum di kasih makan.." jawab Carla membuat Daniel sedikit tertawa kecil.


" baiklah.. ayo masuk.." ucap Daniel sambil meraih tangan Carla


Carla pun mengikuti Daniel yang menggenggam tangan nya berjalan menuju dapur di lantai 1..


" bapak mau masak?"


Tanya Carla saat ia melihat Daniel membuka kulkas dan mengeluarkan beberapa bahan bahan makanan untuk di masak..


" ya.. kenapa? bukan nya kamu lapar.." jawab Daniel


" bapak bisa masak?" tanya Carla


" ya.. waktu kuliah aku tinggal sendiri tanpa pelayan. jadi aku belajar masak saat itu. karna aku belum sesukses sekarang." jawab Daniel.


Carla memperhatikan Daniel yang sedang sibuk dengan masakan nya..


" apa ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Carla


" bisa tolong kamu iris daun bawang itu.." jawab Daniel sambil terus memasak


" baiklah.."


Carla mengambil daun bawang dan pisau di hadapan nya.


" tunggu.." ucap Daniel lalu ia mengambil celemek dan memakai kan nya kepada Carla.


Carla hanya diam mematung antara kaget bingung dan canggung saat Daniel memakai kan celemek ke badan nya. karna posisi mereka seperti sedang berpelukan dan itu membuat suasana nya terlihat romantis untuk Carla.


" sa-saya bisa pakai sendiri pak" ucap Carla gugup


" diamlah " bisik Daniel yang sekarang sedang mengikatkan tali celemek di belakang punggung Carla.


"oke.. sekarang kamu bisa lanjutkan" ucap Daniel setelah selesai memakai kan celemek ke badan Carla


Carla langsung melanjutkan pekerjaan nya mengiris daun bawang. dan Daniel kembali melanjutkan memasaknya.

__ADS_1


...


Carla dan Daniel sedang makan malam di ruang makan..


" waah makanan nya enak banget.. bapak benar benar jago masak." ucap Carla sambil terus makan makanan nya


" benarkah? tapi aku juga jago melakukan hal yang lain." ucap Daniel sambil menatap wajah Carla lalu sedikit tersenyum.


hingga akhirnya Carla tersedak karna mendengar ucapan Daniel membuatnya mengingat kejadian saat di balkon tadi.


" hey hati hati dong.. pelan pelan saja makan nya. kenapa bisa kamu sampai tersedak seperti anak kecil begini. ini minum lah" ucap Daniel sambil memberikan segelas air untuk Carla


" bapak lah yang bikin saya tersedak. apa bapak tidak mengerti." batin Carla


Mereka pun melanjutkan menyelesaikan makan malam nya.


" setelah ini aku ajak kamu jalan jalan di pantai.. apa kamu mau?" tanya Daniel


" mmh? ya mau pak.. tapi saya mau menelpon anak anak saya dulu." jawab Carla.


" baiklah. aku sudah kenyang. aku tunggu kamu di luar yah.." ucap Daniel


" baik pak" sambung Carla


Daniel pun keluar setelah selesai makan. Carla mengambil ponsel nya dan menghubungi Farrel dan Frilly..


...


" hallo mah.."


" sayng.. apa kalian sudah makan? " tanya Carla dari sambungan telpon


" udah mah. tadi om Roy datang bawain kami makanan untuk makan malam. katanya mama malam ini gak pulang karna ada tugas dari kantor?" jawab Farrel


" iya sayang.. mama tidak bisa pulang malam ini. kalian jangan merepotkan om Roy ya.." ucap Carla.


" iya mah.. mama tenang aja.. kita gak akan membuat om Roy repot kok." ucap Farrel


Saat Farrel dan Carla sedang mengobrol di telpon. tiba tiba terdengan suara kegaduhan di luar rumah Carla.. Roy beranjak dari tempat duduk nya dan menuju ke luar mengecek apa yang sedang terjadi di sana.


" om.. Frilly ikut.. gendong Frilly.." teriak Frilly saat melihat Roy bangun.


Roy pun menuruti perintah nona kecil nya itu dan langsung menggendong Frilly membawa nya serta menuju keluar.


" mah.. aku matiin dulu yah.. kayak nya di luar ada bibi Tasya. " ucap Farrel


" oke.kalian baik baik ya di sana.." ucap Carla


" iya. mah.. dah mama.."

__ADS_1


Farrel pun mematikan panggilan telpon nya dengan Carla. dan menuju keluar menyusul Roy dan Frilly.


" bibi.." teriak Frilly sambil berlari dengan wajah riang nya kearah Tasya


" Frilly kamu baik baik baik aja? di mana kakak kamu? dan siapa mereka? jangan jangan mereka penculik yang mau nyulik kalian? di mana Carla? apa mama kalian di sekap di dalam?" tanya Tasya bertubi tubi sambil menunjuk ke arah Roy dan ke dua bodyguard bawahan Roy.


tak lama kemudian Kemudian Farrel pun keluar.


" bibi.. ada apa? kenapa berisik banget?" tanya Farrel dengan santai sambil berjalan menghampiri mereka


" Farrel.. kamu juga baik baik aja? jawab bibi, siapa mereka penculik?" tanya Tasya


" dimana penculik? mereka bukan penculik. mereka orang orang nya papa.. " jawab Farrel


" apa? papa siapa? kamu jangan tertipu sama omong kosong orang asing." ucap Tasya


" bibi masuk dulu. nanti aku ceritain di dalam. malem malem dateng bikin keributan di rumah orang udah tua juga. kalau tetangga pada protes kesini bibi mau tanggung jawab." ucap Farrel


" apa? hey aku ini lagi khawatirin kalian bocah tengil." balas Tasya


" udah jangan ribut lagi ayo cepet masuk. sebelum tetangga pada kesini. marah marahin bibi" ucap Farrel sambil berjalan masuk ke dalam rumah nya


Tasya pun akhirnya masuk dengan menggandeng Frilly di tangan nya. Begitu juga dengan Roy.


...


" jadi kalian udah.. udah nemuin papa kalian? dan papa kalian adalah pemilik perusahaan tempat Carla bekerja?"


tanya Tasya setelah mendengar semua penjelasan yang di ceritakan oleh Farrel dan Frilly.


" jadi kalian anak dari Daniel Raditya orang yang terkenal karna ke geniusan nya di dunia bisnis? ini.. ini.. gak bisa di percaya, orang se hebat Daniel pernah tidur sama Carla? " ucap Tasya dengan raut wajah bingung nya


" hey bibi.. mama ku itu cantik jadi wajar aja kalau papa bisa tertarik sama mama. emang nya bibi." sambung Farrel


" apa? emang nya kenapa aku?" tanya Tasya


" bibi ga se cantik mama makanya sampe sekarang bibi masih jomblo" jawab Farrel dengan santai nya meledek Tasya.


" pfffth.." Roy yang mendengar ucapan Farrel pun ikut tersenyum menahan tawa


" hey bocah tengil. aku bukan nya gak cantik ya. banyak kok yang ngantri buat dapetin aku. aku nya aja yang ga mau.." ucap Tasya


" pfffth.." lagi lagi Roy hanya bisa menahan tawa


" apa kamu? ngapain cangar cengir." ucap Tasya kepada Roy


Namun Roy tak menjawab hanya mengangkat bahu nya sambil sedikit tertawa.


" lucu sekali orang ini.." batin Roy

__ADS_1


__ADS_2