
" kamu mau kan kasih aku kesempatan untuk berada di samping kamu dan ke dua anak anak kamu?"
Tatapan Carla semakin berkaca kaca. ia terharu dengan apa yang di lakukan dan di katakan oleh Daniel.
" apa kamu benar benar akan menerima aku yang seperti ini?" Carla sedikit ragu dengan pertanyaan nya.
" aku yang tau kamu seperti apa. jadi jangan merendahkan diri kamu. di mata ku kamu sangat berharga."
Ucapan Daniel begitu merdu terdengar di telinga Carla. rasanya seperti ada angin sejuk yang masuk ke dalam hati nya membuat hati Carla perlahan terbuka untuk Daniel.
Carla langsung memeluk erat tubuh Daniel di hadapan nya dan di balas oleh Daniel. itu menandakan bahwa ia telah siap untuk menerima Daniel.
" apa aku telah mengambil keputusan yang benar? tapi dia terlihat begitu tulus. aku merasa terhanyut hanya dengan mendengar perkataan nya." batin Carla
" Carla.."
Daniel melepaskan pelukan nya dan mengusap air mata yang telah menetes di pipi Carla.
" ayo kita coba tentang mitos itu. terlepas dari benar atau tidak nya mitos itu . tapi aku akan berusaha semampu ku untuk menjaga hubungan kita."
Daniel mengatakan nya dengan suara yang rendah. mata nya menatap lekat ke wajah Carla. Carla hanya diam tidak mengatakan apapun karna ia tak tau harus bereaksi seperti apa. ia lalu menundukkan kepala nya bukan karna tak mau menatap wajah Daniel tapi karna ia tak mampu lagi menahan perasaan yang berkecamuk di hati nya.
Daniel mengangkat wajah Carla perlahan dengan kedua tangan nya. dan kembali bertanya.
" apa boleh aku menciu* mu?"
Carla tak menjawab apapun namun terlihat wajah Carla yang memerah ia gelisah karna perkataan Daniel. ia melihat wajah Daniel dengan malu malu seperti mengatakan bahwa ia mau.
Daniel melihat wajah Carla yang terlihat menggemaskan menurut nya itu lalu melirik bibir merah Carla. akhir nya memberanika diri nya dan mulai menyatukan bibir nya di bibir Carla.
Carla hanya diam saat Daniel mulai mengarahkan wajah nya ke arah Carla. otak nya seperti berhenti bekerja. namun walaupun seperti itu. ia bisa merasakan hangat dan lembut nya bibir Daniel.
" jadi seperti ini rasanya berciu*an ? walaupun ini bukan pertama kali nya Daniel menci*m ku. tapi ini benar benar tarasa lembut dan manis." batin Carla
Selama beberapa saat Daniel hanya menikmati kelembutan bibir Carla. hingga akhir nya dengan perlahan ia menyelipkan lidah nya di antara bibir Carla. Daniel mencoba menahan hasrat nya sebelum akhir nya ia mendapatkan reaksi Carla yang mempererat pelukan nya ke dada Daniel.
Daniel yang mendapat reaksi Carla itu pun makin bersemangat. ia makin memperdalam ciu*an nya. dan makin mempererat pelukan Carla di tubuh nya.
" Daniel.."
__ADS_1
Carla bersuara di tengah tengah kecupan mereka.. Daniel yang mendengar nama nya terucap begitu saja dari mulut Carla itu pun makin membuat hasrat nya makin naik.
Namun seketika Carla tersadar ketika dengan perlahan Daniel mengarahkan wajah nya ke leher Carla. Carla langsung mendorong tubuh Daniel hingga terduduk.
" ki-kita di.. tempat umum.." perkataan Carla pun membuat Daniel akhirnya tersadar dan hasrat nya kembali menurun.
Namun Carla masih gugup dan takut jika Daniel akan melakukan nya lagi .
" maaf aku terbawa suasana." Daniel kemudian kembali berlutut lalu memeluk Carla.
Carla hanya diam tak bereaksi apa apa.
" jangan takut.. aku cuma mau meluk kamu aja kok.. makasih Carla"
Carla yang mendengar ketulusan yang terucap dari mulut Daniel seketika luluh dan membalas pelukan nya.
" mulai sekatang aku bukan cuma bos kamu. jadi jangan pernah anggap aku orang lain lagi. aku akan memperlakukan kamu dan kedua anak mu dengan baik. kamu jangan berfikir lagi tentang apa pandangan orang lain. yang terpenting adalah kebahagiaan kamu dan anak anak kamu. aku cinta kamu Carla."
Ucapan Daniel begitu tulus terdengar di telinga Carla. ia kembali mempererat pelukan nya dan mengangguk. ia menitikan air mata nya karna merasa terharu dengan apa yang di ungkapkan oleh Daniel kepada nya.
....
" apa kalian senang hari ini?" Daniel bertanya kepada Farrel dan Frilly.
" ya Frilly seneng banget om.. makasih om.." jawab Frilly riang
" sama sama sayang.. baiklah ini udah mau sore. kalian pasti lelah kan? kita makan siang dulu ya..." ajak Daniel
Daniel melirik ke arah Carla yang nampak masih terbengong seperti tak percaya akan apa yang terjadi beberapa saat yang lalu.
Ia terbayang bagaimana ia begitu menikmati setiap perlakuan yang di berikan Daniel kepada nya. ciu*an yang lembut namun begitu memabukan.
ia seperti tak punya muka di hadapan Daniel. ia kemudian bertanya tanya dalam hati nya.
" lalu apa status kami sekarang?"
Carla melirik ke arah Daniel dan mendapati Daniel yang sedari tadi sedang menatap wajah nya sembari tersenyum lembut. membuat Carla kembali mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" kenapa atmosfer di sini jadi panas ya... harus nya ada bunga bunga juga yang berterbangan di sini." batin Roy yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Daniel dan Carla.
__ADS_1
"baiklah ayo kita berangkat ke restourant" ajak Daniel dan membuat lamunan Carla buyar seketika.
...
Setengah 5 sore mereka telah kembali ke rumah Carla. mereka turun dari mobil Daniel setelah mobil Daniel sampai di halaman depan rumah Carla.
" masuk dulu?" ajak Carla kepada Daniel yang berderi di samping nya
" ia om.. om Daniel nginep aja di sini.." ucap Frilly dengan wajah polos nya
" hmh?" Daniel terkejut namun merasa puas dan senang mendengar ajakan putri nya itu membuat nya tersenyum senang.
" hey mana boleh om Daniel nginep. nanti apa kata orang orang kalau mama mengajak pria nginep di sini" ucap Carla
" kenapa gak boleh? bentar lagi kita akan menikah."
Carla seketika membelalak kan mata nya mendengar perkatan yang keluar begitu saja dari mulut Daniel.
" apa? om mau nikah sama mama Carla.. waaah Frilly seneng banget." Frilly memeluk Daniel dengan wajah bahagia nya. sementara Farrel hanya melihat mereka tanpa melakukan apapun namun ia pun tentu saja bahagia mendengar nya.
" Dan- Daniel.. kamu ngomong apa sih?" tanya Carla dengan tebata bata seolah ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar
" kenapa? sekarang kamu wanita ku. bentar lagi aku bakal nikahin kamu. masa kamu gak ngebolehin calon suami kamu nginep semalam aja di rumah kamu." jawab Daniel dengan santai nya.
" tapi di rumah ku cuma ada dua kamar gimana sama asisten Roy? lagi pula kamar di rumah ku pasti gak se nyaman kamar di rumah kamu." ucap Carla mencari alasan agar Daniel tidak menginap di rumah nya.
" Roy... kamu ga apa apa kan tidur di ruang tamu?" tanya Daniel kepada Roy
" tidak apa apa tuan.. saya bisa tidur di mana saja." jawab Roy
" ta-tapi." Crla berusaha mencari alasan lain namun dengan cepat Farrel menghentikan perkataan Carla.
" udah lah mah.. lagian cuma nginep aja kan ga apa apa.. ayo kita masuk." ucap Farrel lalu ia masuk terlebih dahulu ke dalam rumah nya.
Akhirnya mau tak mau Carla tak bisa menolak permintaan kedua anak nya. ia pun berjalan memasuki rumah nya mendahului Daniel.
" bukan kah anak anak ku sangat pintar.." ucap Daniel sembari tersenyum puas ketika ia masih berada di luar bersama asisten Roy.
" benar tuan. mereka sangat pintar.." jawab Roy
__ADS_1