
pagi hari nya Carla membuka mata. mencoba untuk terbangun dari tidur lelap nya.
"emmmh.." Carla menghirup nafas panjang seraya membuka kedua mata nya.
Namun apa yang terjadi selanjutnya membuat Carla terdiam tak mampu berkata atau pun bergerak. entah bagaimana bisa terjadi saat Carla membuka mata ia mendapati bahwa dirinya sedang memeluk dada bidang Daniel yang masih terpejam.
" a-apa ini.."
Carla menelan saliva nya dengan susah payah. ia memandangi wajah tenang Daniel yang masih terlelap. untuk pertama kali nya ia menyadari bahwa ternyata Daniel memiliki wajah yang tampan. mata nya, hidung mancung nya, serta bibir yang kemerahan membuat Carla tak bisa menyangka bahwa pria di hadapan nya adalah orang yang ingin memilki nya.
Saat mata Carla sibuk memandangi setiap detil wajah Daniel. Daniel mulai mengerjap ngerjapkan mata nya hendak membuka mata. di saat yang sama Carla buru buru menutup mata nya kembali tak mau terpergok bahwa ia sedang memandangi wajah Daniel terlebih dengan posisi mereka yang sangat ambigu.
Daniel tersenyum sembari mengelus wajah serta merapihkan helai rambut yang menutupi wajah Carla.
" udah puas liat liat nya?"
Pertanyaan Daniel yang seperti meledek nya membuat Carla seperti tercekik tak bisa bernafas. bagaimana bisa dia tau apa yang di lakukan Carla barusan batin Carla
" aku udah bangun sebelum kamu mulai memandangi wajah aku. apa sekarang kamu baru sadar kalau lelaki mu ini sangat tampan"
Seraya tersenyum Daniel mengatakan nya dengan percaya diri. Carla membuka mata nya lalu memukul pelan Dada Daniel. wajah nya memerah karna malu sudah tertangkap basah saat ia tengah memandangi wajah Daniel.
" bangun lah ini sudah pagi. kita harus ke kantor." Carla mengisyaratkan Daniel untuk menyingkirkan tangan nya yang masih memegangi wajah Carla.
Daniel mengambil ponsel yang ia taruh di dekat bantal dan melihat layar ponsel nya.
" baru jam 6. aku masih mau peluk kamu." Daniel kembali memeluk erat tubuh Carla.
" kita harus ke kantor Daniel." Ucap Carla sembari berusaha melepaskan pelukan Daniel.
Namun Daniel tak bergerak sedikitpun dan malah kembali memper erat pelukan nya.
" 15 menit lagi." Seraya memejamkan matanya Daniel menjawab Carla
Carla pun di buat tak bisa berkutik dengan tingkah Daniel yang terlihat seperti anak kecil yang sulit di bangun kan.
" carla." panggil Daniel dengan suara lembut hampir seperti berbisik
" hmh?" sahut Carla
" ayo kita menikah"
Carla terkejut dan secara reflek mendongakkan kepala nya melihat wajah Daniel. Daniel membalas tatapan Carla yang melihat nya.
__ADS_1
" jangan bicara omong kosong. menyingkirlah aku mau bangun dan bersiap ke kantor." Carla mengatakan nya sembari mendorong tubuh Daniel walaupun ia tak berhasil merubah posisi nya.
" apa nya yang omong kosong? aku serius. ayo kita menikah." tegas Daniel
Carla mendorong lagi tangan Daniel yang sedang memeluk nya dan akhirnya ia berhasil menyingkap tangan Daniel. lalu ia bangun dari tidur nya dan duduk. begitu pun dengan Daniel ia pun duduk di samping Carla
" apa pernikahan semudah itu buat kamu? tolong fikirkan dulu sebelum kamu mengatakan nya." Carla lalu beranjak dari tempat tidur nya.
" ck.." Daniel pun lalu mengikuti Carla dan beranjak dari tempat tidur. ia berdiri di hadapan Carla lalu memegang erat bahu Carla.
Carla melihat wajah Daniel. lalu berkata
" aku bukan perempuan yang cocok buat kamu nikahi. aku tau kamu hanya merasa mendapat sebuah mainan yang menarik saat bersama ku. dan itu tidak bisa kamu jadi kan pondasi untuk sebuah pernikahan. aku cuma mau menikah dengan laki laki yang cocok untuk perempuan seperti aku. dan aku tau laki laki itu bukan kamu. kita dan dunia kita sangat sangat terlalu jauh berbeda."
Mendengar perkataan Carla yang selalu menolak nya dengan alasan yang sama. Daniel pun mulai terlihat kesal. ia menatap tajam mata Carla. dan membuang nafas kasar.
" apa kamu gak ada alasan lain selain itu untuk menolak ku. itu bukan alasan yang masuk ke dalam akal ku. apa nya yang berbeda? kita sama sama manusia. apa kamu pikir aku ini bukan manusia?"
Daniel mengatakan nya dengan tegas sembari menatap tajam wajah Carla di hadapan nya. Carla hanya terdiam tak mampu berkata apapun. kedua nya saling beradu pandang. hingga Carla mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
" bukan itu maksud ku. apa kamu melupakan anak anak ku? apa pandangan orang orang yang mengenal kamu kalau mereka tau bahwa kamu menikahi wanita yang sudah memiliki anak seperti ku."
Akhirnya Carla menjelaskan semua kegalauan nya tentang bagaimana keadaan nya saat ini. jangan kan dengan Daniel sosok yang terkenal di muka umum. bahkan dengan pria lain nya pun Carla tak pernah berfikir akan ada yang menerima nya dengan hati terbuka.
Tiba tiba Daniel menanyakan hal yang tak pernah di fikirkan oleh Carla sejak awal.
" untuk apa kamu menanyakan itu? aku bahkan tidak mmengenal nya. jangan kan kenal wajah nya saja aku tidak ingat." jelas Carla
" bagaimana kalau suatu saat dia datang dan ingin bertanggung jawab atas kamu dan kedua anak kamu?"
Daniel bertanya dengan wajah serius seolah mengharapkan jawaban yang bisa membuat nya semangat untuk mengejar Carla.
" pertanggung jawaban seperti apapun yang akan dia lakukan. rasa nya aku bisa melakukan nya sendiri. sampai sekarang aku masih bisa menghidupi kedua anak ku. jadi untuk apa dia bertanggung jawab." Carla menjawab nya tanpa ragu
" apa kamu membenci orang itu?" Daniel dengan sedikit ragu memberi pertanyaan yang menyangkut dirinya. karna yang sebenarnya dialah ayah dari Farrel dan Frilly.
Carla menghela nafas dan mebuang nya dengan kasar. lalu akhirnya ia pun menjawab.
" aku gak tau apa aku harus benci atau tidak sama laki laki itu. biar bagaimana pun dulu aku di jebak bukan karna kemauan masing masing. jadi itu bukan sepenenuh nya kesalahan orang itu."
Daniel merasa lega mendengar jawaban Carla. ia sedikit tersenyum karna masih ada sedikit harapan untuk nya. ia bisa terus berusaha mendapatkan hati Carla.
Akhirnya terlintas di benak nya untuk mengatakan kebenran tentang siapa dia sebenar nya. namun ia masih ragu apa yang akan terjadi jika Carla sudah mengetahui nya.
__ADS_1
" aku mau jujur sesuatu sama kamu. tapi kamu harus janji satu hal sama aku. kamu gak boleh marah sama aku. bukan. kamu boleh marah tapi kamu gak boleh jauhin aku."
Akhirnya membulatkan tekad nya untuk memberi tau kebenaran nya kepada Carla.
" i-iya aku ga akan lakuin itu. kamu mau jujur soal apa?" tanya Carla yang penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Daniel.
Daniel pun menarik nafas dan membuang nya. namun baru saja mulut Daniel akan terbuka. tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
" hmh?" Carla pun berjalan hendak membuka kan pintu.
Baru saja tangan nya menggenggam pegangan pintu Daniel dengan tiba tiba memeluk nya dari belakang dan berkata
" sebenar nya aku..."
tok.. tok.. tok.. suara ketukan pintu lagi lagi menahan ucapan nya untuk mengatakan kebenaran nya kepada Carla. Akhir nya Daniel mundur dan melepaskan pelukan nya. Carla pun membuka pintu kamar nya dan nampak lah asisten Roy yang sedang berdiri di depan pintu.
Roy terkejut melihat Carla yang membukakan pintu. karna setau nya Daniel lah yang akan tidur di kamar Carla.
" eh.. maaf nona Carla. saya fikir tuan Daniel ada di kamar ini."
Baru saja Roy berkata demikian Daniel tak lama kemudian muncul dari dalam kamar Carla.
" wah wah wah.. ada apa ini jadi semalam mereka tidur bersama." Roy tersenyum memikirkan apa yang terjadi kepada tuan nya tadi malam.
" apa senyum senyum? gila ya? kamu ngetuk ngetuk pintu kamar orang cuma buat senyum senyum gak jelas hah?"
Mendengar ucapan Daniel. Roy pun kembali menutup mulut nya dan berhenti tersenyum.
" oh.. saya mau melaporkan sesuatu tuan. mungkin ini penting jadi saya berniat membangunkan tuan. tapi saya tidak tau kalau nona Carla juga tidur di sini semalam." ucap Roy.
Carla melihat sekilas ke arah Roy dan Daniel kemudian membuang muka yang sudah memerah karna malu. Roy pun kembali tersenyum melihat reaksi yang di perlihatkan oleh Carla.
Dengan cepat Daniel melangkah kan kaki nya berdiri di depan Carla. Carla yang melihat tingkah Daniel pun mulai tak mengerti apa yang terjadi dengan bos nya yang terkenal dingin itu.
" liat apa kamu hah? ngapain senyum senyum sambil menatap wanita ku kayak gitu? jangan jangan kamu naksir Carla ya."
Daniel mengatakan nya dengan wajah serius. seolah tak boleh ada yang melihat dan tersenyum kepada Carla selain diri nya.
" kamu mau melaporkan apa? cepet bilang." sambung Daniel.
" tadi nona Niken menelpon saya tuan. kata nya nyonya hari ini pulang ke indonesia. dan sekarang sudah di rumah. katanya nona Niken ingin mengabari tuan tapi tuan tidak menjawab telpon nya." ucap Roy
Daniel nampak terkejut mendengar laporan dari Roy. karna sebelum nya Niken pulang sendiri karna sang ibu yaitu Hera sangat sibuk mengurusi bisnis nya di luar negeri. lalu untuk apa sekarang ia tiba tiba memutuskan untuk pulang.
__ADS_1