
" Betul. Carla adalah calon istri saya." Tegas Daniel
Semua karyawan bertepuk tangan dengan wajah terkejut.
" Dan kalian pasti sudah dengar tentang rumor yang beredar di perusahaan yang mengatakan bahwa Carla bekerja di posisi ini dengan cara yang tidak baik? Saya tegaskan, itu semua tidak benar. Saya sendiri yang merekrut Carla bahkan secara sepihak. Karna awalnya Carla menolak untuk bekerja sebagai sekretaris saya." Tambah Daniel panjang lebar.
Semua karyawan tampak saling melirik satu sama lain dengan sesama karyawan di sebelah mereka. Mereka merasa tidak enak karna sejak rumor yang di sebarkan oleh Mona tersebar di perusahaan, semua karyawan di sana termakan oleh rumor itu dan memandang rendah Carla.
Setelah mengutarakan semua itu, Daniel, Carla, dan juga Roy melanjutkan langkah mereka menuju ruangan Daniel.
....
Beberapa saat kemudian mereka sudah berada di depan pintu ruangan Daniel. Carla bergegas menaruh tas nya di atas meja yang ada di depan ruangan Daniel, yaitu meja kerja bekas Mona.
" Kamu lagi ngapain?" Tanya Daniel
" Hmh? aku mau mulai kerja lah." Jawab Carla
" Tapi meja kerja kamu bukan di situ." Ucap Daniel
" Eh? terus di mana dong?" Tanya Carla bingung.
" Ck.. Sini."
Setelah mengatakan itu, Daniel menggenggam tangan Carla dan perlahan membawa Carla masuk ke dalam ruangan nya.
Ternyata di dalam ruangan Daniel sudah di persiapkan meja kerja khusus untuk Carla, di tempat semula ia awal bekerja sebagai sekertaris Daniel dulu.
" Tuh meja kerja kamu." Ucap Daniel sambil menunjuk ke sebuah meja kerja yang sudah tertata rapih tak jauh dari meja kerja Daniel berada.
" Tapi waktu itu Mona kan tempat kerja nya di depan." Balas Carla
" Terserah aku dong. Kamu kan sekretaris aku. Jadi aku bebas nempatin kamu di mana." Tegas Daniel
" Ya ya.. Terserah tuan direktur Daniel aja." Balas Carla sedikit meledek Daniel
__ADS_1
Sesaat setelah Carla mengatakan itu, Daniel melangkahkan kakinya berjalan mendekat ke arah Carla yang sedang menaruh tasnya dan menghadap ke meja kerjanya.
Setelah ia menaruh tasnya, ia lalu kembali berbalik ke arah Daniel di belakang nya. Dan betapa terkejut nya Carla, ketika ternyata Daniel sudah berdiri sangat dekat di hadapannya.
Spontan Carla melangkah mundur, namun karna di belakangnya adalah meja kerjanya. Ia pun tak bisa kemana mana. Dengan cepat Daniel menarik pinggang Carla hingga menempel di pelukannya.
" Da-Daniel.. Kamu ma-mau ngapain? Ini di kantor." Ucap Carla dengan gugup
" Aku kan sudah bilang akan memberikan kamu hadiah, karna kamu sudah secara khusus membuatkan aku sarapan tadi pagi."
Setelah mengatakan itu, Daniel mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Daniel. Namun setelah jarah wajah keduanya hanya tinggal beberapa inci lagi, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu. Keduanya pun menoleh sekilas ke arah pintu. " Huuh.. Selamat.." Batin Carla
" Cih.. Siapa yang berani mengganggu pagi baik ku." Gerutu Daniel. " Masuk" Tambahnya, sambil melangkah mundur sedikit menjauh dari Carla.
Pintu pun terbuka dan nampaklah asisten Roy yang berjalan masuk dan menghampiri Daniel. Setelah berada di dekat Daniel, Ia lalu berbisik sesuatu ke telinga Daniel. Setelah mendengar entah apa yang di bisikkan oleh Roy, raut wajah Daniel tiba tiba berubah masam.
" Biarkan dia masuk." Ucap Daniel
Setelah menganggukkan kepalanya, Roy pun keluar dari ruangan Daniel. Namun tak butuh waktu lama, Roy kembali masuk, namun kali ini ia masuk tidak sendiri, melainkan bersama seorang wanita yang sangat di kenali oleh Carla terlebih oleh Daniel.
" Daniel.." Wanita itu adalah Hellen.
" Untuk apa lagi kamu datang menemui ku?" Tanya Daniel dengan raut wajah yang begitu dingin.
" Daniel.. Aku tau kamu masih marah sama aku. Tapi aku bisa jelasin semuanya. Aku memang terlihat bahagia di foto foto yang waktu itu kamu lihat, Tapi itu semua cuma terpaksa, karna dia laki laki yang kasar. Kalau aku tidak bersikap baik di depannya, dia pasti akan langsung memukuli ku." Ucap Hellen.
Sambil meneteskan air mata, Hellen menjelaskan panjang lebar semua yang terjadi antara dirinya dan laki laki yang ada di foto dan video yang di lihat oleh Daniel di hari pertunangan mereka beberapa waktu lalu.
Daniel nampak mengernyitkan mata sembari menatap wajah Hellen, terlihat sedikit perasaan iba di wajah Daniel saat menatap wajah mantan kekasihnya itu.
Carla yang melihat reaksi Daniel itu pun akhirnya menyangka, jika Daniel masih memiliki perasaan terhadap Hellen dan menyesali keputusannya yang telah meninggalkan Hellen dan memutuskan untuk bersama dengan Carla.
Karna suasana yang begitu canggung untuk nya itu, Carla pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Daniel dan Hellen di ruangan Daniel.
" Sa-saya permisi dulu." Ucap Carla sambil mulai berjalan hendak keluar dari ruangan Daniel.
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah ia berjalan dan hampir melewati Daniel, Daniel dengan cepat menarik tangan Carla hingga akhirnya Carla menghentikan langkahnya.
" Mau kemana?" Tanya Daniel
" Saya mau keluar membuatkan minum pak. Silahkan di lanjutkan." Jawab Carla dengan kepala yang menunduk.
Setelah mendengar kata kata Carla yang terlihat memperlakukan nya sebagai atasannya itu, akhirnya Daniel tersadar jika Carla sedang salah paham tentang dirinya dan Hellen.
" Siapa yang minta kamu untuk mengambilkan minum?" Ucap Daniel Carla pun mengangkat kepalanya sekilas dan kembali menunduk.
" Tapi bapak kan sedang ada tamu, jadi saya harus membuatkan minuman untuk tamu bapak." Balas Carla
" Dan apa apaan panggilan itu? Apa tunangan mu ini terlihat sangat tua, sampai sampai kamu memanggil ku bapak?" Tanya Daniel sedikit merajuk
Carla dan juga Hellen tampak terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Daniel. Carla melihat ke arah Daniel dengan perasaan senang sekaligus canggung, sedangkan Hellen menatap tajam wajah Carla dengan perasaan kesal.
" Tunggu. Aku pasti salah dengar kan? Daniel dia gak mungkin beneran tunangan kamu kan?" Tanya Hellen
" Kenapa gak mungkin? Dia beneran tunangan ku." Jawab Daniel dengan tegas sambil merangkul pinggang Carla hingga mereka saling berdekatan.
Kekesalan Hellen makin memuncak setelah mendengar pengakuan Daniel. Namun ia tak begitu saja menyerah. Secepat kilat ia merubah raut wajahnya. Ia mendekat ke arah Daniel dan tanpa meminta persetujuan Daniel lagi, ia tiba tiba memeluk Daniel sambil mengeluarkan suara isak tangis.
" Aku gak percaya kamu bisa lupain aku gitu aja. Kita sudah berpacaran selama 4 tahun, banyak kenangan manis yang kita lalui berdua. Kamu gak mungkin lupain itu. Kamu cuma sedang marah sama aku kan. Kamu masih mencintai aku kan" Ucap Hellen tersedu sedu
Namun bukannya meluluh, Daniel justru makin kesal dengan tindakan Hellen itu. Ia mendorong Hellen hingga terlepas dari pelukannya, kemudian ia berkata
" Apa kamu pikir aku sebodoh itu? Kamu tidak lihat tunangan ku di samping ku? Cinta? Wanita yang kini aku cintai hanyalah Carla , tunangan ku. Aku sama sekali tidak pernah peduli lagi tentang kamu. Jadi berhenti bicara omong kosong. Dan pergi dari sini. Aku tidak mau melihat dan mendengar apapun lagi dari mulut kamu."
" Tapi aku masih mencintai kamu Daniel." Hellen masih belum menyerah.
" Cukup! Roy bawa dia keluar. Dan mulai sekarang jangan pernah biarkan dia menemui ku lagi." Ucap Daniel
" Baik tuan." Sahut Roy. " Mari nona." Tambahnya mengajak Hellen untuk pergi meninggalkan ruangan Daniel
" Tidak, tunggu Daniel.. Aku mohon maafkan aku."
__ADS_1
" Nona tolong jangan membuat tuan Daniel makin marah" Ucap Roy sambil meraih tangan Hellen
" Lepaskan! Aku bisa jalan sendiri" Bentak Hellen.