Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
mereka juga anak ku


__ADS_3

" apa aku dan Niken bukan anak kandung mama?" tanya Daniel yang tampak heran dengan rencana dari sang ibu.


" apa maksud kamu?" Riska yang tidak mengerti akan maksud pertanyaan Daniel pun kembali bertanya.


" hah.. Roy ayo ke kantor.. " setelah menghela nafas Daniel mengajak Roy untuk berangkat ke kantor. Daniel pun beranjak dari tempat ia duduk dan berjalan mendahului Roy


setelah Daniel keluar dari rumah nya, Roy yang masih di dalam rumah pun menjelaskan maksud dari perkataan Daniel kepada Riska


" maksud tuan Daniel mungkin.. nyonya adalah seorang ibu sama seperti nona Carla tapi kenapa bisa nyonya mau memisahkan anak dan ibu nya.. saya permisi."


Setelah berkata seperti itu Roy pun keluar menyusul Daniel..


...


pukul 09.45 Daniel dan Roy sudah tiba di perusahaan dan langsung bergegas masuk ke ruang kantor nya.


Nampak Carla yang tengah merapihkan berkas berkas yang ada di meja Daniel sampai tak menyadari kehadiran Daniel dan Roy. Daniel menyuruh Roy untuk keluar dengan isyarat tangan nya.


Setelah Roy keluar Daniel memeluk erat Carla dari belakang membuat nya terkejut dan membalikkan badan nya.


" kamu serius banget beres beres nya. sampe gak sadar aku datang." ucap Daniel


" p-pak.. i-ini di kantor.. tolong lepaskan saya" ucap Carla gugup


Namun Daniel tak menghiraukan ucapan Carla dan tetap memeluk Carla semakin erat. ia membenamkan wajah nya di bahu Carla sambil sesekali menghirup aroma tubuh Carla dari lehernya yang membuat Carla merinding.


" diam lah.. gak akan ada yang datang kesini. jadi tetap seperti ini sepuluh menit aja." ucap Daniel yang masih membenamkan wajahnnya di bahu Carla.


Carla pun hanya bisa diam tak berkutik menerima pelukan dari Daniel. lama kelamaan tangan Carla mulai memegang jas yang di kenakan Daniel. karna Daniel memeluknya terlalu erat hingga ia rasanya sebentar lagi akan terjatuh.


Dan benar saja Carla akhirnya hilang keseimbangan namun karna saat itu Carla sedang berada di dekat meja kerja Daniel, Carla pun hanya menabrak meja di belakang nya.


Daniel akhirnya melepaskan pelukan nya. dan menatap mata Carla begitu pula sebalik nya. ia melipat bibir nya ke dalam untuk menahan tawa. namun ia tak mampu menahan nya dan akhirmya kedua nya tertawa bersama.


Carla tertegun melihat tawa lepas Daniel. ia seperti melihat sosok lain dan bukan Daniel yang terkenal dingin dan tegas.

__ADS_1


" ahaha.. apa kamu terluka?" tanya Daniel di sela sela tawa nya.


Carla hanya menjawab dengan mnggelengkan kepala nya. ia masih terdiam membisu melihat Daniel yang masih tertawa di hadapan nya.


" kenpa? apa ada yang salah sama aku? " tanya Daniel yang bingung melihat Carla yang diam saja sembari menatap wajah nya.


" ternyata kamu bisa ketawa juga" jawab Carla


" hey.. ya iyalah aku kan manusia. emang kamu kira aku ini robot yang gak bisa ketawa." ucap Daniel dengan wajah kembali serius.


" ahaha.. emang siapa yang bilang kamu robot? aku cuma bilang ternyata kamu bisa tertawa juga.. seperti manusia.. haha" canda Carla membuat Daniel memerah antara kesal dan lucu dengan perkataan Carla.


" oh.. kamu berani ngeledek aku ya.." ucap Daniel sembari menyeringai di bibir nya. ia mendekati Carla menggelitiki pinggang Carla hingga ia tertawa terbahak bahak karena nya.


Daniel tak memberi Carla ampun terus menggelitiki Carla hingga mereka sedikit kejar kejaran dan berakhir duduk di soffa. tanpa menghentikan kegiatan Daniel yang terus menggelitiki pinggang Carla.


Saat kedua nya sedang bercanda gurau. tiba tiba Carla teringat akan kejadian pagi tadi saat Hellen mengancam nya. Carla secara reflek beranjak dari soffa berdiri menjauh dari Daniel. Daniel mengangkat alis kiri nya merasa aneh melihat tingkah laku Carla yang tiba tiba berubah.


" ada apa?" tanya Daniel bingung.


Namun baru beberapa langkah ia berjalan tiba tiba ia menghentikan langkah nya. ia membalikkan badan nya ke arah Daniel yang juga ikut beranjak dari duduk nya.


" kamu kenapa? " tanya Daniel kembali sembari melangkah mendekati Carla.


" pak.. apa boleh saya pindah ke ruang kerja biasa seperti staff sekertaris yang lain?" pinta Carla.


" kenapa kamu panggil aku bapak lagi? kamu.. marah sama aku? apa aku udah buat salah?" tanya Daniel bertubi tubi


tok tok tok... baru saja Carla hendak berbicara tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


" masuk" ucap Daniel sedikit berteriak.


Masuk lah Asisaten Roy. ia menghampiri Daniel dan terlihat berbicara namun sedikit berbisik di samping kepala Daniel. Terlihat raut wajah Daniel berubah setelah mendengar apa yang di katakan oleh Roy.


" Hellen ngomong apa ke kamu?" tanya Daniel dengan raut wajah serius dan terlihat sedikit kesal

__ADS_1


Ternyata Roy memberitahukan kepada Daniel ada yang melapor kepada Roy bahwa pagi ini Hellen datang berkunjung ke kantor dan bertemu dengan Carla di ruangan nya.


" emm.. no-nona Hellen ha-hanya mencari bapak." jawab Carla yang jadi gugup karna melihat raut wajah Daniel


" apa itu ada hubungan nya dengan kamu yang tiba tiba jadi berubah kayak gini?"


Carla melihat wajah Daniel setelah mendengar pertanyaan Daniel. ia tak tau apa kah ia harus menceritakan yang sebenarnya atau tidak.


" kenapa gak jawab? berarti benar gara gara kedatangan Hellen kamu tiba tiba mau ruang kerja kamu di pisahkan dengan ku?"


Carla hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Daniel. sesaat ingin rasa nya ia pergi berlari keluar dari sana. namun ia ingat, walau bagai mana pun saat ini yang sedang berhadapan dengan nya adalah atasan nya pemilik perusahaan tempat nya bekerja. ia harus tunduk hormat di hadapan nya.


" dia ngomong apa? jawab aku?" Daniel akhir nya makin kesal karna Carla tak mau mengatakan yang sebenarnya kepada nya.


saat Daniel sedang menahan emosi nya. tiba tiba Roy kembali membisikkan sesuatu yang membuat raut wajah Daniel terlihat semakin emosi.


Roy mengatakan kepada Daniel. jika tadi saat Hellen dan Carla sedang berbicara di ruangan Daniel tidak sengaja Bella melihat dan mendengar pembicaraan mereka.


Akhirnya Daniel tau bahwa Hellen sudah mengancam Carla akan melakukan sesuatu kepada Farrel dan Frilly jika ia masih berani dekat dengan Daniel. itu lah yang membuat Daniel geram, karna secara tidak langsung Hellen tengah mengancam Daniel juga. karna Farrel dan Frilly juga adalh kedua anak Daniel.


Daniel mendekati Carla. dan dengan cepat menarik Carla ke dalam pelukan nya. tentu saja perlakuan Daniel itu membuat mata Carla terbelalak karna terkejut sekaligus canggung karna di situ bukan hanya ada mereka berdua ada Roy yang masih tetap berdiri di belakang Daniel.


" p-pak.. apa yang bapak lakukan? ada asisten Roy di sini" ucap Carla sedikit berbisik.


" kenapa? aku kan udah pernah bilang. kalau ada Roy di antara kita, anggap aja kita lagi berdua." jawab Daniel.


" hah.. ya ya anggap aja saya ini vas bunga. tidak usah perduli kan saya." batin Roy


" kamu jangan khawatir.. ada aku, gak akan aku biarin siapa pun melakukan sesuatu yang buruk sama kamu dan anak anak kita." ucap Daniel yang tanpa sadar mengatakan bahwa Farrel dan Frilly juga anak nya.


" hmmh?" Carla sedikit terkejut mendengar kata anak kita yang tak sengaja di katakan oleh Daniel


" maksud aku.. anak anak kamu sudah aku anggap seperti anak anak ku juga jadi kamu gak perlu khawatir ya.." ucap Daniel sedikit gugup.


Carla membenamkan wajah nya di dada bidang Daniel. ia merasa terharu mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Daniel.

__ADS_1


__ADS_2