Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Tamu tak terduga


__ADS_3

" Mama berangkat dulu ya sayang."


Pagi itu Carla berpamitan kepada kedua putra putrinya untuk berangkat bekerja.


Ia mengecup lembut dahi Farrel dan Frilly kemudian ia keluar dari rumah di ikuti oleh Farrel dan Frilly di sampingnya. Setelah sampai di depan pintu rumah nya Carla melambaikan tangan kepada Farrel dan Frilly, kemudian ia berjalan keluar dari gerbang rumahnya.


Carla keluar dan menutup kembali gerbang rumah nya. Dan betapa terkejutnya dia, saat ia berbalik sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di hadapannya.


Seorang pria tampan menggunakan setelan jas rapih, keluar dari dalam mobil. laki laki yang sudah tak asing, dan yang kini ia cintai, siapa lagi jika bukan Daniel Raditya.


Sambil tersenyum manis, Daniel menghampiri Carla yang sedang berdiri mematung di samping mobilnya. Tak perlu menunggu lama, Daniel langsung memeluk Carla dengan hangat dan erat menupahkan segala kerinduannya kepada kekasih tercintanya itu.


" Kok kamu udah pulang? ini kan baru dua hari. Bukankah kamu bilang tiga hari?"


Carla bertanya seraya membalas pelukan Daniel.


" Apa kamu tidak senang?" Daniel justru kembali bertanya


" Bukan begitu maksud ku. Aku cuma tanya kok." Jawab Carla


Daniel makin mempererat pelukannya di tubuh Carla sambil sesekali mengecup pucuk kepala Carla.


" Aku gak tahan lama lama jauh dari kamu. Makanya aku mempercepat pekerjaan aku di sana biar bisa cepat pulang." Ujar Daniel " Kamu mau berangkat ke kantor?" sambungnya


" iya." Jawab Carla


" Hari ini kamu libur dulu. Aku sudah menyuruh Roy untuk membuat ijin cuti ke kantor untuk kamu." Ucap Daniel


Mendengar ucapan Daniel Carla secara refleks melepaskan pelukannya kemudian ia bertanya.


" Kenapa?"


" Aku mau ajak kamu dan anak anak ke suatu tempat." Jawab Daniel

__ADS_1


Dengan wajah bingung Carla kembali bertanya " kemana?"


" Kamu akan tau nanti." Jawab Daniel "Ayo kita masuk dan ajak anak anak." Tambahnya.


Dengan raut wajah yang masih terlihat bingung Carla pun mengikuti Daniel yang menggandeng tangannya masuk kembali ke dalam rumah Carla.


....


"Loh? Ini kan rumah papa aku. Kenapa kita ke sini?"


Carla bertanya kepada Julio, ketika mobil Julio sudah terparkir di halaman depan rumah ayahanda Carla yaitu Hasan.


"Hari ini aku berencana datang untuk meminta restu papa kamu." Jawab Julio dengan tegas.


Carla menelan ludah sambil mata nya sedikit melebar setelah mendengar jawaban dari Daniel. Ia terdiam dan berpikir sebenarnya ia masih ragu atas keputusan Daniel, sebab ia tau bahwa Hasan tidak terlalu mnyukai Daniel karna kejadian yang terjadi antara Carla dan Daniel enam tahun lalu.


Saat Carla masih terdiam, Daniel memecahkan lamunan Carla dan berusaha meyakinkan Carla untuk tidak ragu dengan keputusannya.


" Kamu percaya sama aku ya. Aku yakin papa kamu akan merestui kita." Ujar Daniel dengan lembut meyakinkan Carla.


" Anak anak kita turun yuk." Ajak Daniel kepada Farrel dan Frilly.


Mereka bergegas membuka sabuk pengaman lalu turun dari mobil Daniel. Setelah semuanya keluar dari dalam mobil, mereka langsung melangkah menuju ke depan pintu rumah keluarga Hasan, Ayahanda Carla.


Setelah sampai di depan pintu rumah Hasan, tanpa ragu sedikitpun, Daniel langsung menekan bel rumah. Sedangkan Carla masih terdiam dengan raut wajah yang tak dapat di artikan.


Hingga akhirnya seorang asisten rumah tangga yang tak lain adalah bi inah yang sudah bekerja di kediaman Carla sejak Carla kecil membukakan pintu untuk mereka. Bi Inah terkejut sekaligus terharu saat melihat nona yang dulu ia rawat sejak kecil berada di hadapannya.


" Non.. Non Carla.. Ini benar Non Carla." Ucap Bi Inah dengan mata yang mulai berkaca kaca sambil menggenggam kedua tangan Carla


Wanita paruh baya itu seolah tak menyangka akhirnya ia dapat bertemu kembali dengan orang yang sudah ia rawat seperti putrinya sendiri sejak masih kecil itu.


" Iya ini Carla bi.. Bi Inah apa kabar" Ucap Carla

__ADS_1


" Kabar bibi baik Non.. Non Carla bagaimana kabarnya? Apa non baik baik saja?" Jawab Bi Inah.


Saat bi Inah sedang bercengkrama melepas rindu terhadap Carla. Tiba tiba ia terkejut ketika ia menoleh ke arah belakang Carla yang dimana terlihatlah Farrel dan Frilly yang sedang berdiri di sana.


" N-non.. A-apa mereka anak anak non Carla?" Tanya Bi Inah dan langsung di angguki oleh Carla.


Bi inah langsung mendekat ke arah Farrel dan Frilly lalu berjongkok di hadapan mereka.


" Mah.. Ibu ini siapa?" Tanya Frilly dengan polosnya.


" Sayang, ini bi Inah. Bi inah ini asisten rumah tangga di rumah ini. Tapi beliau sudah seperti ibu untuk mama, karna sejak kecil beliaulah merwat mama. Jadi kalian boleh panggil bi Inah Nenek." Jawab Carla


" Nenek.." Seru Frilly sambil mendekat ke arah Bi Inah lalu memeluknya dengan Erat, begitu pun dengan Farrel.


Bi Inah tak kuasa menahan air mata nya. Ia menagis terharu sekaligus bersedih. Karna mengingat bagaimana dulu Carla di usir oleh ayahnya sendiri demi melahirkan anak yang kini berada di pelukannya itu.


Bi Inah membayangkan bagaimana kehidupan Carla setelah meninggalkan rumah Hasan. Ia mengerti betul, betapa sulitnya Carla bertahan hidup tanpa bantuan keluarga bahkan sampai kini Carla memiliki putra dan putri yang sudah tumbuh besar.


" Nak.. Nenek berdoa semoga kelak kalian bisa tumbuh jadi anak anak yang hebat. Dan bisa membuat mama kalian bahagia. Karna mama kalian juga dulu adalah anak yang hebat dan pintar." Ucap bi Inah seraya melepaskan pelukannya dari Farrel dan Frilly.


" Pasti nek.. Kita pasti akan membuat mama Carla bahagia." Jawab Farrel.


" Anak pintar. Oh iya. Kenapa kita di luar saja. Ayo masuk non." Tambah Bi Inah sambil berdiri dan mempersilahkan Mereka masuk.


...


Saat semuanya sudah berada di ruang tamu, nampaklah beberapa orang yang sedang duduk di soffa ruang tamu. Orang orang itu adalah Hasan ayah Carla, Mona adik tiri Carla, Nuri Ibu tiri Carla dan dua orang wanita yang tidak di kenali oleh Carla. Alis mata Carla berkerut masih bingung dengan situasi di sana.


Semua orang yang duduk di ruang tamu itu nampak bingung saat melihat kehadiran Carla.


" Carla.. Kok kamu tiba tiba ada di sini." Ucap Mona sambil beranjak dari duduk nya.


Carla hanya diam tak menjawab pertanyaan Mona. Ia masih belum memahami situasi saat itu. Dan masih bertanya tanya dalam hati, siapa wanita tak di kenal yang duduk bersama keluarga nya di sana.

__ADS_1


Namun saat di perhatikan lebih jelas, Carla akhirnya mengingat wajah salah satu wanita yang duduk di sana. Wanita seusia Mona yang pernah ia temui sebelum nya di rumah Daniel dulu. Siapa lagi jika bukan Kikan adik kandung Daniel. Akhirnya Carla menangkap jika wanita yang duduk di sebelah Kikan adalah ibu Daniel, karna usia nya terlihat seusia dengan Nuri, ibu tirinya.


" Daniel.. Kenapa kamu bisa sama wanita itu lagi?" Tanya Riska ibunda Daniel. " Bukannya kamu sengaja menyuruh mama datang kesini untuk bertemu orang tua Mona?" tambahnya


__ADS_2