
" nona Carla.. tunggu sebentar.."
Seorang receptionist memanggil Carla saat Carla sedang berjalan memasuki kantor. Carla pun menghampiri meja receptionist yang memanggil nya.
" ada apa.?" tanya Carla
" ini ada kiriman untuk nona Carla." jawab receptionst sembari memberikan sebuah kotak berukuran sedang dan juga paper bag.
" hmh? dari siapa?" Carla memutar mutar, membolak balikkan kotak dan paper bag tersebut berharap ada nama orang yang mengirimkan barang barang tersebut.
" entah lah. tadi seperti nya yang kasih ini cuma jasa pengantar barang. dia nggak ngasih tau siapa pengirim nya." jawab sang Receptionist
" yaudah kalau gitu. makasih ya. saya permisi dulu" Carla pun melanjutkan berjalan ke ruangan kerja nya di ruang presdir.
...
setelah sampai di ruang kerja nya. Carla pun menaruh barang barang yang tadi ia terima di meja kerja nya. tak berselang lama ponsel Carla berdering. Carla pun melihat ke layar ponsel nya dan ternyata itu adalah panggilan telpon dari Daniel.
" hallo pak Daniel.. " Carla menjawab panggilan telpon nya.
" kamu udah terima kiriman dari saya." ucap daniel dari sebrang telpon
" oh.. maksud bapak kotak dan paper bag merah?" tanya Carla memastikan
" iya. apa kamu belum membuka nya?" tanya Daniel kembali
" belum pak. tadi nya mau saya buang karna gak ada nama pengirim nya. sya takut isi nya barang berbahaya." jawab Carla
" sembarangan aja kamu. kamu buka isi nya sekarang. terus kamu pakai. setengah jam an lagi Roy sampai di kantor buat jemput kamu." ucap Daniel
" jemput saya? memang saya mau kemana?" tanya Carla
" hari ini saya ada pertemuan di luar kota." jawab Daniel
" iya itu saya tau pak. tapi kenapa kak Roy harus jemput saya?" Carla masih belum mengerti apa maksud dari perintah bos nya itu
" kamu kan sekertaris saya. tentu saja kamu harus ikut." tegas Daniel
" tapi kan biasa nya bapak sama Kak Roy. kenapa saya harus ikut juga." tanya Carla
" kenapa kamu banyak tanya sekali. ini perintah pokok nya sekarang buka kiriman dari saya dan segera ber siap siap. saat Roy sampai kantor kamu harus sudah siap berangkat."
Setelah perkataan itu Daniel langsung menutup panggilan telpon nya.
__ADS_1
Carla akhir nya membuka kotak dan paper bag yang di berikan oleh Daniel. setelah di buka ternya isi nya kotak nya berisi heels sedangkan paper bag nya berisi gaun pendek senada dengan warna heels nya.
Carla segera masuk ke toilet di ruang kerja nya untuk mengganti pakaian..
...
seperti yang di kata kan oleh Daniel. 30 puluh menit kemudian Roy pun datang ke kantor dan menjemput Carla..
" wah.. pilihan tuan Daniel memang sangat tepat. gaun nya sangat cocok untuk nona" ucap Roy saat ia sudah masuk ke dalam ruangan presdir dimana Carla berada.
" makasih kak Roy." ucap Carla sambil menundukkan kepala nya karna merasa malu.
" emmm nona.. boleh saya minta tolong sesuatu."
" minta tolong apa kak Roy? " tanya Carla
" mulai sekarang tolong panggil saya asisten Roy aja ya." jawab Roy
setelah berfikir sejenak akhir nya Carla meng iyakan permintaan Roy.
" baik lah." Carla mengerti pasti ini karna perintah Daniel
" oke. kalau gitu ayo kita berangkat." ajak Roy mempersilahkan untuk Carla berjalan terlebih dahulu.
setelah 30 menit menempuh perjalanan. akhir nya mereka tiba di rumah Daniel. Roy masuk ke dalam rumah Daniel sedangkan Carla hanya menunggu di dalam mobil. namun sebelum turun dari mobil Roy meminta Carla untuk pindah ke kursi belakang. karna pasti Daniel akan tidak senang jika sampai Carla duduk di samping pria lain walaupun itu asisten nya sendiri.
Tak berselang lama Roy kembali bersama Daniel.seperti biasa Roy membuka kan pintu untuk Daniel lalu Daniel pun masuk ke mobil nya. setelah Roy menyusul masuk di kursi depan kemudi mereka pun berangkat meninggalkan rumah Daniel.
" kamu cantik pakai gaun itu." ucap Daniel saat melihat Carla di samping nya.
" ma-makasih pak.." jawab Carla gugup karna tiba tiba Daniel mengucap kan sambil tersenyum lembut dan menatap ke arah nya
" Roy... pesanan saya sudah kamu ambil kan? " Tanya Daniel kepada Asistent Roy
" sudah tuan.. ini.. maaf tidak sopan." ucap Roy sambil memberikan kotak kecil kepada Daniel dengan tangan kiri nya..
Daniel membuka kotak tersebut yang berisi kalung cantik.
" menghadap ke pintu." perintah Daniel kepada Carla dan Carla hanya menurut saja.
Daniel langsung memakaikan kalung tersebut ke leher Carla.
" pak.. ini buat apa?" tanya Carla saat Daniel sudah selesai memakaikan kalung di leher Carla dan berbalik kembali ke arah depan jalan.
__ADS_1
" buat di pakai lah. terus buat apa? coba liat kesini." jawab Daniel
Carla pun memutar badan nya ke arah Daniel. dan Daniel tersenyum puas melihat Carla yang tampak makin cantik setelah memakai kalung dan pakaian dari nya.
" cantik nya." ucap Daniel dengan senyum di wajah nya..
blusshh.. wajah Carla memerah mendengar pujian yang terlontar dari mulut Daniel. di tambah lagi ia melihat wajah Daniel yang sedang tersenyum kepada nya.
*deg.. deg.. deg.. deg..
" uh.. kenapa jantung ku berdetak kencang banget.. apa aku kena serangan jantung.. ya tuhan.. apa aku bentar lagi mau mati*.." batin Carla yang merasakan keanehan pada diri nya.
" liat apa kamu Roy? fokus ke jalan.." bentak Daniel saat melihat Roy yang sedang melihat Carla dari kaca mobil nya.
" astaga tuan.. kenapa anda posesif sekali. bahkan dulu waktu sama nona Hellen tuan tidak pernah kaya gini." batin Roy yang langsung fokus menyetir setelah di tegur oleh Daniel
" kamu tidur aja dulu.. kalau sudah sampai aku bangun kan." suruh Daniel kepada Carla.
" saya tidak apa apa pak." jawab Carla.
" baik lah" namun tiba tiba Daniel menyandarkan kepala nya ke bahu Carla.
" b-bapak sedang apa?" tanya Carla gugup " astaga.. kenapa detak jantung ku makin kencang dari pada tadi.. aaah tuhan.. aku ga mau mati dulu.." batin nya saat merasakan janting nya berdebar kencang saat Daniel bersandar di bahu nya.
" aku suruh kamu tidur. kamu gak mau. jadi aku aja yang tidur." jawab Daniel lalu memejamkan mata sambil terus bersandar di bahu Carla. ia lalu tersenyum saat mendengar betapa kencang nya detak jantung Carla.
" kamu baik baik aja?" tanya Daniel masih masih memejamkan mata nya
" maaf pak?" Carla kembali bertanya karna tak mengerti
" jantung kamu kaya nya berdebar. apa kamu baik baik aja? atau kamu habis minum obat?" tanya Daniel yang sebenarnya sudah tau jawaban nya.
" ti-tidak pak. saya tidak habia minum obat. sa-saya juga gak tau sejak bapak datang tiba tiba jantung saya jadi seperti ini. apa ini firasat kalau bapak mau marah sama saya?" jawab Carla dengan polos nya membuat Daniel tersenyum menahan tawa mendengar jawaban Carla begitu pun dengan Roy.
" ahaha menggemaskan sekali nona Carla ini. mentang mentang gak pernah pacaran. hal seperti itu saja dia tidak mengerti." batin Roy sembari tersenyum
Ya.. seumur hidup Carla ia memang tak pernah satu kalipun berpacaran. karna ia terus fokus ke study nya walaupun akhirnya semua hancur karna ulah Mona. dan Roy mengetahui semua nya karna ia pernah menyelidiiki secara detil tentang Carla.
Carla hanya pernah menyukai seorang pria yang tidak dia kenal saat duduk di bangku SMA. dulu ia pernah hampir kecelakaan tertabrak mobil saat ia sedang menyebrang jalan. ia tidak menengok kanan kiri karna fokus membalas pesan dari ayah nya hingga ia hampir saja tertabrak oleh mobil.
Namun entah dari mana datang nya. untung saja ada seorang pria yang mungkin 2 tahun lebih tua dari nya menarik tangan Carla hingga akhir nya ia tak sempat mengalami kecelakaan.
Namun sayang nya setelah menolong Carla. pria itu hanya memarahi Carla setelah itu pergi begitu saja sampai sampai Carla tak sempat mengucapkan terima kasih. pria itu lah yang di sukai Carla.
__ADS_1
mungkin itu yang di nama kan cinta pada pandangan pertama. karna setelah itupun Carla tidak pernah berhubungan melebihi batas teman dengan seorang pria.