Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
kedatangan sang ayah


__ADS_3

" kamu mau kemana Daniel?"


Riska bertanya kepada Daniel saat melihat sang putra sudah mengganti pakaian nya seusai acara pertunangan nya yang gagal siang tadi.


" Daniel mau ketemu Farrel dan Frilly mah." Jawab Daniel sembari memakai sepatu nya.


" kamu mau bertemu anak anak kamu atau mau bertemu wanita itu." Riska kembali bertanya dengan raut wajah kesal


" ketiga nya mah." dengan santai Daniel menjawab pertanyaan sang ibu.


Sang ibu yang mendengar jawaban Daniel nampak begitu kesal karna walaupun ia telah membuang Hellen sebagai Calon menantu nya tapi ia tetap tak menerima jika Daniel bersatu dengan Carla. Ia selalu menganggap status sosial adalah yang utama bagi keluarga nya. sedangkan Carla hanya seorang wanita biasa yang tak memiliki kelas untuk status sosial nya.


" aku pergi dulu mah."


Setelah berpamitan, Daniel kemudian mencium tangan dan dahi sang ibu lalu berjalan menuju ke luar rumah nya. Sedangkan Riska hanya berdiri mematung melihat langkah Daniel yang kian menjauh.


...


sementara itu di rumah Carla..


Carla sedang mengobrol sembari menonton film Cartoon di televisi bersama kedua buah hati nya di ruang keluarga. suara tawa mereka terdengar memenuhi sudut ruangan. hingga akhirnya tawa mereka terhenti tatkala mendengar bel rumah mereka berbunyi.


" bentar ya. biar mama aja yang bukain pintu." Carla masih sedikit trauma pasca kejadian Farrel dan Frilly yang di culik saat itu.


Ia berjalan menuju pintu utama hendak membuka kan pintu rumah nya. namun sebelum membuka kan pintu, Carla berteriak dari dalam ruamah nya


" siapa? " begitu katanya.


" Carla.. itu kamu nak."


Suara yang menyahut dari arah luar di balik pintu rumah nya terdengar begitu Familiar di telinga Carla. Carla melebarkan mata nya tak percaya jika seseorang yang berada di luar rumah nya saat ini datang ke rumah nya. hingga akhir nya dengan perlahan dan sedikit gemetar Carla pun membuka pintu rumah nya.


" Papa.." ucap Carla sesaat setelah ia membukakan pintu.


ya, orang yang kini tengah berdiri di hadapan nya saat ini adalah Hasan ayah Carla yang sudah 6 tahun lama nya tidak pernah bertemu dengan nya.

__ADS_1


Hasan langsung menarik tubuh Carla ke pelukan nya. walaupun ada rasa kecewa yang masih bersarang di hati Carla kepada sang ayah, namun tak dapat di pungkiri ia pun merindukan sosok yang telah lama tak pernah ia temui. mata nya berkaca kaca hingga akhir nya air mata nya menetes di pipi Carla.


" mama, siapa yang datang?" Farrel dan Frilly berjalan menghampiri Carla


Hasan melepaskan pelukan nya di tubuh sang putri dan melihat ke arah Farrel dan Frilly yang kini berada di sini kanan dan kiri Carla.


" nak.. mereka anak anak mu?" Tanya Hasan sembari menatap wajah kedua putra putri Carla.


" iya pah." jawab Carla


Hasan lalu berjongkok menyamai tinggi tubuh kedua cucu cucu nya lalu memeluk mereka dengan erat.


" beliau ayah mama, kakek kalian." ucap Carla saat melihat kedua buah hati nya nampak bingung ketika Hasan tiba tiba memeluk mereka.


" kakek.." panggil Frilly dan Farrel seraya memeluk erat sang kakek


Carla yang melihat apa yang tengah terjadi saat ini, tak mampu menahan air mata nya karna terharu. ia teringat kejadian di masa lalu saat bagaimana dengan tega nya Hasan mengusir Carla karna memilih mempertahan kan kandungan nya. namun kini ia datang dan memeluk cucu cucunya seolah telah menerima kehadiran mereka.


beberapa saat kemudian Hasan melepaskan pelukan nya dari kedua cucu nya. ia mengecup dahi Farrel dan Frilly bergantian lalu mengusap pucuk kepala mereka. terlihat pula ia mungusap mata nya yang telah di basahi air mata.


" ayo masuk pah." ajak Carla.


Hasan mengangguk dan tersenyum lalu menggendeng Frilly. ia pun masuk ke dalam rumah Carla.


baru beberapa langkah Hasan melewati pintu rumah Carla. seseorang dari arah luar memanggil nama Carla dengan suara yang agak keras. Carla pun menoleh ke belakang melihat ke arah suara itu berasal. dan nampak lah Daniel dengan langkah panjang berjalan menghampiri Carla.


" Daniel." ucap Carla saat melihat Daniel makin dekat dari tempat nya berdiri.


Setelah berada tepat di hadapan Carla, Daniel langsung memeluk Carla dengan erat. menyembunyikan wajah nya di bahu Carla.


" kok kamu ada di sini?" tanya Carla yang kebingungan karna seharusnya hari itu adalah hari pertunangan Daniel dan Hellen.


" aku kangen sama kamu." lirih Daniel


" hah? ta-tapi hari ini kan." perkataan Carla yang terbata bata itu langsung di jawab oleh Daniel

__ADS_1


" acara pertunangan ku batal."


" apa? kenapa? kok bisa?" tanya Carla penasaran


" tanya kan saja sama kedua anak genius kita" jawab Daniel.


" eh. anda siapa?" tanya nya sembari melepaskan pelukan nya dari tubuh Carla, ia nampak kebingungan tatkala melihat Hasan yang tengah berdiri di dekat pintu rumah Carla sembari menggendong Frilly dan menggandeng tangan Farrel.


" saya ayah nya Carla." jawab Hasan


Daniel yang mendengar jawaban itu langsung menunjukkan wajah dingin nya. raut wajah nya begitu sulit untuk di artikan. dan tangan nya mengepal kencang.


" jadi anda yang 6 tahun lalu mengusir Carla." Daniel terlihat berusaha menahan amarah nya di depan semua yang berada di rumah Carla terutama di depan kedua putra putri nya. ia tak mau kalau sampai mereka takut kepada nya hanya karna melihat Daniel yang sedang marah.


" Daniel.. itu sudah berlalu."


Carla yang menyadari Daniel yang sedang menahan emosi itu pun berusaha menenangkan nya. ia tak mau sampai terjadi keributan di rumah nya.


" apa nya yang sudah berlalu. kalau bukan karna orang ini mengusir kamu dulu. aku pasti seudah menikahi kamu 6 tahun lalu.. aku juga gak akan melewatkan masa masa bersama anak anak ku selama 6 tahun lama nya." ujar Daniel dengan suara sedikit naik


Hasan yang tidak mengetahui kebenaran tentang Daniel adalah ayah kandung kedua cucu cucu nya itu pun terkejut saat mengetahui kenyataan nya.


" jadi kamu yang sudah mengotori dan merusak masa depan anak ku." Hasan mulai memperlihatkan raut wajah kesal nya.


" apa?" Daniel tertohok mendengar petanyaan Hasan kepada nya.


Ia merasa menang benar. ia lah yang sudah mengotori dan Merusak masa depan Carla dulu. walaupun bukan berdasarkan keniatan nya sediri. karna saat itu Carla lah yang menghampiri Daniel di kamar hotel itu. dengan keadaan mabuk menyerahkan kesucian nya kepada Daniel. Dan entah apa yang terjadi pada Daniel saat itu, Daniel seperti terpesona dengan kepolosan Carla. padahal biasa nya ia sangat benci jika ada seorang wanita mendekati nya.


Carla terdiam menunduk mendengar ucapan sang ayah, ia tiba tiba jadi merasa Daniel memang jahat kepada nya karna dengan mudah nya dia tergoda oleh Carla yang waktu itu adalah orang asing yang tidak Daniel kenali. terlebih lagi setelah 6 tahun kemudian Daniel saat Daniel tau bahwa dia mengetahui kebenaran nya. Daniel tak memberi tahu Carla dan terus berbohong kepada nya.


Carla menatap tajam wajah Daniel di samping nya. entah apa yang terjadi. rasanya kini Carla teramat membenci Daniel.


" Carla ada apa?" Daniel menyadari ada reaksi berbeda dari pujaan hati nya.


" diam!" teriak Carla " benar juga kata papa. 6 tahun lalu kamu yang udah merusak masa depan ku gitu aja. kamu yang udah mengotori aku. dan 6 tahun kemudian saat kamu mengetahui kebenaran nya, kamu terus berbohong sama aku menutupi kebenaran nya. jika bukan karna waktu itu Farrel dan Frilly di culik, mungkin sampai saat ini pun kamu masih menutupi semua nya." sambung nya

__ADS_1


" apa? Carla kita berdua adalah korban di sini. kenapa kamu jdi berubah pikiran kayak gini?" Daniel mencoba menjelaskan sembari menggenggam kedua tangan Carla


" aku.. aku.. bukan kita. aku yang korban di sini bukan kita." dengan amarah yang membara Carla kembali menriaki Daniel.


__ADS_2