
Beberapa menit kemudian, Mona telah kembali kedalam ruangan Daniel dengan membawa secangkir kopi pesanan Daniel. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Mona masuk ke ruangan Daniel. Ia berjalan menuju meja kerja Daniel, lalu menaruh kopi nya di atas meja.
Saat itu Daniel tengah duduk di kursi kerjanya membelakangi meja kerja dan menghadap ke luar jendela.
" pak Daniel ini kopi nya." Ucap Mona sambil menaruh kopi yang ia buat di atas meja kerja Daniel. Namun tak ada jawaban apa apa dari nya.
" pak Daniel.." Mona mencoba memanggil Daniel kembali, namun tetap tak ada jawaban.
Akhirnya karna penasaran, Mona pun berjalan mendekat ke kursi di mana Daniel sedang duduk. Dan saat Mona telah berada di samping Daniel, ia sedikit menundukkan kepala nya untuk melihat wajah Daniel. Ternyata Daniel tak sengaja tertidur.
Bibir Mona tersenyum Melihat penampakan Daniel yang sedang terlelap. Mata nya tak bisa berhenti menatap wajah Daniel, ia begitu terpesona melihat ketampanan Daniel yang saat ini terlihat begitu tenang. Entah apa yang ada di dalam pikiran nya saat itu, secara perlahan ia mendekatkan wajah nya ke wajah Daniel. Namun dalam sekejap Daniel terbangun dan membuka mata nya.
Betapa terkejut nya Daniel saat ia membuka mata, nampak Mona telah berada sangat dekat di depan wajah nya. Melihat Daniel yang sudah terbangun, Mona dengan cepat menjauhkan wajah nya dan keembali berdiri tegap.
" apa yang kamu lakukan?" tentu saja Daniel merasa kesal melihat tingkah laku Mona.
" ma-maafkan saya pak. Sa-saya tadi hanya mengecek keadaan bapak, saya hawatir tadi bapak pingsan." Kilah Mona. Ia beralasan kepada Daniel dengan suara nya yang terbata bata.
" apa aku kelihatan seperti sedang sakit, sampai kamu pikir aku pingsan?" Daniel tak mempercayai alasan Mona. Ia tau bahwa Mona tadi hendak melakukan sesuatu kepadanya.
" ma - maafkan saya pak. Saya yang salah." Dengan gugup dan takut, Mona akhirnya meminta maaf kepada Daniel.
Bersamaan dengan itu. Roy masuk ke dalam, setelah mengantarkan Riska hingga ke mobil. Roy yang melihat suasana di sana tentu saja menjadi bingung. "ada apa ini?" begitu batin nya bertanya di dalam hati.
" dari mana aja kamu? aku kan suruh kamu mengantarkan Ibu ku sampai ke mobil, bukan sampai ke rumah. Kenapa lama sekali?" Dengan wajah kesal, Daniel berkata kepada Roy.
Sambil menundukkan kepala, Roy pun menjawab " maaf tuan. Tadi saya membantu nona Carla sebentar mengurus perpindahan nya."
Daniel yang mendengar alasan mengapa Roy begitu lama di luar itu pun makin kesal. Pasal nya Daniel memang tidak menyukai jika ada pria lain yang terlalu dekat dengan wanita pujaan hati nya itu.
" jadi kamu cari kesempatan buat dekat dekat sama Carla lagi?" Kesalnya
__ADS_1
" bukan begitu tuan. Saya hanya membantu nona Carla untuk tuan, bukan atas dasar kemauan saya." Jawab Roy
" jadi kalau Carla bukan wanita ku. Kamu gak akan membantu dia?" Daniel kembali bertanya.
Roy pun menjawab " tidak tuan. Karna itu bukan tugas saya."
Mendengar itu Daniel tersenyum puasa dan akhirnya memuji kinerja asistennya itu.
" bagus bagus.. kamu memang pantas jadi asistent ku."
Mona yang melihat sikap itu, merasa kesal. Karna ternyata Carla di perlakukan begitu baik oleh Daniel dan asisten nya Roy. Daniel melirik sekilas ke arah Mona, kemudian ia memberi perintah kepada Roy.
" besok kamu pindahkan meja sekertaris itu ke tempat asal nya." titah Daniel
" maksud nya ke depan ruang direktur, tuan?" tanya Roy menegaskan
" iya lah, kemana lagi." Jawab Daniel.
Mona merasa tak senang, ketika mendengar perintah Daniel. Akhir nya ia pun bertanya " maaf pak. Kenapa meja saya harus di pindahkan?"
Mendengar itu, tentu saja perasaan Mona makin tersulut emosi. Hingga akhirnya ia terpikirkan sebuah alasan.
" tapi saya belum terlalu mengerti pekerjaan sebagai sekretaris pak." Ucap nya
" Lalu? apa kamu merasa aku ini guru kamu yang harus mengajarkan kamu? Kalau kamu tidak mengerti pekerjaan sebagai sekretaris, kenapa kamu mau bekerja di sini?" Tegas Daniel
" bukan begitu maksud saya pak. Saya juga tidak tau kalau saya akan dapat posisi sebagai sekretaris bapak, karna tante Riska yang menempatkan saya di sini."
Mona terus berkilah. Mencari alasan agar ia tetap bekerja di ruangan yang sama dengan Daniel. Ia berpikir, jika ia harus bekerja sebagai sekretaris biasa pada umum nya. Akan sulit untuk dia mendekati Daniel.
Namun tanpa Mona sadari, Daniel sudah bisa membaca pikiran dan rencana licik Mona.
__ADS_1
" Jadi kamu menyalahkan ibu ku?" tanya Daniel dengan nada yang tidak bersahabat.
" t-tidak pak." Sahut Mona.
" kalau gitu tidak perlu beralasan apa apa lagi. Besok tempat kerja kamu bukan di ruangan ini lagi." Tegas Daniel, " sana kembali ke meja kamu." Sambung nya
" baik pak."
Seraya menundukkan kepala, Mona pun akhirnya berjalan menuju meja kerja nya. Ia tak mampu berkata apa apa lagi. Daniel tak semudah itu taklukan. Dalam batin nya ia berkata..
" lihat saja suatu saat nanti kamu pasti akan menyesal memperlakukan ku seperti ini."
...
Sementara itu di tempat lain...
Carla sedang merapihkan barang barang nya di meja kerja baru nya. Kini ia berada di ruangan tim marketing bersama karyawan lain.
Karyawan di dalam ruangan saling berbisik membicarakan Carla yang tiba tiba di pindahkan di tim marketing. Karna sejak pertama bekerja di perusahaan D-V group, Carla sudah mendapat jabatan sebagai sekertaris pribadi Daniel. Sebab itu lah, banyak karyawan yang iri sekaligus tidak menyukai Carla.
" benarkan dugaan ku, dia pasti dapat posisi sebelum nya dengan cara kotor. Dan sekarang pak Daniel pasti sudah bosan, makanya dia di buang ke tim marketing." Bisik salah satu karyawan wanita yang berada tak jauh dengan Carla di ruangan itu.
" ya benar. Aku dengar sekarang pak Direktur sudah punya sekretaris baru yang di rekrut langsung oleh nyonya Riska." Sahut karyawan yang lain.
Carla yang ternyata mendengar percakapan mereka hanya diam tak melakukan apa apa, apa lagi melawan mereka. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana ia harus bekerja dengan baik di tempat kerja nya yang baru.
Namun terlepas dari itu. Tentu saja tidak semua karyawan di ruangan itu membenci Carla. Seorang wanita yang terlihat seusia Carla menghampiri Carla yang sedang sibuk membereskan barang barang nya. Sambil tersenyum ramah ia menyapa Carla dan berkenalan dengan nya.
" hai.. Nama ku Lolita. Kamu Carla ya?"
" oh halloo.. Iya aku Carla." Sahut Carla sembari membalas senyum ramah wanita muda bernama Lolita itu.
__ADS_1
" Omongan mereka jangan di masukkan ke hati ya. Mereka hanya iri sama kamu."
Mendengar perkataan Lolita, Carla hanya membalas nya dengan senyuman. Ia merasa terharu, ternyata masih ada orang yang membela nya di sana.