
" ayo pah kita masuk."
Carla merangkul tangan sang ayah yang tengah menggendong Frilly sembari melihat ke arah Daniel dengan tatapan tajam dan raut wajah yang begitu terlihat kesal.
Carla membawa mereka masuk lalu menutup pintu rumah nya meninggalkan Daniel di luar.
" Carla tunggu Carla.. kenapa kamu kayak gini? Carla aku mohon buka pintu nya Carla.."
Daniel terus berbicara dari balik pintu rumah Carla sembari mengetuk ngetuk pintu yang terbuat dari kayu tersebut. Ia terus memohon kepada Carla agar Carla mau memaafkan Daniel. Namun harapan nya sia sia, Carla tetap tak bergeming dan menghiraukan permohonan maaf yang tulus dari Daniel.
Daniel bersimpuh menghadap ke arah pintu. ia masih menunggu Carla di sana berharap Carla akan muncul dan memafkan nya.
...
Di dalam rumah Carla dan ketiga keluarga nya duduk di ruang tamu. ia dapat mendengar dengan jelas suara Daniel yang makin lirih memanggil manggil nama nya sembari memohon maaf pada nya.
Wajah nya tampak gelisah, ada perasaan tak enak hati karna ia telah mengacuh kan Daniel seperti saat ini. ia beranjak dari tempat nya duduk lalu berjalan ke arah jendela. membuka sedikit tirai nya untuk melihat Daniel disana.
Rasa iba pun muncul saat ia melihat dimana Daniel tengah bersimpuh sembari menyebut nyebut nama nya di balik pintu rumah nya.
Dari balik pintu, Daniel kembali berkata dengan suara yang mulai melemah
" kamu audah berjanji sama aku. gak akan pernah meninggalkan aku."
Terlihat dengan jelas kesedihan di wajah Daniel, mata nya ber kaca kaca, seperti ingin menangis.
" aku mohon Carla, maafkan aku. aku tau aku bersalah, sangat bersalah. tapi aku sudah berjanji akan bertanggung jawab atas kesalahan aku."
Daniel tak henti henti nya memohon agar Carla mau memaafkan nya. Carla yang melihat apa yang di lakukan Daniel pun ikut meneteskan air mata. ia menggigit bibir bawah nya, rasa iba yang kini muncul di benak nya. ingin rasa nya saat itu juga ia berlari membuka pintu lalu memeluk Daniel yang masih setia menunggu nya di luar rumah nya. sedangkan Hasan yang yang masih duduk di ruang tamu hanya diam tak bersuara sembari melihat ke arah sang putri.
tiba tiba Farrel menghampiri Carla yang sedang berdiri di dekat jendela lalu berkata
" mah.. tolong maafin papa ya. kasihan papa."
Mendengar Farrel yang ikut memohon untuk sang ayah, Carla pun mulai tersentuh dalam hati nya ada perasaan merasa bersalah. ia menghembus kan nafas sejenak lalu berjalan ke arah pintu rumah nya.
perlahan dan sedikit ragu, ia menggenggam pegangan pintu. namun baru saja ia hendak menggerakkan tangan nya untuk membuka pintu. Hasan kembali bersuara.
" apa kamu yakin akan memaafkan orang yang telah merusah hidup kamu?"
__ADS_1
Carla terdiam mendengar pertanyaan itu. kegundahan kini semakin menekan nya. apa yang harus ia lakukan sekarang? ia bahkan tak dapat menggerakkan bibir nya. otak nya terasa kosong tak mampu berfikir jernih. hanya sakit yang ia rasakan dalam hati nya.
Saat ia tengah terdiam dengan tangan nya yang masih menggenggam pegangan pintu. suara Daniel kembali terdengar dari balik pintu.
" maafin aku sudah membebani pikiran kamu sekarang. kalau dengan aku pergi kamu bisa memaafkan aku, maka aku akan melakukan itu. tapi aku mau bilang untuk yang kesekian kali nya. aku mencintai kamu. sangat sangat mencintai kamu."
Daniel mengatakan nya dengan suara lirih dan gemetar, betapa hancur rasa nya ia saat itu. hingga ia tak mampu menahan tangis nya. air mata nya mengalir deras membasahi pipi nya. tubuh nya melemah seperti tak mampu lagi untuk bertahan di sana.
Dengan perlahan ia berdiri. membalikkan badan nya dengan air mata yang masih terus mengalir, ia berjalan hendak meninggalkan rumah Carla dengan perasaan hancur.
setelah beberapa saat Daniel selesai mengungkapkan isi hati nya. Carla yang sejak tadi ber diri di balik pintu itu kini memutuskan untuk membuka pintu, karna sudah tak lagi terdengar suara Daniel di sana.
Namun betapa terkejut nya Carla saat melihat Daniel yang tergeletak di tanah halaman rumah nya dengan keadaan tidak sadarkan diri.
" Daniel.."
Carla berteriak, lalu berlari menghampiri Daniel dengan perasaan cemas. ia bersimpuh lalu meraih kepala Daniel lalu menaruh nya di paha Carla lalu menggenggam erat tangan Daniel
" Daniel bangun kamu kenapa? Daniel."
Carla terus memanggil manggil nama Daniel berharap ia akan mendengar suara nya dan terbangun. perasaan nya begitu kalut saat itu.
Mereka menghampiri Carla yang sedang memangku kepala Daniel di halaman rumah nya. di ikuti Hasan dari belakang mereka.
" nak tolong ambilkan ponsel mama cepat." suruh Carla kepada Farrel dan Frilly.
Farrel dengan cepat berlari ke dalam rumah untuk mengambilkan ponsel milik Carla. dan tak butuh waktu lama Farrel sudah kembali lagi dengan membawa ponsel di tangan nya.
Carla menyalakan layar ponsel lalu melakukan panggilan telpon kepada seseorang. hingga akhir nya orang yang Carla telpon pun menjawab nya.
"asisten Roy ada di mana?" dengan panik Carla bertanya.
" tlong ke rumah saya sekarang. Daniel pingsan."
setelah mengatakan itu panggilan langsung di matikan sepihak oleh Roy. Carla mengerti Roy saat ini sedang buru buru menuju ke rumah nya.
" sebaiknya kita bawa dulu dia masuk. biar papa batu memapah nya." ucap Hasan.
Carla hanya mengangguk lalu dengan sigap Hasan meraih tangan Daniel dan menaruh nya di pundak nya. dan di sebelah nya lagi Carla juga melakukan hal yang sama. dengan hati hati Hasan dan Carla membawa Daniel masuk ke dalam rumah. lalu merebahkan nya di soffa ruang tamu.
__ADS_1
" gimana ini pah.?" Carla terlihat sangat panik saat itu. ia terus menggenggam tangan Daniel di samping nya.
" tenang lah. mungkin dia hanya kelelahan." sahut sang ayah berusaha menenangkan Carla.
...
20 menit berlalu, masih belum ada tanda tanda Daniel akan sadar.
Di saat Carla masih dengan cemas nya menunggu Daniel sadar, Roy pun muncul lali bergegas masuk ke rumah Carla yang pintu nya tidak tertutup. ia menghampiri tuan nya yang terbaring di soffa.
" Nona Carla tidak perlu khawatir, tuan seperti ini pasti karna tubuh nya audah terlalu lemas." ucap Roy yang kini berada di sampin Carla dan Daniel.
" lemas kenapa makasud nya.?" tanya Carla sedikit bingung.
" satu minggu ini tuan di kurung oleh nyonya Riska di apartment milik nyonya. dan selama itu juga tuan menolak untuk makan." Roy pun akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada tuan nya itu.
" apa? apa dia gila. kenapa dia gak mau makan?" Carla memaki Daniel namun tetap di seimuti rasa hawatir di hati nya.
" tuan sengaja melakukan nya. agar nyonya mau membatal kan pertunangan Tuan Daniel. tapi ternyata sampai akhir nyonya masih tetap pada pendirian nya tak menghiraukan tuan Daniel." ucap Roy
Carla nampak terkejut sekaligus merasa bersalah karna ia pun begitu tega nya tadi tak menghiraukan Daniel. Sesaat setelah itu, akhir nya Daniel membuka mata nya lalu bangun dan duduk. ia melihat ke arah Carla dan Roy yang sedang duduk bersimpuh di dekat nya.
" Roy? sedang apa kamu di sini? dan.. ada apa dengan posisi kalian ini." tanya Daniel dengan suara lemah
Tanpa berkata apa apa. Carla tiba tiba memeluk tubuh Daniel dengan begitu erat, membuat Daniel terbelalak di buat nya. Namun sembari tersenyum cerah, Daniel pun membalas pelukan Carla. baru beberapa detik Daniel membalas pelukan Carla. tiba tiba Carla mendorong nya kembali.
" apa kamu bodoh? kamu mau mati karna kelaparan hah?" teriak Carla memarahi Daniel
Daniel yang mendengar perkataan Carla langsung menoleh ke arah Roy lalu memberinya tatapan tajam
" maafkan saya tuan.." Batin Roy.
" Carla aku minta maaf." Daniel kembali berucap sembari menggenggam erat tangan Carla.
" aku sudah memaafkan kamu." sembari tersenyum Carla menjawab ucapan Daniel dengan tangan nya meraih dan mengusap pipi Daniel.
" serius " Daniel merasa tak percaya mendengar apa yang di katakan oleh Carla baru saja. Lalu Carla mengangguk dan tersenyum membuat Daniel yakin bahwa Carla benar benar telah memaafkan nya.
" sebenarnya ini ada drama apa lagi sih." Roy yang tak mengetahui kejadian sebelum nya itu pun hanya bisa bertanya di dalam hati.
__ADS_1