Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
kepulangan Farrel dan Frilly


__ADS_3

Setelah saling berpelukan selama beberapa saat. akhirnya Farrel dan Frilly pun keluar dari apartment milik nyonya Riska yang tak lain adalah nenek kandung mereka.


Setelah melambaikan tangan ke arah sang ayah, Farrel dan Frilly masuk ke dalam mobil dan mobil pun melaju meninggalkan gedung apartment.


Daniel kembali ke dalam apartment sang ibu berjalan menghampiri nya yang masih duduk di ruang tamu. ia lalu duduk di soffa tak jauh dari tempat dimana Riska duduk.


" kemarikan ponsel kamu!" ujar Riska


" untuk apa?" tanya Daniel


Walaupun tak mengerti untuk apa ia harus memberikan ponsel nya. namun ia tetap menuruti perintah sang ibu dan mengeluarkan ponsel yang semula ia taruh di saku celana nya lalu menaruh nya di meja.


Dengan segera Riska mengambil ponsel milik putra nya lalu me non-aktif kan ponsel pintar tersebut.


" mulai besok kamu tidak perlu ke kantor. biar semua pekerjaan di perusahaan mama yang urus." ucap Riska


" apa? gak bisa gitu dong mah.. mama mengerti apa tentang perusahaan aku?" Daniel begitu terkejut mendengar perintah sang ibu.


" hey.. kan ada asisten Roy. lagi pula mama bisa minta bantuan Hellen kalau mama ada yang kurang paham. kamu mau bantu tante kan sayang.."


Riska mengatakan nya dengan santai dan sembari tersenyum ke arah Hellen membuat darah di tubuh Daniel seperti mendidih. andaikan dia bukan ibu kandung nya pasti sudah ku maki maki, batin nya


" dengan senang hati tante.." jawab Hellen yang sejak tadi duduk di samping Riska.


Daniel nampak terdiam tak lagi bisa berkata sepatah kata pun. hingga akhir nya ia beranjak dari soffa di mana ia duduk.


" kamu mau kemana?" dengan cepat Riska bertanya kepada Daniel yang sudah hendak melangkah kan kaki nya


" aku mau pulang mah." dengan sedikit malas Daniel menjawab pertanyaan sang ibu.


" jangan pulang dulu. mama mau ajak kamu ke butik untuk feeting baju." ujar Riska


" baju untuk apa?" tanya Daniel

__ADS_1


" untuk acara pertunangan kalian. minggu depan kalian akan bertunangan. mama udah siapin semua nya." jawab Riska dengan senyum terukir di wajah nya.


" kenapa secepat ini?" Daniel sangat terkejut mendengar rencana sang ibu


" apa nya yang secepat ini? kalian sudah kenal sangat lama dan pernah pacaran juga. bukan kah dulu waktu kalian masih pacaran kamu berniat menikah dengan Hellen." jawab Riska


" tapi itu dulu mah." bantah Daniel


" mau dulu atau sekarang itu sama aja. udah sekarang ayo kita berangkat." ajak Riska


Riska tetap dengan pendirian nya ingin cepat cepat menjadikan Hellen sebagai menantu nya. sedangkan Daniel tak lagi bisa membantah kemauan sang ibu dan hanya bisa diam menuruti apapun perintah nya.


...


din**g.. dong.. ding.. dong... suara bel terdengar dari dalam rumah Carla.. Carla yang tengah duduk di sofa ruang tamu pun beranjak lalu berjalan menuju pintu rumah nya dengan wajah lesu karna masih menghawatirkan kedua anak nya. karna kebetulan hari itu adalah hari minggu jadi Carla tidak bekerja dan tetep berada di rumah. setelah pintu di buka kan oleh Carla.


" mamaa"


Suara yang begitu familiar di telinga Carla, wajah wajah manis dan lucu yang selama ini dia rindukan kini berada tepat di hadapan nya. air mata haru menetes tanpa persetujuan nya mengiringi pelukan hangat yang ia berikan kepada putra dan putri nya yaitu Farrel dan Frilly.


" kalian baik baik aja sayang?" sambil terus meneteskan air mata nya Carla bertanya kepada Farrel dan Frilly.


Sembari menghapus air mata sang ibu Farrel dan Frilly menjawab " kita baik baik aja mah.. jangan nangis lagi ya.."


" syukurlah.. " Carla kembali memeluk kedua buah hati nya " ayo kita masuk.. kalian sudah makan? ah asisten Roy.. terima kasih sudah mengantarkan Farrel dan Frilly" sambung nya


" sama sama nona. kalau begitu saya pamit dulu." jawab Roy


" kenapa gak masuk dulu" ucap Carla


" tidak nona. ada yang harus saya kerjakan setelah ini. saya permisi" sahut Roy


" baiklah. sekali lagi terima kasih asisten Roy hati hati di perjalanan" sambung Carla

__ADS_1


Roy mengangguk lalu membalikan badan nya berjalan menuju mobil dan setelah masuk ke dalam mobil ia langsung melajukan mobil nya meninggalkan rumah Carla. sementara Carla, Farrel dan Frilly masuk ke dalam rumah mereka.


...


" kalian duduk dulu biar mama siapkan makan untuk kalian ya.." ucap Carla dengan lembut


Farrel dan Frilly lalu duduk di meja makan menuruti perintah sang ibu menunggu nya untuk menyiapkan makanan untuk mereka. Beberapa menit kemudian Carla telah selesai dengan masakan nya dan segera menyajikan nya di meja makan untuk kedua putra dan putri nya.


" ayo makan yang banyak." suruh Carla sembari tersenyum cerah terukir di wajah nya.


Farrel dan Frilly segera melahap makanan yang telah di sajikan oleh sang ibu dengan lahap. Carla hanya menatap kedua buah hati nya sembari tersenyum dan mengelu elus rambut mereka.


" mama gak makan juga?" tanya Frilly di sela sela suapan nya


" nggak sayang.. mama udah makan. kalian makan yang kenyang ya.." jawab Carla lembut


beberapa menit kemudian Farrel dan Frilly telah selesai menghabiskan makanan nya. Carla segera membawa piring piring bekas makan mereka ke washtafle yang berada di dapur.


...


Sementara itu di tempat lain..


Daniel, Riska sang ibu dan juga Hellen tentu nya, telah tiba di butik tempat yang sudah di siap kan Riska dan Hellen untuk memesan pakaian yang akan di kenakan mereka nanti di acara pertungan Daniel dan Hellen.


Riska dan Hellen masuk ke dalam butik dengan wajah bahagia, namun berbeda dengan Daniel, ia tampak kesal, dan malas terlihat jelas bahwa ia tak ingin berada di tempat itu. jika bukan demi orang orang yang di cintai nya, Daniel tidak akan mau di ajak ke sana. tapi mungkin akan berbeda cerita nya jika orang yang bersama nya saat ini adalah Carla. ia pasti dengan bangga dan senang hati masuk ke dalam butik tersebut. namun itu hanya angan nya. karna kini orang yang berada di samping ny bukan lah Carla melainkan orang yang sangat ia benci yaitu Hellen.


Para pelayan di dalam butik langsung menyambut kedatangan Daniel, Riska dan juga Hellen. tanpa basa basi Riska langsung meminta pelayan butik untuk membawa beberapa pasang gaun dan setelan jas yang akan di coba oleh Daniel dan Hellen.


setelah mendapat perintah dari riska, para pelayan butik segera bergegas memilihkan beberapa pasang gaun dan setelan jas. tak berselang lama para pelayan butik telah kembali dengan beberapa pakaian titangan nya.


" silahkan di coba nona." ucap salah satu pelayan.


" ayo coba dulu sayang." suruh Riska kepada Hellen dan Daniel

__ADS_1


Dengan wajah sumringah, Hellen segera bergegas menuju ke kamar pas untuk mencoba salah satu gaun yang di bawa pelayan butik tadi. sedangkan Daniel dengan langkah yang begitu malas dan raut wajah yang kesal ia pun harus menuruti perintah sang ibu untuk mencoba pakaian nya.


__ADS_2