Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Tawaran bermain Film


__ADS_3

" Asisten Roy.. Tolong bawa Mona keluar." Ujar Carla sambil matanya menatap wajah Mona dengan tatapan sinis.


" Apa? memangnya kamu siapa? berani sekali menyuruh asisten Roy dan mengusir ku." Balas Mona


"Aku?" Carla mengangkat tangan nya ke depan wajah Mona " aku calon istri direktur utama perusahaan D-V GROUP Daniel Raditya."


Carla mengatakannya dengan tegas dan penuh penekanan. Mona mendelik kesal ketika melihat Carla yang menunjukkan jari yang sudah terpasang cincin di jari manisnya, menunjukkan bahwa Daniel sudah melamarnya.


Sementara itu Daniel nampak terkejut sekaligus puas mendengar dan melihat apa yang Carla lakukan. Ia tersenyum lalu mendekat ke arah Carla. Setelah itu ia melangkul Carla dengan bangga.


" Roy.. Kamu dengar kan? bawa perempuan ini keluar." Daniel mempertegas perintah Carla sebelumnya.


" Baik tuan." Jawab Roy. Kemudian ia mendekat ke arah Mona " mari nona" Tambahnya ke pada Mona.


Dengan perasaan yang amat sangat kesal. Mona akhirnya mau tak mau pergi dari ruangan Daniel yang di ikuti oleh Roy di belakangnya. Kini yang tersisa di ruangan itu hanya Carla dan juga Daniel.


" Kamu tunggu di sini jangan kemana mana. Aku ke toilet sebentar."


Setelah mengatakan itu Daniel buru buru berjalan ke arah toilet yang berada di ruangan nya. Carla hanya menatap langkah Daniel dengan bingung tanpa berkata apa apa.


Ia hanya menuruti perintah Daniel dan tetap berdiri di tempat menunggu Daniel keluar dari toilet. Hingga beberapa menit kemudian Daniel akhirnya keluar.


" maafin aku." Ucap Daniel dengan nada lembut.


Ia menyandarkan kepalanya di bahu Carla sambil tangan nya kembali merangkul pinggang Carla.


" Haaah" Carla menghela nafas sambil melepaskan tangan Daniel yang sedang merangkul pinggang nya. Ia melangkah mundur, sedikit menjauh dari Daniel.


Dengan raut wajah yang tak bisa di mengerti oleh Daniel Carla menatapnya. Namun apa yang di lakukan oleh Carla setelahnya membuat Daniel melebarkan matanya.


" Apa dulu juga aku melakukan hal sama seperti yang kamu lakukan tadi dengan Mona?" Dengan wajah yang memerah Carla bertanya


Daniel tersenyum , melihat tingkah laku Carla saat itu. Ia merasa wajah Carla yang sedang malu malu itu terlihat begitu menggemaskan.


Tanpa menjawab pertanyaan Carla, Daniel malah langsung menarik Carla ke pelukannya.


" Entah lah. Apa kamu tidak ingat sedikitpun?" Tanya Daniel dan Carla hanya menggelengkan kepalanya


" Mau aku bantu mengingatnya?" Daniel kembali bertanya, Sambil tersenyum nakal menatap wajah Carla.


Tanpa menunggu persetujuan dari Carla lagi, Daniel langsung menjatuhkan diri di atas soffa dengan Carla duduk di pangkuannya.


Wajah Carla makin memerah, detak jantung nya berdebar tak beraturan. Hawa panas di tubuhnya tiba tiba menyeruak ketika dengan lembut Daniel menuntun tangan Carla menyentuh tekuk leher Daniel.


" Da- Daniel.." Lirih Carla


Daniel tersenyum kemudian tanpa mengatakan apa apa, ia menarik pinggang Carla hingga tubuh keduanya makin merapat.

__ADS_1


Carla menghalangi bibir Daniel dengan telapak tangan nya, ketika Daniel terlihat sudah mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Carla.


Alis mata Daniel mengerut, seolah bertanya kenapa?. Daniel meraih tangan Carla dari bibir nya.


" kenapa? aku kan cuma mau membantu kamu mengingat kejadian manis kita dulu." Ucap Daniel dengan ekspresi seperti kecewa.


" Aku sudah tau akhirnya akan seperti apa kalau terus di lanjutkan. Jadi tidak perlu di praktekan lagi." Ucap Carla


Carla bangun dari pangkuan Daniel kemudian duduk di samping nya. Seelah ia duduk, Carla memperhatikan wajah Daniel yang sangat merah seperti orang yang sedang kepanasan.


" Kamu.. Baik baik aja? muka kamu merah banget." Carla akhirnya bertanya


Daniel menoleh ke arah Carla dengan wajah cemberut seperti anak kecil yang sedang merajuk.


" Kenapa?" Carla kembali bertanya karna tak mengerti maksud dari ekspresi Daniel itu.


Daniel menundukkan kepalanya dengan tangan menutupi wajahnya.


" Wanita sia*an." Ujar Daniel sambil tangannya mengusap kasar wajahnya.


Carla membelalakkan mata ketika mendengar ucapan Daniel.


" Kenapa kamu memaki ku? Aku kan tanya baik baik karna hawatir." Ucap Carla


Daniel memeluk Carla di sampingnya kemudian ia berkata


" bukan kamu, tapi adik tiri kamu, Mona." Carla terdiam


Carla melepaskan pelukan Daniel lalu menatap wajah Daniel yang sedang tertunduk seolah tak berani memperlihatkan wajahnya kepada Carla


" kenapa? apa ada yang sakit" Tanya Carla mulai khawatir


Daniel akhirnya membalas tatapan mata Carla kemudian ia menjawab " apa kamu benar benar tidak mengerti?" Carla menggelengkan kepalanya


" Haah.." Daniel menghela nafas " sudah lah. Aku bisa tahan ini" ucapnya


" hmh?" Carla mulai bingung


Saat keduanya sedang terdiam, tiba tiba suara ketukan pintu di barengi dengan suara Asisten Roy dari balik pintu terdengar.


" Tuan.. apa sudah selesai?" Tanya Roy dari balik pintu.


" sudah selesai apanya. Aku bahkan tidak melakukan apa apa bodoh." Gerutu Daniel dalam hati. "Masuk lah" Suruhnya


Roy pun membuka pintu, kemudian melangkah masuk ke dalam ruangan Daniel.


" Tuan, sebentar lagi kita harus berangkat " Ucap Roy

__ADS_1


Daniel menghela nafas, kemudian ia meraih dasi dan jas milik nya yang tergeletak di soffa di sebelah Carla dan langsung memasang nya kembali seperti semula.


" biar ku bantu." Carla berkata sambil meraih dasi yang hendak di pakai oleh Daniel


Dengan hati hati Carla memasangkan dasi di kerah kemeja Daniel. Daniel hanya tersenyum memperhatikan wajah serius Carla yang sedang memasangkan dasi untuk nya.


Beberapa saat kemudian dasi telah terpasang rapih, Carla mengambil Jas yang di genggaman Daniel kemudian ia kembali membantu Daniel memakai jas tersebut.


Setelah penampilan Daniel kembali rapih seperti sedia kala. Daniel meraih wajah Carla, kemudian mengecup lembut dahi nya.


" Hati hati di perjalanan." Ucap Carla dan di angguki oleh Dankel seraya tersenyum manis.


" Oya, Billy dan Bobby sekarang sedang mengantar Farrel dan Frilly ke tempat syuting iklan. Nanti aku kabari kamu kalau ada laporan apa apa dari mereka." Ucap Daniel.


" hmh.. terima kasih." Jawab Carla sambil menganggukkan kepalanya


" Kalau gitu aku berangkat sekarang ya." Carla mengangguk


Setelah mengatakan itu Daniel di ikuti Roy keluar dari ruangan. Setelah Daniel keluar baru lah Carla ikut keluar dari sana.


....


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di lokasi syuting iklan Farrel dan Frilly..


" waah.. Kalian bukan hanya jago saat pemotretan, tapi juga jago berakting. Kalau seperti ini terus, kalian bisa sukses jadi bintang kecil." Ucap Rossa


Saat itu mereka sudah selesai melakukan syuting pembuatan iklan. Dan kini semuanya tengah beristirahat di ruang istirahat yang sudah di sediakan oleh tim.


" Benar itu, tuan dan nona muda sangat pandai beradegan di depan kamera. Saya yakin tuan dan nona muda bisa sukses suatu hari nanti." Tambah Billy


Farrel dan Frilly hanya diam tak menanggapi pujian yang di lontarkan oleh Rossa dan Billy. Walaupun dalam hatinya ia merasa senang mendapat pujian tersebut.


Saat mereka sedang asyik mengobrol di ruang istirahat, seorang pria dewasa menghampiri mereka.


" Boleh saya bicara sebentar." Ucap pria tersebut


" oh, sutradara Man.. Silahkan duduk." Ucap Rossa sambil berdiri mempersilahkan pria yang ternyata adalah sutradara pembuatan iklan Farrel dan Frilly untuk duduk di kursi yang semula ia duduki.


" terima kasih." Sahut sutradara Man sambil duduk di kursi


" pak sutradara mau bicara apa?" Tanya Farrel dengan wajah serius.


" Begini.. Tadi saat syuting iklan, saya perhatikan kalian sangat pandai berakting..."


" Lalu?" belum selesai sutradara Man berbicara, Farrel kembali bertanya.


" Kalau kalian berminat saya ingin merekomendasikan kalian ke sahabat saya, dia seorang produser, dan sekarang dia akan menggarap sebuah film dan sedang membutuhkan artis cilik untuk pemeran pendukung." Jelas sutradara Man.

__ADS_1


" Tapi kami bukan artis." Ucap Farrel


" Tapi kalian sangat pandai berakting, saya yakin kalian bisa." Jawab sutradara Man.


__ADS_2