Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Tamparan


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Daniel, Carla dan Roy akhirnya tiba di perusahaan. Semua mata para karyawan kantor tertuju ke arah Daniel dan Carla yang saat itu berjalan bersebelahan. Padahal yang di ketahui oleh semua karyawan kantor Carla sudah bukan sekretaris pribadi Daniel.


Bahkan beberapa karyawan wanita yang melihat mereka, terlihat saling berbisik sambil menatap ke arah mereka. Walaupun tidak terdengar mereka mengatakan apa. Namun sudah dapat di tebak, jika para karyawan itu sedang membicarakan Carla dan Daniel.


Carla hanya menundukkan kepala sambil terus melangkahkan kakinya menuju ruangan departemen marketing tempatnya bekerja.


Sementara itu tak jauh dari Carla dan Daniel berjalan, Mona ternyata sedang melihat mereka sambil menggerutu.


" Sia*an!! kenapa mereka bisa masuk ke kantor bersama. Dasar perempuan jalan* berani beraninya dia masih dekat dekat dengan Daniel. Lihat saja nanti, berapa lama lagi kamu akan besenang senang."


...


tok... Tok.. Tok... Suara ketukan pintu terdengar di ruangan kantor Daniel.


" masuk " Ucap Daniel


Nampak lah seorang wanita yang tak lain adalah Mona, masuk ke dalam ruangan dengan membawa secangkir kopi hangat.


" Saya mengantarkan kopi untuk bapak." Ucap Mona seraya terus melangkah mendekat ke arah meja kerja Daniel.


Daniel hanya menatapnya sekilas dengan tatapan tak suka. Lalu kembali mengerjakan pekerjaannya.


Mona menaruh kopi yang ia buat itu di atas meja dan berdiri di hadapan Daniel sambil menatap wajah Daniel.


" Ada apa lagi?"


Daniel akhirnya bertanya setelah menyadari Mona yang terus menatapnya.


" oh. Tidak ada pak. Saya permisi" Jawab Mona.


Setelah mengatakan itu, Mona pun berjalan keluar dari ruang kantor Daniel.


Daniel menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya sambil sesekali memijijat pelipis matanya.


"Roy.." Panggil Daniel


" Iya tuan." Sahut Roy seraya melangkah menghampiri Daniel


" apa mama tidak melakukan pergerakkan apapun?" Tanya Daniel


" Menurut laporan Billy dan Boby, Nyonya Riska akhir akhir ini sering keluar saat menjelang malam untuk bertemu seseorang." Jawab Roy

__ADS_1


" Apa? Siapa yang mama temui?" Daniel kembali bertanya


" Sepertinya itu Mona, tuan." Jelas Roy


Daniel terdiam sejenak, kemudian ia menggerakkan tangannya mengisyaratkan agar Roy keluar dari ruangannya. Akhirnya Roy keluar setelah menganggukkan kepalanya


Daniel terlihat sedikit kesal mendengar laporan dari Roy. Karna ia masih tak mengetahui apa lagi yang sedang di rencanakan oleh sang ibu yaitu Riska.


Karna merasa sedikit penat di kepalanya, Saat pikiran nya sedang bergumul memikirkan tentang perilaku sang ibu, ia melihat kopi yang tadi di bawakan oleh Mona lalu meminumnya.


Beberapa menit kemudian, Daniel merasakan perasaan yang aneh di tubuh nya. Seluruh tubuhnya terasa panas hingga ia melonggarkan dasi dan membuka 2 kancing kemeja yang ia kenakan.


" Roy.." Daniel sedikit berteriak dengan perasaan gelisah memanggil nama asistennya itu.


Tak butuh waktu lama Roy masuk dan menghampiri Daniel. Ia terkejut ketika melihat keadaan tuannya kini seperti dalam kondisi yang tidak baik. Ia menyimpulkan ada sesuatu yang aneh ketika melihat gelagat Daniel saat itu.


" apa tuan baik baik saja?" Tanya Roy


" Panggilkan Carla kesini sekarang." Titah Daniel sedikit tergesa gesa


" ba-baik tuan." Jawab Roy


Roy langsung buru buru keluar dari ruang kerja Daniel mengerjakan perintah Daniel untuk memanggil Carla di ruangan kerjanya.


Ia berdiri dari kursi kerjanya dan berjalan ke arah pintu ruangan milik Daniel. Namun sebelum masuk, ia perlahan menaikkan sedikit roknya ke atas, dan membuka dua kancing kemeja yang ia kenakan. Setelah itu baru lah ia masuk ke dalam ruangan Daniel tanpa permisi atau mengetuk pintu terlebih dahulu.


Setelah ia berada di dalam ruangan Daniel, ia memperhatikan gelagat Daniel yang nampak sedang gelisah dengan wajah memerah dan pakaian yang sudah berantakan.


Jas dan dasi yang semula terpasang rapih di tubuh Daniel kini terlihat tergeletak di atas soffa yang sedang di duduki oleh Daniel saat ini.


Daniel menoleh ke arah pintu saat terdengar suara langkah kaki yang berasal dari sepatu hak tinggi Mona yang kini sedang menghampirinya.


Mata nya menyipit seperti kurang jelas melihat siapa yang sedang berjalan ke arahnya saat itu. Ia mengerjapkan matanya dan kembali melihat ke arah Mona yang sudah semakin dekat di depannya. Dan entah apa yang terjadi, di mata Daniel yang kini tengah berada di hadapannya itu adalah Carla.


" Carla.." Serunya ketika Mona sudah berada tepat di depan Daniel yang sedang duduk.


" sial. Apa dia pikir aku ini Carla. Hah.. Tapi gak apa apa, selama rencana ku berhasil aku gak akan mempermasalahkannya." Gumam Mona dalam hati " kamu lihat Carla. Kalau kamu bisa mendapatkan Daniel dengan cara ku 6 tahun lalu. Maka aku akan melakukan cara yang sama sekarang untuk merebutnya dari mu" Tambahnya


Bibirnya menyeringai, tangannya mulai beraksi menyentuk tangan hingga bahu Daniel.


Daniel mencengkram tangan Mona yang sedang menyentuhnya kemudian ia berkata

__ADS_1


" Carla, tolong bantu aku. Rasanya ada yang tidak beres dengan ku. Aku membutuhkan kamu sekarang."


Setelah mengatakan itu, dengan cepat daniel mengecup bibir Mona yang ia lihat sebagai Carla, lalu merebahkannya di soffa.


" Daniel.."


Tak lama kemudian, Tiba tiba suara teriakan yang menyebut namanya terdengar memenuhi setiap sudut ruangan. Suara yang terdengar familiar di telinga Daniel. Suara yang ia pikir saat ini sedang berada dalam kungkungan nya.


Daniel dan Mona akhirnya menghentikan aktivitas mereka lalu menoleh ke sumber suara tersebut.


Nampak lah Carla yang sedang berdiri melihat ke arah mereka, dengan tatapan tajam dan kesal. Dan di belakang Carla Roy nampak tersentak melihat apa yang sedang terjadi di ruangan Daniel.


Walaupun itu bukan reaksi yang ingin di lihat oleh Mona, namun ia tersenyum puas karna rencana nya untuk menjauhkan Carla dari Daniel sepertinya akan berhasil.


Ia berpikir, Jika Carla melihat kelakuan Daniel yang bermain gila dengan wanita lain pasti akan membuat Carla membenci Daniel dan menjauhinya.


Sementara itu, Daniel tersentak setelah melihat sosok Carla yang sebenarnya baru saja masuk ke ruangannya. Dengan cepat ia menoleh ke arah samping melihat siapa yang sebenarnya sejak tadi bersama dengannya.


Betapa terkejutnya Daniel ketika melihat orang yang sejak tadi bersama nya ternyata bukan Carla melainkan Mona.


" Apa yang kamu lakukan disini?" Teriak Daniel kepada Mona


" Apa maksud pertanyaan bapak.. Tadi saya hanya ingin memberikan berkas berkas untuk bapak bawa siang nanti. Tapi bapak malah menarik saya dan melecehkan saya."


Mona mengatakan nya dengan raut wajah yang seperti syok dan sambil menangis tersedu sedu. Walaupun itu semua hanya sebuah kebohongan.


Setelah Mona mengatakan itu, Daniel baru saja akan mengatakan sesuatu namun mulut nya tertahan ketika ia melihat Carla yang berjalan menghampiri Mona yang masih duduk di sofa sambil menangis.


Setelah Carla berdiri tepat di depan Mona, ia meraih kerah baju Mona yang sudah terbuka setengah dada lalu menariknya hingga Mona terbangun dan berdiri menghadap ke arah Carla.


Mona nampak bingung dengan apa yang akan di lakukan Carla terhadapnya. Dan pertanyaan itu terjawab, ketika dengan cepatnya dan tanpa berkata apa apa lagi, Carla menampar keras pipi kanan Mona hingga terdengar suar nyaring di ruangan itu.


" Apa yang kamu lakukan?" Teriak Mona


Plakk.. Namun bukan nya menjawab, Carla justru kembali menampar pipi Mona. Lalu ia menarik kerah baju Mona hingga wajahnya sangat dekat dengan Carla.


" Kamu pikir aku ini bodoh? Kamu melakukan tipuan yang sama seperti enam tahun lalu kamu menjebakku. Apa kamu tidak berpikir otak kamu itu terlalu dangkal?"


Mona tersentak mendengar perkataan Carla. Namun ia tetap tak ingin rencana nya itu gagal.


" a-apa yang kamu katakan? aku gak ngerti kamu ngomong apa." Kilah Mona.

__ADS_1


" hah" Carla mendengus kesal mendengar perkataan Mona.


__ADS_2