Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Jangan Ragu Lagi


__ADS_3

Langit gelap mulai menampakkan cahaya dari sang surya. Seperti hari hari biasanya Farrel adalah orang pertama yang bangun di pagi hari untuk membuatkan sarapan untuk sang ibu sebelum pergi bekerja.


Namun pagi itu Farrel di buat terkejut dengan penampakan sang ibu yaitu Carla, yang sudah sedang sibuk memasak dan menyiapkan makanan di dapur.


" Mama tumben udah bangun."


Suara Farrel seketika membuat Carla terkejut. Karna saking fokusnya ia memasak saat itu.


" Loh, Kakak (panggilan sehari hari Carla kepada Farrel) udah bangun?" Tanya Carla sambil masih sibuk menyiapkan makanan.


" Farrel biasanya bangun jam segini kok. Justru mama, kan biasa nya jam segini mama masih tidur." Jawab Farrel


" Mama lagi pengen aja buatin sarapan." Sambung Carlaa


" Mama butuh bantuan?"


" Gak usah sayang. Kakak mandi aja gih." Jawab Carla sambil tersenyum lembut ke arah Farrel


" Baiklah kalau gitu, Farrel mandi dulu."


Setelah mengatakan itu, Farrel pun bergegas menuju kamar mandi, sementara itu Carla kembali melanjutkan kegiatannya yang memasak.


Beberapa puluh menit kemudian, Carla sudah selesai menyajikan masakannya di atas meja makan dan sudah berpakaian rapih mengenakan pakaian kantor. Tak lama kemudian Farrel muncul setelah selesai mandi dan Frilly yang baru saja bangun dari tidurnya.


" Tuan putri mama udah bangun. Mandi gih abis itu kita sarapan." Suruh Carla kepada Frilly. Bersamaan dengan itu, suara bel rumah terdengar.


" Mama buka pintu dulu ya." Sambung nya


Carla berjalan ke arah pintu. Dan segera membukanya setelah ia berada di depan pintu. Nampaklah Daniel dan Roy di belakang nya.


" Selamat Pagi.." Ucap Daniel sembari mendekat ke arah Carla dan memeluknya mesra.


" Selamat pagi.." Jawab Carla seraya membalas pelukan hangat Daniel. " Kamu udah sarapan?" Tambah nya sambil mendongakkan kepalanya melihat ke arah wajah Daniel


" Belum." Jawab Daniel singkat namun dengan nada yang lembut.


" Masuk dulu yuk. Kita sarapan sama sama." Ajak Carla dan di angguki oleh Daniel. " Asisten Roy, ayo masuk dulu, kita sarapan sama sama." Tak lupa Carla juga mengajak Roy.


Ketiga orang itu kemudian berjalan masuk ke dalam rumah Carla dan bergegas menuju ruang makan.

__ADS_1


" Ah.. Jadi mama sengaja bangun subuh dan tiba tiba masak karna mau ngajak papa sarapan di sini." Sindir Farrel ketika melihat Carla dan Daniel yang berjalan hampir sampai di meja makan tempat di mana Farrel berada.


"Hmh?" Daniel menoleh ke arah Carla sambil menaikkan kedua alis matanya, seolah bertanya apakah itu benar?


Carla menunduk, menyembunyikan wajah malu malu nya dari pandangan mata ketiga laki laki yang berada di dekatnya itu. Melihat reaksi Carla seolah menjadi jawaban untuk Daniel, bahwa yang di katakan Farrel adalah benar.


" Wah.. Sepertinya aku harus kasih hadiah nih buat dedikasi kamu ini." Daniel berbisik ke telinga Carla dengan suara sensual seolah tengah menggoda Carla.


Carla membulatkan matanya, wajahnya mulai bersemu merah, dan jantungnya berdebar begitu cepat. Sedangkan Daniel tersenyum melihat reaksi Carla yang makin menggemaskan di mata Daniel yang melihatnya.


"A..Apa sih. Aku cuma lagi pengen masak aja." Carla membela diri.


" Ah gitu yah. Padahal aku udah seneng, dengar kamu sengaja masak buat aku. Tapi ternyata bukan ya? haah.." Lirih Daniel dengan raut wajah menyedihkan seperti anak kecil.


" Eh?" Carla terkejut lalu sesaat kemudian ia tersenyum setelah melihat apa yang terjadi pada Daniel.


" Iya iya.. Aku khusus buatin makanan ini semua buat kamu." Tambahnya.


Akhirnya Carla menyerah menyangkal dan mengakui jika memang ia memang benar apa yang di katakan oleh putra nya , Farrel.


" Papaa.." Suara teriakan Frilly memenuhi ruangan makan. Dan membuat semua orang teralihkan dan menoleh ke arah suara Frilly.


" Wah.. Tuan putri papa udah cantik.." Ucap Daniel sambil mengusap lembut pucuk kepala Frilly putrinya.


" Ahem.. Yaudah yuk kita sarapan. Nanti kita telat ke kantor." Ajak Carla


" Memangnya kenapa kalau papa telat satu hari? Itu kan kantor papa." Balas Farrel dengan wajah serius dan datar


Carla menaikkan alis matanya kemudian menoleh ke arah Daniel.


" Kenapa?" Tanya Daniel bingung


" Pasti kamu waktu kecil juga sama kaya anak ini?" Tebak Carla menunjuk ke Farrel dengan mata menyipit seolah menyalahkan Daniel atas sifat dingin Farrel yang persis seperti dirinya.


Daniel tak bisa mengelak kenyataan itu dan hanya bisa menelan ludah dan tersenyum canggung.


....


Beberapa saat setelah Carla, Daniel, Farrel, Frilly dan juga Roy sarapan. Mereka langsung bergegas berangkat menuju perusahaan D-V GROUP milik Daniel sekaligus tempat Carla bekerja.

__ADS_1


Di perjalanan menuju Kantor, Daniel memberi tahukan kepada Carla, jika mulai hari ini ia kembali bekerja sebagai sekretaris pribadi Daniel, dan tidak lagi bekerja di departemen marketing.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh menit, Daniel, Carla dan Roy akhirnya tiba di kantor. Namun saat mobil sudah terparkir di area parkir. Carla nampak terdiam, seolah ragu untuk turun dari mobil Daniel. Daniel yang bingung melihat tingkah Carla itupun kemudian bertanya


" Kenapa?"


" Aku.. Masih belum siap menerima pandangan semua karyawan kamu nanti, kalau sampai mereka liat kita jalan sama sama." Jawab Carla


" Hmh? Kenapa? Apa kamu malu jalan di samping aku?Atau kamu malu sebagai calon istri ku?" Daniel kembali bertanya


" Bu..Bukan gitu, kamu kan pemilik perusahaan terbesar di seluruh kota, sedangkan aku cuma karyawan kamu. Gimana pandangan karyawan kamu nanti kalau mereka tau kamu berhubungan dengan karyawan rendah seperti aku?"


" Hiss.. lagi lagi kamu ngebahas itu. Siapa yang berani memandang rendah calon istri Daniel Raditya? Gak akan ada. Kamu cuma perlu berdiri di samping aku, gak akan ada yang berani memandang rendah kamu." Tegas Daniel


" Haah.." Daniel menghela nafas sesaat, kemudian ia memeluk erat tubuh Carla yang masih setia duduk di sampingnya.


" Jangan berfikir soal itu lagi yah. Aku gak mau kamu jadi ragu sama keputusan kamu yang udah menerima aku. Aku udah cinta sama kamu, dan gak bisa kalau harus kamu tinggalin lagi." Lirih Daniel di sela pelukan hangat nya di tubuh langsing Carla


Dan akhirnya ucapan Daniel itu berhasil meyakinkan Carla. Ia mengangguk seraya membalas pelukan Daniel dengan erat.


Sesaat setelah itu, Mereka pun turun dari mobil dan langsung melangkahkan kaki menuju ruang kerja mereka.


...


" Selamat pagi pak Daniel." Beberapa karyawan yang berpapasan dengan Daniel dan Carla nampak ramah dan hormat menyapa Daniel


" Selamat pagi." Sahut Daniel dengan wajah datar


" Oya saya ada sedikit pengumuman. Tolong berkumpul di sini sebentar."


Semua karyawan yang kebetulan berada di sekitar sana langsung berkumpul mengerumuni Daniel, Carla dan Asisten Roy.


" Mulai hari ini Carla kembali bekerja sebagai sekretaris pribadi saya. Dan kalian pasti sudah dengar kan apa status hubungan saya dengan Carla?" Tambahnya


" Saya tau.. Saya tau pak.. Calon istri bapak kan?"


Semua mata yang berada di sana serentak menoleh ke arah suara yang sedikit berteriak itu. Dan ternyata orang yang menjawab pertanyaan Daniel itu adalah teman baik di satu depertamen yang sama dengan Carla. Ya, orang itu adalah Lolita.


Wanita yang selalu membela Carla saat Carla masih bekerja di bagian marketing. Daniel sedikit tersenyum puas mendengar sekaligus melihat Lolita.

__ADS_1


__ADS_2