
Setelah tiba di rumah Carla, Roy langsung menghampiri tuan nya keluar lalu membuka kan pintu mobil untuk Daniel. Daniel turun dari mobil lalu membuka pintu mobil bagian belakang. Dengan perlahan, Daniel mengangkat tubuh Farrel yang sedang tertidur.
" ngapain liatin aja? angkat Frilly sana." suruh Daniel kepada Roy yang saat itu tengah berdiri di belakang Daniel
Roy buru buru berjalan memutari mobil, menghampiri Carla yang hendak menggendong Frilly.
" biar saya saja nona." ucap Roy
" ah, iya. maaf merepotkan" jawab Carla
Roy pun menggendong Frilly dengan sangat hati hati. lalu mereka berjalan meninggalkan mobil Daniel dan berjalan menuju rumah Carla.
...
Pelan pelan Roy menurunkan Frilly di tempat tidur, begitu pun dengan Daniel, ia menidurkan Farrel di tempat tidur mereka, setelah itu Roy keluar dari kamar Farrel dan Frilly. Sedangkan Daniel dan Carla masih berada di dalam sana.
" aku gak bisa menginap hari ini." ucap Daniel dengan suara pelan karna tak ingin membangun kan Farrel dan Frilly yang sudah terlelap.
" siapa juga yang mau kamu menginap di sini." jawab Carla.
" hmh? " Daniel nampak tidak suka mendengar jawaban Carla. Carla yang melihat reaksi Daniel itu pun tersenyum.
Sembari merangkul tangan Daniel, Carla mengajak Daniel untuk segera keluar dari kamar Farrel dan Frilly.
" sudah ayo keluar, nanti anak anak bangun." ucap nya
Namun dengan cepat Daniel meraih tangan Carla yang sedang merangkul tangan nya lalu menarik nya hingga Carla jaruh kepelukan nya.
" padahal aku masih kangen sama kamu dan anak anak. tapi aku malah gak bisa lama lama di sini." Daniel mengeluh di pelukan Carla
Carla hanya tersenyum mendengar keluhan yang di katakan oleh laki laki berparas tampan itu. Ia mengusap lembut punggung Daniel tanpa mengatakan apa apa.
Setelah beberapa detik berpelukan, akhirnya Daniel melepaskan tubuh Carla lalu meraih tangan nya. ia menarik tangan itu perlahan mengarah ke wajah nya lalu dengan lembut ia mendarat kan kecupan di sana. sembari mngusap tangan yang baru saja terjamah oleh bibir nya, Daniel mengatakan sesuatu yang membuat Carla tersentak.
__ADS_1
" bagaimana kalau besok kita menikah?"
Mata Carla melebar, Kata kata itu keluar begitu saja dari mulut Daniel. Carla memajukan bibir nya lalu menjawab perkataan Daniel.
" berhentilah mengada ngada."
" kenapa? emang salah kalau kita menikah?" Daniel bertanya dengan raut wajah seperti anak kecil, membuat Carla tersenyum melihat nya.
" gak salah. Yang salah itu cara nya. Mana ada orang yang menikah mendadak kaya gitu. Memang nya kita ada di dunia comik, yang hari ini ingin menikah, terus langsung bisa menikah. hiss.." jawab Carla
" kalau gitu, minggu depan aja gimana?"
Carla lagi lagi di buat tersenyum dan sedikit tertawa kecil mendengar ucaoan Daniel yang seperti sedang bercanda dengan nya.
" ya.. ya.. terserah kamu. Udah, lebih baik kamu sekarang pulang ya. Ini udah malam."
Carla mengatakan nya sembari mendorong pelan tubuh Daniel agar kular dari kamar kedua anak nya..
Setelah di luar rumah Carla pun, Daniel masih tetap berkata tentang pernikahan kepada Carla seperti seorang anak kecil yang sedang merayu ibu nya. Dan sembari memasuki mobil milik nya Daniel kembali berkata.
Lalu sambil terkekeh, Carla pun menjawab " iya iya pak Direktur. sudah sekarang pak Direktur pulang ya."
" kamu dengar itu Roy? minggu depan aku mau menikah sama Carla." Ucap Daniel kepada asisten nya yang sedang menutup pintu mobil setelah Daniel masuk.
Carla yang mendengar dan melihat tingkah kekanak kanakan Daniel itu pun tertawa tak bersuara melihat nya.
" kalau begitu saya pamit nona." Roy berpamitan kepada Carla
Namun tiba tiba Daniel menurun kan kaca mobil nya, lalu berkata dengan wajah kesal.
" hey. cepet masuk. ngapain senyum senyum sama calon istri ku? dasar. cari pacar makanya. jangan ganggu wanita orang."
Roy pun menjawab " maaf tuan. permisi Nona."
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Roy berjalan masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobil nya meninggalkan rumah Carla. Carla melambaikan tangan nya sembari tersenyum ke arah Daniel yang berada di dalam mobil.
" Dasar orang orang itu. apa dia benar benar Daniel Raditya yang terkenal itu." Carla masih tertawa membayangkan tingkah lucu Daniel. Lalu setelah itu ia pun kembali masuk ke dalam rumah nya.
...
Sementara itu di kediaman Hasan Widjaya atau ayah kandung Carla..
Hasan, Nuri (ibu tiri Carla), dan juga Mona adik tiri Carla, tengah berbincang di ruang tamu. Ketiga menampakkan raut wajah yang tegang bahkan terlihat sedang menahan emosi.
" papa gak bisa dong bawa mereka begitu aja. Apa kata teman teman dan tetangga nanti, kalau melihat Carla di rumah ini setelah punya anak yang tidak jelas siapa ayah nya."
Nuri mengatakan nya dengan raut wajah kesal.
Ternyata Hassan sedang mendiskusikan untuk membawa pulang Carla beserta Farrel dan Frilly ke rumah nya. Namun, Nuri menentang keputusan Hasan itu, dengan beralasan tak ingin menanggung malu karna kehadiran Carla yang sudah memiliki anak sebelum menikah.
" siapa bilang ayah mereka tidak jelas? ayah mereka orang terkenal dan sangat kaya raya." sahut Hassan
Namun dengan tertawa mengejek, Nuri menjawab perkataan suami nya itu. " haha.. seberapa kaya sih laki laki itu. paling dia hanya bermain main dengan memanfaatkan tubuh Carla saja. kalau sudah bosan, Carla juga pasti di buang."
" kamu belum tau siapa dia. Laki laki itu Daniel Raditya, orang terkaya di kota ini, bahkan dia masuk daftar orang terkaya di dunia."
Nuri terbelalak mendengar kenyataan yang di katakan Suami nya Hasan. Ia melihat ke arah Mona yang duduk di sampingng nya.
" bagaimana mungkin? jelas jelas orang yang ku perintahkan untuk mengerjai Carla adalah preman. bagaimana bisa jadi Daniel Raditya ayah dari anak nya Carla." batin Nuri
Ia tak percaya akan apa yang di katakan oleh Hassan. Ia masih mengingat dengan Jelas, 6 tahun lalu, dia dan Mona lah yang merencanakan untuk menjebak Carla. Apa motif perbuatan bejat nya itu? semua nya karna kecemburuan Mona terhadap Carla. Ia selalu merasa iri dengan apa yang telah di raih oleh Carla.
Sejak kecil, Carla selalu mendapat peringkat di sekolah nya. Ia anak yang pintar, periang dan sopan. Berbeda dengan Mona, Ia tak pernah mampu menandingi Carla dalam urusan pelajaran. Sifat nya pun berbeda jauh dengan Carla, Mona memili sifat yang bertolak belakang dengan Carla. Bahkan tak jarang orang orang yang mengenal mereka selalu membanding bandingkan mereka dan memuji Carla.
Hingga puncaknya, di kampus tempat mereka melanjutkan studi nya. Carla begitu populer membuat kecemburuan Mona makin makin bertambah. Hingga Mona mengenal Aiden yang tak lain kakak senior mereka yang juga sangat populer di universitas.
Aiden populer di kampusnya karna prestasi dan juga ketampanan nya. Dan bukan hanya itu, Aiden juga sangat menjadi incaran para maha siswi di sana karna, Aiden merupakan anak satu satu nya dari pengusaha sukses. Jelas masa depan nya sudah sangat terjamin. Namun Aiden justru lebih dekat dengan Carla dari pada dengan Mona yang ternyata memiliki perasaan suka terhadap Aiden.
__ADS_1
Itulah yang membuat Mona merencanakan penjebakan untuk Carla enam tahun lalu. ia merencanakan itu, agar Aiden membenci Carla dan menjauhi nya. Dengan begitu, Mona bisa mendekati Aiden tanpa ada Carla yang menjadi penghalang bagi nya.
Namun ternyata, setelah Carla pergi pun. Aiden tetap tak mampu Mona dekati, karna setiap kali kedua nya bertemu, yang Aiden bicatakan hanyalah tentang Carla. walaupun Mona telah memberitahu Aiden jika Carla tengah hamil, Aiden tetap tak termakan oleh perkataan Mona.