
waktu hampir menunjukkan pukul 06 Daniel, Carla dan juga Roy sudah sampai di rumah mewah milik Daniel.
Daniel turun dari mobil lalu mengulurkan tangan ke hadapan Carla yang juga hendak turun dari mobil. Carla menatap tangan Daniel sejenak lalu akhir nya menggenggam nya kemudian ia pun turun dari mobil.
Dengan hangat dan lembut Daniel menggenggam tangan nya dan berjalan membawa Carla masuk ke dalam rumah nya. mata Carla nampak kosong tak mengerti apa maksud dari perlakuan Daniel saat itu.
Daniel yang melihat raut wajah Carla yang menurut nya terlihat menggemaskan itu pun hanya tersenyum seraya memper erat genggaman tangan nya.
deg.. deg.. deg.. jantung Carla berdetak kencang saat melihat senyum manis terukit di bibir Daniel. hingga ia tak menyadari akhirnya mereka sudah masuk di ruang tamu rumah Daniel.
seorang asisten rumah tangga (art) menghampiri Daniel mempersilahkan tuan nya untuk menuju meja makan di mana Riska sang ibu tengah menunggu nya.
" pak.. kenapa kita ke rumah bapak? bukan kah bapak ada acara makan malam?" tanya Carla dengan suara sedikit berbisik.
" ya.. acara makan malam nya akan di mulai. ayo." jawab Daniel
Sambil tersenyum Daniel membawa Carla berjalan menuju meja makan.
sampai lah mereka di ruang makan keluarga Daniel. nampak seorang wanita paruh baya namun tetap terlihat cantik dan elegan sedang duduk di kursi meja makan. dan juga wanita yang pernah carla temui sebelum nya di rumah Daniel. wanita itu tak lain adalah Riska dan juga Niken.
Riska dan Niken menyambut kedatangan Daniel namun menatap sinis ke arah Carla.
" Daniel.. kamu udah pulang.."
Hellen dengan wajah ceria nya muncul dari arah dapur menyapa Daniel sembari membawa semangkuk besar sup untuk menu makan malam mereka. seperti Riska dan Niken, ia pun memberi tatapan sinis tatkala melihat Carla yang berdiri di samping Daniel dengan tangan mereka yang saling bergenggaman.
Daniel menarik sebuah kursi dan mempersilahkan Carla untuk duduk. lalu ia duduk di samping nya.
" siapa wanita itu?" tanya Riska kepada Daniel dengan nada tegas
" nona Carla.. bukan kah kamu sekertaris nya Daniel." sambung Hellen.
__ADS_1
Carla nampak bingung harus menjawab apa pertanyaan Hellen.
lalu dengan singkat dan jelas Daniel menjawab kedua pertanyaan Riska dan Hellen " dia wanita ku."
Riska dan Hellen nampak tidak suka dan kesal mendengar jawaban Daniel. namun dengan cepat Hellen merubah ekspresi wajah nya menjadi nampak sedih dan kecewa.
" tapi kata karyawan di perusahaan kamu, nona Carla hanya sekertaris kamu." ucap nya
Daniel hanya diam tak menjawab perkataan yang di lontarkan oleh Hellen. ia justru hanya fokus menaruhkan makanan ke piring Carla dan piring nya. sembari tersenyum lembut ia menyuruh Carla untuk makan.
" ayo makan" ucap Daniel kepada Carla.
Carla nampak canggung menerima perlakuan Daniel di hadapan 3 wanita yang terlihat begitu tak menyukai nya itu.
" apa kamu harus sampai ngalkuin ini ke aku Daniel." ucap Hellen dengan nada dan raut wajah sedih namun hanya di buat buat. karna dalam hati nya ia sangatlah kesal dan geram
" apa kamu tidak tau tata krama di meja makan? saat sedang makan berhentilah berbicara." perkataan Daniel justru makin membuat hati Hellen makin geram.
" dia punya nama yang sangat cantik mah, nama nya Carla. bukan perempuan gak jelas." sahut Daniel dengan wajah serius " sayang.. habiskan makan nya gak perlu pedulikan perkataan mama ku." sambung nya kepada Carla
Carla makin canggung dengan situasi saat itu rasa nya ia ingin segera pergi dari sana saat itu juga.
" lihat lah.. mama bikin wanita ku gak nyaman." ucap Daniel
" cukup Daniel. hey jalan* jauhi putra ku, sadarlah. kamu tidak pantas sedikit pun bersanding dengan Daniel putra ku. aku tau kamu hanya menginginkan uang Daniel kan? berapa yang kamu mau? akan aku berikan tapi menjauhlah dari hidup Daniel."
Riska mencaci maki Carla dengan ucapan nya yang menyakitkan perasaan Carla. Carla mulai meneteskan air mata tak sanggup menahan hinaan yang di berikan oleh Riska. hingga akhirnya Carla beranjak dari tempat duduk nya lalu berkata.
" cukup nyonya. saya bukan perempuan seperti itu. saya tidak butuh uang nyonya. dan saya bukan jalan*. saya permisi"
Setelah **mengatakan itu Carla buru buru meninggalkan ruang makan dan sedikit berlari menuju ke luar rumah Daniel.
__ADS_1
" Carla kamu mau kemana? tunggu Carla." teriak Daniel mencegah Carla meninggalkan rumah nya.
Roy yang sedari tadi berdiri di dekat tuan nya Daniel pun melihat itu. saat itu juga ia berjalan cepat mengejar langkah Carla yang sudah berada di luar rumah Daniel.
" apa mama puas? ini kan yang mama mau? aku gak ngerti, sebenarnya mama ingin aku bahagia atau nggak? ck.." ucap Daniel dengan suara yang kencang**.
lalu setelah itu Daniel pun beranjak dari tempat duduk nya dan mengejar Carla. berlari ke luar rumah nya.
....
Di luar rumah Daniel. Roy berhasil mengejar Carla dan meminta Carla untuk menunggu Daniel. hingga akhirnya setelah beberapa saat berjalan Carla pun menghentikan langkah nya
" nona tolong jangan pikirkan perkataan nyonya Riska." ucap Roy menenangkan Carla
" apa kamu gak dengar kata kata nyonya tadi. aku di hina habis habisan karna sesuatu yang tidak aku lakukan." dengan suar gemetar Carla mengeluarkan perasaan sedih nya mendengar hinaan dari Riska.
Hingga sesaat setelah itu Daniel pun muncul dan menghampiri Carla. Dengan cepat ia menarik tubuh Carla ke dalam pelukan nya.
" lepasin aku.." teriak Carla sembari memberontak berusaha melepaskan pelukan Daniel
Namun Daniel sama sekali tak menghiraukan ucapan Carla meskitun Carla sedikit memukul mukul punggung Daniel. Carla yang sedari tadi sudah berusaha menahan air mata nya itu pun akhirnya tak mampu lagi bertahan.
Carla menumpahkan semua air mata kesedihan nya di pelukan Daniel. isak tangis Carla terdengar begitu menyakitkan di telinga dan sampai ke hati Daniel. ia merasa bersalah telah membawa Carla ke rumah nya hingga ia harus menerima hinaan dari sang ibu yaitu Riska.
" maafin aku.." ucap Daniel sembari meengelus lembut rambut hingga punggung Carla berusaha menenangkan nya.
" kenapa aku harus menerima hinaan seperti ini.. hikss.. aku tau aku bukan orang kaya seperti kalian. tapi kenapa aku harus di hina seperti ini. hikss aku bukan jalan*.." suara Carla terdengar di sela sela isak tangis nya
" aku tau, aku minta maaf. aku gak nyangka mama aku akan bicara kaya tadi. kamu boleh marah sama aku. pukul aku kalau kamu mau. tapi tolong berhenti lah menangis. aku gak sanggup dengar nya. ini menyakitkan untuk ku." ucap Daniel seraya memper erat pelukan di tubuh mungil Carla
Carla yang mendengar perkataan Daniel justru semakin mengencangkan tangisan nya. apa yang harus ia yakini. bagaimana bisa Daniel mengatakan perkataan yang begitu mengharukan untuk siapa pun orang nya yang menerima pernyataan itu.
__ADS_1
Carla terus menangis dan makin membalas pelukan Daniel dengan tak kalah erat nya. bukan hanya karna hinaan dari ibu Daniel. tapi pelukan hangat dan perkataan yang baru saja di katakan Daniel, begitu membuat nya nyaman. hingga ia kehilangan kendali dan terus menangis seperti mengeluarkan segala kesedihan nya yang menumpuk yang selalu ia pendam selama ini.