Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Tes DNA


__ADS_3

" siang adik adik kecil.. "


Sapa Roy saat dirinya dan Daniel sudah berada di samping Farrel dan Frilly.


" eh.. om.. silahkan duduk om.." ucap Farrel sambil menunjuk sopan ke arah kursi di depan mereka.


" waah.. anak kecil ini sudah seperti profesional aja. kenapa jadi makin mirip dengan Tuan Daniel ya.." batin Roy


" silahkan tuan.." ucap Roy mempersilahkan Daniel duduk terlebih dahulu namun ia tetap berdiri bi belakang Daniel


" om kok ngga duduk juga. " tanya Frilly yang sedari tadi memperhatikan nya


" om udah biasa berdiri kok" jawab Roy.


tanpa menunggu lama Daniel langsung memulai percakapan dengan bertanya kepada Farrel dan Frilly.


" asisten saya bilang katanya kalian mau bertemu dengan saya? ada urusan apa?"


" asisten?" sambung Farrel


" adik kecil.. jadi orang yang kemarin kamu hubungi itu adalah saya. dan saya adalah Asisten tuan ini nama saya Roy. nah tuan ini lah yang nama nya Daniel ." ucap Roy menjelaskan kepada Farrel


Daniel yang mendengar penjelasan Roy pun sedikit bingung dan mengernyitkan dahi.


" apa tadi nya kalian mau menghubungi saya?" tanya Daniel


Akhirnya Farrel menceritakan bagaimana ia mendapatkan kontak asisten Roy. yang ia kira adalah milik Daniel.


" kamu membajak situs web perusahaan saya? dan meminjam alamat email pembuat situs? " tanya Daniel


" iya.." jawab Daniel


" lalu. untuk apa kamu meminjam alamat email itu.?" tanya Daniel kembali


" saya gunakan untuk mencari kontak om. tapi yang saya dapat ternyata kontak om Roy.." jawab Farrel


" waah bocah kecil ini. bukan hanya sifat nya saja yang mirip. tapi kegeniusan nya juga sangat mirip dengan Tuan." barin Roy


" oke.. jadi untuk apa kalian ingin bertemu dengan saya? apa kalian mengenal saya? " lanjut Daniel


" emmm.. sebenarnya saya cuma penasaran. kenapa muka om kelihatan mirip dengan saya." jawab Farrel


" jangan kan kamu adik kecil. saya juga penasaran. apa tuan pernah menanam benih di seorang perempuan dulu." batin Roy


" cuma karna itu? bukan kah itu normal terjadi jika ada seseorang yang mirip dengan kalian? " ucap Daniel


" iya sih om. tapi sebenarnya bukan cuma karna itu aja.." sambung Farrel


" lalu?" tanya Daniel


Akhirnya Farrel menceritakan siapa dirinya dan Frilly. ia menceritakan bahwa ia tidak pernah bertemu dengan sang ayah dari sejak mereka lahir ke dunia. ia hanya di rawat seadanya oleh ibu mereka. dan sebenarnya ia masih berharap bisa bertemu dengan sang ayah yang tidak mereka ketahui siapa dan dimana dia berada.


" apa saya boleh tau siapa nama ibu kalian?" tanya Daniel


" nama mama saya Ca..".


belum sempat Farrel menyebutkan nama sang ibu. tiba tiba ponsel nya berbunyi. nampak lah panggilan masuk dari sang ibu yaitu Carla.


" saya angkat telpon sebentar om. " ucap Farrel lalu sedikit menjauh dari Daniel dan Roy setelah itu.


Roy sedikit membelalakkan mata melihat tingkah laku Farrel yang seperti orang dewasa itu.


" menggemaskan sekali bocah itu. dia bahkan tau formalitas orang dewasa seperti itu." batin Roy sambil tersenyum.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian Farrel duduk kembali ke tempat nya dan mulai berbicara dengan Daniel lagi.


" tadi kita sampai mana om? " tanya Farrel


Roy yang mendengar pertanyaan Farrel hanya tersenyum tak percaya bahwa orang yang berada di depan nya adalah bocah kecil berusia 6 tahun.


" ayo kita ke rumah sakit. " ucap Farrel


" hah? untuk apa ? " tanya Daniel


" entah kenapa saya yakin om adalah ayah kami." jawab Farrel


" tuan.. sepertinya ide itu ada baik nya juga kalu kita lakukan. untuk sekedar memastikan saja kebenaran nya." bisik Roy kepada Daniel


Daniel terdiam sejenak untuk berfikir apa ia harus melakukan nya atau tidak. namun akhirnya ia pun menyetujui nya.


Mereka pun langsung bergegas pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA.


....


Di tempat lain Carla sedang bersantai karna Daniel dan Roy tidak ada. dan ia telah mengerjakan semua pekerjaan nya.


Lalu tiba tiba ponsel nya berbunyi. ia mendapat pesan masuk di akun media sosial nya.


Ia terkejut setelah melihat siapa orang yang mengiriminya pesan tersebut. karna ternyata orang itu adalah kakak senior nya saat ia masih kuliah dulu sekali. nama nya adalah Aiden


" hallo Carla.. ini benar Carla kan yang dulu kuliah di universitas I.. saya Aiden kakak senior mu dulu. apa kamu masih ingat saya?" isi pesan tersebut


Carla dan senior nya itu memang sangat dekat bahkan hingga tersebar beberapa gosip di antara mahasiswa lain bahwa mereka adalah sepasang kekasih. walau kenyataan nya mereka tak lebih dari sekedar teman.


Carla membalas pesan dari Aiden. hingga akhirnya Aiden mengajak Carla untuk bertemu. Dan Carla pun menyetujui ajakan Aiden untuk bertemu besok sore sepulang mereka bekerja.


...


" hasil nya akan keluar besok siang tuan" ucap Dokter yang menangani mereka


" baiklah. saya akan mengutus bawahan saya untuk mengambil hasil nya besok." ucap Roy


" baiklah kalau begitu saya permisi tuan." ucap sang Dokter lalu pergi meninggalkan mereka


" sudah selesai.. mari.. om dan tuan Daniel antar kalian pulang." ucap Roy kepada Farrel dan Frilly.


" om bisa tolong antarkan kami ke taman tadi saja? rumah kami tidak jauh dari sana" sambung Farrel


" bagaimana tuan?" tanya Roy kepada Daniel dan di angguki oleh Daniel


" baiklah.. ayo kita berangkat."


mereka pun pergi meninggalkan rumah sakit dan masuk ke dalam mobil Daniel.


di perjalanan menuju taman Daniel mengobrol dengan Farrel dan Frilly..


" kalian kenapa bisa keluar hanya berdua? apa di rumah tidak ada yang menjaga kalian? " tanya Daniel


" ngga ada om. mama kan kerja." jawab Frilly dengan polosnya


" bukan nya waktu itu kalian bersama seorang wanita waktu kalian syuting iklan." tanya Daniel kembali


" oh itu pasti bibi Tasya. bibi Tasya sekarang sudah mulai kembali kuliah jadi tidak bisa menemani kami." jawab Farrel


" boleh om tau bibi Tasya itu siapa?" sambung Daniel


" bibi Tasya itu orang baik.. dia teman nya mama. dia sering beliin ice cream dan jalan jalan kalau mama lagi kerja. tapi sekarang bibi ga bisa nemenin kita lagi."

__ADS_1


Mendengar Frilly mengoceh Daniel pun tersenyum. Roy yang melihat nya dari spion dalam mobil pun terkejut. karna ia hampir tidak pernah melihat tuan nya tersenyum di depan orang lain kecuali di depan adik dan ibu nya.


" kalian mau makan ice cream? " tanya Roy


" tidak perlu om. ini udah sore. sebentar lagi mama pulang kerja. mama bisa marah kalau tau kami tidak ada di rumah." jawab Farrel


" kalau gitu besok setelah hasil tes DNA nya keluar bagaimana kalau kita bertemu sambil makan ice cream? om tau tempat makan ice cream yang sangat enak." sambung Daniel


" waah beneran om? " tanya Frilly


" iya.. kalian bisa makan ice cream sepuasnya." jawab Daniel


" waaah Frilly senang banget.."


Ucap Frilly sambil memeluk Daniel..


deggh..


hati Daniel tiba tiba bergetas saat mendapat pelukan dari Frilly. entah apa yang terjadi Daniel merasa sangat bahagia mendapat kan pelukan itu. ia pun lalu tersenyum sambil mengusap kepala bagian belakang Frilly.


Roy yang melihat pemandangan itu pun ikut tersenyum


...


akhirnya mereka tiba di taman anggrek tempat dimana mereka awalnya janjian.


"kalau begitu om langsung pulang yah.." ucap Daniel


" om janji ya besok mau bawa kita makan ice cream.." sambung Frilly


" iya om janji." jawab Daniel sambil mengusap pucuk kepala Frilly


" baiklah kami pulang dulu ya adik kecil.. kalian jaga diri kalian pas pulang. oke." ucap Roy


" iya om kami mengerti." jawab Farrel


Roy lalu membukakan pintu mobil untuk Daniel dan ia masuk ke mobil di kursi kemudi. lalu ia melajukan mobil nya pergi meninggalkan Farrel dan Frilly di sana.


" ayo kita juga pulang." ucap Farrel sambil berjalan menggandeng tangan Frilly.


...


Hari berikut nya di kantor perusahaan milik Daniel..


tok.. tok.. tok.. bunyi ketukan pintu


" masuk.." ucap Daniel


Seseorang yang tak lain adalah asisten Roy pun masuk membawa sebuah amplop coklat. yang tenyata adalah hasil tes DNA dari rumah sakit.


" tuan.. hasil nya sudah keluar. silahkan tuan.." ucap Roy sambil menyerahkan amplop tersebut


Betapa terkejut nya Daniel saat melihat hasil tes DNA itu. ternyata hasilnya positif Daniel , Farrel dan juga Frilly memiliki hubungan kandung.


"mereka benar benar anak anak kandung tuan Daniel.." batin Roy yang dari tadi berdiri di belakang tempat duduk Daniel dan tak sengaja ikut melihat isi amplop tersebut


" ayo kita temui mereka.." ucap Daniel dengan sedikit tidak sabar ingin menemui Farrel dan Frilly.


Carla yang saat itu berada di ruangan itu juga hanya melihat bingung apa yang membuat bos nya itu tergesa gesa.


" ada apa dengan pak kutub. tumben dia tergesa gesa gitu. ah terserah saja.. bukan urusan ku." batin Carla


Daniel dan Roy pun langsung meninggalkan Ruangan nya untuk menemui Farrel dan Frilly..

__ADS_1


__ADS_2