
" hmh?"
Dengan wajah sedikit bingung. Carla yang tengah berjalan di samping Daniel melihat sekitar restourant yang baru saja ia dan Daniel datangi itu. Terlihat di sana hanya ada beberapa pasangan yang sedang makan malam dengan suasana yang begitu tenang dan romantis.
" Emm Daniel.." Panggil Carla dengan suara kecil
" hemh?" Sahut Daniel
" Apa kita tidak salah tempat? sepertinya ini restourant untuk pasangan. Bukannya kita mau bertemu klient kamu?"
Akhirnya sambil berjalan dan melirik kanan kiri, Carla pun bertanya kepada Daniel. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah meja makan yang hanya di peruntukkan untuk dua orang.
Meja itu berada di luar (out door) dekat air mancur dan taman bunga mini yang mengelilingi air mancur nya. Suasana yang sangat romantis begitu kuat terasa di sana. Lampu yang berwarna warni menghiasi sekitar mereka.
" Duduk lah." Ucap Daniel setelah menarik kursi untuk Carla duduki
Carla pun duduk di kursi tersebut dengan wajah dan benak yang masih bingung. Pikiran nya kosong tak mampu menangkap apa yang sedang terjadi sebenarnya mengapa ia harus makan di tempat yang sangat romantis itu.
Saat pikiran nya sedang berlari mencari jawabannya sendiri. Tiba tiba suara musik yang begitu lembut terdengar memecahkan lamunan Carla.
" Daniel.. Apa gak sebaiknya kita pindah restourant saja?" Usul Carla
" Kenapa? aku sengaja kok pilih tempat ini." Jawab Daniel
" Tapi sepertinya tempat ini terlalu emmm.." Perkataan Carla terpotong, ia ragu mengatakan jika tempat itu terlalu romantis untuk nya dan Daniel
" Udah kita di sini aja." Ucap Daniel
Setelah mengatakan itu, Daniel menepuk kedua tangannya untuk memanggil pelayan restourant yang sudah di persiapkan sebelumnya oleh Daniel dan Roy. Seorang pelayang pria menghampiri merka dengan membawa trolly kecil yang di atasnya terisi beberapa hidangan makanan dan minuman serta sebotol wine.
" Silahkan tuan, nona.." ucap pelayan tersebut setelah itu ia bergegas pergi dari samping meja Daniel dan Carla
" Ayo makan." Ajak Daniel
__ADS_1
Dengan perasaan yang masih belum tenang Carla akhirnya menyantap makanan yang sudah di sajikan pelayan tadi.
Beberapa menit kemudian setelah Carla dan Daniel selesai menghabiskan makanan mereka, pelayan yang tadi menyajikan makanan datang kembali ke meja mereka membawa sebuah hidangan yang tertutup oleh tudung saji yang terbuat dari steinless steal.
" ini hidangan pencuci mulutnya nona."
Carla nampak heran dan bingung. Karna makanan tersebut hanya di berikan kepada nya. Dan setelah pelayan tadi menyajikan hidangan itu, ia tak membuka penutup makanan tersebut dan langsung pergi begitu saja namun tetap dengan sopan.
Saat Carla masih memikirkan keanehan itu, Daniel kembali memecahkan lamunan nya dengan menyuruhnya membuka penutup makanan tersebut.
" Kok diam aja. Di buka dong."
Setelah Daniel mengatakan itu, Carla dengan ragu membuka penutup makanan itu.
Ketika makanan terbuka, Mata Carla melebar, kedua telapak tangannya menutup mulutnya dan perlahan ia melohat wajah Daniel.
Sebuah kue tart bertuliskan WILL YOU MARRY ME berhasil membuat Carla seakan terbungkam. Daniel yang melihat reaksi Carla pun tersenyum. Ia berdiri lalu mendekat ke arah Carla.
" Daniel.." Dengan suara gemetar Carla menyebut nama Daniel yang sudah berlutut di hadapannya.
Sebenarnya saat itu Daniel sangat gugup dan takut. Sebelum melakukannya pun ia sudah merasa sedikit keraguan. Ia takut jika Carla akan menolaknya.
Namun ia berusaha sebisa mungkin untuk mengendalikan kegugupan nya itu. Ia menggenggam erat kedua tangan Carla beberapa saat untuk mengumpulkan seluruh keberaniannya.
" Huuffhh.." Ia menghela nafas panjang
" Ah.. Kenapa rasanya segugup ini." Gumamnya seraya menunduk karna merasa malu. Membuat Carla yang semula membeku jadi tersenyum melihat tingkah Daniel yang yang terlihat seperti bukan Daniel.
Carla Hanya diam menatap wajah Daniel yang tertunduk malu di hadapannya. Saat itu entah kenapa Carla merasa Daniel terlihat sangat lucu dan menggemaskan.
Bahkan Daniel terlihat seperti anak remaja yang baru pertama kali akan menyatakan perasaannya. Walaupun itu hanya pernah ia lihat di dalam drama di televisi. Karna seumur hidupnya, Carla belum pernah menerima pernyataan cinta kecuali dari Daniel baru baru ini.
" Padahal aku sudah membayangkan kamu akan terharu melihat apa yang akan aku lakukan." Carla menarik sebelah alisnya mendengar pernyataan Daniel
__ADS_1
" tapi kenapa malah jadi aku yang rasanya ingin menangis saking gugupnya." Tambah Daniel
Carla masih diam mendengarkan keluhan yang di lontarkan oleh Daniel kepadanya.
Dengan sedikit gemetar Daniel merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak lalu membukanya. Kotak tersebut berisi cincin bermata berlian.
Mata Carla berkaca kaca seraya menatap cincin yang ada di tangan Daniel. Jantungnya berdegup kencang seolah ingin melompat keluar dari tubuh nya.
Setelah menghembuskan nafas panjang, Daniel membulatkan tekadnya untuk segera mengutarakan isi hatinya.
" Carla.. Maukah kamu menikah dengan ku?" Akhirnya terucaplah kata kata yang sejak tadi begitu sulit untuk ia utarakan.
" Aku berjanji aku akan berusaha sekuat kemampuan aku untuk selalu membuat mu bahagia di samping ku. Bersama anak anak kita."
Entah apa yang Daniel rasakan hingga membuatnya tiba tiba meneteskan air mata. Yang bahkan mendahului Carla yang masih berkaca kaca menatap Daniel.
Carla mengusap lembut pipi Daniel yang sudah di basahi oleh air mata. Alih alih menjawab pernyataan Daniel. Carla memberikan pelukan erat nan hangat kepada Daniel. Membuat Daniel yang sejak tadi sudah seperti ingin pingsan karna gugup kini mencair di dalam pelukan hangat Carla.
Daniel berharap waktu bisa berhenti saat itu juga. Ia ingin terus merasakan hangatnya pelukan yang di berikan Carla pada nya.
Setelah beberapa saat keduanya saling berpelukan. Daniel melepaskan pelukannya lalu menarik tangan Carla perlahan untuk berdiri bersama nya.
Setelah itu ia mengambil cincin berlian dari kotaknya lalu dengan tangan yang masih gemetar, Daniel memasangkan cincin tersebut di jari manis Carla lalu mengecup nya dengan lembut.
Tak ingin momen membahagiakan itu berlalu, perlahan Daniel mendekatkan wajah nya ke wajah Carla. Cup.. Kecupan lembut mendarat di kening Carla, dengan wajah yang mulai memerah, ia menatap lekat mata Carla begitu pun sebaliknya.
Mata Daniel kini tertuju ke bibir merah muda Carla. Lalu pelan pelan ia mendekatkan bibirnya ke bibir Carla.
Sambil menutup matanya Daniel menikmati tiap detik saat bibirnya menyatu di bibir Carla. Carla pun membalas nya tanpa ragu lagi, walaupun dengan kaku. Namun itu membuat Daniel makin mendambakan Carla. Daniel tak ingin saat saat seperti ini berakhir begitu saja.
Hingga 3 menit mereka saling berciu*an. Akhirnya Daniel melepaskan bebirnya dari bibir Carla. Lalu kembali memeluk erat tubuh Carla. Ia terus menghujani kecupan lembut di pucuk kepala Carla. Sementara Carla menenggelamkan wajahnya di dada bidang Daniel.
Betapa bahagia nya Daniel dan Carla saat itu hingga tanpa terasa waktu makin larut.
__ADS_1