Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
kesalahan yang sama


__ADS_3

waktu menunjukkan pukul 05 sore..


" papa pulang dulu ya." ucap Hasan


Kini semua nya tengah berkumpul di ruang tamu rumah Carla. walaupun begitu Daniel dan Hasan ayah dari Carla masih tak menyukai satu sama lain. kedua nya hanya terpaksa tak kembali berdebat demi Carla, Farrel dan Frilly.


" apa papa gak pulang setelah makan malam saja?" usul Carla


" papa juga mau nya gitu. tapi papa gak bisa, papa masih ada urusan di rumah, kalau gitu papa pulang ya. cucu cucu kakek, kakek pulang dulu yah." ucap Hasan sembari berpamitan kepada putri dan cucu cucu nya.


" iya kek, hati hati ya kek." sahut Frilly.


" iya sayang." jawab Hasan sembari tersenyum dan memeluk ke dua cucu nya itu.


Hasan beranjak dari duduk nya. lalu berjalan keluar untuk pulang. Carla mengantar kan sang ayah sampai ke depan pintu rumah nya. setelah masuk ke dalam mobil Hasan melambaikan tangan nya lalu pergi dari rumah Carla. Carla pun kembali masuk ke dalam rumah nya.


Saat tengah berjalan menuju ruang tamu, Carla melihat Daniel yang sedang bersenggama dengan kedua putra putri nya. ia tersenyum lalu menghampiri mereka. dan ikut bercanda dengan mereka.


" nah. sekarang papa mau tanya serius. kok kalian bisa dapat foto foto dan Video itu? papa aja gak pernah menyangka Hellen akan melakukan sampai sejauh itu." Daniel mulai berbicara serius kepada Farrel dan Frilly


Carla terlihat bingung, tak mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh Daniel. " foto dan video apa sih?" tanya nya penasaran


" itu ide Frilly mah, pah. tapi kak Farrel yang mengerjakan nya." jawab Frilly yang tengah berada di pangkuan Daniel


" kalian lagi ngomongin apa sih?" Carla makin bingung sekaligus penasaran setelah mendengar jawaban dari Frilly.


" kamu tau kenapa pertunangan ku dan Hellen bisa gagal?" tanya Daniel kepada Carla, Carla pun hanya menggelengkan kepala nya karna ia tak mengetahui alasan mengapa acara pertunangan Daniel dan Hellen bisa di batal kan.


Daniel pun menceritakan semua kejadian di acara pertunangan nya. mengapa acara itu bisa gagal. Carla yang mendengar cerita itu menutup mulut nya dengan kedua tangan nya yang terbuka lebar karna terkejut. terlebih setelah ia mengetahui bahwa itu semua berkat kedua anak nya.


" kok bisa? jadi itu sebab nya kalian jarang main di luar kamar sama mama beberapa hari ini. dan itu juga alasan nya kenapa asisten Roy sering datang kesini." ucap Carla


Daniel membelalakkan mata ketika mendengar perkataan terkahir Carla yang mengatakan bahwa Roy sering bertamu ke rumah Carla. ia menatap tajam wajah Roy. Roy menunduk tak mau meladeni tuan nya yang sedang di mabuk cinta itu.


" ngapain kamu sering datang ke rumah Carla. kamu mau mendekati Carla, hah?" tanya Daniel dengan wajah kesal.


" enggak kok pah. om Roy datang kesini untuk membantu Farrel." Farrel menjawab pertanyaan Daniel untuk membela Roy.


" halaah alasan aja. kamu cari kesempatan ya waktu aku gak bisa menemui Carla." Daniel masih dengan kecurigaan nya yang tak berdasar terus memarahi asisten nya yang telah bekerja bersama nya selama bertahun tahun itu.


" terserah apa kata tuan saja. saya malas meladeni tuan" tentu saja Roy hanya mengatakan nya di dalam hati.


"jawab. kenapa diam aja? aku sudah curiga dari awal kamu memang punya perasaan sama Carla."

__ADS_1


Kesalah pahaman Daniel makin menjadi jadi. pikiran nya makin jauh memikirkan tentang Roy kepada Carla. Namun Roy yang mendengar perkataan tuan nya itu malah tak sengaja terkekeh dengan suara kecil.


" pfftthh" begitu kira kira suara nya.


" heh kamu menertawakan ku?" Daniel yang melihat reaksi Roy itu pun makin tersulut amarah.


" sini kamu " suruh Daniel kepada Roy. Roy pun mendekat ke arah nya.


Setelah Roy berada di hadapan nya, Daniel berdiri lalu tanpa aba aba ia menendang kaki Roy hingga ia jatuh dengan lutut nya bertumpu ke lantai. namun bukan nya meringis atau kesakitan, Roy justru tertawa kecil dan tentu saja itu terlihat oleh Daniel.


" heh. malah ketawa lagi." ucap nya


Daniel hendak menendang Roy kembali, namun dengan cepat Carla menghalangi Daniel dengan memeluk nya dari belakang.


" udah. cukup." ucap Carla sembari tetap memeluk tubuh Daniel.


" kamu ngebela dia?" Daniel lagi lagi salah paham.


" ah ya ampun. kamu tidak sadar? tingkah kamu sekarang seperti anak kecil tau. siapa yang membela asisten Roy? aku cuma tidak mau ada kekerasan di depan anak anak ku." ungkap Carla


Daniel yang mendengar itu, mulai luluh. ia membalikkan tubuh nya lalu membalas pelukan Carla.


" beruntung kamu Roy. kalau saja tidak ada anak anak ku di sini, habis kamu." ucap Daniel yang masih kesal kepada Roy.


" sana pesan kan ruangan di tempat biasa. aku mau ajak anak anak dan wanita ku makan malam di sana." perintah Daniel


" baik tuan." jawab Roy.


Roy lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana nya. lalu berjalan keluar sembari menempelkan ponsel itu di telinga nya.


" Daniel.." panggil Carla dengan lembut.


" hmh?" sahut Daniel


" tolong lepaskan pelukan kamu sekarang. anak anak sedang melihat kita." ucap Carla.


Daniel menoleh ke arah Farrel dan Frilly. Frilly terlihat menutup mulut nya dengan kedua tangan nya untuk menahan tawa nya. sedangkan Farrel hanya diam tak memperlihatkan raut wajah apapun namun mata nya terus menatap ke arah ayah dan ibu nya yang sedari tadi tengah berpelukan.


Daniel pun akhirnya melepaskan pelukan nya di tubuh Carla. setelah itu Carla duduk di sambing kedua buah hatinya.


" sekarang kalian siap siap sana. papa mau ajak kalian makan di luar." suruh Daniel dengan lembut kepada Farrel dan Frilly.


" waaah.. kita mau makan di mana pah?" tanya Frilly dengan wajah riang.

__ADS_1


" ada tempat langganan papa. papa juga pernah ajak mama kalian makan di sana." jawab Daniel " yaudah kalian bersiap lah." sambung nya


" oke papa." ucap Frilly


Dengan cepat Farrel dan Frilly berlari menuju kamar mereka untuk bersiap. sedangkan Carla masih berada di ruang tamu bersama Daniel. sesaat setelah Farrel dan Frilly masuk. Carla pun berdiri.


" mau kemana?" tanya Daniel saat melihat Carla telah berdiri


" hmh? apa kamu tidak menyuruh aku untuk bersiap juga?" Carla menjawab nya dengan sebuah pertanyaan


" tidak. aku yang akan membantu mu bersiap."


setelah mengatakan itu, tanpa menunggu persetujuan dari Carla, ia langsung menggendong tubuh Carla ala bridal lalu berjalan menuju kamar Carla.


" hey hey.. turunkan aku. kamu mau bawa aku kemana." Carla mulai gugup melihat perlakuan Daniel saat ini.


" ganti pakaian." jawab Daniel dengan santai nya


" apa? turunkan aku. aku akan mengganti pakaian ku sendiri." ucap Carla yang makin gugup setelah mendengar jawaban Daniel.


Namun Daniel tak menghiraukan perkataan Carla hingga akhir nya mereka sampai di depan pintu kamar Carla. Daniel bergegas masuk ke dalam sana sembari tangan nya masih menggendong Carla.


Setelah masuk ke dalam kamar, Daniel akhir nya menurunkan Carla dengan hati hati. Carla yang sudah berdiri tegak dengan cepat memundurkan tubuh nya, sedikit menjauh dari Daniel. Daniel yang melihat itu pun hanya tersenyum.


Perlahan ia mulai melangkahkan maju mendekat ke arah Carla di depan nya. Carla yang melihat Daniel mendekat secara spontan langsung memundurkan kaki nya. sedangkan Daniel masih terus melangkah ke dapan Carla dan makin mendekat. setelah beberapa langkah. Carla akhirnya tak bisa menggerakkan kaki nya lagi. karna kini di belakang ada tembok yang menghalangi langkah nya untuk menjauh dari Daniel.


Daniel menempelkan ke dua tangan nya di tembok. mengungkung Carla yang berada di hadapan nya. senyum yang biasa nya terlihat manis di wajah Daniel kini terlihat menyeramkan di mata Carla. dengan terus mengukir senyum di bibir nya. wajah Daniel makin mendekat ke arah Carla. membuat Carla secara reflek memejamkan mata nya. hingga akhirnya.


" ahaha.."


tiba tiba Daniel tertawa terbahak bahak sembari menenggelamkan wajah nya di bahu Carla. dan berhasil membuat Carla terkejut. wajah nya memerah, jantung nya berdegup kencang. namun sorot mata nya seperti memperlihatkan kekecewaan di sana.


" ish.. minggir." Carla lalu mendorong tubuh Daniel hingga menjauh dari nya. lalu ia berjalan ke arah lemari pakaian untuk memilih baju yang akan ia kenakan.


Daniel akhir nya berhenti tertawa dan menghampiri Carla lalu memeluk nya dari belakang.


" kelihatan nya kamu kecewa. apa kamu mengharapkan terjadi sesuatu tadi.?" tanya Daniel


Namun Daniel makin memper erat pelukan nya lalu berkata


" aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti 6 tahun lalu. sampai suatu hari nanti kita sudah pasangan yang sah di mata agama dan hukum. jadi jangan kecewa ya."


" aish siapa juga yang kecewa." balas Carla sembari memukul pelan dada Daniel lalu tersenyum dan membalas pelukan Daniel.

__ADS_1


__ADS_2