
Setelah Hellen meninggalkan ruangan Daniel, Carla masih terdiam menatap ke arah pintu dengan raut wajah kesal. Sementara Daniel menatap dan memperhtikan wajah Carla yang berdiri mematung di samping nya.
Daniel tersenyum sekilas, lalu kemudian tanpa berkata apa apa, Daniel langsung memeluk Carla dengan erat dengan senyum yang mengambang di bibir nya.
Carla yang menerima perlakuan mendadak itupun tentu saja terkejut.
" Daniel.." Ucap Carla di tengah keterkejutannya menerima pelukan Daniel.
" Kamu lucu sekali kalau lagi kesal." Ujar Daniel
" Siapa yang kesal?" kilah Carla
" Ya ya kamu gak kesal. Tapi kamu cemburu." Ledek Daniel
" Siapa yang cemburu? aku gak cemburu tuh."
Carla mengatakannya sambil mendorong pelan dada Daniel hingga membuat mereka sedikit menjauh. Kemudian ia berbalik badan dan berjalan hendak ke meja kerjanya.
Namun dengan cepat Daniel memeluknya dari belakang membuat Carla menghentikan langkah kakinya.
" Jangan marah ya..." Ucap Daniel dengan lembut di sela pelukannya
Carla terdiam sejenak, kemdian ia melepaskan tangan Daniel perlahan dari pelukannya. Ia pun berbalik dan menatap mata Daniel sesaat. Lalu ia memalingkan wajahnya dan berkata
" Aku gak suka liat dia peluk peluk kamu kaya tadi."
Daniel mengangkat kedua alis matanya. Ia tersenyum mendengar pengakuan Carla itu. Terlebih saat melihat reaksi Carla yang sangat ia sukai itu. Carla terlihat sangat menggemaskan baginya saat ia sedang kesal.
Daniel meraih tangan Carla, kemudian tangan kanan nya menyentuh wajah Carla dengan lembut. Carla pun akhirnya kembali melihat ke arah Daniel.
" Kamu tau kan, aku juga gak suka dia menyentuh ku." Ucap Daniel " Aku cuma suka sentuhan kamu" Tambahnya sedikit menggoda Carla
" Issh apa sih.." Wajah Carla pun sedikit memerah malu mendengar kata kata Daniel itu.
" Sudah jangan marah lagi. Jangan pikirkan soal wanita itu. Dan jangan khawatir Aku cuma milik kamu." Ujar Daniel seraya tersenyum. Carla hanya diam tak menjawab perkataan Daniel. Ia hanya terus menatap mata Daniel dengan kekesalan yang mulai melemah.
" Tutup mata mu." Suruh Daniel
" Apa? Kenapa?" Tanya Carla bingung
__ADS_1
" tutup saja." Jawab Daniel
Carla pun perlahan memejamkan matanya, rasa penasaran seklaigus gugup melanda batin Carla saat matanya sudah terpejam. Dalam hati ia berkata
" Apa Daniel ingin menci*m ku!"
Kegugupan Carla kian memuncak tatkala ia merasakan sentuhan lembut di leher nya. Ia menelan saliva nya dengan susah payah. Dan sesaat kemudian.
" Sudah." Suara Daniel membuat Carla terkejut dan membuka matanya.
"Hmh?" Carla pun bingung dan ada perasaan sedikit kecewa karna merasa tak terjadi apa apa saat ia memejamkan mata.
Namun tiba tiba Daniel menarik tangan Carla perlahan lalu membawanya ke ruang istirahat nya.
" Tunggu! Kenapa aku di bawa ke ruang istirahat?" Tanya Carla saat mereka sudah berada di depan pintu ruang istirahat Daniel.
Bukan nya menjawab pertanyaan Carla, Daniel justru melanjutkan langkahnya sambil menggenggam tangan Carla masuk ke dalam ruang istirahatnya.
Setelah berada di dalam, kini langkah kaki Daniel membawa Carla menuju ke depan cermin besar yang ada di ruangan tersebut.
" Kamu suka?" Tanya Daniel
" Ini sangat cantik. Aku sangat menyukainya. Tapi bukan kah ini harganya sangat mahal?." Jawab Carla sambil memegang kalung berhiaskan berlian merah.
" Ini hadiah pertama untuk kamu. Karna kamu sudah menerima ku." Ucap Daniel dengan tangan yang mulai meraih pinggang Carla dan memeluknya dari belakang.
" Sekarang aku juga mau hadiah ku." Tambahnya
" Hmh? Tapi aku tidak menyiapkan hadiah apa apa." Ucap Carla
Tiba tiba Daniel membalikkan tubuh Carla untuk menghadap ke arahnya.
" Aku mau hadiah ini." Jawab Daniel sambil menyentuh bibir mungil Carla menggunakan ibu jarinya.
Carla membelalakkan mata. Ia terkejut sekaligus gugup mendengar permintaan Daniel. Ia kembali menelan salivanya.
" kamu tidak mau memberikan hadiah untuk ku?" Daniel mengucapkannya sambil memajukan bibirnya seolah merajuk karna Carla tak ingin memberikannya hadiah yang ia minta.
Carla akhirnya sedikit tertawa kecil melihat tingkah laku Daniel yang terlihat seperti anak kecil itu.
__ADS_1
" Jangan tertawa. Aku lagi marah." Ucap Daniel
Namun bukan nya takut, Carla justru makin tertawa mendengarnya. Akhirnya Carla berjinjit dan dengan lembut, Carla meraih wajah Daniel. wajah nya mulai mendekat ke arah wajah Daniel dan cupp.. Bibir Carla mendarat di dahi Daniel.
Daniel yang terkejut menerima sentuhan hangat di dahinya itu pun melebarkan matanya. Hingga akhinya Carla kembali ke posisinya berdiri di hadapan Daniel seraya tersenyum manis.
" Tidak cukup."
Setelah mengatakan itu, secepat kilat Daniel menarik tekuk leher Carla untuk mendekat ke arah wajah nya. Hingga akhirnya bibir keduanya bertemu dan saling menyatu.
....
Beberapa menit kemudian Daniel dan Carla sudah berada di meja kerja masing masing.
Tampak asisten Roy yang sedang bebicara panjang lebar melaporkan sebuah dokumen di samping Daniel. Namun Daniel seperti tak mendengarkan dan memperhatikan laporan dari Roy. Ia justru malah terus menatap Carla yang berada di meja kerja nya sambil tersenyum manis.
Setelah selesai menjelaskan laporannya, Asisten Roy akhirnya melirik ke arah Daniel karna tak ada jawaban apapun dari tuannya itu. Ia kemudian mengikuti arah mata Daniel yang sedang menatap Carla sambil tersenyum.
" ya tuhan.. Aku tidak tau, apakah aku harus senang atau khawatir melihat keadaan tuan ku yang seperti ini. Dia sudah seperti bukan tuan Daniel yang biasanya. apa ini yang namanya bucin?" Batin Roy
Sementara itu Carla terus mengetik keyboard komputer di depannya dengan perasaan canggung sekaligus malu karna ia tau bahwa saat ini Daniel dan Roy sedang menatap ke arahnya.
Terlebih lagi saat ia sedikit melirik ke arah Daniel, ia semakin di buat gugup karna melihat Daniel yang menatapnya dengan lembut sambil tersenyum manis ke arahnya.
Ia menunduk malu menyaksikan tingkah Daniel itu. Apa lagi saat ia tiba tiba teringat kejadian antara dirinya dan Daniel saat mereka di dalam ruang istirahat Daniel.
" bagaimana kalau kita menikah besok? Aku sudah tidak tahan ingin lebih melewati batasan ku terhadap mu."
Kata kata Daniel itu tiba tiba terngiang di telinganya. Daniel mengatakan itu sambil memeluk dan berbisik ke telinganya. Membuat Carla saat itu merinding bahkan hingga sekarang.
Roy makin tidak tahan menyaksikan kedua insan yang sedang di mabuk asmara di depan nya itu. Ia menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal merasa bingung harus melakukan apa.
" Tuan.. Tuan.." Akhirnya Roy memberanikan diri untuk memanggil Daniel yang tak henti hentinya menatap Carla.
Hingga akhirnya Daniel tersadar dan langsung menoleh ke arah Roy.
" Ya.. Apa? lanjutkan laporan nya." Ucap Daniel yang masih terkejut karna panggilan Roy kepadanya.
" Astaga.. Jadi tuan tidak mendengarkan laporan saya sama sekali." Batin Roy sedikit kesal di buatnya.
__ADS_1