
" kamu kenapa?"
Daniel bertanya kepada Carla saat mereka sedang berjalan melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang kantor Daniel dan carla.
" astaga.. apa kamu gak liat semua orang liat ke sini. uh.. situasi macam apa ini. aku jadi seperti tahanan yang mau di masukkan ke dalam penjara." batin Carla
ia bergumam dalam hati sembari menundukkan kepalanya. ia merasa tak nyaman menerima sorotan setiap mata karyawan yang tertuju pada nya dan Daniel yang saat itu sedang berjalan berdampingan.
" bapak silahkan ke ruangan duluan. saya mau ke toilet dulu."
Akhirnya Carla berusah membuat alasan agar ia tak berlajan bersama Daniel. Namun dengan cepat Daniel menjawab perkataan Carla
" di ruangan ku juga ada toilet."
Alasan pertama gagal. Carla masih mencoba mencari alasan lain..
Namun belum sempat Carla angkat bicara. Daniel sudah mendahului Carla dengan berkata
" aku udah pernah bilang kan? gak usah hiraukan pandangan orang lain."
Carla pun hanya menunduk dan tak lagi bersuara. rasa nya sudah tak ada guna nya lagi berdebat dengan Daniel. karna ia selalu kalah dalam hal berbicara dengan bos nya itu.
mereka memasuki lift khusus untuk naik ke lantai 9 di mana ruangan Daniel berada. baru saja Roy hendak menutup pintu lift tiba tiba terdengar suara teriakan yang memanggil nama Daniel. Roy pun mengurungkan tangan nya untuk menekan tombol lift.
Nampak lah seorang wanita dengan pakaian elegan dan make up yang terhias cantik di wajah nya, wanita itu tak lain adalah Hellen. ia berjalan sedikit berlari menghampiri Daniel di dalam lift.
Saat ia sudah sampai di pintu lift dan hendak mendekat ke arah Daniel ia terdiam sejenak menatap ke arah Carla dengan tatapan tajam dan rauh wajah tak bersahabat. Namun ia buru buru memepet Carla yang saat itu berdiri di samping Daniel hingga Carla terdorong ke belakang.
setelah Hellen masuk ke dalam lift, Roy pun menekan tombol dan pintu lift pun tertutup.
" ngapain lagi kamu kesini?" tanya Daniel tanpa melihat ke arah Hellen.
" aku di suruh tante Riska kesini. nanti malam aku di ajak makan malam di rumah kamu. jadi aku kesini biar kita bisa pulang bareng ke rumah." jawab Hellen yang saat itu sudah dengan tak tau malu nya merangkul mesra tangan Daniel sambil menyandarkan kepalanya.
Carla hanya membuang muka melihat kedekatan Daniel dan Hellen. ia teringat cerita Bella bhwa Hellen adalah mantan kekasih Daniel bahkan hubungan mereka cukup lama. ia membuang nafas perlahan setelah merasakan ke anehan di dalam diri nya. entah apa yang sebenarnya ia rasakan saat itu. ia sedikit merasa kesal dan juga sakit di dada nya.
Saat Carla sedang bergumul dengan perasaan nya. ia di kejutkan oleh Daniel yang tiba tiba menarik tangan nya hingga ia menyenggol bahu Hellen lalu akhir nya Carla jatuh ke pelukan Daniel.
__ADS_1
Carla membulatkan mata nya lebar lebar menerima perlakuan Daniel. ia menengok ke arah Hellen yang sempat ia senggol. namun dengan cepat Daniel menangkup dagu Carla dan membuat pandangan Carla menuju ke arah nya
" perempuan gak tau diri.. jadi kamu gak takut dengan peringatan ku tadi pagi.. baiklah lihat apa yang akan terjadi nanti sama anak anak kamu." batin Hellen sembari menatap tajam ke arah Carla dengan tatapan membunuh.
Hellen nampak geram dan sangat kesal melihat perlakuan Daniel yang sangat lembut kepada Carla. ia teringat dulu perlakuan itu adalah milik nya. saat mereka masih menjadi sepasang kekasih.
" Roy.. buka pintu lift nya." suruh Daniel
" baik tuan" sahut Roy.
Ternyata sedari tadi Roy tidak menekan tombol kemana lift itu bergerak. Roy pun membuka kembali pintu lift.
" keluar."
Daniel berkata pelan sembari wajah nya masih melihat ke arah Carla. Carla mengernyitkan dahi. apa dia menyuruh ku keluar? batin nya. sedangkan Hellen nampak tersenyum puas mendengar perintah Daniel. lalu Carla bergerak hendak berjalan keluar. namun lagi lagi Daniel menarik tangan Carla hingga ia berbalik badan ke arah Daniel kembali.
" aku suruh kamu yang keluar."
kali ini Daniel berkata sembari melihat ke arah Hellen dengan wajah datar. membuat Hellen tersentak tak percaya Daniel mengusir nya seperti itu.
" Da-Daniel.. apa maksud kamu? kamu ngusir aku?" tanya Hellen
Hellen terdiam sejenak namun Akhir nya dengan wajah kesal dan perasaan kesal bercampur malu Hellen pun keluar dari lift. lalu Roy kembali menutup pintu lift nya.
" kurang ajar kamu Daniel.. liat aja apa yang bakal aku lakuin" gumam Hellen setelah pintu lift tertutup.
...
waktu menunjukkan pukul 04.30. waktu nya para karyawan pulang bekerja termasuk Carla. Carla mulai membereskan meja kerja nya lalu ia berjalan menghampiri meja Daniel.
" jadwal bapak hari ini sudah selesai. saya bisa pulang sekarang?" tanya Carla saat ia berdiri di depan meja Daniel
Daniel mendongakkan kepalanya melihat ke arah Carla. lalu ia berdiri dan berjalan mendekat ke arah Carla lalu berkata
" siapa bilang gak ada jadwal lagi? hari ini kamu lembur."
" loh... tapi di dalam sceadul bapak sekarang sudah selesai pak." ucap Carla.
__ADS_1
" Roy.." panggil Daniel
" iya tuan.." Sahut Roy sembari mendekat di belakanng Daniel berdiri
" apa jadwal saya sudah selesai hari ini?" tanya Daniel kepada asisten Roy
" belum tuan masih ada satu lagi pertemuan makan malam.." jawab Roy
Seperti mengerti maksud tuan nya padahal ia sama sekali tak menerima perintah apapun bahkan sebenarnya jadwal Daniel memang sudah selesai untuk hari itu.
" kok gak ada yang menghubungi saya?" Carla pun bingung. pasal nya setiap ada panggilan pertemuan dengan dia pun akan di hubungi untuk menentukan waktu yang kosong untuk Daniel.
" iya.. ini mendadak nona.. tadi baru saja tuan di hubungi untuk acara makan malam itu." jawab Roy
" baiklah.. kamu ganti baju kamu dulu sana." suruh Daniel kepada Carla
" hmh? ganti baju untuk apa? lagi pula saya gak bawa baju ganti." ucap Carla bingung
Daniel menggenggam tangan Carla lalu membawa nya berjalan ke ruang istirahat Daniel. mereka masuk ke sebuah ruang yang seperti kamar karna berisi tempat tidur lengkap dan lemari pakaian, ada meja rias, televisi dan soffa bed layak nya seperti di rumah.
"di lemari ada baju kamu. pilih lah salah satu yang mau kamu pakai." ucap Daniel sembari bersandar di sisi kusen pintu.
Carla diam mematung dengan tatapan kosong. seolah tak mengerti maksud perkataan Daniel. bagaimana bisa di lemari Daniel ada baju milik nya? sedangkan ia tak pernah masuk bahkan tau jika ada ruang istirahat di tempat ia bekerja selama ini.
" cepatlah.." Daniel mendorong perlahan dengan memegang bahu Carla menggunakan kedua tangan nya menuju ke depan lemari pakaian.
Daniel membuka pintu lemari untuk Carla. nampak lah beberapa gaun cantik yang di maksud Daniel milik Carla tadi.
" loh.. ini bukan baju baju saya." ucap Carla
" ini baju kamu. aku yang sengaja belikan buat kamu." jawab Daniel
" tapi.."
Belum sempat Carla melanjutkan kata kata nya Daniel sudah berjalan keluar ruang istirahat sembari berkata
" cepat lah. aku tunggu di luar."
__ADS_1
Akhirnya mau tak mau Carla menuruti perintah Daniel dan memilih gaun untuk ia pakai.