
" Roy, kamu sudah reserpasi restourant yang aku bilang kan?"
Daniel bertanya kepada Roy, saat keduanya sedang berjalan di lorong kantor, menuju ruangan directur yang tak lain adalah ruang kerja Daniel di perusahaan D-V group.
" Sudah tuan, 3 hari lalu setelah tuan memerintahkan saya, saya langsung mem booking restourant tersebut." Jawab Roy
" bagus, untuk minggu ini kan?" Tambah Daniel
" iya tuan, sesuai perintah tuan." Tegas Roy.
Daniel mengangguk sambil kaki nya terus melangkah ke arah tujuan nya seusai melakukan rapat. Sambil sedikit tersenyum, Daniel merasakan betapa sudah tidak sabar nya dia untuk segera melamar Carla. Ia sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi Carla saat mendapat kejutan sebuah lamaran romantis di restourant yang sudah di persiapkan oleh asistennya itu. Walaupun rencananya itu akan Daniel lakukan besok, tepat di minggu malam.
Hingga tibalah keduanya di depan ruang kantor Daniel. Di depan ruangan nya, Daniel sudah di sambut Mona yang langsung berdiri dan melayangkan senyuman terbaiknya kepada Daniel ketika melihatnya sudah hampir sampai di ruangannya.
Daniel hanya melihat sekilas ke arah Mona tanpa menggerakkan kepalanya sedikitpun apa lagi membalas senyuman Mona. Namun Mona tak menghiraukan keacuhan laki laki yang sedang di incarnya itu, ia tetap tersenyum ke arah Daniel. Hingga Daniel masuk ke dalam ruangan nya, Daniel tetap tak memperdulikan keberadaan Mona di sana.
Mona merubah raut wajah nya secepat kilat. Yang saat di hadapan Daniel tadi ia tersenyum begitu ramah, kini raut wajahnya berubah 360 derajat. Mata nya mendelik tajam, giginya menggertak hingga membuat suara decitan, dan wajahnya memerah.
" Dasar laki laki brengs*k. Berani beraninya dia mengacuhkan ku. Lihat saja, kalau rencana ku berhasil. Giliran kamu yang akan mengejar ngejar ku."
Lagi lagi Mona hanya bisa menggerutu dan mengancam Daniel di dalam hati. Entah apa rencana yang ia maksud, tapi setelah bergumam itu, ia kembali tersenyum. Namun bukan senyuman ramah yang tadi ia berikan kepada Daniel, melainkan senyuman licik atau seringai mengerikan.
....
Sementara itu di tempat lain, Carla dan Lolita kini tengah berada di dalam toilet sedang mencuci tangan di wastafel sambil sedikit mengobrol.
Tiba tiba dua orang karyawan wanita masuk ke dalam toilet lalu berdiri tak jauh di belakang Carla. Salah satu dari mereka bernama Tania, dia adalah ketua tim marketing, dimana Carla kini di pekerjakan. Sambil tersenyum mengejek, wanita dengan rambut sebahu itu berkata kepada Carla.
" Bagaimana pekerjaan kamu sekarang? pasti lebih berat dari pada menjadi sekretaris direktur ya?"
__ADS_1
Carla dan Lolita melihat ke arah mereka dari bayangan cermin di depan nya.
" tentu saja. Tugas sekretaris kan hanya mengurus urusan jadwal dan menemani pak Direktur kemana mana. Eh tapi, mungkin pekerjaan dia bukan hanya itu." Tambah karywan lainnya yang bernama Dora.
" eh? memang nya apa lagi tugas dia selain itu?" tanya Tania sambil terus tersenyum ke arah Carla yang kini sudah tak lagi melihat mereka.
" Kalian tau kan dia itu kerja nya di dalam ruangan pak Direktur. Mungkin saja di sana dia juga gencar menggoda pak Direktur. Secara kan pak Direktur masih muda, belum menikah dan sangat tampan. Pasti dia juga punya mimpi untuk mendapatkan pak Direktur." Jawab Dora yang langsung di sambut gelak tawa oleh Tania.
Mendengar perkataan Dora yang sangat menghina Carla itu, Lolita yang selalu membela Carla pun ikut kesal karena nya. Ia membalikkan badan nya dan melihat ke arah Tania dan Dora. Dan dengan kesalnya Lolita berkata
" Apa apaan kalian? jangan sembarang berbicara. Itu namanya pencemaran nama baik."
Carla yang melihat Lolita sudah tersulut amarah itu pun memegang pundak Lolita berusaha menenangkannya. Lalu ia pun membalikkan badannya dan juga melihat ke arah Tania dan Dora.
" Saya tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Tapi mungkin saja itu yang akan kalian lakukan jika kalian bekerja di posisi seperti saya waktu itu. Yang pasti, saya tidak pernah berpikir apa lagi melakukan sesuatu seperti yang kalian pikirkan."
Carla mengatakan itu dengan tegas dan dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.
" Jaga bicara mu. Kami bukan wanita murahan seperti kamu." Bentak Dora
" ha.. Memang nya wanita murahan itu seperti apa? saya bahkan tidak tau bagaimana wanita murahan bekerja. Apa pekerjaan wanita murahan sama seperti ku? kalau begitu semua sekertaris di dunia ini adalah wanita murahan dong." Balas Carla
Dora dan Tania yang mendengar perkataan Carla makin kesal karna mereka tak menduga Carla akan bisa membalas perkataan mereka dengan semudah itu.
Carla yang sudah merasa cukup meladeni Tania dan Dora, memegang tangan Lolita. Mengajak Lolita untuk kembali ke ruang kerja mereka. Namun karna sudah di buat emosi oleh pembelaan Carla, Dora yang belum menerima nya langsung meraih rambut bagian belakang Carla dan menariknya hingga Carla tersungkur ke lantai toilet.
" mau kemana kamu? kita belum selesai. Anak baru sudah bisa melawan senior nya. Gak tau diri." Bentak Dora
" apa apaan kamu? Carla kamu baik baik aja?" teriak Lolita sambil dengan sigap membantu Carla untuk bangun
__ADS_1
Carla hanya menjawab pertanyaan Lolita dengan menganggukkan kepalanya.
" haha. Oya kalau kamu tidak tau bagaimana wanita murahan bekerja, Lalu bagaimana kamu bisa punya anak di luar nikah? Padahal kamu kan tidak punya suami. Apa anak itu hasil hubungan gelap dengan bos kamu sebelumnya?" Singgung Dora sambil menyeringai
Perkataan Dora berhasil membuat Carla terlebih Lolita tersentak. Carla terkejut karna bagaimana bisa Dora tau tentang ia yang sudah memiliki anak, padahal selama ini tidak ada yang tau tentang itu selain orang orang terdekatnya.
" heh jaga ucapan kamu Dora. Carla bukan wanita seperti itu." Walaupun masih dalam keadaan terkejut, Lolita masih tetap berusaha untuk membela Carla.
" Pasti dulu ibu kamu juga melahirkan kamu hasil hubungan gelap? biasanya buah jatuh tak jauh dari pohonnya."
Mendengar ucapan Dora yang membawa bawa nama sang ibu dan menghina nya. Carla jadi tersulut amarah, tak terima dengan hinaan Dora kepada ibu nya yang sudah lama tiada.
Secara refleks Carla menampar pipi Dora dengan kencang dan menarik rambut belakang Dora.
" Kamu boleh menghina ku. Tapi jangan sekali kali kamu menghina ibu ku." Teriak Carla sambil tangan nya masih mencengkram kuat di rambut Dora
" Dasar jalan*. Lepasin aku." Dora berbalik meneriaki Carla sambil berusaha melepaskan tangan Carla di rambutnya.
Saat suasana sedang memanas dan emosi Carla sudah tidak terkontrol. Karyawan lain yang datang ke toilet tentu saja jadi menyaksikan pertengkaran Carla dan Dora yang sedang saling jambak. Mereka berusaha melerai Carla dan Dora, hingga akhirnya mereka terpisah.
" ada apa ini?" Bella ketua departement HRD yang juga mengenal Carla masuk ke dalam sana, karna tak sengaja mendengar ke ributan saat ia sedang melintas di depan toilet wanita itu.
" Carla.. kamu kenapa?"
Bella terkejut ketika melihat Carla yang rambut dan pakaian yang ia kenakan berantakan setelah peristiwa tadi. Lalu karyawan yang tadi melerai Carla dan Dora pun akhirnya menceritakan kepada Bella jika Carla dan Dora baru saja telah bertengkar di dalam sana.
" apa? kenapa kalian bertengkar? bukan kah kalian bekerja di departement yang sama." Tanya Bella
" Dora dan bu Tania, bu yang memulai nya. Mereka tiba tiba saja masuk ke toilet dan menghina Carla." Lolita menjawab pertanyaan Bella
__ADS_1
Bella melihat ke arah Dora dan Tania dengan tatapan tajam setelah mendengar penjelasan dari Lolita. Ia menghela nafas lalu menyuruh semua karyawan yang saat itu berkerumun di toilet untuk segera kembali bekerja, termasuk kepada Carla.
Semua karyawan yang ada di sana pun akhirnya membubarkan diri. Mereka kembali ke tugas mereka yaitu bekerja.