
" kamu tidur di kamar ku aja. biar aku tidur sama anak anak aku."
Setelah makan malam. Carla mempersilahkan Daniel untuk tidur di kamar nya.
" baiklah. tapi boleh gak aku ngobrol ngobrol dulu sama Farrel dan Frilly?"
Daniel meminta ijin kepada Carla. karna sebenarnya ia pun ingin tidur dengan kedua putra putri nya.
" emmmh... yaudah boleh.. tapi jangan sampe larut malam ya.."
Carla pun mengijinkan Daniel masuk ke kamar Farrel dan Frilly untuk mengobrol dan bermain di sana namun dengan syarat yang seperti di katakan Carla. Daniel tak boleh sampai terlalu larut malam. karna esok pagi ia dan Carla harus kembali bekerja.
...
Di dalam kamar. Daniel dan kedua putra putri nya tampak sedang berbica di iringi tawa canda mereka.
Carla memperhatikan mereka sembari duduk di kursi belajar milik Farrel dan Frilly. ya.. walaupun Farrel dan Frilly belum bersekolah tetapi mereka sudah mulai belajar karna kurang nya waktu main mereka.
Hingga tak beberapa lama kemudian Carla akhirnya tertidur dengan kepala nya bersandar ke meja belajar.
" hmmh.."
Daniel pun melihat Crla yang sedang tertidur.
" kayak nya mama kalian ketiduran. papa pindahkan dulu ya.."
Daniel beranjak dari tempat tidur Farrel dan Frilly menghampiri Carla yang sudah terlelap untuk memindah kan nya ke tempat tidur.
dengan perlahan dan hati hati Daniel menggendong nya ala brydal.
" papa mau pindahin mama kemana?" Farrel bertanya sebelum Daniel melangkah kan kaki nya.
" di tempat tidur kalian dong.." jawab Daniel
" kenapa gak di kamar mama aja?" tanya Farrel
"hmh? kan papa malam ini tidur nya di kamar mama.." Jawab Daniel spontan
" terus kenapa? tempat tidur ini terlalu kecil kalau mama harus tidur di sini juga." Protes Farrel
" terus papa tidur di mana?" tanya Daniel
" ya papa tidur di kamar mama juga lah. atau mau di ruang tamu bareng om Roy.."
Mendengar perkataan Farrel Daniel pun jadi ragu. apa ia harus menuruti kedua anak nya atau tidak.
" anak anak ini... apa mereka sengaja mau menguji kesabaran ku.." batin Daniel berkecamuk tak tau apakah ia harus senang atau mingkin ia akan kesulitan.
Daniel melihat wajah tenang Carla yang sedang terlelap dalam tidur nya.
__ADS_1
" apa aku benar benar harus tidur sama Carla.." sekali lagi Daniel bergumul dalam benak nya. sembari menatap wajah Carla seolah sedang mencari jawaban di sana.
hingga akhir nya lamunan nya lamunan nya terpecahkan saat Farrel tiba tiba menegur nya
" apa papa ngga capek gendong mama kaya gitu??"
akhir nya setelah mempertimbangkan dan menguatkan keteguhan iman nya. Daniel memutuskan untuk menuruti perkataan anak ank nya.
" haah.. baik lah baik lah papa ke kamar mama dulu. kalian tidur lah ini udah malem" Daniel berkata sembari berjalan melangkahkan kaki nya ke luar kamar menuju kamar Carla..
" hihi.. kita berhasil kak.." ucap Frilly sembari tertawa kecil setelah Daniel keluar dari kamar nya.
" suruh siapa papa lamban banget.. " sambung nya.
....
Daniel berjalan melewati ruang tamu di mana di situ ada asisten Roy yang sudah tertidur. akhirnya ia sampai di kamar Carla dan masuk ke dalam.
dengan perlahan Daniel menidurkan tubuh Carla di atas tempat tidur. ia menatap lekat wajah Carla lalu memperhatikan sekitar kamar Carla.
" gak ada soffa di sini.. masa aku harus tidur di lantai.. aku gak mungkin tidur satu ranjang sama Carla. bisa bahaya nanti." gumam Daniel
" hey.. kamu bisa bisa nya enak enakan tidur sedangkan aku harus kesulitan kayak gini. dasar.." lirih Daniel seraya merapikan helai rambut Carla yang jatuh menutupi wajah cantik nya.
ia mengecup lembut kenig Carla lalu berdiri hendak bersiap untuk tidur di lantai. namun tiba tiba Carla terbangun. ia beranjak duduk dan seketika ia terkejut saat Daniel sudah berada di kamar nya.
Gumam Carla yang masih belum sadar dan mengetahui bahwa Daniel lah yang memintah kan nya ke sana.
" tadi kamu ketiduran. jadi aku pindahin kamu kesini." jawab Daniel
" loh.. terus kamu tidur di mana kalau aku tidur di sini? kalau gitu aku balik lagi ke kamar nya Farrel dan Frilly. kamu tidur aja di sini."
Carla pun beranjak bangun dari tempat tidur nya hendak kembali ke kamar Farrel dan Frilly.
" jangan!!" Daniel dengan cepat menahan Carla dan mendudukan nya kembali ke tempat tidur.
" tadi Farrel dan Frilly yang minta aku buat memindahkan kamu kesini. kata nya tempat tidur mereka bakalan sempit kalau kamu juga tidur sama mereka." ucap Daniel
" apa? dasar anak anak nakal. padahal aku kan sering tidur di kamar mereka juga. pasti mereka lagi rencanain sesuatu. atau itu akal akalan Daniel aja biar bisa tidur sama aku? apa? tunggu.. ti-tidur be-berdua."
Seketika Carla tersadar dari lamunan nya. ia mendongakkan kepala menatap wajah Daniel yang sedang berdiri tepat di hadapan nya.
" ke-kenapa?" Daniel yang melihat Carla yang sedang menatap nya menjadi gugup.
" kamu... gak lagi rencanain sesuatu kan?" tanya Carla..
" hmh?" Daniel pun bingung apa maksud dari pertanyaan dari Carla.
" rencanain apa?" tanya nya..
__ADS_1
kedua nya saling menatap. diam tanpa berkata apa pun..
" jangan jangan kamu.. lagi mikirin yang ngga ngga ya." tanya Daniel
Carla yang sedari tadi sudah gugup itu pun jadi semakin gugup setelah mendengar pertanyaan Daniel.
" apa? mi-mikirin apa?"
Daniel tergelak melihat reaksi gugup Carla. terlihat jelas bahwa Carla saat itu sedang berfikir bahwa Daniel mungkin akan berbuat macam macam kepada nya.
Daniel mendekat menundukkan badan nya ke arah Carla yang sddang duduk di tempat tidur.
" apa kamu lagi berfikir aku akan melakukan sesuatu? dan sengaja memindahkan kamu ke sini?"
mata Carla membelalak bagaimana Daniel bisa tau apa yang sedang ada di pikiran nya. batin nya
" a-aku ngga berfikir kayak gitu." Carla mengalihkan pandangan nya tak berani melihat ke wajah Daniel yang kini berada sangat dekata di hadapan nya.
kegugupan Carla membuat nya semakin tersenyum gemas melihat nya. yang ia rasakan saat ini ingin segera membaring kan Carla dan memeluk nya erat. hingga tak lama setelah itu Carla berkata
" a- aku tidur di lantai aja. biar kamu yang di bawah." sembari mengangkat tubuh nya hendak berdiri.
Namun dengan cepat Daniel kembali membuat Carla duduk di hadapan nya. akhir nya secara spontan Carla pun melihat ke arah Daniel. kedua nya saling bertatap mata. melihat wajah satu sama lain.
" ke-kenapa?" tanya Carla ter bata bata.
sembari menatap lekat wajah Carla. Daniel bertanya kepada Carla
" apa kamu gak ngantuk?"
Carla makin gugup mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Daniel.
" i-iya aku ngantuk. makanya sekarang aku mau siap siap tidur." jawab Carla
" kita tidur sama sama di tempat tidur kamu. kamu gak usah khawatir aku gak akan melakukan apapun. karna aku juga ngantuk sekarang."
Daniel mengatakan nya dengan wajah serius membuat Carla sedikit kehilangan rasa gugup nya. walaupun masih ada sedikit rasa ragu untuk mempercayai Daniel begitu saja.
Kemudian Daniel berjalan lalu membaringkan tubuh nya di rempat tidur.
" sini tidur.. aku janji gak akan melakukan apapun tanpa seijin kamu."
Carla melihat ke arah Daniel yang sudah terbaring di belakang nya. akhirnya dengan sedikit takut Carla pun membaringkan tubuh nya di samping Daniel. ia membelekangi Daniel karna tak berani melihat ke arah Daniel.
Dari belakang tubuh Carla, Daniel nampak tersenyum. lalu memejamkan mata untuk tidur. namun berbeda dengan Carla. ia merasa tak mampu memejamkan mata nya karna rasa gugup dan takut yang menutupi rasa kantuk nya.
" apa dia benar benar gak akan melakukan apa apa sama aku? ya tuhan.. semoga ia benar benar dengan perkataan nya." Carla berusaha meyakin kan diri nya sendiri dan berusaha untuk memejamkan mata nya.
Hingga akhir nya tak beberapa lama kemudian Carla pun terlelap.
__ADS_1