
" Daniel.. Jawab mama! kenapa kamu kesini bersama wanita itu?" Tanya Riska
" Seperti nya mama salah paham. Sebenarnya Daniel mengajak mama kesini bukan untuk melamar Mona." Jelas Daniel
" Lalu untuk apa?" Riska kembali bertanya
" Daniel kesini untuk meminta restu dari tuan Hassan. Saya ingin menikahi putri anda." Jawab Daniel dengan tegas.
Mata Riska terbelalak tatkala mendengar jawaban yang di lontarkan oleh Daniel.
" Apa apaan ini? Jadi kamu menipu mama?" Riska tak terima dengan niat Daniel yang bertolak belakang dengan apa yang di perkirakan oleh nya.
Mona dan sang ibu yaitu Nuri, nampak kesal mendengar penjelasan dari Daniel. Karna awalnya ia menyangka ibu dari Daniel yaitu Riska datang berkunjung ke rumah mereka untuk melamar Mona untuk Daniel.
Namun pada kenyataan nya, Daniel sengaja tak memberi tahu sang ibu jika maksudnya mengajak Riska berkunjung ke rumah keluarga Hasan adalah untuk melamar Carla.
" Daniel tidak menipu mama. Bukankah Daniel sudah bilang, kalau Daniel ingin datang ke rumah tuan Hasan untuk berniat melamar putri nya." Jelas Daniel
" Tapi kamu tidak bilang, kalau putri keluarga Hasan yang kamu maksud adalah dia bukan Mona." Emosi Riska mulai menaik.
Kikan, adik Daniel hanya diam tak berkata apa apa. Sebenarnya ia sudah menebak maksud dan tujuan sang kakak menyuruh ibunya itu datang berkunjung ke rumah keluarga Hasan. Namun, walaupun ia tak menyetujui keputusan sang kakak, rasa hormat nya kepada Daniel lebih besar sehingga mau tak mau tetap mendukung apa yang sudah di putuskan oleh kakak laki laki dan satu satunya itu.
Melihat suasana yang makin memanas, akhirnya Kikan berusaha menenangkan sang ibu agar tidak terlalu emosi.
" Mah.. Udah lah kita dukung aja keputusan kakak. Lagi pula, perempuan itu sudah punya anak dengan kakak." Bujuk Kikan sembari merangkul tangan Riska.
__ADS_1
" Gak bisa. Mama tetap tidak akan menyetujui." kukuh Riska.
Riska tetap dengan pendirian nya, tak ingin menyetujui apa yang sudah di putuskan oleh Daniel putra sulungnya itu. Hingga akhirnya, Riska di buat terkejut dengan perlakuan Farrel yang tiba tiba kepadanya.
" Nenek.. Kenapa nenek sangat membenci mama Carla?" Riska terdiam, " apa nenek tau bagaimana sifat adik tiri mama Carla selama ini?" Tambah Farrel
Riska terdiam beberapa saat, hingga akhirnya ia pun menjawab perkataan Farrel, yang tak lain adalah cucuk kandungnya. Walaupun ia sangat tidak menyukai Carla, namun ia tak begitu membenci Farrel. Karna pada kenyataannya Farrel adalah putra kandung Daniel atau cucu kandung nya sendiri.
" Apa maksud kamu? kamu cuma anak kecil, tau apa?"
" Nenek.. Tolong beri Farrel beberapa menit aja untuk memberi pertunjukan sama nenek. Setelah itu, terserah nenek kalau nenek masih bersikeras dengan keputusan nenek. Aku akan membantu nenek memisahkan mama Carla dari papa." Pinta Farrel dengan bersungguh sungguh
Riska kembali terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu di dalam otaknya itu. Hingga akhirnya..
" Baiklah. pertunjukkan apa yang mau kamu perlihatkan" Riska menyetujui permintaan dari Farrel.
" putarlah nek." pinta Farrel setelah menunjukkan sebuah File berisi dua video yang tersimpan di dalam laptop tersebut.
Riska menekan keyboard laptop dan video mulai menyala. Baru beberapa detik video itu di putar, Riska mulai menunjukkan gelagat seperti orang yang sedang gelisah. Bola mata nya bergerak ke kiri dan ke kanan seolah takut ada yang melihat juga video yang sedang ia tonton.
" Kenapa Mona ceroboh sekali. Bisa bisa nya dia tidak menyadari bahwa di sekitarnya terdapat CCTV." Gumam Riska dalam hati.
Di dalam video itu. Terekam jelas aktivitas Mona yang sedang membuat kopi di ruang pantri kantor. Namun bukan itu yang membuat Riska gelisah, melainkan di video tersebut terekam jelas Mona yang sedang memasukkan sesuatu ke dalam kopi yang sedang ia buat. Dan bukan hanya itu, bahkan aksi Mona yang sengaja menggoda Daniel di ruangan nya pun terpampang jelas di laptop yang di berikan Farrel tersebut.
Setelah beberapa menit Riska menonton rekaman CCTV yang menunjukkan tokoh utama nya adalah Mona, akhirnya video pertama pun berakhir dengan rekaman saat Carla menampar dan mengusir Mona dari ruangan Daniel.
__ADS_1
" putar lagi video yang satunya, nek." Pinta Farrel kembali.
Akhirnya dengan sedikit ragu, Riska pun memutar video yang kedua. Di dalam video tersebut nampak lah Mona yang sedang secara sembunyi sembunyi memasukkan sesuatu kedalam segelas wine. Kemudian ia menghampiri dan berbicara dengan seorang pelayan yang nampaknya itu berada di lorong sebuah hotel.
Setelah berbicara dengan pelayan tersebut, Mona terlihat memberikan sejumblah uang dan juga segelas wine yang sudah di campur dengan sesuatu oleh Mona sebelumnya tadi. Hingga sampai pada akhirnya pelayan tersebut terekam CCTV memberikan gelas wine tersebut kepada Carla di tengah tengah kerumunan orang orang di dalam sebuah pesta.
Dan di mulai dari detik itu, Riska terlihat mengerutkan alis sambil melihat dengan serius video yang sedang ia putar tersebut. " dekorasi pesta ini kelihatan tidak asing. Bukannya ini saat pesta ulang tahun Kikan 6 tahun yang lalu." Riska bergumam dalam hati dan meyakini acara itu adalah acara ulang tahun putrinya ,Kikan. Karna di sana juga sempat terekam Kikan yang sedang berbincang dengan beberapa tamu di sana.
Video masih berputar. Riska melihat, setelah meminum wine tersebu, Carla nampak mulai gelisah dengan kepala yang terus ia geleng gelengkan saambil beberapa kali menoleh ke sekitarnya.
Hingga pada puncaknya, rekaman CCTV di sebuah lorong menampakkan Carla yang sedang berlari dan di belakang nya nampak dua orang pria mengejarnya.
Dan di menit terakhir di dalam rekaman tersebut. Carla terlihat masuk ke dalam sebuah kamar hotel yang sudah di ketahui oleh Riska adalah kamar khusus di peruntukkan pemilik hotel tersebut. Bagaimana Riska bisa tau? jawaban nya karna hotel tersebut adalah hotel milik ayahanda Daniel. Dan kamar yang di masuki oleh Carla adalah kamar yang biasa di tinggali oleh Daniel.
Mata Riska terbelalak, setelah mengetahui secara detail kejadian yang terjadi enam tahun lalu yang menimpa Carla dan Daniel. Ia menutup laptop tersebut dan menaruhnya di atas meja dengan raut wajah yang sangat sulit di artikan.
" Jadi kamu yang membuat Daniel menghamili wanita itu?"
Riska berbicara dengan suara keras menghadap ke arah Mona. Mona yang mendengar itu tentu saja sangat terkejut. Namun ia tetap berusaha mengelak.
" Ma-maksud tante apa?" Tanya Mona gugup
" Jangan pura pura bodoh. Kamu yang sudah menjebak wanita itu sampai akhirnya dia memiliki anak dari Daniel?" Teriak Riska
" Ta-tante.. Mona gak ngerti apa yang tante bicarakan." Mona terus berkilah.
__ADS_1
Namun Riska tentu saja lebih mempercayai bukti yang sudah ia lihat dengan mata keplaanya sendiri dari hasil rekaman CCTV yang baru saja ia tonton.