Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
keputusan Daniel


__ADS_3

" kenapa kamu begitu kejam.. kamu bahkan tidak memberi ku kesempatan untuk memperjuangkan kamu dan kedua anak kita."


Daniel kembali melontarkan kesedihan dan kekecewaan nya terhadap Carla.


" apa kamu tau, dari pertama kali kita bertemu di malam itu. aku sudah mulai tertarik sama kamu."


Daniel mengingat kenangan saat dimana mereka di pertemukan secara tidak sengaja 6 tahun lalu. ia teringat bagaimana Carla saat itu dengan wajah polos nya menggoda Daniel walaupun dalam keadaan tidak sadar akibat pengaruh obat perangsa*g dan minuman keras.


" kamu ganteng banget.. aku baru pertama kali melihat laki laki seganteng ini."


ia teringat bagaimana Carla dengan begitu menggemaskan nya memuji muji wajah Daniel yang menurut nya sangat tampan. dan saat itu untuk pertama kali nya Daniel tersenyum karna mendapat pujian dari seseorang.


" hey tampan.. aku mengingin kan kamu. apa kamu mau menjadi milik ku." ucap Carla


" bagaimana cara kamu menjadikan ku milik mu?" sahut Daniel


Daniel mengingat setiap perkataan dan perlakuan Carla yang begitu membekas di pikiran nya. namun setelah itu Carla pergi meninggalkan Daniel begitu saja tanpa mengatakan apa pun.


" pagi itu, waktu kamu pergi ninggalin aku begitu aja. aku langsung menyelidiki keberadaan kamu. tapi kamu menghilang tanpa jejak. Dan tiba tiba kamu muncul kembali kehadapan aku. apa kamu tau bagaimana perasaan aku saat kamu kembali? aku sangat senang. aku berpikir kamu memang takdir ku. tapi sekarang, kamu mau meninggalkan aku lagi seperti 6 tahun lalu? kenapa kamu tega banget sama aku."


Dengan berurai air mata. ia terus meluapkan kesedihan dan kekecewaan nya terhadap Carla. Daniel merasa begitu tertekan saat ini. namun ia tak bisa menyangkal bahwa rasa cinta nya masih tak berubah walaupun Carla lagi lagi menolak nya dan memilih untuk meninggalkan nya.


Kepala Daniel tertunduk berusaha menyembunyikan rasa malu nya setelah memperlihatkan betapa menyedihkan nya dia saat ini di hadapan Carla. sedangkan Carla masih terdiam tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.


" kenapa diam aja? kamu puas udah buat aku terlihat menyedihkan kayak gini? kamu jahat Carla kamu tau itu. biarpun begitu, aku masih tetap mengharapkan kamu."


Dengan menahan rasa malu yang sudah terlanjur ia rasakan, Daniel kembali mengakui perasaan nya terhadap Carla betapa ia begitu masih sangat mencintai nya.


Carla perlahan berjongkok menyamai posisi Daniel yang sedang terduduk di lantai. ia menatap wajah Daniel, ia tak menyangka sosok yang terkenal arogan dan sombong itu kini tengah menangis di hadapan nya berharap agar Carla menerima nya.


" kalau aku jahat dan tega. kenapa kamu masih mengharapkan dan mencintai aku? bukan kah Hellen lebih segala nya di banding aku?"


Akhir nya Carla mulai berbicara, setelah Daniel selesai meluapkan segala perasaan nya.

__ADS_1


" aku nggak tau. kenapa aku bisa kayak gini karna seorang perempuan yang bahkan belum terlalu aku kenal."


Carla nampak diam mendengar jawaban Daniel. ia terus melihat ke arah Daniel yang masih menundukkan kepala nya. hingga sesaat setelah itu Daniel pun mengangkat kepala nya dan melihat ke arah Carla lalu berkata.


" Carla.. aku mohon.. jangan pergi lagi. kamu sangat pandai bersembunyi. aku takut gak bisa menemukan kamu seperti dulu. terlebih lagi sekarang ada Farrel dan Frilly. aku ingin melihat mereka tumbuh besar bersama kamu. aku ingin merawat mereka dan berjuang bersama kamu. aku mohon jangan tinggalin aku."


permohonan Daniel begitu tulus terdengar di telinga Carla rasanya ia tak mampu menolak permohonan Daniel yang begitu tulus. ia menatap sendu wajah Daniel. perlahan ia duduk di hadapan Daniel lalu memeluk erat tubuh Daniel. Mata Daniel membesar tak mengerti apa maksud dari pelukan Carla.


" apa maksud nya ini? kamu mau menerima aku?" tanya Daniel


" ayo kita cari cara untuk melepaskan Farrel dan Frilly." jawab Carla


Daniel melepaskan pelukan nya lalu memegang bahu Carla dengan kedua tangan nya. matanya makin melebar tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar


" ka-kamu gak akan ninggalin aku?"


Carla menggelengkan kepala nya perlahan sembari tersenyum. melihat itu Daniel langsung kembali memeluk erat tubuh Carla. mata nya kembali berkaca kaca


" terima kasih.. aku janji akan segera membawa Farrel dan Frilly kembali bersama kita." ucap Daniel


...


Hari berikut nya Daniel mendatangi sebuah apartment mewah tempat dimana Riska dan Hellen menyembunyikan Farrel dan Frilly. Ia sudah menyusun rencana untuk bisa membebaskan mereka dari sana.


" bagaimana? kamu sudah buat keputusan? kedua anak kecil itu bisa kembali ke pelukan ibu mereka jika kamu menikah dengan Hellen." Riska mulai angkat bicara


" baiklah. aku akan menikahi Hellen tapi mama harus melepaskan mereka." ucap Daniel


Mendengar perkataan Daniel. Hellen nampak tersenyum sumringah. akhirnya ia berhasil mendapatkan kembali Daniel yang dulu pernah ia hianati.


" keputusan yang bagus." ucap Riska


" tapi tolong biarkan mereka kembali ke ibu mereka. aku janji akan tetap menikahi Hellen." pinta Daniel

__ADS_1


" tante biarkan saja mereka pergi. aku akan menyuruh orang untuk mengawasi mereka nanti." bisik Hellen kepada Riska.


" baiklah. mama akan menyuruh orang untuk mengantarkan mereka nanti." akhir nya Riska mau menyetujui permintaan Daniel untuk melepaskan Farrel dan Frilly.


" jangan mah.. biar Roy yang mengantar mereka. biar bagaimana pun mereka tetap anak anak ku, aku gak tenang kalau harus mempercayakan mereka kepada orang asing." Daniel menentang sang ibu untuk menyuruh anak buah nya yang mengantarkan Farrel dan Frilly.


" baik lah.. baiklah.. tapi kamu tetap di sini tidak boleh ikut mengantarkan mereka." ujar Riska


" iya mah.." Daniel pun menuruti perintah sang ibu kali ini.


Setelah selesai melakukan pembicaraan Riska beranjak dari tempat duduk nya di ruang tamu dan berjalan menuju sebuah kamar. Tak lama kemudian Riska kembali keluar bersama Farrel dan Frilly.


" papa.." Frilly berlari ke arah Daniel sembari memanggil nya lalu memeluk erat sang ayah. sementara Farrel hanya berjalan dengan santai nya namun juga menghampiri Daniel dan ikut memeluk sang ayah.


" kalian baik baik aja kan?" dengan lembut Daniel bertanya kepada kedua putra putri nya.


" Frilly dan kak Farrel baik baik aja papa. tapi bibi itu sangat jahat, dia selalu menjelek jelekan mama Carla. Frilly gak suka." Frilly mengadukan kekesalan nya terhadap Hellen yang terus menghina Carla.


Daniel menatap tajam ke arah Hellen. melihat Daniel yang nampak tidak suka dan kesal, Hellen segera memainkan aksi nya dengan berakting pura pura baik dan polos di hadapan semua orang. ia lalu berjalan ke arah Daniel, Farrel, dan Frilly. ia menundukkan tubuh nya agar menyamai tinggi badan Frilly dan Farrel. lalu sambil mengelus kepala Frilly dan memberikan senyum palsu nya ia berkata kepada Frilly dan Farrel.


" sayang... kapan tante menjelek jelekkan ibu kalian? bukankah kalian selalu menolak untuk mengobrol sama tante?"


Farrel langsung menyingkirkan tangan Hellen saat ia melihat kepala Frilly sang adik di sentuh oleh Hellen. dengan tegas dan menatap Hellen tajam Farrel berkata


" jangan sentuh adik ku."


Hellen nampak geram dan kesal. namun ia berusaha menyembunyikan kekesalan nya dengan terus tersenyum. dan dengan santai nya ia juga mengelus pucuk kepala Farrel. Farrel yang tidak menyukai tingkah laku Hellen tentu saja langsung menepis tangan Hellen dengan kasar.


" ck." desis Farrel


" sudah sudah. sekarang kalian pulang ke rumah mama Carla ya. om Roy akan mengantarkan kalian." ucap Daniel dengan lembut


" papa gak ikut mengantarkan kami?" tanya Frilly kepada sang ayah

__ADS_1


" papa gak bisa ikut sayang. sekarang kalian pulang ya. sini peluk papa dulu." jawab Daniel


Daniel mengulurkan kedua tangan nya meminta pelukan dari kedua putra dan putri nya. tentu saja Farrel dan Frilly tak menolak dan langsung memeluk tubuh sang ayah.


__ADS_2