Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
kehadiran Aiden.


__ADS_3

" mau sampai kapan dia kayak gini? dia kira aku ga pegal apa..."


" pak.. apa bapak udah baikan? saya harus pulang sekarang.. bapak juga sudah di tunggu kak Roy kan?" ucap Carla yang sudah mulai lelah karna Daniel masih belum melepaskan pelukan nya.


" kenapa kamu panggil Roy kakak sedangkan kamu panggil aku bapak? usia Roy lebih tua dari aku. kamu tau kan?" tanya Daniel sembari melepaskan pelukan nya.


" lalu bapak mau saya panggil apa? bapak kan atasan saya. tentu saja saya panggil dengan panggilan karyawan biasa nya. ah saya harus pulang sekarang. saya duluan ya pak" jawab Carla


Carla akhirnya melangkah kan kaki nya meninggalkan ruang kantor. namun baru beberapa langkah ia berjalan keluar tiba tiba Daniel sudah menggandeng tangan Carla dan menuntun nya berjalan.


" loh.. pak bapak mau ngapain? saya harus pulang sekarang." ucap Carla sambil mengikuti langkah Daniel yang terus menarik nya hingga keluar kantor.


setelah beberpa menit berjalan tiba lah mereka di samping mobil Daniel. nampak asisten Roy yang sedang berdiri di samping pintu mobil menunggu tuan nya datang. Roy pun langsung membukakan pintu mobil untuk Daniel


" naik lah." suruh Daniel kepada Carla yang berdiri di balakang nya


" tapi kita mau kemana? " tanya Carla masih berdiri di belakang Daniel


" bukan kah kamu mau pulang?? aku akan mengantar mu sampai ke rumah." jawab Daniel sembari berbalik ke arah Carla. " naik lah." sambung nya.


Akhirnya Carla menuruti perintah Daniel untuk masuk ke mobil milik Daniel di susul dengan Daniel setelahnya.


...


setelah 30 menit menempuh perjalanan. tibalah mereka di depan rumah Carla.


" loh.. itu mobil siapa??" ucap Carla saat melihat ada sebuah mobil yang terparkir di depan rumah nya.


Carla pun turun dan segera masuk ke dalam rumah nya. sesampai nya di depan pintu rumah nya ternyata pemilik mobil yang terparkir di depan rumah nya itu adalah Aiden.


Nampak Aiden tengah mengobrol dengan Farrel dan Frilly. entah apa yang mereka bicarakan namun terlihat Farrel menunjukkan raut wajah tak suka atas kehadiran Aiden.


" kak Aiden..." panggil Carla sembari menghampiri Aiden dan kedua anak anak nya


Daniel yang mengikuti Carla di belakang menunjukkan raut wajah persis seperti Farrel. ia tidak suka dengan kehadiran Aiden di sana.


" ngapain lagi orang ini datang kesini." batin Daniel sembari menatap tajam ke arah Aiden


Aiden yang mendapat tatapan dari Daniel itu pun tentu saja merasa tak nyaman..


" pa.. eh om Daniel datang juga.." ucap Frilly saat melihat kehadiran Daniel


" iya.. om nganterin mama pulang.." sambil tersenyum lembut Daniel menjawab ucapan Frilly membuat Carla heran melihat bos nya yang biasa nya hanya bisa menunjukkan raut wajah datar kini tengah tersenyum di hadapan nya.


" om masuk yuk.. kakak udah masak buat makan malam. kita makan malam bareng.. ayo.." sembari menarik tangan Daniel dan Roy Frilly mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah nya.

__ADS_1


setelah Daniel, Roy, Farrel dan Frilly masuk Carla pun berbicara kepada Aiden.


" kak Aiden ada apa, kok kakak gak ngabarin aku kalau mau datang."


" ga ada apa apa. aku cuma mampir aja tadi kebetulan lewat sekitar sini jadi aku mampir deh " ucap Aiden


" kalau gitu ayo masuk dulu.." ajak Carla


" tapi kamu lagi ada tamu sekarang." sambung Aiden


" gak apa apa lah. kenapa emang nya? kakak kan juga tamu aku. ayo masuk sekalian makan malam di sini aja.." ucap Carla kembali menajak Aiden


" baik lah kalau ga apa apa."


Akhir nya Aiden menerima ajakan Carla untuk masuk dan makan malam bersama di rumah Carla.


" sini duduk kak." ajak Carla saat ia dan Aiden sudah berada di ruang makan rumah nya. dan Aiden pun lalu duduk di kursi makan yang sudah di persilahkan oleh Carla


Tatapan Daniel pun makin tajam melihat Aiden yang juga ikut masuk ke rumah Carla. ia beranjak dari tempat duduk nya dan menarik tangan Carla pergi ke ruang tamu. Aiden dan yang lain hanya melihat kepergian mereka tanpa melakukan apapun.


" pak.. ada apa?" tanya Carla saat ia dan Daniel sudah berada di ruang tamu.


" kamu ngapain bawa laki laki ke rumah kamu? atau kamu sering bawa dia ke rumah kamu?" ucap Daniel yang sudah terlihat emosi


" aku karna di ajak sama Frilly. mana mungkin aku bisa nolak ajakan anak kecil." sambung Daniel


" pak.. tolong jangan bersikap ke kanak kanakan.. ini rumah saya.. saya bebas menerima tamu siapa pun. termasuk ka Aiden." ucap Carla sambil hendak berjalan kembali ke ruang makan namun Daniel menahan nya denan menarik tangan Carla


" apa kamu bilang? aku ke kanakan? apa kamu masih gak ngerti. aku gak suka kamu dekat dekat sama laki laki lain." ucap Daniel


" kenapa? kak Aiden cuma teman saya." tanya Carla


" kamu masih tanya kenapa.." Daniel mulai habis kesabaran karna Carla.


" sudah lah pak. kalau bapak ga suka ada Kak Aiden di sini lebih baik bapak pulang aja. gampang kan?" ucap Carla


" kamu ngusir aku? karna laki laki itu? jangan jangan kamu suka sama laki laki itu?" tanya Daniel yang makin kesal dengan perkataan Carla


" kalau iya kenapa?"


Daniel yang mendengar jawaban Carla makin tersulut emosi. ia menarik tekuk leher Carla dan menci*m bibir Carla. Carla membelalakkan mata terkejut dengan apa yang sedang terjadi.


Carla terus berusaha menolak dengan memukul mukul tangan dan. dada Daniel. namun sia sia.. Daniel justru semakin memperkuat pagutan nya di bibir Carla. dan tanpa kedua nya sadari Aiden tiba tiba muncul dan melihat kejadian tersebut.


Tentu saja Aiden langsung menghampiri mereka. dengan cepat Aiden menarik dan mendorong tubuh Daniel dari Carla.

__ADS_1


" apa apaan anda hah? berani berani nya melecehkan seseorang di rumah nya sendiri." teriak Aiden kepada Daniel.


karna suara Aiden yang kencang, akhirnya Roy Farrel dan juga Frilly mendengar nya dan langaung menghampiri mereka di ruang tamu.


" tuan.. ada apa ini? " tanya Roy sembari membantu tuan nya Daniel berdiri karna ia terjatuh ke lantai saat Aiden mendorong nya tadi.


" mah.. apa yang terjadi.?" tanya Farrel


" gak apa apa. kalian masuk ke kamar kalian dulu yah.. " jawab Carla


Farrel dan Frilly pun menurut dan langsung pergi memasuki kamar mereka.


" kak Roy.. tolong bawa pak Daniel pulang. saya gak mau ada keributan di rumah saya. kak Aiden.. kakak juga pulang dulu yah.. maaf." ucap Carla


" baik lah. kamu jaga diri ya.. aku pulang dulu." Aiden menegaskan kata JAGA DIRI lalu menatap tajam ke arah Daniel begitu pun sebalik nya.


Aiden pun meninggalkan rumah Carla setelah berpamitan. namun berbeda dengan Aiden. ia tetap diam tak menghiraukan permintaan Carla yang meminta nya untuk segera pulang dari rumah Carla.


" bapak gak pulang ikut juga? saya minta bapak pulang dulu. " ucap Carla


" mah... biarin aja om Daniel dan om Roy di sini dulu ya. " Frilly memperhatikan sikap ayah nya yang seperti nya tidak ingin pergi dari rumah nya.


" pintar sekali anak papa ini. kamu bisa ngerti papa belum mau pulang. gak seperti mama nya yang tidak peka sedikitpun" batin Daniel. ia merasa puas dengan apa yang di lakukan sang putri kecil nya itu.


Akhirnya Carla memperbolehkan Daniel dan Roy untuk tetap tinggal dan makan malam bersama di rumah nya.


...


" kakak baru pulang? ada apa dengan wajah kakak? kayak nya lagi seneng gitu." tanya Niken saat melihat Daniel memasuki rumah nya.


Hari itu Daniel pulang sekitar pukul 09 malam.


" hmh.. kakak lagi seneng.." jawab Daniel setelah menghentikan langkah kaki nya.


" waah ada apa nih? kenapa kenapa? kasih tau Niken dong.."


tentu saja Niken menjadi penasaran karna tak biasa nya kakak nya menunjukkan raut wajah bahagia seperti saat itu.


Daniel hanya mengingat saat di rumah Carla. setelah makan malam ia tak langsung pulang karna Frilly dan Farrel menahan nya dan mengajak nya bermain dan mengobrol di kamar kedua putra putri nya.


Tak hanya itu Farrel dan Frilly juga mengajak Carla untuk bergabung bersama mereka. mereka menghabiskan waktu setelah makan malam dengan mengobrol di atas tempat tidur. seperti sebuah keluarga bahagia. itu lah yang membuat nya senang sampai terbawa sampai ia tiba di rumah nya.


" ga apa apa. kakak cuma lagi seneng aja. kakak ke kamar dulu ya mau istrahat. capek." Daniel tak menceritakan apa yang terjadi.


Daniel pun melangkahkan kaki nya menuju kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2