
" maaf ya aku ga bisa bareng kamu ke kantor."
Daniel mengucapkan rasa tak enak hati nya karna ia tak bisa pergi ke kantor bersama Carla karna harus menemui sang ibu yang baru saja pulang.
" ga apa apa kok.. aku biasa berangkat sendiri. " jawab Carla dengan tersenyum
Daniel lalu mengecup sekilas Dahi Carla lalu naik ke mobil nya. sedangkan Carla hanya berdiri mematung karna terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Daniel.
" kamu hati hati di jalan. kalau udah sampai kantor kabarin aku."
Daniel mengatakan nya dari dalam mobil. dengan perasaan gugup Caela hanya menjawab nya dengan sebuah anggukan kepala.
dan setelah itu Daniel pun berangkat meninggalkan kediaman Carla.
sementara Carla masih berdiri mematung seperti terhipnotis oleh sosok Daniel yang kini sangat jauh berubah di mata nya. hingga akhirnya lamunan nya terpecah oleh suara panggilan dari putri nya Frilly yang melihat sang ibu belum berangkat bekerja.
" mama.. kok belum berangkat." tanya Frilly sembari menghampiri Carla di depan pintu gerbang rumah nya.
" ini mama mau berangkat kok." dengan lembut Carla menjawab nya
" kok gak bareng sama om Daniel?" Frilly melihat ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan sang ayah..
" ngga. om Daniel mau ada urusan di rumah nya, jadi gak bisa berangkat bareng. sekarang Frilly masuk yah.. mama mau berangkat." ucap Carla sembari mengelus pucuk kepala putri kesayangan nya itu.
"iya mah.. mama hati hati ya.."
Frilly berjalan sedikit berlari memasuki rumah nya. dan Carla keluar dari halaman rumah nya mencari angkutan umum untuk berangkat ke kantor.
...
setelah menempuh perjalanan 30 menit akhirnya Carla tiba di perusahaan D-V tempat nya bekerja. ia memasuki loby dan berjalan menuju ruang kerja nya.
Saat ia memasuki ruang DIRUT atau ruangan Daniel yang juga ruang kerja nya. ia di kejut kan dengan ke munculan Hellen yang sedang duduk di ruangan nya. begitu pun dengan Hellen. ia terkejut kenapa Carla bisa masuk dengan mudah ke ruangan Daniel yang adalah Direktur utama sekaligus CEO perusahaan D-V.
" nona Hellen?" ucap Carla menyapa Hellen
__ADS_1
" oh... ternyata bukan cuma punya anak yang gak jelas asal usul nya. kamu juga seorang penggoda.." sembari menyeringai Hellen menghina Carla dan kedua anak anak nya.
" apa maksud nona Hellen?" Carla yang mendengar hinaan Hellen nampak bingung dan terlihat menahan kesal.
Hellen beranjak dari tempat duduk nya dan menghampiri Carla. dan apa yang terjadi berikut nya benar benar membuat Carla semakin bingung.
plakk.. tamparan keras mendarat di pipi mulus Carla. hingga meninggalkan jejak merah di pipi nya.
" apa yang nona lakukan? apa salah saya? kenapa nona menampar saya tanpa alasan?"
Carla mulai tersulut emosi menerima perlakuan Hellen yang semena mena terhadap nya.
" tau diri lah sedikit. wanita murahan kayak kamu, ga pantas buat berada di samping Daniel." dengan wajah kesal Hellen mengatakan nya.
Carla pun akhirnya mengerti, ini semua karna kedekatan nya dengan Daniel. namun Carla berusaha tenang dan menjelaskan kepada Hellen.
" apa maksud nona? saya sekertaris pak Daniel tentu saja saya harus berada di samping pak Daniel."
Hellen nampak tersenyum kecut mendengar penjelasan Carla. karna yang sebenarnya Hellen sudah mengetahui kedekatan antara Carla dan juga Daniel. bahkan ia tau kalau kemarin mereka habis melakukan jalan jalan bersama mengajak kedua anak Carla. Hingga Daniel menginap dan baru pulang pagi tadi.
" nona Hellen. tolong jaga ucapan nona. nona boleh menghina saya tapi jangan pernah bawa bawa kedua anak saya." tegas Carla.
" lalu kenapa? dengar baik baik.. kalau sampai kamu terlihat mendekati Daniel lagi. aku gak akan pernah segan lagi untuk melakukan sesuatu ke anak anak kamu."
Mata Carla terbelalak mendengar ancaman yang di lontarkan Hellen kepada nya.
setelah memberi peringatan dan ancaman, Hellen bergegas keluar dari ruangan Carla dan pergi meninggalkan perusahaan.
Sementara Carla terduduk di lantai. tubuh nya tak bertenaga dan tak bisa bergerak. ia memikirkan ancaman Hellen. bagaimana jika sampai itu benar benar terjadi dan bukan sekedar ancaman.
....
sementara itu di kediaman Daniel...
Daniel sudah tiba di rumah nya. dan tengah berkumpul bersama Niken sang adik dan Riska sang ibu di ruang tamu..
__ADS_1
" mama pulang tanpa mengabari ku.. ada apa?"
Daniel mulai angkat bicara sembari menengguk secangkir teh yang telah di siap kan oleh art di sana..
" ya mama cuma mau ketemu kamu.. kita udah hampir 2 tahun gak ketemu.." jawab Riska
Daniel terdiam sejenak saat ia sedang meneguk teh nya. lalu ia meletakkan cangkir teh ke atas meja kemudian kembali bersuara.
" aku tau mama pulang bukan cuma mau ketemu Daniel. apa keluarga Hellen yang meminta mama untuk pulang."
Daniel menebak nebak apa rencana sang ibu. karna sebelum nya Hellen bersikeras ingin kembali kepada nya dan membawa bawa nama orang tua nya.
Dia yakin Hellen telah meminta bantuan Riska untuk meminta Daniel agar mau kembali kepada nya. dan benar saja dengan terang terangan Riska menceritakan apa yang terjadi kepada Hellen hingga akhirnya dulu ia sampai bisa menghianati Daniel.
" apa pun alasan nya dia sudah menghianati aku mah. apa cuma karna terdesak kondisi keluarga yang hampir bangkrut ia lantas bisa dengan mudah nya menghianati aku. dan sekarang saat aku sudah jauh di atas laki laki itu dia ngin kembali lagi. apa dia fikir dia se berharga itu."
Daniel akhirnya mengeluarkan semua kekecewaan dan unek unek nya selama ini terhadap Hellen.
" apa kamu tau Daniel.. dia juga dulu sangat tertekan dan terpaksa melakukan nya." Riska tetap bersikeras membela Hellen.
" aku gak peduli mah.. aku udah mencintai wanita lain. dan akan menikahi dia cepat atau lambat... tunggu. apa mama udah tau semua nya" Daniel teringat kejadian saat ia membawa Carla bertemu dengan Hellen kemarin..
" ya.. mama udah tau semua nya. mama bahkan udah tau siapa wanita murahan itu." jawab Riska setelah menaruh Cangkir teh yang baru saja ia minum
" jadi mama udah menyelidiki Carla." Daniel menanyakan sesuatu yang sudah ia ketahui jawaban nya.
Riska hanya diam tak menjawab. pertanda bahwa yang di katakan oleh Daniel adalah benar. Daniel juga menanyakan apakah Riska tau tentang Carla yang sudah mempunyai anak.
" ya.. mama udah tau semua nya." jawab Riska.
" dan asal mama tau.. ayah dari kedua anak anak itu adalah aku mah.."
Akhirnya Daniel mengatakan kebenaran saat 6 tahun lalu dan berhasil membuat mata sang ibu terbelalak tak menyangka dan tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
" apa? kalau gitu kamu ambil aja anak anak nya. gampang kan. kamu gak perlu bertanggung jawab atas ibu nya juga."
__ADS_1