Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Restu orang tua 2


__ADS_3

Carla dan Daniel akhirnya memutuskan untuk pamit pulang, Setelah beberapa saat Carla dan Daniel berbincang bincang dengan Hasan ayahanda Carla.


Kini Carla, Daniel, Farrel dan juga Frilly sudah berada di dalam mobil yang terparkir di halaman depan rumah keluarga Hasan, dan bersiap untuk pulang.


" Dadah kakek.." Seru Frilly seraya melambaikan tangannya ke arah Hasan dari balik kaca pintu mobil yang terbuka dan sebaliknya, Hasan pun melambaikan tangannya ke arah cucu cucunya sambil tersenyum. Mobil pun perlahan berjalan meninggalkan kediaman keluarga Carla.


..........


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat puluh menit, akhirnya mereka tiba di rumah Carla. Mobil sudah terparkir di area halaman rumah Carla. Mereka kemudian turun dari mobil dan berjalan ke pintu rumah Carla.


" Aku langsung pulang ya." Ucap Daniel setiba nya di depan pintu rumah Carla.


" Papa gak makan malam di sini?" Tanya Frilly


" Maaf ya sayang, hari ini papa gak bisa makan sama kalian dulu. Papa ada urusan" Jawab Daniel dengan lembut


" Tapi besok papa kesini lagi kan?" Frilly kembali bertanya


" Tentu dong. Besok kita makan malam di luar yah." Jawab Daniel


" yeee.. Ok papa." Sahut Frilly dengan wajah sumringah


Setelah mengatakan itu Frilly dan Farrel memeluk Daniel sang ayah, dan kemudian berjalan masuk ke dalam rumah. Sementara itu Carla masih di depan pintu bersama Daniel.


Carla menatap bingung wajah Daniel, dalam hatinya ia bertanya "katanya mau pulang. Kok gak berangkat juga."


" Kamu masih mau ngomong sesuatu?" Tanya Carla


" hah? ngga." Jawab Daniel


" Terus kenapa? kok diam aja? katanya mau langsung pulang?"


" Masa aku pulang gitu aja." Ucap Daniel membuat Carla mengerutkan alis mata nya bingung.


" Ah.. Hati hati di jalan ya.."

__ADS_1


" Haah" Daniel menghela nafas frustasi. Namun ia mengalah dan akhirnya hanya tersenyum terpaksa " Ya sudah. Besok pagi aku jemput." Tambah nya dan Carla pun menganggung seraya tersenyum.


Dengan perasaan sedikit kecewa, Daniel perlahan membalikkan badannya dan berjalan hendak menuju ke mobil nya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, Carla tiba tiba memanggilnya dan Daniel pun menoleh ke arahnya.


Carla melangkah mendekati Daniel, dan betapa terkejutnya Daniel ketika tanpa berbicara apapun dan secara mendadak, Carla mengecup pipi kiri Daniel.


Daniel membelalakan mata dan mematung, tak mampu berkata apa apa karna saking terkejutnya menerima perlakuan Carla itu. Hingga Carla kembali berdiri sambil menundukkan kepalanya karna malu.


" Emmm aku.. masuk dulu.."


Setelah mengatakan itu Carla membalikkan badan nya hendak masuk ke dalam rumahnya. Sementara Daniel yang sedari tadi terdiam seolah sedang terhipnotis itu akhirnya tersadar ketika melihat Carla yang hendak melangkahkan kakinya itu.


Dengan cepat Daniel menarik tangan Carla hingga ia membalikkan badannya dan membuatnya jatuh di pelukan Daniel.


Carla menelan salivanya dengan susah payah, seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Daniel yang hanya berjarak beberapa centi saja dari wajah nya. Wajahnya memerah, jantungnya berdegup kencang seolah ingin melompat keluar dari dalam tubuhnya.


Sementara itu Daniel tersenyum penuh arti sambil menatap wajah Carla, yang terlihat begitu gugup dan itu terlihat menggemaskan di mata Daniel.


" Ke-kenapa?" Carla bertanya dengan gugup dan terbata bata.


" Kamu mau kabur setelah menggoda ku. Jahat sekali." Ledek Daniel dengan bibir yang masih tersenyum nakal.


" Memang siapa yang baru saja tiba tiba menci*m ku?" Pertanyaan Daniel makin membuat wajah Carla semakin memerah bak kepiting yang habis di rebus.


Mendengar itu, Carla pun menundukkan kepalanya karna malu sekaligus canggung. Namun dengan sigap Daniel menangkup dagu Carla dengan tangannya hingga Carla kembali melihat kembali ke arahnya.


Kemudian, Daniel perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Carla seraya menutup kedua matanya dan akhirnya cupp.. Kecupan lembut mendarat di bibir mungil Carla. Carla yang kini telah menaruh Daniel di Hatinya itu pun membalas kecupan Daniel.


Beberapa saat bibir kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta itu salimg menyatu, akhirnya keduanya saling melepaskan pagutannya.


Senyum mengambang di wajah Daniel setelah melihat wajah Carla yang sangat merah karna gugup dan malu malu. Dengan lembut kemudian Daniel mengecup sekilas dahi Carla.


" Terima kasih kamu udah mau menerima aku. Kedepannya, apapun yang membuat kamu sulit, kamu harus kasih tau aku. Aku akan selalu ada untuk kamu kapanpun itu." Ucap Daniel dengan tegas namun tetap dengan intonasi yang lembut. Carla pun mengangguk sambil melihat wajah Daniel.


" Haah aku benar benar harus pulang sekarang." Tambah nya dengan raut wajah yang tiba tiba berubah menjadi raut wajah sedikit kesal seolah ia tak mau pergi meninggalkan Carla.

__ADS_1


Carla akhirnya tersenyum karna melihat betapa menggemaskannya wajah Daniel yang terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk itu. Lagi lagi Daniel di buat terkejut karna Carla secara tiba tiba memeluknya dengan sangat erat.


" Pulanglah, besok pagi jangan sampai telat menjemput ku, oke." Ucap Carla di sela pelukan nya di tubuh Daniel


" Baiklah. Aku gak akan telat." Jawab Daniel


Carla mengangguk dan perlahan ia pun melepaskan pelukannya dan memundurkan diri nya satu langkah dari Daniel. Kemudian ia melambaikan tangannya dan di balas oleh Daniel.


...


Setelah pulang dari rumah Carla, akhirnya Daniel tiba di kediaman Riska ibundanya, yang beberapa hari lalu baru memutuskan untuk tinggal di rumah mendiang suaminya dan tidak lagi tinggal di rumah mewah milik Daniel.


Dua asisten rumah tangga di rumah itu dengan sigap menyambut dan melayani Daniel yang kini sudah berada di dalam rumah yang sangat mewah itu. Daniel pun duduk di soffa ruang tamu kemudian ia bertanya kepada ART yang sedang menaruh secangkir teh di atas meja di depan Daniel.


" Mama dimana?"


" Nyonya ada di kamar nya tuan." Jawab sang ART.


" Tolong panggilkan. Katakan aku ada di sini." Pinta Daniel


" Baik tuan." Setelah menjawab dan menganggukan kepala, ART itupun berjalan menuju kamar Riska untuk melaksanakan perintah tuan mudanya itu.


Tak butuh waktu lama, Riska akhirnya muncul di ruang tamu dan menghampiri Daniel. Ia pun duduk tak jauh di mana Daniel berada.


" Ada apa? Kamu mau memastikan apa keputusan mama?" Tanpa basa basi lagi, Riska langsung menebak apa maksud dan tujuan Daniel datang menemuinya.


" Ya." Jawab Daniel singkat


" Bukankah apapun keputusan mama, kamu akan tetap bersikeras untuk menikahi wanita itu." Sambung Riska


" Jadi mama sudah mengijinkan aku menikahi Carla?" Tanya Daniel dengan wajah sumringah.


" Mau bagaimana lagi." Jawab Riska cuek.


Daniel mendekat ke arah Riska dan memeluk erat tubuh ibunda nya itu.

__ADS_1


" Aku yakin mama gak akan kecewa sudah menerima Carla sebagai calon menantu mama." Ucap Daniel berusaha meyakinkan Riska


" Ya. Mama harap itu akan terbukti, bukan hanya sekedar kata kata kamu aja." Balas Riska seraya membalas pelukan putra sulung nya itu.


__ADS_2