
" huh. "
Carla membuang nafas kasar sembari menyandarkan kepalanya di bangku halte bus yang berada tak jauh dari perusahaan. Sore itu Carla merasa kelelahan setelah seharian menyelesaikan pekerjaannya di departemen yang baru. Ia tak sabar untuk segera bertemu dengan kedua buah hatinya di rumah. Ingin rasanya saat itu juga Carla memeluk Farrel dan Frilly. Namun bus yang akan ia tunggu tak kunjung tiba.
Mata Carla menatap kosong ke arah jalan yang saat itu sedang ramai oleh lalu lalang kendaraan. Terlintas di pikiran nya kejadian pagi tadi saat Mona tiba tiba muncul bersama ibu Daniel yaitu Riska. Perasaan benci dan dendam terhadap Mona karna kejadian di masa lalu akhirnya kembali berkecamuk di dada nya tatkala ia melihat wajah Mona.
Terlebih lagi, Mona kini bekerja di perusahaan yang sama dengan nya dan menggantikan posisi nya sebagai sekretaris Daniel. Ia tahu betul apa maksud dan tujuan Mona kali ini. Apa lagi Mona seperti mendapat pendukung yaitu ibu Daniel, Riska.
" sudah lah, lagi pula Daniel sudah memilih ku."
Ia bergumam dalam hati dengan tatapan yang masih kosong menatap jalan raya. Ia meyakinkan dirinya sendiri, bahwa kini ia memiliki seseorang yang akan selalu mendukung nya, selain kedua putra dan putri nya.
Namun tetap saja, kecurigaannya terhadap Mona yang mungkin akan mengganggu kehidupan nya lagi, berhasil membuat keyakinannya melemah. Apa lagi sepertinya Riska mempunyai keniatan ingin mendekatkan Daniel dengan Mona. Hingga ia dengan sengaja merekrut Mona untuk menggantikan posisi Carla menjadi sekretaris pribadi Daniel.
Ketika pikiran nya masih fokus memikirkan semua itu, tiba tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di hadapan nya. Carla yang saat itu masih melamun, tak menyadari jika ada mobil yang berhenti di depan nya. Hingga suara dering ponsel menyadarkan lamunan Carla. Sebuah panggilan dari Daniel masuk ke ponsel nya. Carla pun langsung menjawab panggilan tersebut.
" berhentilah melamun dan cepat naik." Ucap Daniel dari sambungan telphone
" naik kemana?" Tanya Carla yang masih tak menyadari jika Daniel sudah berada di dalam mobil yang terparkir di hadapan nya.
Akhirnya tanpa menjawab pertanyaan Carla atau memustuskan panggilan telphone nya, Daniel menurunkan kaca mobilnya. Barulah dari situ Carla tahu maksud perintah Daniel yang menyruh nya untuk naik tadi.
Carla menoleh ke kiri dan kanan, melihat kalau kalau ada karyawan lain yang melihatnya masuk ke dalam mobil Daniel. Setelah merasa tak ada karyawan perusahaan lain, barulah ia buru buru masuk ke dalam mobil Daniel.
__ADS_1
Kini Carla sudah duduk di sebelah Daniel di dalam mobil milik Direktur perusahaan D-V group itu.
" jalan Roy." Titah Daniel kepada asisten Roy.
" baik tuan" Roy pun melajukan mobilnya tanpa bertanya lagi kemana ia harus membawa tuan nya itu.
Di dalam mobil, Carla hanya duduk diam tanpa berkata apa apa. Hingga akhirnya Daniel mulai bersuara.
" Apa yang sedang kamu pikirkan tadi? sampai sampai kamu gak sadar aku berada di depan mu."
" hah?" Carla hanya bersuara namun tak bisa berkata apa apa. Ia tak punya keberanian untuk mengatakan apa yang sedang mengganggu pikirannya tadi. Hingga akhirnya Daniel kembali bertanya kepada nya.
" apa karna masalah tadi pagi?"
" kamu percayakan saja semuanya padaku, aku gak akan membuat kamu menderita lagi." Tegas Daniel dengan nada bicara yang lembut meyakinkan kegundahan Carla.
Carla menatap wajah Daniel, dan Daniel membalas tatapan mata Carla. Daniel paham betul, bahwa saat ini keyakinan Carla terhadapnya tengah kembali di uji karna tindakan ibunya, Riska. Namun Daniel tak ingin Carla kehilangan kepercayaan terhadapnya menghilang. Ia tetap berusaha meyakinkan Carla, jika semua nya akan baik baik saja.
Carla yang sejak tadi hanya diam membisu, akhirnya mulai mengeluarkan kata kata. Sambil menatap wajah Daniel, Carla berkata
" Aku benci, tapi aku juga takut."
Daniel yang mendengar keluh kesah wanita yang begitu ia cintai itupun dengan segera menarik tubuh Carla ke dalam pelukannya,
__ADS_1
" ada aku. Hilangkan semua ketakutan kamu. Apa yang kamu benci? aku akan menghancurkan itu semua. Asalkan kamu percaya padaku." Ucap Daniel sambil tangan nya mengusap lembut surai Carla.
Carla menenggelamkan wajahnya di dada bidang Daniel, terasa oleh Daniel saat itu baju nya basah oleh air mata Carla. Daniel melepaskan pelukan nya lalu memegang bahu Carla dengan kedua tangan nya. Ia kembali menatap lembut netra Carla yang kini sudah di banjiri air mata.
Kini tangan kanan Daniel beralih ke wajah Carla, tangan nya mengusap lembut pipi Carla, menghapus air mata yang mengalir di sana.
" aku tau kamu sangat membenci Mona. Tapi jangan menyimpan perasaan itu sendiri. Percayakan saja padaku, aku yang akan membalas dia. sampai kamu puas."
Daniel mengatakan itu dengan wajah serius, dan tidak main main. Sampai Carla merasakan keharuan di hati nya. Tanpa berkata apa apa lagi, Carla dengan cepat memeluk tubuh Daniel lalu menangis lagi di dalam pelukan Daniel yang terasa begitu nyaman.
Kepedihan dan kesedihan yang selama ini ia tumpuk sendiri rasanya mencair begitu saja di dalam pelukan yang begitu hangat. Dada nya yang semula begitu sesak seperti terikat tali yang sangat kuat, kini terasa begitu ringan dan tenang. Tak ada lagi beban yang mengganjal di hatinya. Semua seperti telah mengalir dan menghilang begitu saja dari hati nya.
Daniel yang merasakan bagaimana berat nya beban yang selama ini di tanggung sendiri oleh Carla, hanya membiarkan Carla menangis di dalam dekapan hangatnya. Dan seperti ter transfer melalui pelukan mereka, kini perasaan benci dan dendam begitu bergemuruh di dalam benak Daniel. Sorot mata nya memerah, gigi nya mengertak, dan darah nya memanas. Ingin rasanya saat itu juga Daniel menemui Mona untuk menumpahkan segala amarah nya.
Namun apa daya. Ia belum bisa melakukan apapun saat ini, sebelum Mona membuka jalan untuk Daniel agar ia bisa membalaskan dendam Carla yang selama ini hanya terpendam di hati Carla.
...
Carla begitu terhanyut oleh kelembutan dan kenyamanan Daniel, Ia terus menangis sampai akhirnya ia tertidur di dalam pelukan Daniel karna kelelahan menangis.
Dna tak beberapa lama kemudian, mobil Daniel kini sudah berhenti di depan gerbang rumah Carla. Daniel turun dari mobil setelah pintu di bukakan oleh Roy dari luar.
Perlahan Daniel mulai menunduk bersiap untuk mengangkat tubuh Carla yang kini sudah terlelap. Namun belum sempat Daniel melakukan nya, Carla tiba tiba membuka mata dan terjaga dari tidurnya. Kedua mata Carla dan juga Daniel kini saling bertemu dan menatap lekat satu sama lain.
__ADS_1
Wajah Carla bersemu merah, jantung nya berdebar hebat, dan tubuh nya melemah. Entah apa yang ada di dalam pikiran nya saat itu. tiba tiba tangan nya menarik kerah kemeja Daniel hingga wajah mereka saling mendekat dan dengan cepat Carla mengecup sekilas bibir Daniel. Tentu saja Daniel tak tinggal diam begitu saja. Ia merasa telah terprofokasi oleh tindakan Carla. Dengan cepat namun lembut Daniel kembali menempelkan bibir nya di bibir merah Carla.