
Hari menjelang sore Carla telah tiba di rumah nya setelah pulang dari bekerja.
" Mama pulang.." Seru Carla sambil membuka pintu dan masuk ke dalam rumahnya.
Seperti biasa Frilly langsung menyambut sang ibu dengan berlari dan memberikan pelukan hangat.
" Om Billy dan om Boby kemana? apa sudah pulang?" Tanya Carla.
" Udah mah barusan sebelum mama datang om Billy dan om Boby pulang." Jawab Frilly
Carla mendudukkan tubuhnya di soffa ruang tamu dan menyandarkan kepalanya di sandaran soffa. Merasakan betapa lelahnya setelah bekerja, di tambah lagi terjadi kejadian yang begitu membuatnya kesal pagi tadi.
Farrel dan Frilly saling menatap satu sama lain ketika melihat sang ibu nampak seperti sedang memikirkan sesuatu. Mereka menghampiri Carla lalu duduk di soffa tepat di samping kiri dan kanan Carla.
" Mama kenapa?"
Carla agak terkejut ketika mendengar suara Frilly. Terlihat Carla memang sedang memikirkan sesuatu di kepalanya hingga ia terkejut mendengar suara Frilly yang bahkan hanya berbicara dengan suara pelan.
" ah? Mama gak apa apa sayang.. Mama cuma sedikit lelah." Sambil tersenyum dan mengusap lembut rambut Frilly, Carla menjawabnya.
Farrel dan Frilly tak begitu saja mempercayai jawaban Carla, karna yang terlihat di mata mereka, Carla tidak sedang baik baik saja.
Memang betul, saat itu pikiran Carla sedang teralihkan pada kejadian pagi tadi di kantor, Saat Mona berencana untuk menjebak Daniel.
Namun Carla tentu saja tak mungkin menceritakan kejadian itu kepada kedua buah hatinya. Karna walau bagaimana pun mereka hanya anak anak kecil yang belum pantas mendengar cerita seperti itu.
" Apa ada yang menindas mama di kantor?" Tanya Farrel serius.
Carla menoleh ke arah Farrel kemudian seraya tersenyum lembut, ia menjawab " enggak sayang.. Mama beneran gak apa apa? mama cuma kelelahan."
" Oya gimana syuting iklan kalian? apa berjalan lancar? mama belum sempat tanya tadi." Carla berusaha mengalihkan pembicaraan.
" Lancar kok mah. Malah produser dan sutradara sangat suka sama kita." Jawab Frilly
" Benarkah? waah syukurlah kalau gitu. Mama senang mendengar nya." Tambah Carla
Sesaat setelah itu, pembicaraan mereka akhirnya terhenti ketika mendengar suara dering ponsel milik Carla. Carla segera mengambil ponsel yang masih tersimpan di dalam tasnya.
__ADS_1
Ia melihat layar ponsel, dan ternyata panggilan masuk dari Daniel. Iya menyentuh layar ponsel pintarnya untuk menjawab panggilan tersebut.
" Hallo.." Ucap Carla
" Kamu sudah pulang kerja?" tanya Daniel dari sebrang telpon.
" Sudah. Aku baru sampai di rumah. Ada apa?" Jawab Carla
" Gak ada apa apa. Aku cuma kangen aja."
Wajah Carla bersemu merah ketika mendengar ucapan Daniel. Ia terdengar seperti anak kecil yang sedang mengeluh setelah berpisah dari ibunya.
Sambil sedikit tertawa Carla pun menjawab keluhan Daniel. " Hey, kita baru berpisah beberapa jam."
" tetap aja aku udah kangen sama kamu. Kenapa kamu tidak aku ajak aja ke sini ya."
Carla kembali tertawa mendengar Daniel yang lagi lagi mengeluh manja kepadanya. Daniel yang sedang berbicara dengannya saat ini seperti bukan Daniel yang biasanya. Namun Carla menyukai perubahan Daniel itu, karna akhirnya Carla bisa sedikit menghilangkan pikiran nya yang sejak tadi sedang kalut.
" pokoknya setelah aku kembali nanti, Aku mau kamu jadi sekretaris ku lagi. Biar kalau aku ada tugas di luar kota, aku bisa mengajak kamu juga." Ujar Daniel.
" ahaha hey.. itu bukannya ke kanak kanakan. Kamu kan masih punya sekretaris." Balas Carla
Carla kembali teringat kejadian pagi tadi, dan tanpa Carla sadari, ternyata sejak tadi, Farrel dan juga Frilly sedang memperhatikan dan mendengarkan obrolan Carla dengan Daniel.
" Boleh Farrel bicara dengan papa?" Tiba tiba Farrel memotong obrolan kedua orang tua nya itu.
" Boleh sayang." Jawab Carla sambil menyerahkan ponselnya kepada Farrel. " Kalau gitu mama tinggal mandi dulu yah.." Tambahnya dan di anggukki oleh Farrel
Carla bangun dari tempatnya duduk dan bergegas pergi ke dalam kamar nya untuk mandi dan membersihkan diri.
Sementara itu Farrel sudah menggenggam ponsel sang ibu dan menempelkan ponsel itu di telinganya.
" Hallo papa, ini Farrel." Farrel mulai berbicara dengan Daniel melalui telpon.
" iya sayang. Gimana syuting nya tadi? Lancar?" sahut Daniel seraya bertanya
Farrel pun menjawab pertanyaan dari sang ayah dengan menceritakan semua yang ia lakukan saat di lokasi syuting. Ia juga memberi tahu Daniel jika mereka mendapat tawaran syuting film dari sutradara Man.
__ADS_1
" Benarkah? waah anak papa hebat sekali. Baru syuting iklan pertama kali langsung di tawari syuting film." Ucap Daniel penuh rasa bangga.
" Oh. Tapi Farrel bukan mau membicarakan itu sekarang." Ucap Farrel
" oh? lalu Farrel mau membicarakan apa?" Tanya Daniel.
" Apa saat di kantor terjadi sesuatu sama mama? kenapa pas pulang dari kantor wajah mama kelihatan murung?" Farrel berbalik bertanya kepada Daniel.
Daniel terdiam sejenak setelah mendengar apa yang di tanyakan oleh Farrel. Setelah ia menghela nafas, akhirnya ia pun menceritakan kejadian pagi tadi saat Mona merencanakan untuk menjebaknya. Farrel terus mendengarkan dengan seksama apa yang sedang di ceritakan oleh ayahanda nya itu.
" ternyata wanita jahat itu IQ nya nol besar ya. Dia masih melakukan rencana yang sama seperti yang di lakukannya kepada mama, padahal dia pasti tau rencananya dulu saja sudah gagal." Ujar Farrel sedikit kesal
Daniel terkejut ketika mengetahui ternyata putranya itu juga mengetahui kejadian enam tahun lalu saat Mona menjebak Carla.
" Jadi Farrel tau soal kejadian mama sama papa?" Tanya Daniel
" Ya. Farrel tau dari bibi Tasya. Pantas saja mama kelihatan murung, pasti mama jadi teringat lagi kejadian dulu. Aah aku jadi makin benci sama wanita jahat itu." Gerutu Farrel " apa papa akan diam saja setelah mengalami semua kejadian itu?" Tambah nya
" Tentu saja tidak. Papa akan memikirkan cara untuk menyelesaikan masalah ini." Jawab Daniel dengan suara yang terdengar sangat tegas.
" Papa serahkan aja sama aku. Aku sudah punya rencana untuk membalas wanita jahat itu. Tapi tentu saja Farrel juga butuh bantuan papa." Balas Farrel
" Farrel sudah punya rencana?" Tanya Daniel mulai penasaran
" Ya." Jawab Farrel dengan singkat dan tegas.
" boleh papa tau apa rencana Farrel ?" Daniel kembali bertanya dengan perasaannya yang makin penasaran
Farrel pun akhirnya mengatakan dengan panjang lebar apa yang sudah ia rencanakan untuk membalas perbuatan Mona kepada ibu tercintanya, Carla.
Daniel hanya mendengarkan dengan serius setiap kata yang terlontar dari mulut anak geniusnya itu. Hingga akhirnya Farrel selesai mengatakan rencana nya itu.
" Wah.. Papa makin gak menyangka, Ternyata anak papa lebih hebat dari papa." Puji Daniel setelah mendengarkan rencana Farrel
" Farrel tenang aja, Papa akan membantu Farrel." Tambahnya
" Tapi Farrel minta tolong sama papa, Mama jangan sampai tau tentang rencana ini." Tegas Farrel
__ADS_1
" Baiklah papa tidak akan memberi tahu mama Carla."
Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Farrel memutuskan panggilan telphone dari Daniel dan menaruh ponsel Carla di atas meja.