Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Rencana Farrel


__ADS_3

" mah.. mama mau tau ngga tadi aku ketemu orang yang mirip banget sama kak Farrel.."


Celetuk Frilly saat mereka sedang makan malam di meja makan rumah Carla. mendengar perkataan sang putri, tiba tiba Carla teringat wajah yang begitu mirip dengan putra nya yaitu bos nya sendiri Daniel.


" hmh? masa sih? mungkin mirip aja kali sayang.." jawab Carla sekena nya.


" apa mungkin pria 6 tahun lalu adalah pak Daniel.. ah ga mungkin. mungkin aja anak ku memang sedikit mirip aja" batin Carla


" tapi om itu mirip banget sama kak Farrel mah.. apa om itu papa ya mah? "


mendengar ucapan Frilly Carla toba tiba tersedak dan gugup.


" sayang udah yah.. jangan bahas itu lagi.. mungkin om itu cuma sedikit mirip sama kak Farrel " jawab Carla


Namun Farrel tidak mempercayai perkataan ibu nya dan memutuskan untuk menyelidiki siapa Daniel sebenarnya.. Farrel memutuskan untuk menemui Daniel kembali besok.


" aku harus cari tau sendiri. apa benar om itu bukan papa.." batin Farrel


...


tok.. tok.. tok.. bunyi ketukan pintu


" masuk " ucap Daniel yang saat itu tengah berada di ruang baca di rumah nya..


Asisten Roy masuk dwngan sebuah amplop coklat berisi data data yang di suruh oleh Daniel.


Daniel membuka amplop tersebut.. dan melihat foto Farrel dan Frilly di dalam nya..


" kenapa kamu cuma kasih selembar foto?" tanya Daniel yang nampak mengernyit kan dahi karna kebingungan.


" foto itu di ambil di jalan saat mereka akan pulang tuan. tapi seperti nya kedua anak kecil itu menyadari keberadaan suruhan saya yang sedang mencari informasi tentang mereka. jadi mereka bersembunyi dan suruhan saya tidak bisa menemukan mereka lagi." jawab Roy


" lalu siapa wanita yang bersama mereka di kantor tadi siang? " sambung Daniel


" menurut laporan yang saya terima. wanita itu hanya saudara dekat nya. karna mereka memanggil wanita itu kakak tuan.." jawab Roy


" apa tidak ada sedikitpun informasi tentang siapa ibu mereka? " tanya Daniel kembali


" ada tuan.. ibu nya seorang karyawan tapi tidak di ketahui dimana ia bekerja. dan siapa nama nya. maka nya kedua anak itu selalu bersama wanita tadi siang. karna dia seorang single parrent tuan." jawab Roy.


" apa mungkin ibu mereka adalah Carla? tapi Carla bilang.. dia punya suami.. lalu siapa ibu mereka? haah bikin pusing saja" batin Daniel


" apa masih ada yang perlu di tanyakan lagi tuan? " tanya Roy


" tidak ada.. kamu boleh keluar.. " jawab Daniel.


Roy pun keluar dari ruang baca Daniel..


" haah.. siapa kedua anak kecil itu?? kenapa mereka sangat mirip dengan ku. kalau benar mereka adalah anak anak ku aku harus mendapat kan mereka. "


Ucap Daniel sambil menyandarkan kepala nya di kursi kerja yang ada di ruang baca milik nya..


...

__ADS_1


keesokan hari nya masih di kediaman Daniel..


Daniel turun dari kamar nya yang berada di lantai dua dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan..


Namun baru beberapa langkah ia menuruni tangga. tiba tiba ia di kejutkan dengan suara wanita yang memanggil nya dari jauh..


" kak Daniel.." teriak seorang wanita


Ternyata wanita tersebut adalah Niken adik Daniel yang baru pulang dari luar negeri..


Niken berlari menghampiri Daniel dan langsung memeluk sang kakak yang selama ini ia rindukan..


" kamu udah pulang? kenapa ga bilang kakak? kan kakak bisa suruh supir buat jemput kamu.." ucap Daniel


" aku sengaja mau kasih surprice ke kakak.. " sambung Niken sambil melepaskan pelukan nya


" kapan kamu sampai rumah? " tanya Daniel sambil berjalan menuju meja makan.


" tadi malam sekitar jam 1 kalau gak salah hehe " jawab Niken.


" kok kamu berani banget pulang selarut itu dari bandara ke rumah sendirian. gimana kalau terjadi apa apa sama kamu." ucap Daniel sambil duduk di kursi makan


" tapi kan aku sekarang baik baik aja kak.." jawab Niken


" huh... dasar anak ini masih aja keras kepala. udah cepet sarapan." sambung Daniel


Mereka pun sarapan bersama di meja makan.. tidak ada anggota keluarga yang lain di rumah Daniel.. karna semenjak ayah nya meninggal saat ia baru lulus kuliah. ia memutuskan untuk pindah ke rumah bekas tempat tinggal kakek nenek nya yang saat ini ia tinggali.


Sang ibu tinggal di luar negeri bersama Niken. untuk menemani nya selama ia tinggal di sana. Namun Niken tidak membawa serta ibu nya untuk pulang, karna di sana pun mereka memiliki bisnis yaitu sebuah butik.


" ngga lah kak. kalau mama ikut pulang, siapa yang ngurus butik mama di sana? " jawab Niken


" tapi mama baik baik aja kan? " sambung Daniel


" mama baik baik aja kok kak. kakak ngga perlu khawatir." jawab Niken.


Mereka mengobrol sambil makan di sana. bercerita bagaimana keseharian Niken dan juga sang ibu selama di luar negeri. smabil bersenda gurau.


Ya.. Daniel memang orang yang terlihat dingin dan sombong oleh orang lain. namun berbeda jika di mata adik dan juga ibu nya. ia adalah sosok yang penyayang yang selalu bisa jadi sandaran untuk mereka apalagi setelah sang ayah meninggal.


" pagi tuan.."


Roy datang di tengah perbincangan Niken dan Daniel.


" pagi kak Roy " sapa Niken


Dari dulu semenjak Roy bekerja dengan Daniel. Niken memang selalu memanggil nya dengan sebutan kakak karna usia Roy hanya berbeda 2 tahun di atas Niken dan 1 tahun di bawah Daniel..


" Nona Niken kapan pulang?" tanya Roy


" tadi malam jam 1. " jawab Niken


" kenapa tidak menghubungi saya? saya bisa jemput nona " sambung Roy

__ADS_1


" ayolah.. kak Roy sama saja kayak kak Daniel. aku kan cuma mau kasih surprice." jawab Niken


" tapi perjalan larut malam seperti itu berbahaya nona." lanjut Roy


" tuh kan.. kak Daniel.. tolong suruh asisten kakak berhenti ngomong. aku udah dengar kata kata itu dari kak Daniel tadi. huh.. " gerutu Niken sambil memanyun kan bibir nya


" sudah sudah Roy.. yang penting kamu jangan ulangin lagi ya.." ucap Daniel.


" iya iya ga lagi lagi.. " sambung Niken.


" kamu sudah sarapan Roy? " tanya Daniel


" sudah tuan. tadi sebelum berangkat kesini. saya sudah sarapan. silahkan tuan lanjutkan dulu sarapan nya. biar saya tunggu di depan" jawab Roy


" emmh baiklah."


Roy bergegas meninggalkan ruang makan dan menuju ruang tamu menunggu Daniel di sana.


" tapi kamu mau kemana udah rapih gitu? atau jangan jangan dari semalam kamu masih pakai baju yang sama dan belum mandi" tanya Daniel


" heeey enak aja.. aku mau ketemu sahabat aku kak. kita udah lama ngga ketemu.. " jawab Niken


" apa kamu ngga capek? baru semalem dateng udah pergi jalan jalan lagi? " tanya Daniel kembali.


" engga lah." jawab Niken


Setelah beberapa menit kemudian Daniel sudah selesai sarapan


" kakak pergi dulu ya. kamu hati hati bawa mobil nya kalau mau keluar." Ucap Daniel lalu mencium pucuk kepala Niken


" iya kak.. kakak juga hati hati yah" jawab Niken


" hmh "


Daniel lalu pergi meninggalkan Niken yang masih menghabiskan sarapan nya dan menemui Roy di ruang tamu.


" tuan.. " sambut Roy


" ini kan hari minggu tumben kamu datang pagi sekali." sindir Daniel


" ahaha.. iya soal nya saya tidak sabar memberi sebuah kabar kepada tuan." jawab Roy canggung karna sindiran dari bos nya itu


" berita apa? " tanya Daniel


" tadi malam ada yang menghubungi saya minta bertemu dengan tuan." jawab Daniel


" siapa ? " sambung Daniel


" nama nya adalah Farrel tuan.." jawab Roy


Daniel yang mendengar nama yang di sebutkan oleh Roy pun tampak mengernyitkan dahi nya. karna ia merasa tak mengenal orang bernama Farrel.


" siapa itu Farrel? rasanya aku gak punya kenalan bernama Farrel." Ucap Daniel

__ADS_1


" apa tuan lupa nama anak kecil yang kemarin kita temui.. saya sudah membuat janji temu besok siang tuan jam 2 siang di taman anggrek.." jawab Roy


Daniel mengangguk kan kepala nya baru mengingat siapa nama Farrel yang masih begitu asing di telinga nya.


__ADS_2