
" makasih sudah mengantarkan saya. kalau gitu saya permisi masuk dulu. bapak dan asisten Roy hati hati di perjalanan pulang." ucap Carla seraya menundukkan kepala nya.
ia tak berani melihat wajah Daniel langsung. ia merasa ada sesuatu yang aneh saat ia menatap wajah tampan itu. jantung nya tak berhenti berdebar bahkan saat ia duduk di samping nya saat di perjalanan mereka pulang tadi.
Daniel tersenyum lembut ketika ia memperhatikan gerak gerik Carla yang terlihat canggung. tingkah Carla yang seperti itu pun begitu menggemaskan di mata Daniel.
" baik lah. kalau gitu kamu masuk sana." suruh Daniel sembari mengelus pucuk kepala Carla.
Wajah Carla memerah, jantung nya kembali berdebar, hati nya bergetar menerima sentuhan lembut dari tangan Daniel. ia mengangkat kepala nya yang semula tertunduk melihat wajah Daniel dengan ragu, dan nampak lah Daniel yang dengan lembut dan manis tersenyum kepada nya.
Carla begitu terpesona melihat senyum Daniel hingga tanpa sadar yang ia lihat hanya bibir merah Daniel. tangan nya terulur ke arah Daniel seperti terhipnotis ingin sekali rasa nya ia menyentuh bibir yang terlihat manis itu. Namun ia tersadar lalu menarik kembali tangan nya.
Daniel yang hanya diam memperhatikan tingkah laku Carla yang seperti anak kecil yang sedang penasaran itu dengan cepat menggenggam tangan Carla. mengarahkan tangan nya ke arah wajah nya, membuat tangan Carla akhir nya menyentuh kulit wajah Daniel yang terasa lembut dan hangat di tangan Carla.
mata Carla membesar saat ia meliahat apa yang sedang ia lakukan kepada Daniel. ia kaget dan seperti lupa bagaimana cara nya bernafas. terlebih saat ini Daniel sedang menatap dengan lembut ke arah nya.
Mata mereka saling bertemu dan melekat satu sama lain. jantung Carla begitu keras berdetak, wajah nya sudah memerah layak nya seperti kepiting rebus.
" bolehkah aku mencium mu?"
Daniel dengan suara nya yang berat namun lembut bertanya kepada Carla. mata nya menatap lekat mata Carla lalu turun melihat ke arah bibir nya.
Carla yang mendapat pertanyaan itu hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut Daniel. Carla melihat mata Daniel lalu menundukkan kepala nya tak mampu berkata apa apa.
" Carla.. lihat aku." panggil Daniel dengan tangan nya yang satu nya lagi mengangkat dagu Carla agar ia melihat ke arah nya.
__ADS_1
" kamu boleh menghindar kalau kamu gak mau."
Daniel mengucapkan nya sambil wajah nya mendekat ke arah wajah Carla. ia menatap lekat bibir Carla hingga akhir nya bibir mereka saling menyatu.
Kepala Carla terasa kosong, tubuh nya serasa melayang menerima sentuhan yang begitu lembut di bibir nya. tubuh nya memanas dan jantung nya berdetak dengan sangat cepat sperti ia sedang berlari sangat lama. begitu pun dengan Daniel. bahkan kedua nya bisa mendengar suara dwbaran jantung mereka se irama dengan hembusan hangat nafas di sela kecupan mereka.
beberapa saat bibir kedua nya menyatu, Carla membuka mata nya setelah menjauh kan wajah nya dari wajah Daniel. ia tertunduk, menyembunyikan wajah nya yang semakin memerah.
Daniel masih memegang sisi wajah Carla, lalu mengelus lembut rambut nya. ia mengangkat wajah Carla dan kembali mendekatkan wajah nya ke wajah Carla namun kini yang ia tuju bukan bibir yang makin terlihat merah merekah. ia menempelkan bibir nya di dahi Carla, mengecup nya dengan lembut lalu melepaskan nya. ia tersenyum lalu menarik Carla kedalam pelukan nya.
" masuk lah." ucap nya setelah melepaskan pelukan nya.
Carla hanya mengangguk lalu membalikkan badan nya berjalan masuk ke dalam rumah nya. sesekali ia menoleh kebelakang melihat Daniel yang masih berdiri di tempat nya sambil tersenyum lalu melambaikan tangan nya. hingga akhirnya Carla sudah masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah nya. setelah Carla masuk ke dalam rumah nya, Daniel lalu masuk ke dalam mobil.
...
Tidak seperti biasa nya, malam itu tidak terdengar suar Farrel dan Frilly yang menyambut kepulangan nya. mungkin mereka sudah tertidur, batin nya. ia pun melangkahkan kaki nya berjalan menuju kamar Farrel dan Frilly.
Ia membuka pintu kamar untuk melihat kedua putra putri nya. Namun begitu terkejut nya Carla saat melihat tak ada Farrel dan Frilly di dalam sana. Carla kemudian berjalan ke dapur namun di sana pun tak ada siapa siapa. ia lalu dengan cepat berjalan ke arah kamar mandi berharap mereka sedang berada di sana. namun nihil, kamar mandi juga nampak kosong tak ada siapa pun di sana.
Carla mulai hawatir, ia segera menghubungi nomor ponsel Tasya yang sebelum nya ia telah meminta tolong agar Tasya mau menemani Farrel dan Frilly. namun nomor Tasya tidak bisa di hubungi. Carla mulai kalut dan cemas. akhir nya ia menghungi Daniel.
" tolong angkat.." harap Carla dengan wajah yang terlihat sangat cemas
" ia Carla.. ada apa? kita baru berpisah beberapa menit kamu sudah merindukan aku" sahut Daniel dari seberang telpon.
__ADS_1
" Daniel.." Carla seperti tak mampu berkata hanya tangis yang keluar dari mulut Carla.
Daniel yang mendengar tangis Carla pun langsung berubah ekspresi, ia pun merasa cemas, ia pun lalu bertanya
" ada apa? kamu kenapa nangis?"
" Farrel dan Frilly.. mereka gak ada di rumah.." jawab Carla sembari terus menangis.
" apa? kamu tenang ya. aku kesana sekarang juga. Roy putar balik, kita kembali ke rumah Carla." ucap Daniel lalu mematikan sambungan telpon nya.
" huhu.. Farrel.. Frilly kalian di mana nak.." tanya Carla sembari menangis.
tak berselang lama Daniel sudah tiba kembali di rumah Carla. ia langsung mengetuk pintu rumah Carla sembari memanggil nama nya dengan suara yang terdengar begitu hawatir.
setelah mendengar panggilan Daniel dari luar pintu rumah nya Carla pun langsung berlari kearah pintu dan membukakan pintu untuk Daniel. Daniel langaung memeluka Carla menenangkan nya yang sedang menangis karna hawatir.
" kamu tenang ya.. aku udah suruh bawahan ku untuk mencari Farrel dan Frilly."
Saat Daniel mendengar kabar dari Carla bahwa Farrel dan Frilly menghilang, ia langsung memerintahkan Roy untuk segera meminta bantuan puluhan polisi dan juga bodyguard untuk mencari keberadaan mereka.
Daniel bahkan meminta Roy untuk segera meretas sistem CCTV di setiap jalan yang mungkin di lalui oleh Farrel dan Frilly.
" tuan.. ada rekaman CCTV yang memperlihatkan sebuah mobil pan yang menuju kesini, seeprti nya mereka di culik oleh orang yang membawa mobil ini." ucap Roy yang tengah mengecek semua rekaman CCTV di sekitar rumah Carla.
" apa? ngga... gimana ini.. anak anak ku.. huuuu.." teriak Carla sembari menangis histeris setelah mendengar laporan dari Roy.
__ADS_1
" Cek kemana mobil itu pergi, lalu suruh semua nya mengikuti rute mobil itu." perintah Daniel kepada Roy. "kamu tenang ya. aku yakin polisi dan suruhan ku akan segera menemukan keberadaan mereka." di saat yang sama Daniel berusaha untuk menenangkan Carla yang sedang menangia histeris.
Carla terus menangis di pelukan Daniel, hingga akhir nya karna lelah menangis di tambah rasa cemas yang teramat sangat, ia pingsan jatuh di dalam pelukan Daniel. Daniel langsung menggendong Carla ke kamar nya dan membaringkan nya di tempat tidur.