
" baik lah.. aku gak akan pecat kamu. sebagai ganti nya kamu harus turutin semua permintaan aku." ucap Daniel sambil tersenyum penuh arti.
" baik baik.. saya akan turuti apapun permintaan bapak." jawab Carla tanpa ragu.
" oke. yang pertama jangan panggil aku bapak dan jangan berbahasa formal kalau lagi di luar kantor. atau kalau kita cuma lagi berdua " suruh Daniel
" apa tidak apa apa saya melakukan itu.?" tanya Carla ragu
" aku yang suruh kamu tentu saja ga apa apa." jawab Daniel menegaskan
" gimana kalau ada asisten Roy?" tanya Carla lagi
" anggap aja kita lagi berdua." jawab Daniel dengan santai nya
" wah tuan keterlaluan sekali. apa saya tidak di anggap orang." batin Roy
Carla pun menuruti permintaan pertama dari Daniel.
" apa cuma itu?" tanya Carla
" untuk sekarang itu dulu permintaan ku." jawab Daniel
" cuma itu? bukan kah itu terlalu mudah." batin Carla sambil tersenyum
...
Akhir nya mereka sudah sampai di rumah Carla. Carla pun bingung kenapa ia langsung pulang padahal ini masih jam kerja.
" loh? kenapa kita ke rumah ku?" tanya Carla bingung.
" turun lah. aku mau mengajak kamu dan anak anak kamu jalan jalan keluar." jawab Daniel
" hmh? jangan pak tidak perlu. sebaik nya kita ke kantor saja. ini kan masih jam kerja." ucap Carla yang bingung mengapa Daniel harus melakukan itu.
" hey. apa kamu lupa yang kita bicarakan beberapa waktu lalu. ini belum lewat satu hari dan kamu sudah lupa." Daniel kembali mengingatkan Carla tentang permintaan yang harus di turuti oleh Carla.
Akhirnya Carla teringat tentang perjanjian yang tadi ia setujui.
" apa ini permintaan kamu yang kedua?" tanya Carla sedikit ragu
" benar. jadi cepat lakukan aja. oh ya seperti nya harus ada peraturan dalam perjanjian kita." Tegas Daniel
__ADS_1
" apa itu?" tanya Carla
" kalau kamu menolak permintaan aku atau kamu lupa sama perintah ku kayak tadi. kamu harus melakukan sesuatu sebagai hukuman nya." jelas Daniel
" a-apa hukuman nya?" Carla mulai takut
" itu terserah aku. tapi yang pasti hukuman nya gak sulit kok. malah mungkin kamu akan suka." Daniel menjawab nya sambil menyeringai membuat Carla semakin ketakutan.
Carla pun langsung buru buru keluar dari mobil menuruti permintaan kedua dari Daniel. ia segera memanggil kedua anak anak nya yaitu Farrel dan Frilly untuk pergi jalan jalan bersama nya.
Tak butuh waktu lama, Carla sudah kembali ke mobil bersama Farrel dan Frilly. mereka langsung naik ke mobil. namun sebelum naik ke mobil Daniel. Farrel meminta ijin untuk duduk di kusi depan di samping Roy, dan Daniel pun memperbolehkan nya.
" om... kita mau kemana?" tanya Farrel kepada Daniel. padahal sebenar nya Farrel sudah tau tujuan mereka. karna saat di perjalanan menuju rumah Carla. Daniel dan Farrel sudah membuat rencana mereka tanpa di ketahui oleh siapapun kecuali Frilly tentunya.
" kita mau ke taman bermain. kalian suka ngga?" Daniel menjawab nya sembari mengusap lembut kepala Frilly yang duduk di samping nya.
" waaah.. Frilly sama kak Farrel gak pernah pergi ke taman bermain om.. mama kan sibuk kerja." ucap Frilly membuat hati Daniel terenyuh.
Bagaimana pun Farrel dan Frilly adalah kedua anak nya. mengetahui keadaan mereka yang kurang di perhatian dari orang tua. tentu saja hati Daniel pun sakit.
Namun ia tak menyalahkan Carla yang kurang memperhatikan kedua putra putri nya. karna ia tau tugas Carla bukan hanya sebagai seorang ibu, tapi juga menanggung beban seorang ayah.
" beneran om? waaah Frilly seneng banget...." Frilly memeluk Daniel dengan riang nya.
Carla yang menyaksikan itu pun hanya diam tak berkata apa apa. hingga beberapa lama kemudian mereka pun tiba di taman bermain.
" kok sepi banget ya? apa taman nya belum buka ya?" tanya Frilly yang sedang memperhatikan taman bermain saat mereka sudah masuk ke sana.
" taman bermain nya udah buka kok. cuma.. hari ini tempat ini khusus om Daniel pesan untuk kalian. jadi kalian bisa main sepuas nya." jawab Roy
" pa eh Daniel.. apa perlu kamu ngelakuin semua ini buat anak anak aku? kaya nya ini terlalu berlebihan." Carla merasa tak enak dengan apa yang telah di lakukan oleh Daniel
" Farrel Frilly.. boleh ngga kalian main nya di temenin om Roy dulu? om Daniel mau ngobrol sama mama Carla sebentar." tanya Daniel
" boleh om.. om Roy ayo kita ke sana. Frilly mau naik itu. kakak ayo." Frilly langsung menarik tangan Roy menuju ke sebuah wahana bermain di susul dengan Farrel yang mengikuti dari belakaang.
Sedangkan Daniel dan Carla berjalan menuju tempat duduk yang sudah di sediakan di sana.
" kamu seneng gak?" tanya Daniel
" iya aku seneng liat mereka seneng hari ini. makasih Daniel. selama ini aku cuma sibuk cari uang. ga ada waktu buat ngajak mereka jalan jalan. mungkin pernah sesekali aku ajak mereka jalan. tapi itu cuma ke mall atau ke taman. karna mereka sejak masih kecil banget aja. mereka gak pernah minta macem macem. malah kalau aku lagi libur kerja mereka nyuruh aku buat istirahat." jawab Carla.
__ADS_1
" hey ayo kita naik wahana itu." Daniel menunjuk ke kincir ria dan menarik tangan Carla menuju ke wahana tersebut.
Akhir nya Carla dan Daniel naik ke wahana tersebut berdua.
" hey kenapa kamu duduk di situ? tempat duduk nya cukup luas untuk berdua. sini duduk di sebelah ku." protes Daniel karna saat di dalam wahana Carla dan Daniel duduk berhadapan
Carla teringat jika ia tak menuruti perintah nya ia akan di hukum. akhir nya Carla duduk di samping Daniel.
" apa kamu tau ada sebuah mitos tentang kincir ria?" tanya Daniel sebari melihat ke arah Carla
" dia bukan lgi ngomongin soal ciuman di dalam wahana kan?" Carla pernah bahkan sering membaca di novel atau komik yang menceritakan adegan di wahana kincir ria jika sepasang kekasih berciu*an di puncak tertinggi kincir ria maka hubungan mereka akan bertahan selama nya.
Namun Carla menghilangkan pikiran bahwa Daniel sedang membahas hal yang sedang ia pikirkan. karna ia dan Daniel bukan sepasang kekasih
" mitos apa?" tanya Carla
" katanya kalau kita berciu*an di puncak kincir ria maka hubungan kita akan langgeng." jawab Daniel
" jadi dia benar benar ngebahas soal itu" batin Carla
" i- iya aku sering dengar soal itu" ucap Carla gugup
" mau coba dengan ku." tanya Daniel
belum sempat Carla menjawab pertanyaan Daniel. tiba tiba Daniel berlutut di hadapan Carla memegang tangan Carla dan menatap lembut wajah Carla.
" ka- kamu sedang apa? " Carla makin gugup melihat apa yang di lakukan oleh Daniel
" dengar baik baik setiap perkataan yang mau aku ucapkan.. aku serius dengan perkataan ku selama ini. aku benar benar ingin menjadikan kamu pendamping hidup ku. mungkin kamu belum lama mengenal ku, tapi aku yakin dengan pilihan ku. jadi Carla.. tolong kasih aku kesempatan untuk dekat sama kamu lebih dari atasan dan karyawan." ungkap Daniel
Carla yang mendengar perkataan Daniel diam mematung. tak percaya bahwa akan ada hari seperti ini. enatah apa yang terjadi tiba tiba Carla menitikan air mata.
" kenapa kamu malah nangis? hey jangan nangis.. apa kamu takut sama pernyataan aku? tapi ini kan bukan ancaman.." ucap Daniel menenangkan Carla dan menghapus air mata Carla dengan jari nya
" a-aku cuma gak percaya aja. kenapa kamu bisa memperlakukan aku seperti aku istimewa buat kamu. aku.. aku.. bukan wanita baik. kamu tau aku udah punya 2 anak dari hasil hubungan dengan pria asing. aku ini wanita kotor. aku gak bisa nerima perlakuan seperti ini." ucap Carla sembari terisak menahan tangis nya
Daniel dengan cepat memeluk erat Carla. ia merasa bersalah karna sebenarnya secara tidak langsung Daniel lah yang telah mengotori Carla.
" maafin aku." ucap Daniel
" kenapa kamu minta maaf?" tanya Carla bingung
__ADS_1