Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Dalang penculikan Farrel dan Frilly


__ADS_3

" hah.. di mana ini?" gumam Tasya saat ia mendapatkan kembali kesadaran nya setelah beberapa saat yang lalu ia pingsan.


Sedikit demi sedikit bayangan saat tiba tiba beberapa orang pria muncul di dalam kepala nya. dan dengan panik ia teringat Farrel dan Frilly. karna sebelum ia pingsan. ia tak sengaja memergoki saat 2 orang pria lain nya sedang menggendong Farrel dan Frilly secara paksa keluar dari kamar mereka. dan tanpa sepengetahuan nya dari arah belakang, salah seorang pria lain nya membekap mulut dan hidung Tasya hingga akhir nya ia tak sadarkan diri.


Tangan dan kaki Tasya telah di ikat kencang. ia melihat ke sekeliling ruangan yang begutu kumuh tak terawat seperti ruangan yang sudah lama terbengkalai. hingga ia menemukan Farrel dan Frilly yang juga tak bisa bergerak karna sudah di ikat tali.


" Farrel.. Frilly.. kalian gak apa apa? apa kalian terluka." tanya Tasya cemas


" tidak bibi.. kami gak apa apa. gak terluka sedikit pun." jawab Farrel


" siapa orang orang itu. seperti nya mereka berniat menculik kalian. apa yang harus bibi lakukan? bibi gagal menjaga kalian dengan baik." ucap Tasya


Ia tampak begitu khawatir akan terjadi sesuatu kepada anak anak yang sudah ia anggap seperti anak nya sendiri itu. ia terus menangis karna saking cemas nya.


" bibi tenang lah. aku yakin mama sudah pulang saat ini. mama pasti akan meminta papa Daniel untuk mencari kita. bibi tenang ya. jangan salahkan diri bibi." ucap Farrel menenangkan Tasya.


" iya.. bibi tenang ya.. papa Daniel orang hebat, papa pasti bisa menemukan kita di sini." sambung Frilly


Tasya terus menangis masih merasa khawatir melihat situasi saat itu. Farrel melihat ke sekitar ruangan dan sesaat setelah itu 3 orang pria yang membawa mereka ke sana masuk ke dalam ruangan tersebut.


" dia sudah sadar bos." ucap salah seorang pria itu


salah satu di antara ketiga pria yang di panggil bos itu menghampiri Tasya dan berjongkok di depan nya lalu menarik rambut Tasya.


" hey.. pria tua.. jangan sentuh bibi kami" teriak Farrel saat melihat bos para penculik itu mendekati Tasya


" hey tutup mulut kamu jangan bicara sembarangan kalau kalian mau selamat." ucap salah satu dari penculik itu


" bos kita apa kan mereka?" tanya nya


" tunggu sebentar lagi. wanita itu akan segera datang." jawab bos penculik sembari melepaskan tangan nya yang menjambak rambut Tasya


" wanita? apa dia yang menyuruh mereka menculik Farrel dan Frilly?" batin Tasya

__ADS_1


Ketiga penculik itu duduk di kursi yang ada di ruangan tersebut sembari meminum beberapa minuman yang mereka bawa sebelum nya.


hingga setelah beberapa menit waktu berlalu. dua wanita masuk ke dalam ruangan itu. yang satu masih terlihat muda dan satu nya lagi terlihat sudah berumur. ya.. siapa lagi kalau bukan Riska dan Hellen.


" nyonya.. kami sudah berhasil menculik kedua anak anak itu. tapi saat kami sedang beraksi tadi ternyata ada seorang wanita yang menjaga mereka, jadi kami juga membawa nya kemari." ucap bos penculik


" jadi kalian cucu cucu ku?"


Farrel dan Frilly membelalakan mata lebar lebar tak terkecuali Tasya, mereka tak menyangka ternyata dalang dari penculikan itu adalah nenek mereka sendiri atau ibu dari sang ayah, Daniel.


" apa? dia nenek Farrel dan Frilly. berarti dia ibu dari tuan Daniel. tapi siapa wanita yang satu nya lagi?" batin Tasya


" nyonya.. apa maksud anda? siapa yang anda maksud cucu anda." tanya Farrel


" wah bahkan cara bicaranya sangat mirip dengan Daniel. dia benar benar putra Daniel. Dan yang satu nya sangat mirip dengan Niken saat masih kecil. luar biasa ternyata benar kalian putra dan putri Daniel." ucap Riska


" kami tidak melakukan apa apa pada mereka nyonya. kami menunggu perintah nyonya selanjut nya." Bos penculik itu melapor lagi kepada Riska.


" tante.. bagai mana kalau kita bawa saja mereka. kita bisa gunakan mereka untuk membujuk Daniel. agar menjauhi wanita itu." Hellen akhirnya angkat bicara memberikan ide jahat nya kepada Riska


Hellen lalu membisikkan sesuatu kepada Riska. lalu Riska pun mengangguk pertanda ia menyetujui rencana Hellen.


" baik lah.. bawa mereka masuk ke mobil ku." suruh Riska kepadal para penculik.


Para penculik itu dengan sigap mematuhi perintah Riska dan segera menggendong Farrel dan Frilly lalu membawa mereka menuju ke mobil Riska yang terparkir di luar bangunan tua tersebut


" hey kalian mau bawa kemana mereka? tunggu.. Farrel Frilly.." teriak Tasya sembari menangis. ia tak bisa menahan rasa hawatir nya melihat kepergian penculik yang membawa Farrel dan Frilly keluar.


" lalu. bagaimana dengan wanita itu nyonya?" tanya bos penculik sembari melihat ke arah Tasya yang masih duduk terikat di sana.


" terserah kalian. aku tidak tau dia aiapa." jawab Riska.


setelah itu Riska dan Hellen melangkahkan kaki mereka berjalan menuju ke luar ruangan itu. sedang kan bos penculik itu menyuruh anak buah nya untuk menunggu di luar setelah mengantarkan Farrel dan Frilly ke dalam mobil Riska.

__ADS_1


Bos penculik lalu menutup dan mengunci pintu rangan tersebut. lalu berjalan perlahan mendekat ke arah Tasya.


" tunggu.. kamu mau apa. jangan mendekat. tolooong..." teriak Tasya yang sangat ketakutan melihat seringai di bibir bos penculik itu.


" gak usah buang buang tenaga untuk berteriak meminta tolong. gak akan ada yang bisa mendengar kamu di sini. kamu gak tau tempat ini sangat terpencil. jadi percuma kamu teriak terik kayak gitu." ucap bos penculik.


Tasya makin ketakutan mendengar perkataan yang di ucap kan bos penculik itu. terlebih saat ia melihat bos penculik itu masih berjalan semakin mendekat ke arah nya lalu berjongkok menyamai posisi Tasya yang sedang terduduk di lantai.


" ja-jangan macam macam. pergii.. tolooong.." Tasya kembali berteriak histeris tatkala melihat wajah sang penculik yang dengan perlahan mendekar ke arah leher nya.


" berisik" bos penculik itu langsung menampar pipi mulus Tasya hingga ia tersungkur membentur lantai.


Bos penculik itu lalu kembali melancarkan aksi nya. ia menarik baju yang di kenakan Tasya hingga sobek memperlihatkan bagian atas tubuh Tasya yang masih tertutup oleh dalaman yang di kenakan Tasya. melihat pemandangan yang begitu menggiurkan. wajah bos penculik kembali mendekat ke arah leher Tasya


Namun tinggal sedikit lagi bibir bos penculik itu menempel di leher jenjang Tasya, tiba tiba seseorang mendobrak paksa pintu ruangan itu hingga terbuka dengan kencang nya. Nampak lah seorang pria berdiri di pintu ruangan.


" siapa kamu? berani berani nya mengganggu kesenangan ku." teriak bos penculik dengan kesal nya


" di-dia asisten Roy.. dia asistennya tuan Daniel." batin Tasya ada sedikit ketenangan muncul di hati nya saat melihat kehadiran Roy di sana.


Tak lama setelah kemunculan Roy, Carla dan Daniel pun datang dengan wajah mereka yang tampak begitu hawatir.


" Tasya..." teriak Carla terkejut sekaligus hawatir saat melihat kondisi sahabat nya sudah berantakan.


" siapa kalian? kenapa kalian bisa ada di tempat ku. kemana pergi nya anak anak buah ku. bodoh sekali. menghabisi mereka saja gak becus." ujar bos penculik


Entah apa yang terjadi. melihat kondisi Tasya yang seperti itu, amarah Roy memuncak. dengan cepat dan tepat asisten Roy mulai menyerang bos penculik seperti seorang yang sedang kerasukan. hingga akhir nya bos penculik itu berhasil di bekukan oleh Roy.


" cukup Roy." ucap Daniel menyuruh Roy untuk berhenti memukuli bos penculik itu.


Melihat situasi telah aman terkendali. Carla buru buru berlari menghampiri Tasya. ia berusaha membuka tali yang mengikat tangan dan kaki Tasya. Namun ia tak mampu membuka tali yang terikat begitu kuat di tangan dan kaki Carla. menyadari itu Roy segera menghampiri Carla dan Tasya. Ia mulai membuka tali yang mengikat kuat di tangan dan kaki Tasya hingga meninggalkan jejak lecet dan memerah di tangan dan kaki nya.


setelah selesai membuka ikatan Tasya. ia lalu bertanya kepada Tasya sembari menoleh ke arah Tasya. baru saja ia hendak membuka mulut nya untuk bertanya. mata nya seketika membesar menyadari keadaan Tasya yang berantakan. baju nya sudah sobek dan tak memakai apapun lagi kecuali dalaman yang masih tersisa.

__ADS_1


Roy mengarahkan pandangan mata nya ke arah lain. lalu ia membuka Jas yang ia kenakan dan ia pakaikan ke tubuh Tasya. wajah Tasya memerah. melihat perlakuan Roy kepada nya.


__ADS_2