Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Restu orang tua


__ADS_3

" Pantas saja kamu memberikan rencana itu. Ternyata karna sebelumnya kamu juga pernah melakukan hal yang sama."


Kini Riska makin menyadari sifat buruk dari wanita yang akan dia dekatkan dengan putranya Daniel.


" Tante.. Rekaman CCTV itu pasti sudah di rekayasa. Tante jangan percaya begitu aja sama anak kecil itu. Dia pasti sengaja membantu ibunya untuk menjauhkan aku sama Daniel. Carla itu perempuan licik tante."


Mona tetap bersilat lidah. Seakan sudah tak memiliki rasa malu, setelah semua kebenaran tentang dirinya terkuak.


" Tutup mulut kamu Mona!" Carla mulai berbicara. " Bukti nya sudah ada di depan mata kamu, kamu masih mengelak dan malah mengkambing hitamkan aku dan anak ku. Siapa yang licik? aku atau kamu. Hah?" Carla membantah tuduhan Mona dengan emosi yang mulai tersulut


Daniel yang mendengar penjelasan yang justru menjelek jelekkan putranya dan juga Carla tentu saja tak terima.


" Kamu pikir rekaman itu hasil rekayasa putra ku?" Daniel angkat bicara. Mona menoleh ke arah Daniel terdiam seraya mendengarkan apa yang akan di katakan selanjutnya oleh lelaki incaran nya itu.


" Kamu pasti tau hotel tempat kamu menjebak Carla dulu adalah hotel milik keluarga ku. Apa kamu kamu pikir anak sekecil Farrel bisa begitu saja memiliki rekaman CCTV itu?" Tambahnya


Mona kini menyadari bahwa video yang ada di dalam laptop tadi itu di berikan oleh Daniel. Ia menciut tak tau lagi harus mengatakan apa untuk mengelak dari kenyataan itu. Sementara itu, Nuri hanya bisa diam tak mampu melakukan apapun untuk menolong putri nya, Mona. Ia hanya berdiri mematung menyaksikan Mona yang sudah kehabisan kata kata setelah mendengar ucapan Daniel.


Saat suasana tengah memanas. Riska tiba tiba berkata, " Tapi mama tetap tidak akan merestui kamu menikah dengan wanita itu."


Namun sesaat setelah Riska mengatakan itu, dengan memperlihatkan wajah lugu nya, Frilly menghampiri Riska dan meraih tangannya. Kemudian ia berkata


" Nenek.. Kenapa nenek sangat membenci mama Carla? Mama Carla salah apa?"


Riska terdiam sambil menatap wajah Frilly yang berdiri disampingnya dengan wajah yang terlihat penuh kesedihan.


" Apa nenek tau? tiap Frilly dan kak Farrel main di luar, Frilly selalu iri melihat anak anak seusia Frilly bermain dengan mama dan papa mereka. Sedangkan Frilly dan kak Farrel hanya punya mama. Terus sekarang Frilly baru sedikit bahagia karna akhirnya Frilly tau kalau Frilly juga punya seorang papa. Tapi nenek malah mau memisahkan Frilly dan kak Farrel dengan papa."


Semua orang yang berada di sana merasa terenyuh mendengar penuturan Frilly, kecuali Mona dan Nuri. Keduanya tampak kesal sambil menatap tajam ke arah Frilly.


" Nenek.. Tolong jangan pisahkan kami dari papa lagi. Jangan benci mama Carla. Mama Carla bukan orang jahat" Frilly mengatakannya sambil menangis dan memeluk erat Riska.


Riska kini merasa tertekan. Perasaannya berkecamuk, matanya melihat sekilas ke semua orang yang sedang menatapnya satu per satu. Ia menelan ludah dengan susah payah, entah apa yang sedang ia pikirkan kini.

__ADS_1


" Frilly.. " Panggil Carla dan Frilly menoleh seraya melepaskan pelukannya. " Sini sayang.." Tambahnya


Frilly pun berjalan menghampiri Carla. Sedangkan Riska hanya menatap Frilly yang berjalan menjauh darinya.


" Tante.." Mona masih tak menyerah. Ia masih berusaha untuk mencari simpati dari Riska. Ia enghampiri Riska dan hendak meraih tangan Riska.Namun belum sempat ia berkata dan menyentuh tangannya, Riska dengan cepat dan kasar langsung menepis tangan Mona.


Seolah tak peduli dengan apa yang akan di katakan oleh Mona, Riska langsung memalingkan wajah dan mengajak Kikan untuk pulang.


" Kikan, ayo kita pulang." Ucapnya


" I-iya mah." Jawab Kikan.


" Tante tunggu.." Ucap Mona seraya mendekati Riska yang sudah akan melangkahkan kakinya.


" Diam."


Mona tersentak dan terdiam setelah mendengar Riska yang meneriakinya. Dengan wajah penuh kekesalan, Riska dan Kikan pun akhirnya pergi dari kediaman Hasan.


" Maafkan atas kekacauan ini. Tapi rencana saya untuk melamar Carla kesini tidak berubah. Saya ingin meminta restu tuan Hasan untuk menikahi Carla."


Saat suasana sudah mulai hening, Daniel pun mengatakan kembali maksud dan tujuannya mengunjungi kediaman Hasan.


" Tidak, ini bukan kesalahan kamu. Duduklah." Jawab Hasan sambil mendudukan diri di sofa ruang tamu nya.


Semua orang yang masih berada di sana kini kembali duduk di sofa dengan tenang. Walaupun Mona dan Nuri masih merasa kesal, ia tetap menuruti Hasan dan ikut duduk kembali.


" Saya tidak menyangka, kejadian enam tahun lalu adalah ulah adik Carla sendiri. Karna itu saya dengan tulus meminta maaf, karna pernah menyalahkan semuanya padamu waktu itu." Jelas Hasan


" Namun untuk soal lamaran mu untuk Carla, saya tidak bisa memutuskan sendiri. Saya hanya akan mendukung keputusan Carla. Saya akan mendukung apapun keputusannya." Tambahnya


Carla menoleh ke arah sang ayah dengan wajah yang berbinar. Sementara itu Mona dan Nuri hanya bisa diam dengan wajah penuh kebencian dan mata yang melebar menatap kesal wajah Carla


" Sebenarnya sebelum kami kesini, Daniel sudah melamar Carla kemarin. Dan Carla sudah menerimanya." Ungkap Carla sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


" Kalau itu keputusan mu, papa akan mendukungnya. Papa merestui kalian." Ucap Hasan


Carla dan Daniel tersenyum bahagia mendengar keputusan Hasan, begitupun dengan Farrel dan Frilly. Farrel dan Frilly merasa bahagia karna sebentar lagi mereka akan memiliki orang tua yang utuh seperti impian mereka selama ini.


Farrel melirik ke arah Mona dan Nuri. Ia tersenyum licik, ia begitu puas, karna rencana nya membalas Mona telah berhasil bahkan membuahkan hasil yang manis.


Mona yang merasakan ada yang sedang menatapnya itu pun spontan menoleh ke arah Farrel. Terlihat lah Farrel yang sedang menatap nya dengan tatapan seperti mengejek. Ia pun tersentak, lalu dengan penuh emosi, ia akhirnya meninggalkan ruang tamu dan pergi ke kamarnya dan di ikuti oleh Nuri sang ibu.


" Hah.." Farrel tertawa kecil melihat kepergian Mona dan Nuri.


" Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" Tanya Hasan dan membuat Carla sedikit terkejut dan Canggung


" Pah.. Daniel baru saja melamar Carla. Masa sudah tanya kapan nikah nya." Sahut Carla dengan malu.


" Bagaimana kalau bulan depan?" Sambung Daniel


" Hey, itu terlalu cepat." Balas Carla makin malu


" Kenapa? Makin cepat makin baik." Ujar Hasan


" Papa.." Rasa canggung Carla makin memuncak, wajahnya mulai bersemu merah karna saking malunya.


....


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di dalam mobil Riska dan Kikan yang kini sudah berada di perjalannan menuju rumahnya.


" Mah.. Jadi apa keputusan mama? Apa mama akan merestui Kak Daniel dan wanita itu, maksud ku dengan Carla." Tanya Kikan


" Sebenarnya mama tidak setuju Daniel dengan wanita itu. Tapi mama tidak bisa apa apa lagi, selain menyerah dengan keputusan Daniel. Tapi mama akan tetap memantau wanita itu. Siapa tau aja dia hanya ingin memoroti kekayaan Daniel aja." Jawab Riska


" Tapi kelihatan nya Carla bukan wanita seperti itu mah.. Kalau dia wanita seperti itu, Kak Daniel pasti tidak akan mengejarnya, mama tau kan Kak Daniel pasti gak akan asal memilih wanita yang akan dia nikahi. Pasti kak Daniel sudah memeriksa nya terlebih dahulu." Ujar Kikan


" Yaa siapa yang tau." Balas Riska

__ADS_1


__ADS_2