
Setelah menempuh 2 jam perjalanan akhir nya Daniel , Carla dan juga Roy tiba di kota B untuk bertemu rekan bisnis Daniel. mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah restourant tempat yang sudah di tentukan sejak awal dan sudah di resevasi sebelum nya. hingga akhir nya mereka sampai di restourant tersebut.
Daniel mengulurkan tangan nya ke arah Carla saat Carla hendak keluar dari mobil. Carla pun menggenggam tangan Daniel dan setelah itu Daniel menaruh tangan Carla bersilang di tangan nya.
" pak... kenapa kaya gini? gak enak di liat klient bapak nanti." bisik Carla kepada Daniel saat mereka berjalan bergandengan tangan seperti pasangan.
" diam lah. samapai pulang nanti jangan membantah saya. apa pun itu." tegas Daniel di samping Carla.
Carla dan Daniel melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam restourant sampai lah mereka di ruang VIP yang sudah secara khusus di pesan oleh rekan bisnis Daniel yang akan mereka temui.
" Daniel... kamu udah sampai.." ucap seorang wanita yang ternyata adalah Hellen mantan kekasih Daniel dulu.
Hellen memperhatikan Carla yang sedang berdiri di samping Daniel sambil merangkul tangan nya.
" apa apaan ini? siapa perempuan ini? kenapa dia sangat mesra sama Daniel. papa bilang Daniel akan datang dengan sekertaris nya. harus nya itu Roy kan. kenapa jadi sama perempuan." batin Hellen sembari menatap tajam ke wajah Carla.
Hellen berusaha tak berfikir yang teralalu jauh. ia langsung menggeserkan Carla yang berdiri di samping Daniel dengan sedikit mendorong nya kesamping dan ia yang berdiri di sebelah Daniel.
" ayo kita duduk. tadi aku udah pesan makanan untuk kita lunch." Hellen menarik tangan Daniel untuk segera duduk di kursi yang telah di pesan nya tanpa menghiraukan Carla yang berada di sebelah mereka.
Daniel dan Hellen duduk bersebelahan sedangkan Carla duduk di kursi lain nya yang ada di depan mereka.
Carla nampak sedikit tidak nyaman berada di sana. ia bingung apa Hellen lah rekan bisnis yang di katakan oleh Daniel. lalu mengapa mereka bukan tampak seperti rekan bisnis melainkan tampak seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.
" kamu makan ini ya. ini kan makanan favorit kamu." ucap Hellen sembari menaruh makanan di piring Daniel.
" apa apaan pak Daniel ini. untuk apa aku ada di sini? apa untuk melihat kemesraan mereka?" batin Carla
" saya permisi..." Carla berkata sembari berangjak dari tempat duduk nya hendak meninggalkan mereka.
" duduk.." Namun Daniel mencegah nya dan akhirnya Carla pun kembali duduk di kursi nya.
" di mana pak Reza? kenapa jadi kamu yang ada di sini?" tanya Daniel kepada Hellen.
Memang rencana nya Daniel hendak bertemu rekan kerja nya yaitu Reza yang tak lain adalah ayah Hellen.
" katanya papa masih ada meeting penting di kantor jadi aku yang di suruh gantiin papa buat nemuin kamu." jawab Hellen
" kalau gitu langsung saja kita bahas soal project perusahaan." ucap Daniel dengan wajah tanpa ekspresi seperti biasa nya
" project? project apa? papa cuma bilang harus nemuin kamu di sini. papa gak bilang apa apa soal project. aku kira kita sengaja di suruh ketemu buat membahas perjodohan kita." jawab Hellen
__ADS_1
Carla yang mendengar ucapan Hellen pun nampak terkejut.
" jadi dia wanita yang akan di jodohkan oleh orang tua nya dengan Daniel." batin Carla
Namun tiba tiba Daniel beranjak dari tempat duduk nya dan mengajak Carla untuk pergi dari tempat tersebut.
" ayo pulang." ucap nya kepada Carla namun Carla masih duduk terdiam karna tak tau siapa yang di ajak oleh Daniel
" tunggu Daniel kenapa pulang? aku tau kamu masih marah sama aku. tapi aku udah menyesali kejadian dulu dan ingin memperbaiki hubungan kita. tante Riska (mama Daniel) juga udah merestui hubungan kita. bahkan menyuruh kita untuk segera menikah." jelas Hellen sembari merangkul tangan Daniel agar ia tidak pergi
" apa kamu sedang berhalusinasi. dari tadi aku hanya diam karna aku masih mencoba sabar. tapi kamu malah membicarakan omong kosong kaya gini? apa kamu gak liat perempuan yang tadi kamu singkirkan dari ku? dia satu satu nya wanita yang akan aku nikahi."
Mata Carla terbelalak tatkala mendengar perkataan Daniel. jantung nya kembali berdegup kencang seolah ingin segera melompat dari dalam tubuh nya.
Daniel menghampiri Carla dan merangkul pinggang nya mesra lalu meraih tekuk Carla dan mengecup kening Carla lembut layak nya seorang yang sedang mengecup kekasih nya sendiri.
" dia satu satu nya orang yang aku cinta. jadi jangan bermimpi untuk bisa menikah dengan ku. ayo sayang kita pulang." ucap Daniel sembari menggandeng tangan Carla keluar dari restourant tersebut
Carla yang mendapat perlakuan dari Daniel hanya diam tak berkata atau berbuat apapun. hanya perasaan aneh di dalam hati nya. apa ini rasanya di cintai walaupun ia tau ini hanya kebohongan yang di buat oleh Daniel
" Daniel tunggu. kamu bohong kan sama aku. kamu cuma lagi marah sama aku kan. Daniel.." teriak Hellen saat melihat kepergian Daniel
" siapa sebenernya perempuan sia*an itu. berani nya merebut Daniel dari ku." ucap Hellen kesal
...
Carla dan Daniel sampai di depan mobil Daniel. Roy yang menunggu mereka di dalam mobil bergegas keluar dan membuka kan pintu mobil untuk Daniel dan Carla. mereka pun masuk ke dalam mobil. Roy pun langsung melajukan mobil nya pergi dari tempat parkir restouran.
di perjalanan Carla hanya diam tak berkata apa apa. ia hanya berfikir. oh mungkin ini adalah balasan karna sebelum nya Daniel pernah berpura pura menjadi calon suami nya di hadapan Mona. dan sekarang Daniel melakukan nya lagi untuk menghindari perjodohan nya. dan menggunakan Carla sebagai tameng nya.
" hey apa yang kamu lakukan.??" tanya Daniel saat melihat Carla yang sedang membuka kalung yang tadi di berikan oleh Daniel
" saya cuma mau mengembalikan kalung bapak. seperti nya ini sangat mahal. saya takut menghilangkan nya. " jawab Carla setelah berhasil membuka kalung yang ia gunakan dan memberikan nya ke tangan Daniel
" kenapa kamu senang sekali membuat aku kesal." bentak Daniel
" k-kenapa bapak kesal sama saya?" tanya Carla yang bingung sekaligus ketakutan karna bentakan dari Daniel
" nona Carla.. tuan Daniel membeli kalung itu khusus untuk nona." sambung Roy
" tapi untuk apa? saya di bisa menerima kalung ini. ini terlalu mahal." ucap Carla
__ADS_1
" baiklah." Daniel tiba tiba membuka kaca pintu mobil dan melempar kalung nya keluar.
" ha? kenapa bapak membuang kalung nya. Kak Roy tolong berhenti." teriak Carla yang terkejut karna Daniel tiba tiba membuang kalung nya.
"lagi lagi kamu panggil dia kakak. aku udah bilang jangan panggil dia kakak. dia bujan kakak kamu." bentak Daniel
" kenapa bapak mempermasalahkan hal yang gak penting. apa? bapak mau saya panggil bapak dengan nama aja? baik. Daniel kamu keterlaluan." teriak Carla kesal
Mendengar Carla yang marah marah kepada nya Daniel justru malah tersenyum seperti merasa puas.
" kenapa? kenapa senyum senyum? aku tau kamu tampan kalau tersenyum. tapi tempat kan senyum kamu itu di waktu yang tepat." Carla makin membentak Daniel dan itu membuat Daniel makin ternyum dan tertawa melihat nya.
Daniel terus tertawa sembari melihat wajah Carla yang sedang kesal. lalu tiba tiba ia mendekat dan mengulurkan kedua tangan nya ke arah Carla.
" a-apa? kamu mau apa?" tanya Carla gugup
Daniel tak menjawab pertanyaan Carla dan ternyata Daniel sedang memakaikan lagi kalung yang tadi tenyata tidak di buang oleh nya.
" apa? kamu permainin aku tadi? kamu gak ngebuang kalung nya?" mata Carla berkaca kaca melihat kalung yang sudah selesai melingkari leher nya.
" jangan di lepas. aku gak ngijinin kamu buat ngelepas kalung nya. kalau kamu lepas lagi. aku bakal benar benar ngebuang kalung itu." ucap Daniel
" ngomong ngomong.. kamu menggemaskan pas lagi marah. marah lah lagi aku suka ngeliat nya." sambung nya sambil terkekeh
Carla tiba tiba terdiam ketika mengingat ia telah memarahi Daniel.
" astaga apa yang aku lakukan tadi. mati lah aku..." batin Carla
" kok diam? kenapa? baru sadah kamu udah marah marah tadi?" tanya Daniel meledek Carla
glekk... Carla menelan saliva nya merasa tak enak dan canggung karna perbuatan nya sendiri
" ahaha pak.. maaf kan saya.. ta-tadi saya kelepasan marah ke bapak habis nya bapak tadi ngebuang kalung ini. maafkan saya pak." Carla menundukkan kepala nya meminta maaf kepada Daniel
" Roy... apa selama kamu kerja sama saya kamu pernah liat ada yang memarahi saya?" tanya Daniel kepada asisten nya itu
" tidak pernah tuan. tidak ada yang berani memarahi tuan Daniel bahkan ibu tuan pun tidak pernah." jawab Roy sambil tersenuum menahan tawa
" apa? mati lah aku..." batin Carla
" menurut mu hukuman apa yang pantas untuk sekertaris ku ini Roy.?" Daniel kembali mempermainkan Carla dengan berpura pura marah kepada nya
__ADS_1
" mungkin tuan harus memecat nya " Roy pun mengikuti tuan nya mempermain kan Carla
" ahaha pak.. saya kan sudah minta maaf. tolong jangan pecat saya" pinta Carla