Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
Rencana Mona


__ADS_3

Hassan masuk ke kamarnya untuk tidur. Sedangkan Nuri dan Mona masih di ruang tamu dan berbicara berdua di sana.


Mereka membicarakan tentang kesalahan mereka enam tahun lalu. Bukan karna menyesal, Tapi karna mereka mengetahui bahwa kegagalan mereka bukan hanya tak berhasil membuat Aiden dekat dengan Mona melainkan juga karna Carla begitu beruntung orang yang bersamanya enam tahun lalu adalah orang yang lebih segalanya dari Aiden.


" ini semua karna kesalahan kamu. bagaimana bisa laki laki itu jadi Daniel Raditya." keluh Riska


" mah aku punya rencana lain sekarang." sahut Mona dengan senyum jahat terukir di bibir nya


" apa itu?" tanya Riska penasaran


Kini dalam benak Mona terlintas kembali sebuah rencana, ia harus mendekati Daniel dan mendapatkannya bagaimana pun caranya.


Mona berpikir, mungkin saja dulu ia gagal mendapatkan Aiden karna Aiden sudah terlalu mengenal Carla. Sedangkan Daniel belum terlalu lama mengenal, mungkin akan lebih mudah baginya untuk mengelabui dan merayu Daniel.


" aku punya rencana mah. aku yakin, aku bisa mendekati Daniel." ucap Mona sembari tersenyum jahat.


Sudah terlintas di benak Mona apa saja yang bisa ia lakukan kepada Daniel. Ia telah membuat rencananya untuk mulai mendekati Daniel.


" apa kamu yakin? dulu saja kamu gagal mendekati Aiden yang jauh di bawah Daniel." Nuri sedikit ragu dengan rencana jahat Mona untuk mendekati Daniel


" mama tenang saja. adik nya Daniel Radiya adalah sahabat ku. aku bisa memanfaatkan itu untuk memulai rencana ku." Mona meyakinkan sang ibu.


....


Esok harinya di perusahaan D-V milik Daniel..


tok tok tok.. suara ketukan pintu terdengar dari dalam ruangan kerja Daniel.


Dengan suara yang agak keras, Daniel menyuruh orang yang mengetuk pintu ruangan dari luar untuk masuk.


Dan masuklah seorang wanita setengah paruh baya. Siapa lagi jika bukan Riska ibunda Daniel Raditya. Daniel mengerutkan keningnya, ketika melihat sang ibu tak hanya datang seorang diri ke dalam kantornya. Melainkan bersama seorang wanita muda yang Daniel dan Carla sangat kenali. Wanita itu adalah Mona.


Carla dan Daniel tampak melihat ke arah satu sama lain. Keduanya Berpikir dan bertanya tanya dalam hati, untuk apa Mona kesini? Begitulah isi pikiran Daniel dan Carla.


“ ada apa mama ke kantor Daniel. Dan kenapa bersama wanita itu?” Daniel bertanya kepada sang ibu


Riska melirik sekilas ke arah Mona lalu ia pun menjawab.

__ADS_1


“ mulai sekarang Mona akan bekerja di sini sebagai Sekretaris pribadi kamu.”


Daniel kembali mengerutkan keningnya, ketua alis matanya hampir menyatu. Ia bertanya di dalam hatinya “ apa lagi rencana mama sekarang" begitu batinnya


“ aku sudah punya sekretaris mah.” Daniel pun menegaskan kepada sang ibu.


“ mama tau, dia kan sekretaris kamu?” Riska menunjuk Carla


Melihat dirinya di tunjuk seperti itu oleh Riska, Carla pun hanya tertunduk tak mengatakan apa pun.


“ mama sudah mengurus perpindahan dia. Mulai sekarang dia akan bekerja di bagian marketing .”


Dengan semaunya sendiri, Riska membuat keputusannya. Dan keputusan itu jelas saja membuat Daniel naik pitam. Ingin sekali rasanya ia memarahi Riska, jika saja dia bukan ibu kandungnya. Namun, ia berusaha menahan emosinya kepada sang ibu, dengan memberi penjelasan secara perlahan.


“ mama tidak bisa main memindahkan karyawan Daniel semau mama. Di kantor Daniel ada aturan sendiri, termasuk memindahkan jabatan karyawan.”


“ mama tidak mau tau, dia harus pindah sekarang juga.” Riska tetap bersikukuh dengan apa yang telah ia putuskan.


Carla yang mendengar percakapan itu merasa risau. Carla yakin Riska sedang mencoba untuk mendekatkan Mona dengan putra nya, Daniel. Ia teringat, belum lama ini demi menjodohkan Daniel dengan Hellen, Riska sampai merancanakan penculikan Farrel dan Frilly untuk menjadikan mereka sebagai alat pertukaran agar Daniel mau menikah dengan Hellen.


Carla pun dengan berat hati memutuskan untuk menuruti kemauan dari Riska. Ia tak ingin, sampai sesuatu yang buruk seperti sebelum nya, terjadi lagi. Terlebih kepada kedua buah hati nya yaitu Farrel dan Frilly.


" apa? Carla, aku tidak setuju. Kenapa malah kamu yang memutuskan. Ini kan perusahaan aku." protes Daniel dengan nada yang sesikit kesal.


" maaf pak, ini demi kebaikan bersama."


Setelah mengatakan itu, Carla bergegas membereskan barang barang nya yang ada di meja kerja nya. Sedangkan Daniel masih berdiri di posisi nya. sembari terus menatap Carla yang sedang sibuk menaruh satu persatu barang barangnya ke dalam kotak besar.


Sambil memegang Kotak berisi barang barang perlengkapan kerja Carla. ia berjalan keluar dengan wajah sendu. Daniel hanya bisa menatap langkah Carla yang sedikit demi sedikit menghilang dari pandangan matanya.


" rencana pertama berhasil. " Mona berkata dalam hati sambil tersenyum puas.


" Nah, Mona. Sekarang kamu taruh barang barang kamu di meja kerja kamu ya." suruh Riska kepada Mona


" baik tante." jawab Mona.


Mona pun berjalan menuju meja kerja bekas Carla yang kini menjadi miliknya. Dan menaruh barang bawaan nya di atas meja. Setelah itu ia kembali menghampiri Riska.

__ADS_1


" sekarang tante pulang dulu ya. kalau ada yang kamu tidak mengerti. kamu tanyakan saja sama Daniel." ucap Riska kepada Mpna yang sudah berdiri di hadapan nya.


" baik tante, terima kasih." sahut Mona sembari menunduk.


Riska hanya mengusap kepala Riska lalu ia pun berkata kepada Daniel.


" jaga Mona. jangan kasih pekerjaan yang berat berat." titah Riska kepada Daniel putra nya.


Dengan malas Daniel menjawab " kenapa juga harus di jagain. dia kan mau kerja di sini bukan mau sekolah."


" tidak apa apa kok tante. Kalau nanti ada yang Mona gak mengerti, Mona akan tanya langsung sama kak Daniel." Sambung Mona


" siapa yang kamu panggil kakak? kamu di sini karyawan ku. Jadi panggil aku seperti yang lain. panggil aku pak Direktur."


Daniel sangat risih dan tak menyukai perkataan dan panggilan Mona terhadap nya.


" baik pak." jawab Mona, " hissss sabar lah Mona, yang penting kesempatan kamu sudah terbuka sekarang." batin nya


" baiklah kalau gitu mama pulang ya." ucap Riska


" Roy. Antar mama ku sampai ke mobil." suruh Daniel kepada Roy yang sejak tadi hanya berdiri di belakang Daniel tanpa melakukan apa apa.


" baik tuan." jawa Roy.


Roy langsung membukakan pintu ruang kantor Daniel lalu mempersilahkan Nyonya Riska untuk berjalan terlebih dahulu setelah itu Roy mengikuti nya dari berlakang.


Kini di ruangan itu hanya ada Daniel dan Mona. Daniel berjalan ke arah Mona lalu berdiri di hadapan nya. pelan pelan Daniel mendekatkan wajah nya ke arah Mona yang berdiri sangat dekat di depan nya.


Mona yang melihat itu. merasa berdebar dan sangat senang. Ia berfikir Daniel akan mencium nya saat itu, dan perlahan ia pun memejamkan matanya dengan penuh percaya diri. Sedangkan dalam hati Daniel berkata dalam hati " dasar wanita murah*n. ngapain dia tutup mata?"


Dan dugaan Mona terbantahkan ketika Daniel mendekatkan wajah nya ke samping telinga Mona lalu berkata.


" aku tau apa rencana kamu. jangan macam macam dengan ku, jika ingin selamat."


Kata kata Daniel membuat mata Mona menjadi terbelalak. tubuh nya merinding, saat mendengar ancaman dari Daniel yang terdengar tidak main main. Daniel kembali berdiri dengan benar lalu berjalan menuju meja kerja nya.


" buat kan aku kopi." suruh Daniel membuat Mona tersentak

__ADS_1


" ba-baik pak."


Mona buru buru keluar dari ruangan Daniel menuju pantri untuk membuatkan kopi yang di minta oleh Daniel. Sementara itu Daniel terlihat begitu kacau, ia benar benar sangat kesal dengan tindakan ibu nya. Ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerja nya dan sedikit memijat pilipis mata nya lalu mata nya mulai terpejam.


__ADS_2