
" sayang.. boleh mama masuk.. "
Ucap Carla dari luar kamar Farrel dan Frilly.. dan di jawab oleh Farrel memperbolehkan mama nya masuk ke kamar mereka..
" ada apa mah.. " tanya Farrel
Carla duduk di tempat tidur Farrel dan Frilly dan memangku Frilly..
" mama mau tanya.." ucap Carla
" tanya apa mah?" tanya Farrel
" tadi siang ada orang yang transfer ke rekening bank mama ya.. apa kalian tau itu dari siapa? " jawab Carla dengan nada lembut sambil mengusap usap rambut Frilly
mendengar pertanyaan Carla. Frilly pun melirik Farrel memberi isyarat pertanyaan harus menjawab apa.
" tapi mama hanji dulu ya. mama gak boleh marah kalau Farrel jawab." ucap Farrel
" iya sayang mama janji gak akan marah " jawab Carla
akhirnya Farrel menceritakan dari mana asal uang itu. ia memberi tahu Carla bahwa ia dan Frilly bekerja menjadi bintang iklan. ia pun menceritakan dari awal sampai akhir saat Farrel dan Frilly bertemu dengan Rossa photografer yang menawarkan pekerjaan tersebut.
" kok kalian ga ada yang cerita ke mama? kalau sampai itu penipuan dan kalian di culik gimana? "
Carla akhirnya sedikit marah namun lebih merasa khawatir memikirkan jika sampai sesuatu terjadi kepada kedua anak anak nya.
" mama gak usah khawatir. kita di temenin sama bibi Tasya kok." ucap Farrel
" tetep aja. bibi tasya itu kan perempuan. kalau sampai terjadi sesuatu sama kalian belum tentu bibi Tasya bisa melawan. "
Farrel dan Frilly hanya diam menundukkan kepala melihat sang ibu memarahi perbuatan mereka. walaupun niat mereka baik untuk membantu keuangan Carla.
" maaf mah.. harus nya kita ijin dulu sama mama.. tapi mama jangan marahin bibi Tasya yah.. sebenernya bibi tasya udah bilang buat ijin dulu sma mama. tapi kita yang gak mau. soalnya pasti mama bakalan ngelarang kita." ucap Farrel masih sambil menundukkan kepala nya.
" iya mama gak akan marah sama bibi Tasya. tapi kalian harus janji.. kalau ada apa apa harus di bicarain dulu sama mama. mama kan gak pernah mengajari kalian untuk berbohong." jawab Carla
" iya mah.. kita janji " sambung Farrel dan Frilly bersamaan.
" karna uang itu punya kalian. jadi itu di tabung aja buat nanti keperluan kalian sekolah yah.." ucap Carla
" tapi kita mau uang itu buat mama.. Farrel sama Frilly mau bantu mama. biar mama gak terlalu kesusahan kalau mama gak punya uang "
Mendengar perkataan Farrel membuat hati Carla terenyuh. pedih sekaligus bangga. bagaimana mungkin bocah seusia Farrel dan Frilly sudah bisa berfikir seperti itu.
Carla langsung memeluk kedua anak nya sambil menahan air mata yang mulai ingin segera menetes dari mata nya.
" mama bahagia banget punya anak seperti Farrel dan Frilly. kalian tau ngga. gak banyak anak di usia kalian bisa berfikir seperti itu. dan mama bangga karna itu. tapi mama juga ga mau buat kalian kesusahan sampe harus bantu mama cari uang. " Ucap Carla
" mulai hari ini dan seterus nya. kalau kak Rossa atau siapapun ada yang menawarkan syuting iklan atau apapun lagi. kalian kasih aja nomer handphone mama ya. biar mama yang nanganin mereka. mengerti?" sambung nya
Farrel dan Frilly pun meng iyakan ucapan sang ibu. sambil menganggukkan kepala.
" yaudah sekarang kalian tidur. mama juga mau tidur besok harus kerja."
__ADS_1
Ucap Carla sambil melepaskan pelukan nya. lalu menidurkan kedua anak nya. setelah mereka tertidur Carla pun kembali ke kamar nya untuk tidur juga.
...
Ke esokan pagi nya Carla sudah siap hendak pergi bekerja. namun kali ini Carla tidak bisa menitipkan kedua anak nya kepada Tasya. karna Tasya sudah kembali kuliah setelah sebelum nya ia mengambil Cuti.
" mama berangkat ya.. kalian jangan kemana mana. pokok nya jaga rumah baik baik. oke." ucap Carla
" iya maah.."
Jawab Farrel dan Frill sambil mencium tangan sang ibu.. Carla mencium kening Farrel dan Frilly sekilas lalu berangkat menuju kantor
" hati hati ya mah.." ucap Frilly.
" iya sayang." jawab Carla lalu pergi dari rumah mereka.
...
" tumben pak kutub belum dateng. biasa nya jam segini udah duduk di kursi kerja."
gumam Carla sambil membuka pintu dan memasuki ruang kerja nya dan Daniel.
" siapa yang kamu panggil kutub?"
" ayam.."
Carla pun di buat terkejut dengan suara Daniel yang tiba tiba berada di belakang nya. dan membuat kaki Carla tidak sengaja terkilir hingga terjatuh terlentang di lantai.
mereka saling bertatap mata. dengan jarak yang sangat dekat hingga hidung mereka hampir bersentuhan. seakan tak menyadari apa yang sedang terjadi dan mereka ada di mana.
hingga akhirnya..
" tuan.. eh maaf saya bisa kembali lagi nanti. "
Ucap Roy yang tiba tiba datang dan membuat Carla dan Daniel tersadar. lalu mereka sama sam berdiri..
" maaf tuan saya tidak sengaja. apa tangan tuan terluka?"
Tanya Carla sambil menggerak gerakkan tangan Daniel yang saat jatuh tadi secara reflek Daniel pakai untuk menopang kepala Carla agar ia tidak terbentur ke lantai.
Namun Daniel hanya diam mematung tidak menjawab pertanyaan Carla sedikit pun. hanya menatap wajah Carla dengan tanpa ekspresi seperti biasa nya.
" hey hey hey.. apa benar dia tuan Daniel yang ku kenal? ada apa dengan tingkah nya itu." batin Roy sambil memperhatikan bos nya itu.
Tiba tiba Carla tersadar dengan apa yang dia lakukan.
" eh.. maaf pak Daniel.. saya tidak bermaksud lancang. saya hanya hawatir ada luka di tangan bapak." ucap Carla sambil memundurkan badan nya.
" Roy. tolong buatkan saya kopi."
" baik tuan.. " jawab Roy " sejak kapan tuan suka minum kopi pagi pagi" batin nya
" biar saya saja yang buatkan." sambung Carla
__ADS_1
" saya menyuruh Roy bukan kamu." lanjut Daniel
Akhirnya Roy keluar dari ruangan sambil menutup pintu dan pergi untuk membuatkan kopi untuk Daniel..
setelah asisten Roy keluar, tiba tiba Daniel melangkah kan kaki nya ke arah Carla dan berdiri sangat dekat di depan nya.
" hey.. apa kita pernah bertemu seblum nya? kenapa wajah kamu sangat tidak asing"
tiba tiba Daniel menanyakan pertanyaan yang membuat Carla bingung sekaligus gugup untuk menjawab nya. karna posisi Daniel berdiri sangat dekat dengan nya.
" ah.. aha.ha. seperti nya saya pertama kali saya bertemu pak Daniel itu waktu saya tidak sengaja menabrak bapak di loby." jawab Carla sambil menundukkan kepala nya karna Canggung
" sebelum itu.. apa kita tidak pernah bertemu?" tanya Daniel kembali
" oke tidak perlu di jawab. biarkan saya memastikan sesuatu."
" memastikan apa tuan?" tanya Carla
Namun bukan menjawab pertanyaan Carla, Daniel justru memegang dagu Carla membuat Carla melihat ke arah wajah nya. dan dengan cepat Daniel tiba tiba menci*m bibir Carla
Carla membelalakkan matanya mendapat perlakuan dari Daniel.
" perasaan ini.. juga sama persis seperti saat aku menciu* gadis 6 tahun lalu itu. perasaan berdebar dan tidak ingin melepaskan nya. benar benar sama seperti dulu." batin Daniel saat ia sedang menciu*m Carla
tak menunggu lama Carla langsung mendorong tubuh Daniel menjauh dari nya.
" apa yang bapak lakukan.?" ucap Carla kesal
Namun belum sempat menjawab tiba tiba Roy sudah mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Daniel membawa secangkir kopi.
" ada apa ini? kenapa suasana nya aneh sekali" batin Roy
...
Roy melihat arlogi nya. waktu sudah menunjukkan pukul 01. 30 siang.
" tuan.. sekarang sudah jam setengah dua. apa tuan jadi menemui anak yang bernama Farrel tuan?" ucap Farrel dengan suara sedikit berbisik
" ya.. ayo berangkat."
Daniel dan Roy pun pergi meninggalkan kantor untuk menemui Farrel dan Frilly di taman anggrek. tanpa berkata apapun kepada Carla.
...
sesampainya di taman anggrek...
Roy turun dari mobil dan melihat ke segala arah mencari keberadaan Farrel dan Frilly.
Dan akhirnya Roy melihat mereka yang sedang duduk di bangku taman..
Roy membukakan pintu mobil untuk Daniel.
" tuan.. mereka ada di sebelah sana.." ucap Roy sambil menunjuk ke arah Farrel dan Frilly berada
__ADS_1