
Di ruangan kerja Carla tampak gusar. Ia masih memikirkan tentang peristiwa yang terjadi padanya saat di toilet tadi. Ia berpikir pasti nanti Bella akan melaporkan kejadian tadi kepada asisten Roy seperti kejadian dulu saat Bella tak sengaja memergoki Hellen yang mengancamnya.
Saat itu juga Carla memutuskan untuk pergi menemui Bella di ruang HRD tempat Bella bekerja. Ia bergegas hendak melangkahkan kakinya menuju kesana. Lolita yang duduk tepat di sebelah Carla pun bertanya kepada Carla
" mau kemana?" begitu ucapnya
" aku mau ke toilet sebentar." Carla tak memberi tahu Lolita kemana ia akan pergi.
Setelah mengatakan itu, Carla langsung berjalan keluar dari ruangan tim marketing untuk menemui Bella dengan langkah lebar dan terburu buru. Hingga akhirnya Carla tiba di ruang kerja Bella.
Dengan langkah yang makin di percepatnya Carla menghampiri Bella yang sedang sibuk mengerjakan tugas kantornya.
" Kak Bella." Panggil Carla setelah ia berada tepat di depan meja keja Bella
" eh Carla, ada apa?" Tanya Bella
" aku mau bicara sesuatu sama kak Bella sekaligus mau minta tolong." Jawab Carla
Carla mulai mengatakan maksud dan tujuannya menemui Bella, ia memohon kepada Bella agar tidak melaporkan kejadian yang terjadi di toilet tadi kepada asisten Roy. Dengan alasan ia tak ingin terjadi lagi masalah lain jika sampai kejadian tadi sampai ke telinga Daniel. Bella pun hanya mengiyakan permohonan dari Carla.
" baiklah, aku tidak akan mengatakan kepada asisten Roy masalah tadi." Ucap Bella
" terima kasih kak Bella, kalau begitu saya permisi dulu." Carla menganggukkan kepalanya berpamitan kepada Bella dengan sopan dan di balas anggukan juga oleh Bella.
" Maaf Carla, Tapi aku sudah terlanjur melaporkan nya kepada asisten Roy." Gumam Bella
....
" Apa? siapa itu Tania dan Dora? berani sekali dia mengganggu wanita ku."
Pada saat yang bersamaan, ternyata Roy sudah melaporkan peristiwa yang terjadi pada Carla kepada tuannya, Daniel. Daniel yang mendengar itu tentu saja merasa kesal dan tidak bisa terima jika orang yang begitu ia cintai di sakiti oleh orang lain.
" memang nya apa yang terjadi sampai mereka bisa bertengkar di toilet?"
Roy pun mulai menceritakan semua yang terjadi saat itu dari awal hingga akhirnya Carla dan Dora bertengkar. Roy mengatakan jika Dora saat menghina Carla dengan mengatakan bahwa Carla sengaja menggoda Daniel, dan yang membuat Carla akhirnya tak bisa menahan emosinya adalah, karna Dora tiba tiba membawa bawa ibunda Carla dan juga menghinanya.
Daniel naik pitam mendengar setiap perkataan yang terlontar dari mulut asistennya itu. Mata nya membelalak, gigi nya menggertak kuat dan darah nya seperti mendidih.
" Kurang ajar!! panggil 2 orang itu dan juga Carla." Suruh Daniel kepada Roy
" baik tuan."
Setelah mengatakan itu Roy pun bergegas melangkahkan kaki nya keluar dari ruang kerja Daniel menuju ke ruangan tim marketing untuk memanggil Tania, Dora dan juga Carla. Seperti yang di perintahkan oleh Daniel.
Saat sedang berjalan menuju ruang kerja tim marketing, ponsel Roy berdering. Ia berhenti sejenak, mengambil ponsel yang ia taruh di saku celana nya lalu kembali melangkah sambil menjawab panggilan di ponsel nya.
" ada apa Bella?"
__ADS_1
Ternyata sebuah panggilan masuk dari Bella. Baru beberapa langkah Roy berjalan, ia kembali berhenti setelah mendengar apa yang di katakan Bella melalui sambungan telphone. Sambil memegang pelipis matanya, Roy menjawab perkataan Bella
" kenapa kamu baru bilang sekarang? sekarang sudah terlambat, aku sudah memberi tahu tuan Daniel dan sekarang aku sedang memanggil mereka untuk menghadap tuan Daniel."
Setelah mengatakan itu, Roy kembali melanjutkan perjalanan nya menuju ruang tim marketing. Hingga akhirnya tiba lah ia di sana. Ia langsung masuk ke dalam ruangan tersebut dan memanggil Carla, Tania dan juga Dora. Mereka mengikuti asisten Roy berjalan di belakang nya.
...
Sesampainya mereka di depan pintu ruangan Direktur.
" asisten Roy.. Ada perlu apa mereka ke ruangan Direktur?" Mona nampak penasaran sekaligus gugup ketika ia melihat Tania, Dora dan juga Carla berada di depan ruangan Daniel.
" tidak ada apa apa. silahkan lanjutkan pekerjaan anda." Jawab Roy dengan wajah datar
Tok.. Tok.. Tok.. Roy mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum akhirnya ia masuk setelah mendengar sahutan yang menyuruh nya masuk dari dalam ruangan Daniel. Roy membuka kan pintu, dan mempersilahkan masuk ketiga orang yang di minta Daniel untuk menghadap nya.
Tania, Dora dan tentu saja Carla pun masuk ke dalam ruang kantor Daniel. Dengan perasaan gugup dan tegang. Mereka nampaknya tahu betul apa alasan mereka di panggil oleh Direktur mereka.
Ketiga wanita itu berjalan menghampiri Daniel yang sedang duduk di kursi kerja nya dengan raut wajah yang terlihat menakutkan. Bagaimana tidak, saat Tania dan Dora masuk ke dalam ruangannya, Daniel sudah memelototinya.
" Kalian tahu kenapa saya memanggil kalian ke sini?" Daniel mulai bersuara saat ketiga wanita itu sudah berdiri di hadapannya. " Jawab!!" sambungnya dengan suara yang sudah mulai meninggi.
Tania dan Dora menelan ludah dengan susah payah, tenggorokkan nya seperti tercekik tak bisa bersuara karna saking ia tegamg dan takutnya melihat Daniel yang sedang di selimuti amarah.
" Baiklah. Siapa diantara kalian berdua yang bernama Dora." Tanya Daniel
" sa-saya pak direktur."
Daniel menoleh ke arah Dora dan menatap tajam wajah nya yang kini masih menunduk tak berani melihat wajah bos nya itu.
" Apa kamu tau apa kesalahan kamu? sampai saya memanggil kamu kesini?" Tanya Daniel
" Ta-tau pak." jawab Dora
" Sebutkan apa kesalahan kamu." Suruh Daniel
" Maaf pak, saya tidak seharusnya bertengkar dengan Carla, tapi dia yang menyerang saya duluan. Saya hanya melawan.." Dora mulai membela dirinya
" Carla,"
Carla mengangkat kepalanya yang sejak tadi menunduk, lalu melihat ke arah Daniel dengan berusaha tetap tenang.
" Kenapa kamu harus mengotori tangan kamu dengan menyerang mereka." Sambung Daniel
" ma-maaf pak?" Carla terlihat bingung mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Daniel.
" Dengar baik baik. Kesalahan kalian berdua bukan karna membuat keributan di dalam perusahan. Tapi kalian sudah berani mengganggu calon istri saya. Bahkan kaloan berdua berani menyakiti dia."
__ADS_1
Ketiga wanita di hadapan Daniel nampak tersentak mendengar ucapan Daniel. Carla kembali menundukkan kepalanya tak sanggup melihat kearah mana pun. Sedangkan Dora dan Tania masih terdiam dan belum menangkap apa maksud perkataan Daniel.
" Dia bukanlah orang yang menggoda saya. Tapi saya yang mengejar dia dengan susah payah. Sekarang setelah dia mulai menerima saya, kalian berdua mau membuat dia kembali berpikir ulang untuk menerima saya. Berani sekali." Tegas Daniel kepada Dora dan Tania.
" Ma-maaf pak, apa bapak tidak tau kalau dia sudah mempunyai anak tanpa ayah?" tanya Dora
" Tau dari mana kamu?" Daniel kembali bertanya
" Saya tau dari sekertaris Mona. Katanya Carla punya anak hasil hubungan gelap dengan pria hidung belang." Jawab Dora
" sudah ku duga, ini semua ulah Mona." Batin Carla
Mendengar perkataan Dora, Roy yang sedari tadi hanya diam memperhatikan merka dari belakang Daniel akhirnya ikut bicara.
" hey jaga bicara kamu. Apa direktur kalian terlihat seperti pria hodung belang?"
" bukan.. Bukan pak direktur yang saya maksud, tapi.. Apa? tunggu, hah." Ucapan Dora terhenti setelah menangkap apa maksud dari perkataan Roy kepadanya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Akhirnya Tania dan Dora mengetahui kebenarannya, Jika ayah dari anak Carla adalah Daniel, direktur mereka. Dora yang semula terus membela diri kini duduk bersimpuh di depan Daniel. Tubuh nya terasa lemah tak bertenaga, rasanya ia tak sanggup lagi untuk berdiri. Lalu sambil menundukkan kepalanya Ia berkata.
" Pak direktur, tolong maafkan saya. Saya tidak bermaksud menghina bapak."
" kenapa kamu minta maaf kepada saya. Orang yang harusnya menerima permintaan maaf kalian adalah Carla bukan saya." Jawab Daniel
Dora buru buru bangun lalu berdiri di hadapan Carla dan langsung memegang ke dua tangan Carla.
" Carla aku minta maaf. Aku sudah menghina kamu. Tolong maafkan aku." Ucap Dora
Carla menepis pelan tangan Dora yang tiba tiba menggenggam tangan nya. Dengan tatapan tajam, Carla melihat wajah Dora.
" aku sudah bilang, aku tidak perduli siapapun menghina ku. Tapi lain cerita nya jika aku mendengar orang lain menghina orang tua ku terutama ibu ku." Ujar Carla
" Ya aku tau, aku minta maaf. Aku sungguh sungguh minta maaf."
Carla terlihat tak menghiraukan Dora yang terus menerus meminta maaf kepadanya. Ia mengalihkan pandangan nya ke arah lain dan tak memperdulikan Dora di hadapannya.
Daniel yang mengerti jika Carla sudah mulai tidak nyaman, buru buru mengambil inisiatif.
"Urus prosedur pengunduran diri kalian. Aku tidak ingin melihat wajah kalian berada di perusahaan ku lagi." ucap Daniel " Roy. Bawa mereka keluar." Tambahnya
" baik tuan." sahut Roy
" Tidak pak direktur tolong maafkan saya. Saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi." Dora terus memohon kepada Daniel agar Daniel tidak memecatnya
" Kalau begitu saya juga permisi." Sambung Carla
" Tidak kamu tetap di sini." Jawab Daniel
__ADS_1