Papa Untuk Mama

Papa Untuk Mama
I LOVE YOU


__ADS_3

" Aku sudah bilang kan, aku cuma mau menikah dengan Carla, mah. "


Ucap Daniel di ruang baca nya di kediaman keluarga Daniel. Setelah melalui harinya dengan penuh emosi, kini ia harus merasakan kekesalan kembali terhadap ibu nya yang lagi lagi mencoba mendekatkan Daniel dengan wanita lain, yaitu Mona.


" sebenarnya kenapa mama sangat membenci Carla? padahal Carla wanita yang baik." Lirih Daniel


" Mama hanya tidak ingin kamu bersama orang yang salah." Jawab Riska


Daniel mengerutkan alis matanya, ia berpikir bagaimana bisa Riska menganggap Carla adalah wanita yang salah untuk bersama dengan nya. Sedangkan ibunya sendiri tidak mengenal Carla dengan baik. Dia hanya mempercayai apa yang ada di pikiran nya tanpa mencari tahu dulu kebenarannya. Sebenarnya apa yang ibu nya tau tentang Carla, batin nya.


" apa yang membuat mama berpikir bahwa Carla wanita yang salah untuk Daniel? Mama sama sekali belum mengenal Carla." Tegas Daniel


Daniel menjelaskan betapa sang ibu sudah salah menilai siapa Carla. Ia berusaha membuat ibunya menaruh kesan kepada Carla. Bahkan Daniel menceritakan kejadian enam tahun lalu di mana dirinya dan Carla terlibat cinta satu malam karna di jebak oleh seseorang yang di ketahui oleh mereka adalah Mona. Sampai akhirnya Carla mengandung anak dari nya, hingga di usir oleh keluarganya.


Namun Riska tak serta merta mempercayai cerita Daniel. Ia justru kembali berkesan buruk terhadap Carla.


" Hah.."


Riska membuang nafas sembari tersenyum kecut. Seolah ia tak peduli dengan semua cerita Daniel. Ia bahkan berpikir, itu hanya akal akalan Carla untuk mengikat Daniel.


" paling juga itu akal akalan dia aja. Paling juga sebenarnya dia itu memang wanita murahan. Dia sengaja mengandung anak anak kamu, agar kamu mau bertanggung jawab. Setelah itu dia pasti akan merencanakan untuk menguasai harta kamu. Wanita seperti itu tidak pantas untuk bersanding dengan kamu Daniel. Sadarlah itu. Jelas jelas Mona lebih baik dari pada wanita itu." Ujar Riska


Daniel makin tersulut emosi mendengar ucapan sang ibu yang begitu menghina Carla. Namun ia tetap berusaha sabar, tak ingin menjadi anak yang kurang ajar dengan ia meluapkan emosinya yang kini sudah di ubun ubun.


" Sudah cukup mah. Jangan memancing Daniel untuk menjadi anak yang berdosa sama ibu nya sendiri. Lebih baik mama sekarang mama keluar dulu, Daniel benar benar sudah tidak tahan mendengar hinaan tak berdasar mama kepada Carla." ucap Daniel sambil memijat kecil pelipis matanya.


Riska terdiam namun ia tetap tak mau menyerah atas kehendak nya. Kali ini ia hanya tidak mau anak nya yaitu Daniel marah. Ia pun menuruti Daniel untuk keluar dari ruang baca nya.


Daniel menjatuhkan tubuhnya di kursi kerja milik nya. lalu menyandarkan kepalanya yang terasa berat di sandaran kursi. Mata nya menatap kosong ke arah langit langit ruangan. Pikiran nya tertuju kepada Carla yang saat ini benar benar ingin sekali ia peluk.


Daniel mengambil ponsel miliknya yang ia taruh di atas meja lalu ia melakukan panggilan telphone ke Carla. tuut.. Panggilan tersambung, Daniel mulai mengukir sedikit senyum menunggu orang yang ia hubungi menjawab panggilan telphone darinya.

__ADS_1


" Hallo."


Akhirnya suara seseorang yang ia nanti nanti itu pun terdengar dari sebrang telphone nya. matanya berbinar, senyumnya mengembang dan jantungnya berdebar. Betapa hangatnya ia saat itu mendengar suara Carla yang begitu lembut.


" Apa aku mengganggu mu?" Dengan nada bicara yang lembut Daniel bertanya kepada Carla


" tidak. ada apa?" Jawab Carla.


Akhirnya Daniel menghabiskan beberapa menit waktunya untuk berbincang bincang ringan dengan Carla untuk melepas keresahan nya saat ini. Hanya dengan mendengar suara Carla saat itu saja, Pikiran Daniel yang tadi tidak karu karuan mulai menenang. Darahnya yang sudah seperti mendidih, kini mendingin sedikit demi sedikit.


Tak lupa Daniel menanyakan keadaan kedua buah hatinya. Apa mereka sudah makan dan tidur. Canda dan tawa bertebaran di sela perbincangan nya dengan Carla. Perasaan yang tadi sangat kacau menghilang seketika. Kini yang ia rasakan hanya sebuah rindu terhadap Carla yang baru beberapa jam berpisah dengan nya.


" Carla.." panggil Daniel


" iya." Sahut Carla


" I love you." Sambil tersenyum manis Daniel mengatakan perasaan nya kepada Carla.


" i-iya aku masih di sini. emmm aku udah ngantuk aku matikan dulu yah telphone nya."


Carla mengatakan nya dengan suara gemetar dan sedikit terbata bata. Daniel yang mengetahui reaksi Carla itu, hanya tersenyum dan sedikit tertawa kecil.


" baiklah. Tidurlah.."


Setelah Daniel mengatakan itu, Carla seperti tergesa gesa memutuskan sambungan telphone mereka. Daniel menatap layar ponsel nya sambil tersenyum. Lalu setelah itu ia menaruh kembali ponsel itu di atas meja kerja nya. Ia beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan keluar ruang baca menuju ke kamar nya untuk segera tidur.


...


Sementara itu di tempat lain..


Carla sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia terlihat seperti sedang gelisah. Suara Daniel yang mengucapkan kata cinta kepada nya masih begitu menggema di telinganya. Suara itu seolah terus terdengar dan tak mau menghilang. Carla membolak balikkan tubuhnya ke kanan ke kiri, lalu terlentang.

__ADS_1


Matanya menatap langit langit kamar yang sudah tak terlalu bercahay karna ia sudah memanikan lampu kamarnya dan hanya menyisakan lampu tidur yang berada di atas nakas di sisi tempat tidurnya nya.


Bayangan ketika sore tadi Daniel menci*mnya kembali terlintas, sekarang Daniel menambah manis bayangan itu dengan ucapan nya tadi yang secara tiba tiba mengatakan kata kata cinta nya kepada Carla. Wajah nya memerah, dan jantung nya berdebar begitu cepat. Ia membalikkan lagi tubuhnya ke arah kiri.


Pikiran nya masih tertuju kepada Daniel. Matanya mulai memejam perlahan di barengi dengan senyuman lembut yang terukir di bibir merah nya itu dan Carla pun tertidur.


...


Keesokan harinya Carla sedang bersiap siap untuk pergi ke kantor. pakaian nya sudah rapih ia kenakan, ia kemudian bercermin di dalam kamar miliknya. Ia hendak menggunakan sedikit riasan pada wajahnya, namun baru saja ia akan menempelkan bedak pada pipi nya, Carla teringat jika kini ia bukan lagi bekerja sebagai sekretaris Daniel.


Carla berpikir, mungkin di departement nya yang baru, ia tak perlu menggunakan riasan wajah. Karna Carla tidak akan pergi kemana mana bersama Daniel untuk bertemu klient atau menemani Daniel rapat, seperti sebelumnya saat ia menjabat sebagai sekretaris pribadi Daniel.


Carla menaruh kembali bedak yang tadi hendak ia gunakan. Lalu mengambil lipstick berwarna merah muda kesukaan nya yang biasa nya ia gunakan sehari hari. Setelah selesai bercermin Carla pun berjalan keluar menemui kedua putra putri nya yaitu Farrel dan Frilly untuk berpamitan.


Farrel dan Frilly mencium punggung tangan kanan sang ibu, dan Carla mencium dahi kedua nya secara bergantian. Setelah itu Carla di temani Farrel dan Frilly berjalan menuju pintu untuk keluar dan berangkat ke perusahaan D-V group tempat nya bekerja.


" Hati hati di jalan mama.." Ujar Frilly sembari melambaikan tangan nya ke arah Carla dan di balas oleh Carla yang berbalik melambaikan tangan nya ke arah Farrel dan Frilly.


Carla membuka pintu gerbang rumah nya lalu menutupnya kembali setelah ia melangkah keluar. Ia berdiri sebentar di depan gerbang lalu melambaikan tangan nya lagi ke arah Farrel dan Frilly. Setelah itu barulah Carla membalikkan badan nya ke arah jalan.


Namun ketika ia membalikkan badan nya, Carla mengangkat kedua alis matanya. Bibirnya melipat ke dalam, seperti menahan sebuah tawa atau senyuman. Ternyata sejak tadi, mobil Daniel sedang terparkir di depan rumah Carla.


Daniel sudah berada di luar menyandar sambil tersenyum di samping pintu mobil yang sudah terbuka. Carla berjalan mendekat ke arah Daniel, dan setelah berada tepat di hadapan Daniel yang sudah berdiri tegak. Carla memeluk erat tubuh Daniel, membuat Daniel membuka lebar kedua matanya karna terkejut.


Setelah beberapa saat Carla memeluk Daniel, ia melepaskan pelukan nya lalu kaki nya berjinjit. Kepala nya mendekat ke samping wajah Daniel dan berbisik ke telinga Daniel.


" I love you." Carla lalu bergegas masuk ke dalam mobil Daniel sambil tersenyum


Mata Daniel makin melebar mendengar bisikkan Carla. Di tambah lagi Carla secara mendadak mencium pipi nya setelah mengatakan itu. Jantung Daniel berdegup kencang seperti ingin keluar dari dalam tubuhnya, wajah nya memerah dan badannya melemah sampai ia kembali menyandar di samping pintu mobil.


Betapa bahagianya ia saat itu. Mengetahui bahwa kini Carla sudah benar benar membuka hati dan menyimpan rasa cinta kepadanya.

__ADS_1


Roy yang menyaksikan peristiwa langka itu hanya tersenyum. Ia tak menyangka, bahwa tuan nya yang begitu dingin dan arogan bisa memperlihatkan reaksi malu malu seperti saat itu.


__ADS_2