
" sebentar lagi Farrel dan Frilly harus nya mulai sekolah kan?"
Daniel mulai membuka perbincangan setelah mereka selesai makan di resto hotel XY tempat langganan Daniel sejak lama dan tempat dimana Ia dan Carla 6 tahun lalu bertemu.
" Frilly gak mau sekolah ah pah." ucap Frilly
" hey.. masa anak papa gak mau sekolah. kalian kan sudah pintar, kalau kalian belajar di sekolah pasti kalian akan jadi anak anak yang lebih pintar lagi. Di sekolah juga banyak anak anak kecil lain nya, nanti kan kalian bisa punya banyak teman."
Daniel mencoba memberi nasihat kepada kedua putra putri nya agar mau bersekolah.
" Farrel tidak butuh teman pah. tapi Farrel mau sekolah, Farrel mau jadi pintar biar jadi orang sukses seperti papa." Farrel mengatakan nya dengan tegas tanpa memperlihat kan raut wajah apa pun
" memang Farrel mau apa kalau suatu hari nanti Farrel jadi orang sukses?" tanya Daniel
" Farrel mau kerja cari uang untuk mama. kalau Farrel sudah bekerja, Farrel akan larang mama capek capek kerja lagi." jawab Farrel dengan wajah datar nya
ya, memang benar, Carla lah yang selama 6 tahun ini selalu mencari uang. bekerja dari pagi sampai sore, bahkan pernah Carla bekerja sampai malam. karna tak ada yang bisa di andalkan lagi selain diri nya sendiri. mau tak mau Carla harus menerima nasib nya itu, walaupun memang berat untuk nya.
Mendengar perkataan Farrel, Daniel dan Carla pun merasa terharu sekaligus bangga. di usia nya yang masih sangat kecil saat ini, ia sudah mempunyai keputusan dan impian ingin menjadi seperti apa ia di masa depan.
Tak bisa di pungkiri Farrel dan Frilly memang tak seperti anak seusia nya. di mana anak anak lain sebaya nya lebih suka bermain tanpa memikirkan apapun, Farrel dan Frilly justru lebih memilih belajar di rumah sembari mencari cara bagaimana bisa membantu sang ibu mencari uang.
saat mereka sedang asyik mengobrol, ponsel Carla berbunyi. ia segera mengambil ponsel dari dalam tas nya. lalu melihat layar ponsel nya. terlihat panggilan masuk dari Tasya. Carla pun langsungsung menjawab panggilan tersebut.
" hallo Tasya. bagaimana keadaan kamu sekarang?" ucap Carla dengan nada antusias
Setelah kejadian penculikan yang membuat Tasya juga menjadi korban beberapa waktu lalu. Tasya memang belum bertemu Carla lagi. bahkan ia belum sempat memberi kabar kepada Carla.
" aku baik baik aja La. maaf baru kasi kabar sekarang. aku sedang sibuk membuat skripsi. aku dengar Farrel dan Frilly sudah pulang?" tanya Tasya dari sebrang telphone
" ya, satu minggu yang lalu mereka sudah pulang. tapi syukurlah kamu sudah baik baik saja. maaf ini semua karna aku. kalau aku tidak menitipkan anak anak sama kamu, kamu gak akan mengalami kejadian seperti itu." jawab Carla.
__ADS_1
ia merasa bersalah dan tak enak hati karna kejadian penculikkan itu, Tasya hampir saja menjadi korban pelecehan. Entah bagaimana nasib Tasya waktu itu, kalau saja Roy terlambat menemukan nya.
" ini bukan salah kamu, Carla. aku mengerti posisi kamu. kamu harus mencari nafkah untuk anak anak kamu. kalau bukan karna itu, mana mungkin kamu akan menitipkan mereka sama aku. lagi pula aku senang bisa di titipi mereka. mereka sama sekali gak pernah merepotkan. " ucap Tasya
" oya aku mau telphone kamu tuh untuk kasih tau kamu sesuatu." sambung nya
" Kasih tau apa?" Tanya Carla penasaran.
" *Ta*di kak Rossa menelphone ku. Dia menawarkan Farrel dan Frilly untuk syuting iklan. Tapi yang ini untuk iklan tv bukan majalah lagi. aku sudah memberikan nomor ponsel kamu biar kak Rossa bisa langsung menghubungi mu." Jawab Tasya
" emmh gitu. Ya, nanti biar aku bicarakan dulu sama anak anak." ucap Carla.
" yaudah kalau gitu aku matiin dulu ya telphone nya. bye La."
" bye." Carla menaruh kembali ponselnya ke dalam tas lalu melihat ke arah Farrel, Frilly dan juga Daniel yang duduh bersebrangan dengan nya. Ketiga nya sejak tadi sedang melihat Carla yang sedang menelphone.
Carla yang melihat ketiga orang di hadapan nya sedang menatap nya dengan begitu kompak itu pun tersenyum gemas. Lalu ia pun bertanya
" tadi bibi Tasya yah mah?" tanya Farrel lalu di angguki oleh Carla.
" bibi Tasya bilang apa mah?" tanya Farrel kembali
Carla pun memberitahukan percakapan nya dengan Tasya. ia memberi tahu jika Rossa menghubungi Tasya dan menawarkan Farrel dan Frilly untuk syuting iklan di TV. dengan wajah serius Farrel kembali bertanya
" apa mama mengijinkan kami untuk menerima tawaran itu?"
Carla terdiam dan berfikir sejenak. Namun saat ia sedang berfikir apakah ia harus memperbolehkan mereka syuting atau tidak, Daniel ikut menjawab pertanyaan Farrel.
" menurut papa itu hak kalian untuk memilih. Jika kalian bisa melakukan nya, maka terima saja. sepertinya anak anak papa juga pandai berakting. tidak ada salahnya kalau kalian mencoba menekuni bidang itu. tapi satu hal yang harus papa tegaskan. jangan jadikan kesempatan itu untuk kalian bekerja mencari uang. lakukan lah seperti kalian sedang menekuni hobi kalian. karna mulai sekarang papa yang akan membiayai semua kebutuhan kalian. jadi jangan pikirkan masalah uang lagi. mengerti?"
Daniel berbicara panjang lebar, memberi nasehat sekaligus perhatian nya kepada Farrel dan Frilly. karna selama ini Farrel dan Frilly menerima tawaran iklan memang untuk membantu sang ibu yaitu Carla mencari uang. walaupun sebelum nya Carla tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Carla tampak berfikir kemudian ia pun berkata
" benar kata papa kalian. kalau kalian mau dan menyanggupi tawaran itu, lakukan lah. yang penting kegiatan itu tidak mengganggu dan memberatkan kalian."
" kalau gitu Farrel mau mah." ucap Farrel
" Frilly juga mau mah" sambung Frilly
" kalau gitu lakukan lah. mama tidak akan melarang kalian." Akhirnya Carla memberikan ijinnya kepada Farrel dan Frilly untuk menerima tawaran itu.
...
Hari sudah makin malam kini Daniel, Carla, Farrel dan juga Frilly tengah berada di dalam mobil. Mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju rumah Carla. Farrel dan Frilly tengah tertidur pulas di kursi belakang mobil mewah milik Daniel. sedangkan Carla duduk di kursi depan di samping Daniel yang sedang fokus menyetir.
Ini adalah pertama kalinya bagi Daniel kembali menyetir mobil sendiri karna sebelum nya ia selalu di supiri oleh asisten nya yaitu Roy. namun saat ini Roy di perintah kan oleh Daniel untuk tidak ikut bersama mereka dan tetap di rumah Carla.
" terima kasih untuk hari ini." Carla mulai membuka pembicaraan di tengah suasana hening di dalam mobil.
" hmh? kalau mau berterima kasih, lakukanlah dengan benar." jawab Daniel sembari terus fokus ke jalan.
" apa maksud nya? aku udah benar benar berterima kasih kok" ucap Carla sedikit bingung.
Lampu lalu lintas berwarna merah menyala, Daniel menghentikan laju mobil nya dan berkata.
" aku bilang lakukan bukan katakan. seperti ini cara nya berterima kasih padaku"
Carla membuka mata nya lebar lebar. tatkala secara mendadak Daniel mendaratkan bibir nya di bibir merah Carla. beberapa detik bibir mereka saling menyatu, Daniel akhir nya sedikit memundurkan wajah nya melepaskan bibir nya yang tadi menempel di bibir Carla. sembari tersenyum ia lalu berkata.
" seperti itu caranya berterima kasih."
Carla masih membulatkan mata nya, kepala nya terasa kosong tak mampu berkata apa apa. sedangkan Daniel sudah kembali ke posisi duduk nya memegang kendali mobil nya sembari terkekeh melihat reaksi Carla yang menurutnya begitu menggemaskan.
__ADS_1