
" eh.. saya tidak apa apa pak.. "
Ucap Carla saat Daniel tiba tiba memakaikan jas nya kepada Carla.
" menurut lah.. ini sudah malam tidak baik berada di luar dengan pakaian seperti ini. kamu bisa masuk angin." ucap Daniel
Setelah makan malam itu Carla dan Daniel menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di pinggir pantai bersama.
Setelah cukup lama berjalan, mereka memutuskan untuk duduk dan meng istirahatkan kaki mereka sambil melihat pemandangan laut dan langit malam yang sangat indah.
" apa aku boleh bertanya sesuatu." ucap Daniel
" ya.." sahut Carla
" saat di rumah ku tadi siang. aku lihat kamu sangat kesal melihat Mona. apa telah terjadi sesuatu di antara kalian?" tanya Daniel
" ya.. tapi kejadian nya sudah lama sekali." jawab Carla sambil terus menatap ke arah laut.
" boleh kah aku tau apa yang terjadi?" tanya Daniel kembali
" seperti nya ini kurang pantas kalau saya ceritakan ke bapak. tapi.. karna kejadian nya sudah lama berlalu seperti nya saya bisa menceritakan nya ke bapak."
Akhirnya Carla menceritakan semua kejadian yang menimpa nya 6 tahun lalu saat Carla di jebak oleh Mona hingga ia hamil dan di usir keluar oleh sang ayah.
" tapi.. kamu tau dari mana kalau itu ulah Mona?" tanya Daniel setelah mendengar cerita Carla
" waktu saya sedang bersembunyi di sebuah kamar itu, saya tidak sengaja mendengar di balik pintu salah satu orang yang mengjar saya mengatakan Mona akan marah jika mereka sampai gagal." jawab Carla
" jadi itu sebab nya dia bisa tiba tiba berada di kamar ku dan menggoda ku. aku pikir waktu itu dia sengaja melakukan nya untuk mendekati ku ternyata dia sedang tidak sadar karna pengaruh obat perang*ang." batin Daniel
" apa kamu tidak marah?" tanya Daniel sambil menatap wajah Carla yang masih melihat ke arah laut.
" tentu saja saya marah. rasanya saya ingin membalah perbuatan mereka. tapi saya bisa apa? saya tidak bisa melakukan apa apa dengan kondisi saya yang sudah sperti ini." jawab Carla dengan senyum pahit di bibir nya
" bergantunglah pada ku." ucap Daniel dan membuat Carla menoleh ke arah Daniel
" bergantunglah pada ku. aku bisa membantu mu." sambung Daniel
Sambil tersenyum Carla pun menjawab " tidak pak. saya tidak mau melibatkan siapa pun untuk masalah saya."
" kenapa kamu terus menolak ku? " tanya Daniel
" maafkan saya kalau saya membuat bapak tersinggung. hanya saja, saya tidak terbiasa mendapat perlakuan seperti yang bapak lakukan kepada saya. saya hanya merasa takut .." ucap Carla
__ADS_1
" apa yang kamu takut kan? aku tidak akan pernah menyakiti kamu." tanya Daniel
" terima kasih pak. tapi saya masih tidak bisa menerima nya. ini sudah hampir larut. ayo kita kembali pak. udara nya semakin dingin di sini."
Carla tersenyum sekilas. lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan mendahului Daniel.
" apa aku masih perlu berjuang untuk mendapat kepercayaan dari mu.? kapan kamu akan membuka hati untuk ku." batin Daniel sambil beranjak dari duduk nya dan mengikuti Carla berjalan di belakang nya.
...
" tapi kenapa kalian harus merahasiakan nya dari Carla. dia berhak tau kebenaran nya."
Tanya Tasya yang saat itu masih berada di rumah Carla dan berbicara dengan Farrel Frilly dan juga asisten Roy.
" ini semua permintaan tuan Daniel. baik saya maupun tuan muda Farrel dan nona kecil Frilly tidak mengetahui alasan nya." jawab Roy menjelaskan
" wah... dalam sekejap kalian sudah menjadi tuan dan nona muda. rasa nya aku jadi sedikit canggung bertemu kalian sekarang." ucap Tasya kepada Farrel dan Frilly.
" kenapa bibi harus canggung. walaupun bibi sering menyebalkan tapi bibi adalah salah satu orang yang mama sayang dan percaya. kami tidak akan melupakan semua kebaikan bibi." ucap Farrel dengan wajah serius
" ya betul. kami akan tetap jadi anak kesayangan bibi kan?" sambung Frilly
" ah bocah bocah tengil ini. ternyata kalian bisa juga membuat ku terharu." ucap Tasya sambil memeluk Farrel dan Frilly.
" diam lah.. kapan lagi aku bisa memeluk tuan muda dan tuan putri dari orang hebat seperti Daniel Raditya." sambung Tasya
" tapi aku penasaran. bagaimana Carla bisa tidur dengan tuan Daniel ya dulu. apa Carla menggoda tuan Daniel." lanjut tasya sambil melepaskan pelukan nya.
" hey biarpun bibi adalah bibi kami tapi bibi tidak boleh ya menjelk jelek kan mama Carla. mama Carla orang baik tidak mungkin melakukan itu." ucap Frilly kesal
" hey tuan putri aku bukan menjelek jelekkan Carla. aku hanya penasaran" jawab Tasya
" seperti nya saya bisa sedikit menjelaskan tentang itu. menurut yang saya dengar dari tuan Daniel seperti nya dulu nona Carla tidak sengaja masuk ke kamar hotel yang sudah di tempati oleh tuan Daniel. lalu..."
Cerita Roy tiba tiba terhenti seperti tidak enak untuk melanjutkan ceritanya.
" lalu apa? tanya Tasya yang sudah sangat penasaran.
" kata tuan Daniel nona Carla memang menggoda tuan Daniel saat itu." jawab Roy
" hey apa yang kamu bilang barusan. jangan sembarangan ya kalau ngomong." ucap Farrel dengan nada membentak karna emosi mendengar perkataan Roy
" ya.. mama Carla gak mungkin kaya gitu." sambung Frilly yang juga tidak terima dengan perkataan Roy
__ADS_1
" tunggu tuan kecil. saya belum selesai. waktu itu tuan Daniel sempat berfikir nona Carla sengaja menggoda tuan Daniel dan memiliki tujuan. tapi aneh nya justru paagi pagi nya nona Carla pergi tanpa berkata apa apa dan setelah itu menghilang tanpa jejak. bahkan tuan sudah sempat mencari keberadaan nona Carla namun tetap tidak berhasil. karna menurut informan kami saat itu nona Carla sudah tidak tinggal di rumah orang tua nya."
Roy pun menjelaskan semua yang terjadi 6 tahun lalu.
" dan yang mengejutkan nya lagi. nona Carla sampai sekarang tidak tau bahwa pria yang bersama nya dulu adalah tuan Daniel. berarti ada kemungkinan dulu nona Carla tidak sengaja atau di jebak oleh seseorang."
" itu pasti kerjaan Mona." ucap Tasya secara spontan
" siapa itu Mona?" tanya Farrel
" Mona itu adik tiri Carla. dulu waktu kuliah Carla tuh emang populer di kampus, Mona sering di banding bandingin sama Carla. mungkin gara gara itu Mona menjebak Carla. atau mungkin juga karna Mona cemburu gara gara Aiden kakak senior kita di kampus lebih dekat sama Carla padahal Mona kaya nya naksir kak Aiden." jawab Tasya.
" Aiden?" sambung Roy yang mengingat Carla pernah mengenalkan Aiden sebagai suami nya kepada nya dan Daniel.
" iya. kak Aiden juga maha siswa populer di kampus. banyak juga yang ngegosipin dan ngedukung Carla pacaran sama kak Aiden karna mereka setiap hari bareng terus. padahal mereka cuma temenan aja." ucap Tasya
" aku bakal laporin ke papa biar si Mona dapet pelajaran karna udah jahatin mama Carla." ucap Farrel yang sudah sangan geram mendengar nama Mona.
...
sementara itu di tempat lain Carla dan Daniel sudah kembali ke Villa setelah lama berjalan jalan di pinggir pantai.
" kamu mandi dulu. di lemari kamar ada beberapa kemeja ku. untuk sementara kamu pakai itu saja dulu. kamu pasti gak nyaman kan tidur pakai gaun?" ucap Daniel
" baik pak. kalau gitu saya ke kamar dulu." balas Carla dan Daniel hanya menganggukkan kepala.
Carla masuk ke kamar, dan bergegas ke kamar mandi yang berada di dalam kamar. ia membuka seluruh pakaian nya dan masuk ke bath up yang sudah ia isi dengan air hangat untuk berendam..
Cukup lama Carla berendam. namun saat sedang menikmati suasana santai saat berendam hal tak terduga terjadi.
Lampu di seluruh ruangan Villa tiba tiba mati. termasuk kamar mandi di mana Carla berada. sontak Carla berteriak karna terkejut dan ketakutan.
" Carla.. Carla.. kamu baik baik aja? listrik nya tiba tiba mati. seperti nya ada konsleting listrik. Carla.. "
Daniel memanggil manggil Carla sambil mengetuk ngetuk pintu kamar mandi dari luar.
" hikss.. pak.. saya takut.. hiks.."
Carla menjawab dari dalam kamar mandi sambil menangis. karna sedari kecil Carla memang mempunyai ketakutan terhadap kegelapan.
" Carla kamu ga apa apa? apa kamu terluka? kamu jatuh?" Daniel yang hanya mendengar suara isakan tangis Carla pun mulai khawatir.
Daniel mencoba membuka pintu namun ternyata Carla mengunci pintu nya dari dalam. akhir nya Daniel memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi. dan akhir nya pintu kamar mandi pun terbuka.
__ADS_1