
Melihat Om Barra di depan ku membuat tubuhku tiba-tiba terasa ringan dan aku pun tak ingat apa-apa lagi.
#Pov Author
Abu Musa terbangun saat mendengar suara warga terdengar riuh membangunkannya.
"Syukurlah Abu sudah bangun," ucap salah seorang warga saat melihat Abu Musa mulai membuka matanya.
"Maaf ada apa ini kenapa ramai sekali?" tanyanya kebingungan
"Rumah Fikri kebakaran Abu, makanya kami berusaha membangunkan Abu agar bisa segera pergi dari sini. Karena kami takut abu kenapa-kenapa," jawab seorang warga
Abu tampak terkejut saat melihat api berkobar membakar kediaman Fikri. Pria itu segera bangun meskipun dengan tubuh sempoyongan.
"Dimana Fikri, dimana dia?" tanyanya sambil menoleh ke kanan dan kiri.
Pria itu tampak mencari Fikri kesana dan kemari.
"Tenang Abu, Fikri aman dan kini ada di rumah Pak RT,"
"Alhamdulillah," jawabnya lega,
Dibantu oleh seorang warga Abu Musa kemudian mendatangi kediaman ketua RT untuk melihat kondisi Fikri.
Lingga dan Anas langsung menyambut kedatangannya.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Abu Musa
"Untungnya kami tidak apa-apa Abu," jawab Lingga
Namun Abu Musa terkesiap saat melihat luka di lengan Lingga.
"Sebaiknya kau obati dulu luka kamu itu, jangan sampai infeksi," ucap Abu Musa
"Iya Abu, aku akan mengobatinya sore ini,"
Abu tampak terhenyak saat melihat Fikri terbaring di ranjang di ruang tamu. Pria itu tampak berkaca-kaca saat melihat Fikri terbaring di ranjangnya seperti seorang yang tengah tidur pulas.
Namun ia tahu jika Fikri tidak tidur, ia tahu jika pemuda itu sedang mengalami koma.
Seorang wanita tampak duduk bersimpuh di sampingnya sambil menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Ia tak berhenti meratapi nasib Fikri yang dianggapnya sebagai anak yang malang.
"Semoga lelah mu menjadi lillah, dan cepatlah kembali Fikri. Jangan terlalu lama pergi, Bu De kangen sama Fikri
Melihat Suryati Abu Musa pun duduk di sampingnya, ia kemudian mengusap lembut wajah Fikri sambil membaca kalimat tasbih.
Lelaki itu merasakan tubuh fikri yang masih hangat, Ia kemudian mengangkat keduanya tangannya untuk berdoa.
Selesai berdoa ia menghampiri Lingga yang sedang mengobati lukanya.
"Kenapa Fikri belum kembali?" tanyanya menatap pria itu dengan tatapan gusar
"Fikri pasti akan kembali, ia hanya sedang melakukan perjalanan spiritual. Setelah ia mendapatkan apa yang diinginkannya ia pasti akan kembali," jawab Lingga
"Lalu sampai kapan dia akan begini?" tanya Abu Musa,"
"Entahlah, hanya dia yang bisa memutuskan kapan ia akan kembali. Karena percuma saja kita mengajaknya pulang jika ia sendiri tak mau kembali,"
"Benar-benar ujian yang berat Fikri, kau masih terlalu muda, tapi ujian yang kau jalani begitu berat. Semoga kau selalu bersabar dengan semua itu dan kau bisa mengambil pelajaran dari setiap apa yang menimpamu," ujar Abu
Pria itu kemudian pamit pulang dan menitipkan Fikri kepada Lingga.
Karena Fikri sudah tak punya rumah lagi, maka Lingga berniat membawa Fikri ke rumahnya. Ia ingin merawatnya di rumahnya yang ada di kampung sebelah.
Ia justru mengatakan akan merawat Fikri di rumahnya.
"Biarkan aku yang akan merawat Fikri, meskipun aku bukan dukun yang sakti seperti dirimu tapi aku akan berusaha merawat Fikri sebaik mungkin," ucap Suryati
"Baiklah kalai begitu. Aku juga mau pamit pulang karena sudah terlalu lama meninggal keluargaku," jawab Lingga
"Silakan Aki, saya sebagai orang tua Fikri mengucapkan terimakasih atas bantuannya selama ini, kami tak bisa membalasnya tapi aku yakin Gusti Allah yang akan membalas semua kebaikan Aki,"
"Aamiin, semoga nyai juga selalu diberikan kesehatan agar bisa merawat Fikri sampai sembuh,"
"Aamiin,"
Suryati kemudian mengantar Lingga ke ujung pintu. Saat melihat Suryati berjalan pincang Lingga tahu jika wanita itu terkena santet di kakinya.
"Kenapa kau tidak mengobati luka di kakimu?" tanya Lingga
"Karena ilmuku tak kuat untuk melawan si pengirim santet ini," jawab Suryati
__ADS_1
"Tapi bukankah sekarang pengirim santet itu sudah mati?" tanya Lingga
"Benar, tapi tetap saja aku tidak kuat melawan kekuatannya yang masih ada dalam luka kakiku itu," jawab Suryati
"Apa boleh aku mengobatinya?" tanya Lingga
"Silakan Aki," Suryati kemudian duduk dan memperlihatkan luka di kakinya.
Lingga kemudian menyentuh luka itu sambil membaca doa. Benar saja lama kelamaan luka di kaki Suryati mulai menghilang hingga tak berbekas lagi. Wanita itu sangat berterimakasih karena Lingga berhasil menyembuhkan lukanya.
"Terimakasih Aki, Alhamdulillah Sekarang aku sudah bisa berjalan lagi dengan sempurna seperti sedia kala," ucap Suryati.
"Sama-sama Nyai, lagipula yang menyembuhkan Nyai itu bukan aku tapi Gusti Allah, jadi berterimakasih lah kepadaNya. Hubungi aku jika kondisi Fikri sudah membaik, ataupun ia memburuk," tukas Lingga
"Baik Aki,"
Ia kemudian berpamitan dan pergi bersama Anas kembali ke rumahnya.
Setelah Lingga pergi, Suryati juga memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan merawat Lingga di sana.
#Tamat#
Untuk cerita Parewangan satu ini aku cukupkah sampai di sini ya teman-teman.
Untuk di bab selanjutnya aku akan menceritakan tentang judul baru yang masih berkaitan dengan Novel ini. Judulnya PAREWANGAN 2 .
Jadi masih bercerita tentang PAREWANGAN ya, hanya saja bedanya ini bukan Parewangan pesugihan, tapi lebih tepatnya Parewangan yang hanya dimiliki oleh manusia untuk melindunginya atau yang biasa di sebut dengan khodam Penjaga.
Saya mohon dukungan like komen dari kalian agar aku bisa semangat untuk menulis ya karena hanya itu yang membuat aku semangat. Saya gak muluk-muluk minta gift yang banyak tapi aku hanya minta like komen kalian. Kalau gak bisa komen ya cukup like saja. Karena dengan begitu aku bisa tahu siapa saja yang masih setia membaca novel ini.
Karena untuk sekarang kesetiaan kalian membaca novel ini sampai tamat yang membantu ku mendapatkan penghasilan dari novel ini. Jika kalian hanya membaca kemudian mandeg di tengah jalan maka akan memupuskan harapan author untuk mendapatkan reward atau penghasilan dari apk ini.
Saya juga berterimakasih kepada pembaca setia yang selalu membaca dan memberikan like komentar setiap bab ini up. Karena kalian aku selalu semangat berkarya karena kalian aku masih bertahan menulis. Terima kasih juga yang sudah kasih gift semoga berkah rezekinya dan dimudahkan segala urusannya.
Jangan lupa tetap baca dan like komen episode selanjutnya ya. Semoga kalian suka cerita bab berikutnya.
Ikam Hiu jalan jalan ke Singapura
Mohon maaf kalau ada salah-salah kata.
Ikan Hiu baru pulang Singapura hari selasa.
__ADS_1
Semoga kalian semua selalu sehat agar tetap bisa membaca novel Zahra.