
"Dasar gila!" celetuk Mila
Janie melangkahkan kakinya ke depan sambil menggerakkan tangannya. Ia juga meliuk-meliukan badannya seperti seorang yang sedang menari.
Gadis itu terus menari meskipun tanpa suara musik. Hanya suara binatang malam yang ia dan Mila yang dianggapnya konyol.
"Dasar manusia gila!" cibirnya
Sementara itu Fikri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Janie dan Mila.
Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
Angin berdesir mengibas rambut panjang Angela. Gadis itu segera menoleh kearah Janie saat mendengar suara merdu Rinjani mulai bersenandung memecah keheningan malam.
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
Tiba-tiba tubuhnya tiba-tiba merinding saat mendengar lirik lagu selanjutnya.
"Deden," ucapnya pelan
Deden langsung menghampirinya, "Ada apa Ngel!" seru Deden
paneluhan tan ana wani
niwah panggawe ala
Angel mulai menutup kedua telinganya, membuat Deden panik.
"Ada apa Angel, apa yang terjadi!" imbuh Deden semakin panik saat melihat wajah gadis itu memucat.
Keringat dingin mulai membasahi wajahnya, membuat Deden dengan cepat mengusapnya.
Angel merasakan tubuhnya begitu lemas hingga ia tak sanggup berdiri lagi.
*Bruughhh!!
Beruntung Deden langsung menangkapnya hingga ia tak sampai jatuh ke tanah.
Tangannya menunjukkan kearah Janie membuat Deden spontan melirik kearahnya.
"Kenapa dengan Janie?"
"Hen...ti..kan ...ki..dung...itu!" ucapnya lirih
"Iya," Deden langsung menurunkan Angel ke tanah dan berlari menghampiri Janie
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
"Hentikan Janie, tolong hentikan lagunya!" seru Deden berusaha menghentikan Janie yang terus berkidung sambil menggerakkan tangannya
"Apaan sih lo Den, gak asik!" seru Mila langsung mendorongnya
*Bruughhh!!
Melihat Janie yang tak kunjung berhenti dan kondisi Angela yang semakin kritis membuat Deden begitu marah kepada sahabatnya itu.
"Janie tolong hentikan!"
__ADS_1
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno
"Berhenti atau aku akan melakukan sesuatu padamu!"
Deden kemudian mengambil sebuah batu dan berlari kearah Janie yang masih meliuk-liukan badannya.
*Aaarrggh!!
Suara lengkingan merdu Janie bahkan mampu mengalahkan teriakan Deden yang berlari kearahnya.
Daun-daun berterbangan melesat kearah Fikri yang terkulai di atas rerumputan.
Pemuda itu perlahan membuka matanya. Samar-samar ia melihat Deden yang berlari kearah Janie yang masih menari-nari bersama Mila.
"Janie,"
Fikri berusaha bangun dan mengejar Deden yang semakin mendekati Janie.
"Aaarrggh!!"
*Grepp!!
Deden terkejut saat melihat Fikri berusaha menahannya saat ia hendak menghantamkan batu kepada Janie.
"Lepasin!!" seru Deden berusaha melepaskan lengan Fikri yang hendak merebut batu di tangannya.
Fikri akhirnya berhasil merebut batu dari Deden dan membuangnya.
"Siapa kau berani ikut campur urusanku!" seru Deden berusaha menyerang Fikri
Namun dengan mudah Fikri menghindari serangan Deden.
Ia mengusap wajah Deden hingga lelaki itu jatuh pingsan.
Seketika Janie berhenti menari saat mengetahui sukma Angel telah musnah menjadi debu.
"Kok udahan Jan nyanyinya, nanggung nih lagi seru!" ucap Mila mengajak Janie menari lagi.
Namun Janie menepisnya dan berjalan mendekati Deden yang masih tak sadarkan diri.
"Apa dia baik-baik saja Jan?" tanya Mila menghampiri Janie
"Sepertinya begitu," jawab Janie kemudian mengguncang tubuh Deden untuk membangunkannya.
"Deden bangun Den!" ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya
Deden mulai mengerjapkan matanya saat mendengar seseorang memanggilnya.
"Janie," ucapnya lirih
"Syukurlah kalau kamu mengenaliku," ucap Janie kemudian membuka botol air mineral dan memberikan kepadanya
"Minumlah,"
Deden langsung ngambil botol minuman itu dan meneguk habis isinya.
"Arghhh, dimana Angel?" tanya Deden
Janie kemudian menoleh kearah gadis yang terbaring diatas tanah dan menunjuknya, "Di sana,"
Deden buru-buru bangun dan berlari menghampiri Angel yang masih belum sadarkan diri.
__ADS_1
"Angel, Angel bangun Angel!" seru Deden kemudian memeluknya
Melihat Angel tak berkutik membuat Deden meminta tolong kepada Janie untuk menolongnya.
"Janie tolong Angel Jan. Tolong bantu dia agar bisa sadar," ucap Deden menarik lengan Janie
Rinjanie kemudian duduk dan memeriksa nafas Angel.
"Masih bernafas," ucap Janie kemudian menepuk-nepuk pipi Angela
"Angel, Angel bangun Ngel!" seru Janie
Namun seberapa keras usaha Janie, Angel masih saja belum sadar juga.
Karena putus asa, Janie kemudian membuka sepatunya dan melepaskan kaus kakinya.
"Aku yakin dengan cara ini pasti si Angel di jamin bangun, kalau gak dia pasti muntah-muntah," ucap Janie kemudian menempelkan kaus kakinya dia atas hidung Angel.
Benar saja dalam hitungan detik, Angel langsung membuka matanya.
"Tuh kan gue bilang juga apa!" seru Janie
"Benar-benar toxic Kaus kaki lo Janie, untung dia gak is dead setelah nyium bau sianida dari kaki lo!" cibir Mila
"Hehehe," Janie hanya tersenyum mendengar cibiran sahabatnya
"Apa kamu baik-baik saja Angel?" tanya Deden menghampiri gadis itu
"Angel, siapa dia, aku Sherly bukan Angel," jawab gadis itu
Sementara Deden tampak terkesiap mendengar pengakuan gadis itu, Janie malah bersyukur saat ia tahu perempuan itu bukan Angel.
"Alhamdulillah akhirnya Iblis itu sudah pergi juga," ucapnya bersyukur
"Maksudnya si Angel jin jahat itu sudah gal ada lagi Jan?" tanya Mila
"That's right Mil, sepertinya dia sudah mati dan jadi debu karena kidung rumekso Ing Wengi yang aku senandungkan,"
"Jadi, yang kamu nyanyikan tadi itu mantera, bukan lagu koplo gitu?" jawab Mila terkejut
"Yups, lagian mana ada sih lagu koplo syairnya wingit gitu, ada-ada aja deh lo!"
"Angel kamu masih inget aku kan?" tanya Deden lagi
"Jangankan Lo Den, dia juga pasti gak kenal sama gue wanita paling cantik dan nge-hits di kampus!" sahut Mila
"Berisik lo!" sahut Janie
"Kamu siapa, aku dimana?" ucap Sherly begitu ketakutan
Deden semakin terkejut saat mengetahui Angel bukan hanya tak ingat namanya namun juga tak mengingat siapa dirinya.
"Kamu sedang berada di kawasan wisata air terjun X," jawab Janie kemudian membantu gadis itu berdiri
"Sebaiknya interogasinya sama gue saja Den, dia masih Shock dan perlu istirahat," ucap Janie kemudian membawa gadis itu keluar dari tempat itu
************
Malam itu juga Jani mengajak Deden dan Sherly untuk kembali ke Jakarta.
Ia sengaja membawa mereka ke rumahnya dan meminta bantuan ayahnya untuk menyembuhkan Sherly dan juga Deden.
Selesai mengembalikan sukma Sherly yang sempat terkunci oleh Angel, kini giliran Lingga mulai mencuci otak Deden yang sudah di pengaruhi oleh energi negatif Angela.
__ADS_1
Dengan sabar ia menjelaskan semuanya dari Awal. Lingga bahkan harus mengajak Deden melakukan perjalanan gaib untuk meyakinkan jika Angel adalah jin Jahat yang berusaha menjeratnya ke dunia hitam.
"Harusnya kau bersyukur karena masih ada sahabat-sahabat mu yang peduli denganmu Deden. Mulai sekarang janganlah mendendam kepada orang-orang yang sudah menyakiti mu, karena itu hanya akan mengundang bangsa Jin untuk mendekati mu. Sejahat apapun perlakuan mereka terhadapmu kau tidak bisa membalasnya dengan kejahatan serupa, karena itu hanya akan membuat mu tak jauh berbeda dengan mereka,"