
*Krieett!!
Tiba-tiba hawa panas langsung menampar wajah Janie. Padahal kafe itu dilengkapi dengan pendingin ruangan.
Sesampainya di dalam ia mulai merasakan sesak seperti ruangan itu dipenuhi oleh banyak orang, padahal ada beberapa bangku yang kosong karena kafe tidak terlalu ramai. Janie bahkan menggunakan buku menu untuk mengipasi tubuhnya.
"Kamu panas gak?" tanya Janie
"Tidak, gimana mau panas wong ac nya ada dimana-mana," jawab Deden
Janie pun mengedarkan pandangannya di beberapa AC yang terpasang di dinding kafe.
"Aneh, kenapa aku merasa panas," jawab Janie
Semakin lama rasa sesak membuat kepala gadis itu semakin pusing hingga ia merasa kepalanya hendak pecah.
Saat ia tak bisa menahan sesak di dadanya Janie pun pingsan.
*Bruugghhh!!
Angela segera menghampiri gadis itu.
"Tolong jangan sakiti Janie, bagaimanapun dia adalah satu-satunya orang yang selalu peduli denganku," ucap Deden saat Angel mendekati Janie.
Ia begitu ketakutan jika perempuan itu akan mencelakai sahabatnya seperti yang ia lakukan kepada Melvin dan Audi.
"Asal kau tahu jika aku paling tidak suka jika kau memberikan perhatian kepada wanita lain. Asal kau tahu selama ini aku sudah melakukan apa yang kau inginkan, dan aku tidak meminta imbalan apapun darimu," jawab Angel
"Tapi aku tidak menyuruhmu membunuh Melvin!"
"Kau memang tidak menyuruhku, tapi hatimu menginginkan dia mati bahkan semua anak-anak yang membully mu bukan?" jawab Angel
"Kalau kau memang lebih memilih Janie maka mulai sekarang aku akan pergi. Aku tidak akan mengikuti mu lagi apalagi melindungi mu dari para pembully itu," imbuhnya
Perempuan itu membalikkan badannya meninggalkan Deden. Namun pemuda itu langsung mengejarnya. Ia berusaha membujuknya agar tak pergi.
"Baiklah, kau boleh melakukan apapun terhadap Janie asalkan kau tetap di sisiku," ucap Deden menggenggam jemari Angel
Angel tersenyum simpul mendengar jawaban Deden.
Ia pun segera membawa Janie pergi. Ia meletakan gadis itu di tepi pantai. Tak lupa ia meletakan tujuh bunga mawar dengan warna berbeda. Angel juga memakaikan bunga melati segar yang dibentuk siger dan dipakaikan kepada Janie.
Selesai mendandani Janie seperti pengantin, Angel menelungkupkan tangannya dan bersujud menghadap ke laut.
"Selamat bersenang-senang Janie," ucap Angel kemudian meninggalkan Janie.
Tiba-tiba ombak besar datang dan menggulung tubuh Janie hingga membuat gadis itu seketika tersadar.
Ia membulatkan matanya saat menyadari dirinya terbawa ombak.
"Tolong!" serunya sambil berusaha menahan tubuhnya agar terseret ombak.
Saat gadis itu berhasil berdiri dan mencoba berjalan ke tepi, lagi-lagi ombak besar datang dan menggulung tubuhnya. Kali ini Janie merasakan tubuhnya kaku tak bisa digerakkan seorang ada seseorang yang menahannya.
__ADS_1
Apakah aku akan mati sekarang, rasanya tubuhku benar-benar ringan semuanya mulai terasa gelap.
Saat Janie hendak menutup matanya ia melihat sesosok pria tampan berenang kearahnya.
Ia segera menarik Janie dan membawanya ke tepi pantai.
"Janie bangun!" seru Ken menepuk-nepuk pipinya
Karena Janie tak kunjung bangun, Ken kemudian menggunakan kekuatannya untuk menyadarkan gadis itu.
Janie perlahan membuka matanya dan samar-samar melihat wajah Ken.
"Ken??"
"Syukurlah kau sudah sadar," ucap Ken lega
"Terimakasih sudah datang menolongku," ucap Janie
"Sudah menjadi tanggung jawabku untuk selalu menolong mu saat kau dalam bahaya," jawab Ken
"Apa benar kau akan selalu datang menyelamatkan aku jika aku dalam bahaya?"
Ken mengangguk.
"Tapi bagaimana kalau kau gagal menyelamatkan aku?" tanya Janie
"Maka aku akan mati, karena itu adalah konsekuensinya,' jawab Ken
Baru saja lelaki itu hendak membantu Janie bangun, tiba-tiba ia merasakan tubuhnya terasa begitu sakit hingga pria itu terus memegangi dadanya.
"Ken kamu kenapa?" tanya Janie panik
"Entahlah, aku merasa tubuhku begitu sakit,"
*Bruugghhh!!!
Janie semakin panik saat mendapati Ken jatuh terkulai di tanah.
Wajahnya tampak pucat dengan keringat dingin yang mulai membasahi pelipisnya
"Janie, jika terjadi sesuatu denganku maka datanglah ke desa T di jawa tengah dan cari seorang pemuda bernama Fikri,"
"Fikri siapa dia?" tanya Janie
Belum sempat menjawab pertanyaan Janie tiba-tiba tubuh Ken menghilang menjadi pasir.
"Ken!!!"
...🌿🌿🌿🌿...
*Tok, tok, tok!!
Suryati segera bergegas keluar saat mendengar suara pintu rumahnya diketok.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu begitu terkejut saat melihat sosok wanita muda berdiri di depannya.
Ia segera mundur namun Angel dengan cepat menjambak rambutnya dan melemparnya hingga tubuh Suryati menghantam dinding rumahnya.
Angel menghampiri Fikri yang tergeletak di tikar, "Jadi Kanigara menggunakan sukma anak muda ini, bagaimana jika aku membunuh anak ini, aku yakin Sukma itu akan mati dan Kani pun ikut mati,"
*Grep!
Angel terkejar saat melihat Kanigara tiba-tiba muncul di depannya.
Wanita itu langsung melepaskan tinjunya kepada pria itu.
"Ternyata mudah sekali mengalahkan mu pangeran?"
"Tidak ku sangka kau begitu lemah," imbuhnya
Angel mengambil sebuah pisau dan mendekati tubuh Fikri yang terbaring di atas tikar.
"Jika aku berhasil membunuhnya maka kau juga akan mati Kani, jadi bersiaplah untuk mati,"
Suryati yang melihat Angel akan mencelakai Fikri segera mengumpulkan kekuatannya untuk menyerang wanita itu.
Angel yang merasa kesal karena Suryati yang berhasil menancapkan bambu kuning ke tubuhnya.
"Dasar dukun bodoh!" serunya dengan nada tinggi,
Perempuan itu segera melepaskan kekuatan supranaturalnya kearah Suryati hingga wanita itu terkapar di lantai.
"Sekarang kau harus mati dukun keparat!" Angel mencabut bambu kuning yang ada di punggungnya dan menghujamkannya kearah Suryati.
Beruntung Kani segera menahan serangan Angel hingga wanita itu gagal mengeksekusi Suryati.
Amarah Angel semakin meledak saat Kani berhasil membuat dirinya harua kehilangan tangan kirinya.
Pria muda itu tak menyangka jika hari itu Angel berusaha menyingkirkan Fikri demi membunuhnya.
Ia bahkan hampir saja tewas di tangan jin wanita itu jika saja Suryati tak menolongnya.
Angel yang sudah berambisi untuk menghabisi Kanigara terus menyerang pemuda itu tanpa ampun.
Suryati yang sudah terluka parah berusaha bangun dan merangkak mendekati Angel. Wanita itu tahu jika Angel adalah Jin yang sangat kuat dan bisa saja menghabisi Kanigara saat itu.
Itulah sebabnya wanita itu berusaha bertaruh dengan maut untuk menyelamatkan Kanigara agar lolos dari ancaman Angel.
Beruntung Kanigara adalah pria yang energik dan sulit ditaklukkan oleh Angel, hingga membuat pria itu selalu lolos saat Angel hampir saja menyingkirkannya.
Sulit menaklukan Kani karena ada Suryati yang membantunya, maka Angel pun memutuskan untuk menyingkirkan Fikri agar bisa mengalahkan Kanigara.
Karena ia yakin jika Fikri mati maka Kanigara pun akan mati dengan sendirinya.
Angel menciptakan sebuah belati yang tajam Kemudian mendekati Fikri untuk menikamnya. Tapi siapa sangka Suryati kembali menggagalkan usahanya dengan menaburkan segenggam beras kuning kearahnya.
Angel segera melemparkan belati di tangannya kearah Suryati hingga mengenai lehernya.
__ADS_1